
Ternyata perusahaan Ayahnya kamila
memang meminta bekerja sama dengan perusahaan Marvin. Arkan yang tengah duduk di kursi Ayahnya sambil membaca berkas jadi terkejut karena tiba-tiba sekretaris Ayahnya masuk.
"Permisi Mas Arkan!"
"Ada apa yah?" tanya Arkan berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"Mas Arkan dipanggil Bapak ke ruang meeting."
"Ini harus banget?" tanya Arkan malas.
"Iya, Mas. Ini udah ditunggu."
Dengan langkah malas, Arkan pun mengikuti langkah sekretaris itu menuju ke ruang meeting.
Saat sampai di ruang meeting betapa terkejutnya Arkan kala melihat Reynald. Reynald juga ikut terkejut, dia tidak menyangka jika Arkan pacar putrinya adalah anak dari Marvin.
"Loh, ini Arkan, kan?" tanya Reynald spontan saat Arkan masuk.
"Iya, Pak. Ini Arkan anak saya yang paling besar. Anda kenal di mana dengan Arkan?" kata Marvin.
"Arkan bukan pacaranya Kamila yah, putri saya," kata Reynald dengan wajah penuh senyuman.
"Iyah Om, saya Arkan pacarnya Kamila," jawab Arkan dengan gantlenya.
Marvin pun langsung tersenyum.
"Waduh, ternyata kita calon besan ya Hahaha ... Kamila itu anak yang baik. Bundanya Arkan senang sekali kalau Kamila main ke rumah," kata Marvin.
Reynald merasa sangat senang sekali. Ternyata Kanmila berhubungan dengan pemuda yang jelas bibit, bebet dan bobotnya. Terlebih lagi keluarga Arkan menerima Kamila.
Sementara itu di sekolah, saat istirahat Kamila tidak melihat Arkan. Tetapi teman-temannya ada. Di kantin pun Kamila hanya melihat teman-temannya Arkan saja.
Jujur gadis itu jadi sedikit gelisah. la merasa seperti ada yang kurang saat Arkan tidak ada.
"Mil, lo kenapa celingak-celinguk gitu? Nyari siapa lo?" tanya Naya.
"Hah? Enggak kok, gue gak cari siapa siapa, makan aja Nay makan. Bentar lagi bel masuk," kata Kamila.
Kamila kembali melihat ke sekeliling tidak ada lagi. Sean yang kebetulan melihat
kegelisahan di mata Kamila.
"Bang, liat deh si Kamila. Dari tadi kayak gelisah gitu, gue yakin dia nyarin Bang Arkan deh," kata Sean.
Bastian, Daren dan Kean melihat ke arah Kamila yang terlihat tidak nafsu makan, sesekali dia melihat ke arah meja mereka.
"Jelas lah, gengsi dia mau nanya Arkan ke mana, tunggu aja nanti juga dia nanya ke mana doi nya," timpal Bastian.
Terlihat Kamila tidak menghabiskan makanan nya, dan ketika bel hampir berbunyi, Kamila pun bergegas membayar makanan nya.
"Udah Mil?" tanya Naya.
__ADS_1
"Udah Nay, lo duluan aja. Gue masih ada urusan sebentar," kata Kamila kepada Naya.
Dan tanpa banyak bertanya Naya pun mendahului Kamila menuju ke kelas nya.
Sementara Kamila dengan menahan ego dan menekan gengsi nya mendekati Kean dan yang lain.
"Kean, Arkan ke mana?" tanya nya.
Teman-teman Arkan melihat kepada Kamila, mereka menahan tawa nya.
"Ciee kangen, tumben nanyain si Arkan? Biasanya kalo ada juga ribut mulu sama tuh anak," jawab Kean menggoda Kamila.
"Berantem tanda cinta itu mah," sahut Bastian sambil tertawa.
"Ish gue serius, dia bolos lagi?" tanya Kamila lagi.
"Lo mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Kean masih terus menggoda Kamila.
"Kangen ya, Mil?" goda Sean sambil tersenyum menggoda.
Kamila langsung mendelik sebal.
"Kalo iyah kenapa, masalah buat lo?" seru Kamila sebal.
