
"Bisa jadi, Bang. Tapi, gue sama Bang Kean lagi cari tau terus," sahut Sean.
"Ya udah kalian cari tau terus ya. Gue mau jagain Kamila dulu. Jangan pulang terlalu malem, nanti Bunda sama Ayah khawatir."
"Oke Bang!" saut Sean dari sebrang.
Setelah bicara dengan Sean Arkan menutup telponnya dia lalu kembali melihat Kamila.
"Pelakunya belum ketemu!" kata Arkan kepada Kamila.
"Gue baik-baik aja kok gak usah di cari yah. Sekarang kita pulang aja yuk," kata Kamila.
"Nggak bisa! tetep aja gue bakalan cari pelakunya siapa. Lo kan tau gua nggak bisa ngebiarin orang lain nyakitin lo Apalagi sampai bikin lo sampe begini"
"Yang nggak usah dibales biarin aja. Orang kalau jahat nanti pasti ada karmanya. Bukan Kita Yang bales nanti dia dapat balasan sendiri. Anggep aja gue lagi apes atau ini balasan karena mungkin gue nggak sengaja nyakitin hati orang lain," kata Kamila.
Meski saat ini Gadis itu sudah banyak berubah dan jauh lebih pemberani tetapi Kamila tetaplah Kamilah yang lemah lembut tidak pendendam.
"Enggak bisa gitu aja, enak banget udah bikin orang berdarah-darah terus dia bisa tenang. Nggak bisa!" Kata Arkan dengan tegas.
"Tapi-"
"Nggak! Gue ga bisa tinggal diem walaupun Lo yang minta," potong Arkan.
Baiklah Kamila menyerah dia tidak bisa menentang Arkan, Kamila hanya bisa berdoa semoga saja pelakunya tidak tertangkap karena jika sudah dengan Arkan maka urusannya lain lagi.
Setelah menyelesaikan administrasi, Arkan dan Kamila pun segera pulang. Sesampainya di rumah ternyata Kean dan Sean sudah berada di rumah.
Melihat tangan kamila yang diperban Alisha pun langsung bangkit berdiri dan menghampiri mereka.
"Kenapa ini? Kalian dari mana? Sean sama Kean udah pulang dari tadi. Kok kalian baru pulang? Terus ini tangan Kamila kenapa? Kamu nggak lagi macem-macem kan, Baang?" Tanya Alisha.
"Aku-"
"Enggak Bunda. Tadi aku jatuh, aku pikir motornya Arkan udah berhenti aku malah turun jadi aku jatuh deh tangan aku luka," kata Kamila memotong ucapan Arkan.
"Kenapa tadi kalian gak bilang kalau Kamila jatuh?" tanya Alisha kepada Kean dan Sean.
"Maaf Bunda," ujar Kean.
__ADS_1
"Tadi kami dari basecamp. Sean dan Kean emang pulang duluan Bund. Tadi, aku sama Arkan cari makan dulu, jadi pulangnya lama. Taunya aku malah jatuh, tadi ke rumah sakit dulu, deh," jawab Kamila berdusta.
Kamila memang sengaja berdusta kepada Alisha ia tidak mau jika nanti Arkan Kean dan Sean dihukum oleh Alisha. Apalagi jika Alisha tahu Kamila terluka karena pisau. Bisa kena omel 7 hari 7 malam Arkan nanti.
"Kamu nggak lagi bohong kan sayang? Kalau Arkan macem-macem bilang aja sama Bunda, biar Bunda jual nanti si Ucup terus uangnya kita bagi dua," kata Alisa kepada Kamila.
Mendengar perkataan Alisha, Sean dan Kean terkikik. Tetapi, mereka langsung menutup mulut karena Arkan sudah mendelik kesal.
"Bunda tega mau jual Ucup," protes Arkan.
"Ya tega. Kan bunda udah bilang kalau kamu jangan macem-macem, awas kamu kalau sampai ngancem-ngancem Kamila biar nggak ngadu sama Bunda uang jajan kamu Bunda potong Bunda kasih sama Kamila "
"Ya Allah Bun yang anak kandung sebenarnya siapa sih? Tega bener," kata Arkan dengan wajah memelas.
