Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
143. Jauh Di Atas Segalanya


__ADS_3

Kamila tersenyum dari sebrang, "lyah deh, Bali gimana?"


"Mmm.... Bali indah sih Mil! Tapi gak ada yang seindah lo!" kata Arkan sambil mengedipkan sebelah matanya.


BRAKH!


"Huekkk.. Ember mana ember!" kata Sean.


"Kressek woy krese gue udah gak tahan!" Teman- teman Arkan berlagak ingin muntah, membuat Arkan tertawa.


Sedangkan wajah Kamila di sana sudah memerah menahan malu.


"Anjir lebay gue mual!" seru Daren.


"Hueeek! Makanan yang tadi mau keluar lagi," kata Bastian.


"Sirik aja lo pada! Udah lah gue mau mojok sama Ayang!"


Arkan pun akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan Kamila di balkon kamarnya saja.


"lItu anak-anak kenapa sih? Sirik mulu deh perasaan. Bilangin kek Mil suruh pada cari pacar biar nggak jomblo akut," kata Arkan sambil menggerutu kesal.


"Loh kok gue kan lo temennya, lagian mereka keliatannya beluk tertarik buat pacaran Ar!" jawab Kamila.


"Lo juga keliatan banget bucinnya, gue malu sama temen-temen lo!" lanjutnya sambil menundukan kepalanya.


Arkan tersenyum dia mengusap ponselnya rasanya sekarang dia ingin sekali memeluk Kamila.


"Gue cuman mau nunjukin kalo gue sayang sama lo Mil! Gak ada yang bisa gantiin lo!" ujar Arkan.


Kamil menutup wajahnya dia sangat malu, bahkan saat berjauhan pun Arkan masih bisa membuat jantungnya berpacu sangat cepat.


"Kok di tutup sih Yang, kan mau liat"


"Malu Arkann," rengek Kamila membuat Arkan tertawa gemas.


"Oiya Yang, di rumah aman-aman aja kan? Lo gak nakal kan Kamila Sayang?"


Kamila menggelengkan kepalanya, "Di rumah aman terkendali. Di sekolah juga aman Gue cuman sama Naya. Gue gak nakal kok gue selalu inget pesen lo."


"Anak pinter, tunggu gue pulang yah Mil! Abis itu seharian lo gue kekepin !" ujar Arkan membuat Kamila tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Besok tanding yah?"


Arkan menganggukan kepalanya, " Iyah Yang!"


"'Semangat gantengnya Mila, pokoknya guru mau lo sama temen-temen lo pulang bawa piala," kata Kamila.


"Siap laksanakan tuan Puteri."


"Hmphh... Enghhh!"


Saat Arkan tengah bicara dengan Kamila dia mendengar suara yang sangat familiar.


Arkan menoleh ke balkon sebelah dia melihat ada perempuan dan laki-laki tengah berciuman dengan panas berpegangan dengan pembatas balkon, Arkan menghela nafas itu gadis yang tadi berusaha mendekati Arkan.

__ADS_1


"Arkan kenapa?" tanya Kamila.


"Eh... Enggak Yang gak papa!" jawab Arkan.


"Kayaknya ada suara-suara itu Suara apaan?" tanya Kamila.


"Em... Anu... Suara..."


"'Suara apa Arkan?" tanya Kamila penasaran.


"Lo gak macem-macem di sana kan Arkan?" tuduh Kamila dengan wajah juteknya.


Arkan langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "Enggak Sayang enggak, sumpah! Itu suara orang begituan di balkon sebelah. Begituan yang kemaren sebelum berangkat gue lakuin ke lo sampe bibir lo bengkak!"


Wajah Kamila sudah merah menahan malu, Arkan semakin gemas melihatnya dia ingin sekali mencium pipi Kamila yang tengah bulshing.


"Emm... Yaudah gue tidur yah udah malem besok sekolah, lo jangan lupa sarapan dulu sebelum tanding. Jangan lupa kabarin gue juga, dah Arkan!"


Tut...


"Dah Sayang!"


Panggilan langsung saja tertutup, Arkan tau Kamila pasti sangat malu dia pasti tengah uring-uringan di kamarnya.


"Hehe, gemesin banget sih tuh cewe satu, jadi makin sayang!" kata Arkan.


Dia tidak marah karena Kamila mematikan panggilannya, dia tau Kamila itu gadis yang mudah salting.


Setelah panggilan terputus atensi Arkan kembali berpindah pada balkon sebelah laki-laki dan perempuan itu tengah melakukan hal panas pegang sana sini.