"Hahah... si Arkan lagi latihan jadi tuan muda. Dia ikut bokapnya ke kantor. Biar lulus SMA jadi bos," jawab Bastian.
Daren hanya tertawa melihat teman teman nya yang menggoda Kamila. Tetapi, diam-diam ia mengirimkan pesan kepada Arkan.
Daren: Si Mila nyariin lo, kangen katanya, tadi makan di kantin gak habis, galau nyariin lo.
"Oh ok, makasih yah!" Kamila pergi begitu saja setelah mengucapkan terima kasih.
Sedangkan teman-teman Arkan tertawa saja, karena Arkan berhasil membuat Kamila uring-uringan.
Arkan yang sedang membaca berkas terkejut saat ponsel nya bunyi, Arkan tertawa melihat pesan Daren.
Arkan pun langsung menghubungi Kamila kebetulan Kamila sedang melihat ponsel saat ada guru.
"Halo," bisik Kamila.
"Ada apa? Di kelas ada guru," ujar Kamila masih sambil berbisik.
"Kangen ya sama gue?"
"Ish pede. Udah ah, nanti gue kena marah. Gue lagi di kelas. Ini di dalem kelas gue diem-diem angkat telpon," kata Kamila sambil memperhatikan guru takut dia
melihat Kamila bermain ponsel nya.
"Hahaha, iyah Sayang. Yang bener belajar nya. Nanti siang gue jemput. Muaahh!"
Arkan pun langsung mematikan panggilan nya, sedangkan Kamila tersenyum sendiri. Hal itu jelas membuat Naya mengerutkan dahi nya.
"Lo kesambet ya Mil?" tanya Naya.
__ADS_1
"Eh... So tau, udah nyatet yang bener," kata Kamila.
Dia kembali mencatat sambil terus tersenyum. Entah kenapa Gadis itu tidak
sabar menantikan bel pulang sekolah
berbunyi. Dia juga tidak tau kenapa ia
merasakan rindu yang sangat besar
kepada Arkan.
Dan saat pulang sekolah, Kamila tersenyum saat Arkan sudah menunggu di depan gerbang sekolah dengan mobil milik Marvin.
Senyum Arkan juga mengembang saat melihat kamila keluar dari gerbang.
"Kok pake mobil?" tanya Kamila.
"Gue abis ke kantor Ayah, jadi pinjem mobil Ayah. Nanti gue harus balik ke sana jemput Ayah pulang kerja." Kamila mengangguk anggukan kepala nya tanda mengerti.
"Lo kangen ya sama gue?" tanya Arkan sambil mencolek pipi Kamila.
"Idih kata siapa?" bantah Kamila.
"Oh... Gak kangen, yaudah gue balik yah, " ujar Arkan sambil membunyikan mobil nya.
Kamila refleks langsung menarik tangan Arkan.
"Eh, jangan dong. Kan tadi kata nya mau jemput gue," ujar Kamila.
Arkan tertawa kecil, ia sangat yakin jika Kamila memang merindukan diri nya.
Arkan memegang tangan Kamila yang sedang memegang tangannya.
"Ayo masuk!" ajak Arkan sambil mengandeng tangan Kamila.
Kamila masuk ke dalam mobil Arkan, Arkan fokus mengemudi sesekali menggoda Kamila.
"Cie yang kangen, baru juga satu hari. Eh belum satu hari deh," kata Arkan sambil terkekeh.
"Dih enggak yah siapa juga yang kangen."
Arkan tertawa, dia membelokan mobil nya ke sebuah ruko. Kamila mengerutkan dahi nya karena bingung.
"Loh kok ke sini?" tanya Kamila.
"Pake ini dulu, biar gak terlalu keliatan seragam nya!" Arkan memberikan hoodie nya kepada Kamila.
"Loh hoodie lo yang kemaren aja masih di gue," kata Kamila.
"Gak papa Sayang pake aja!" jawab Arkan.
Kamila memakai hoodie Arkan, seperti biasa Kamila selalu terlihat kecil saat memakai hoodie Arkan yang kebesaran ditubuh nya.
__ADS_1
Arkan merapikan rambut Kamila yang berantakan.
"Kalo kangen lain kali bilang Mil, jangan sampe gak makan. Ayo makan dulu, gue gak mau lo sakit gara-gara kangen sama gue!"