"Kamu emang anak kandung Bunda tapi suka ngeselin. Ya udah kalo emang Kamila nggak apa-apa masuk kamar udah malem nih. Kalian tadi makan apa? Kalau masih laper masak sendiri di dapur ya," kata Alisha.
Wanita itu pun langsung melangkah pergi. Sementara Kean dan Sean menarik nafas lega.
"Untung Bunda nggak marah," kata Arkan. lya lalu menatap Kamila dan memeluknya dengan sayang.
"Makasih ya. Lo udah nutupin kesalahan gue," kata Arkan.
"lya, tapi kan gue gagal jagain lo malem ini. Maaf ya," kata Arkan.
"Sebenarnya bukan mau nutupin kesalahan lo sih. Tapi gue nggak mau Bunda sampe khawatir. Padahal lukanya juga nggak apa-apa," jawab Kamila dengan santai.
"Ya udah, sekarang kita istirahat. Atau mau makan dulu?" kata Arkan.
"Mie rebus kayaknya enak, Bang," Saut Sean.
Arkan terkekeh mendengar perkataan Sean. Arkan juga sebenarnya merasa lapar karena tadi belum sempat makan.
Tanpa berpikir panjang ia pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Boleh, gue setuju kalo mie rebus. Hayu, kita bikin," kata Sean.
Mereka pun akhirnya bersama-sama ke dapur dan memasak mie rebus terlebih dahulu. Arkan melarang Kamila untuk ikut membantu. Biar laki-laki saja yang mengerjakan. Tampak Sean motong-motong sayuran dan juga sosis. Sementara Kean membantu memasukkan
bumbu-bumbu ke dalam mangkuk. Mereka bertiga bekerja sama untuk membuat mie rebus yang lezat.
__ADS_1
Dan hasilnya mie rebus buatan Sean cukup enak untuk mengganjal lapar. Terlebih Arkan mengeluarkan es sirup dari dalam kulkas untuk mereka minum bersama.
"Gue bakalan tetap cari orang itu dan kalian harus bantuin gue. Yang kalian curigai di basecamp kasih tahu gue," kata Arkan.
"Beres, besok gue udah janjian sama Bastian buat selidikin semua. Lo jangan cemas, kita pasti nemuin siapa yang udah bikin Kamila luka," kaya Kean.
"Tapi, kalo kalian mau bales jangan kelewatan. Gue gak suka kekerasan. Jadi, tolong jangan keterlaluan," kata Kamila.
Gadis itu menyelesaikan makannya lalu bangkit berdiri dan sebelum melangkah pergi ia menoleh kemudian berkata.
"Jangan lupa cuci piring!"
Arkan, Kean dan Sean melongo tidak percaya mereka saling menatap satu sama lain, mereka lalu mendengus kasar.
"Dasar cewe... "
...****************...
Arkan bingung kenapa harus selalu Kamila yang terluka bukannya Kamila itu gadis baik.
Harusnya jika mau menghukum Arkan yang dihukum oleh Tuhan karena dia sangat jahat, kenapa harus Kamila.
Dan pagi itu perasaan bersalah akan semakin besar karena melihat Kamila kesusahan saat menyisir rambut.
"Mil!" panggil Arkan.
Kamila melihat ke arah pintu," Kenapa?"
"'Sini gue bantu!"
Lalu, Arkan pun membantu Kamila mengeringkan rambutnya menggunakan hairdrayer.
"Tangan lo pasti sakit yah, gue minta maaf harusnya gue gak ngajak lo ke base camp, seandainya lo gak keluar rumah lo gak akan kayak gini," kata Arkan sambil menyisir rambut Kamila.
Kamila menggeleng-gelengkan "Jangan selalu nyalahin diri lo sendiri atas apa yang terjadi sama gue Ar. Namanya juga kecelakaan. Kalo udah takdirnya gue kecelakaan mau gue di rumah juga sama aja gue bakalan tetep luka, gak usah terus-terusan minta maaf" kata Kamila.
"Tapi Mil-"
"Lo gak salah Arkan, emangnya lo nyakitin gue kan engga!" kata Kamila dengan riang.
__ADS_1
"Lo gak marah sama gue Mil? Gue sering buat lo celaka?" tanya Arkan dengan khawatir.