"Modelan dia mau deketin gue? Terus saingan sama Kamila? Buta kali gue!"


"Kamila jauh di atas segalanya!"


...****************...


"Kamila, hari ini Mila di anter Ayah yah. Sekalian Ayah mau anter Kayla terus Ayah juga mau ke kantor," kata Alisha.


Wanita cantik itu sedang mengepang rambut anak bungsunya.


"Aku enggak ngerepotin kan Bund?" tanya Kamila merasa tidak enak hati karena Marvin harus mampir ke sana sini.


"Loh, ya enggak dong Sayang, jangan ngerasa gak enak gitu deh, kan dari awal Bunda udang nganggep Mila kayak anak Bunda sendiri. Bunda tuh dari lama pengen punya anak gadis yang udah besar biar bisa Bunda ajak ke sana ke sini, kalo Arkan itu susah banget. Dia betah di rumah juga karena ada Mila. Kalo gak ada Mila Bunda jamin deh dia bakal keluyuran terus!" kata Alisha.


"Bener kata Bunda, Mila! Ayah sama Bunda malah terima kasih sama kamu karena kamu hidup Arkan sekarang lebih tertata rapih!" kata Marvin ikut menimpali.


Kamila benar-benar merasa terharu karena kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tua Arkan ini.


Sejak ia tinggal bersama Arkan, perlakuan yang ia dapatkan dari Marvin dan Alisha benar-benar seperti orang tua sendiri.


"Terima kasih Ayah, Bunda," kata Kamila penuh haru.


Setelah sarapan, ia pun berangkat bersama Marvin dan Kayla.


Setelah sampai di sekolah, Kamila pun turun dari mobil dia melambaikan tangannya kepada Marvin dan Kayla.

__ADS_1


"Mila masuk dulu yah Ayah!" kata Kamila masih sambil melambaikan tangannya.


"lyah, belajar yang rajin jangan bolos kayak Arkan!" jawab Marvin.


Kamila tertawa kecil, "Siap Ayah!"


"Dadah Kayla, sampai ketemu di rumah!" Sekarang Kamila juga melambaikan tangan pada adiknya itu.


"Dadah Kakak Mila!"


"Dadah cantik!" jawab Kamila.


Setelah itu Kamila masuk ke dalam sekolah. Kamila berjalan dengan senyum mengembang bahagia sekali rasanya memiliki keluarga yang utuh walaupun


bukan kandung.


"Kamila?!"


Tiba-tiba saja Dika mencegat Kamila dia merangkul Kamila membuat Kamila memutar tangannya karena terkejut dan itu membuat Dika memekik kesakitan.


"Aduh ... Aduh, sakit Mil!" Pekik Dika.


"Gila lo!" sungur Kamila kesal.


"Sakit Mil, lo mau buat tangan gue patah!".


Kamila memutar bola matanya malas, "Heh buaya mangap! Gue udah bilang berapa kali jauhin gue, gak usah caper pake acara ngerangkul-rangkul. Lo bukan Arkan! Gue risih! Gue gak suka sama lo!" bentak Kamila.


"Emang kenapa sih, Mil? Lo sama si Arkan kan belum nikah juga? Lagian gak ada si Arkan sekarang, selama Arkan gak ada lo sama gue aja. Selagi lo gak ngadu ke Arkan kita aman."


Dugh...


Kamila menendang dengkul Dika kencang, "Sinting! Gak waras! Walaupun Arkan gak ada dia tetep ada di deket gue, gue gak pernah sudi mau sama cowo modelan lo!"


"Mil, tapi-"


"Pergi! Gue ga suka sama Lo!" potong Kamila.


"Gue suka sama lo Kamila?!" tegas Dika.


"Ngomong noh sama rumput!"


Kamila pergi begitu saja meninggalkan Dika yang menatap kepergian Kamila.


Marvin yang ternyata tidak langsung pergi sempat melihat dari dalam mobil lalu berdecih ternyata pemuda itu yang ingin bersaing dengan putranya.


Pantas saja Arkan nampak berat saat hendak meninggalkan Kamila.


"Arkan itu lebih dari dia!"


Marvin memotret laki-laki itu setelahnya Marvin pergi dari halaman sekolah Kamila.


***


Sementara itu, hari ini Arkan sudah mulai bertanding. Arkan sedari tadi terus saja melihat foto Kamila, Kamila adalah penyemangatnya meski hanya di dalam foto.

__ADS_1


BRUKH!


__ADS_2