Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
99. Menikah?


__ADS_3

Daren yang mendengar ucapan Reynald ikut merasa emosi. la kesal sekali kepada lelaki itu. Ucapannya tidak mencerminkan seorang ayah sama sekali.


"Anjin* seharusnya kemaren gue langsung bunuh lo aja, biar gak ngotorin dunia. Cuman gara-gara anak lo yang mohon mohon sama gue biar gak mati bokapnya, dan ternyata bokapnya gak sadar-sadar," kata Arkan.


Daren menepuk bahu Arkan, "Kita balik aja. Orang modelan begini gak.akan bakalan sadar mau diapain juga," kata Daren.


Arkan pun menuruti perkataan Daren. Mereka pun segera meninggalkan Reynald.


"Selamat bersenang-senang dipenjara Tuan Reynald, gue tunggu kalo lo udah keluar dari sini!"


Arkan dan Daren keluar dari sana menuju parkiran.


"Kita ke mana lagi? Balik?" tanya Daren.


"Kita ke base camp aja. Gue mau nongkrong dulu bentar," kata Arkan.


Sampai di base camp ternyata beberapa anak sedang minum. Arkan baru saja hendak menegak red label favoritnya.


Tetapi, tiba-tiba saja ia teringat ucapan Kamila yang memintanya supaya tidak minum minuman keras lagi.


"Arkan jangan minum terus, kasian badan lo!"


"Lo budeg yah! Mabok gak bikin semua masalah kelar!"


Arkan terkekeh mengingat Kamila mengomel kepadanya, Arkan pun membatalkan niatnya dan hanya meminum cola saja.


Sementara itu, Kamila yang baru saja makan siang bersama Alisha dan Kayla merasa sangat gelisah karena Arkan belum pulang juga.


"Telpon aja, Mila sayang. Tanya dia ada di mana. Atau bunda yang telpon?" kata Alisha.


Wanita itu sangat mengerti kegelisahan hati Kamila karena putra sulungnya itu belum pulang.


"Arkan itu emang sering bantu.Daren di kantor Papahnya. Papa Daren dan Ayah kan punya kerjasama juga. Kasian Daren itu, dia sering kesepian. Cuman Arkan sama temen-temannya tempat Daren pulang," kata Alisha.


"lya Bunda, Arkan pernah cerita Soal itu sama Mila."


Saat Kamila hendak menghubungi Arkan, tiba-tiba saja ponsel Kamila berdering dan ternyata Arkan yang menelepon. Kamila pun segera mengangkatnya.


"Di mana?" tanya Arkan saat


Kamila mengangkat telponnya.


"Di rumah sama Bunda."


"Siap-siap gih, jalan yu!"


Senyum Kamila mengembang," Oke! Hati-hati pulangnya!"


"Iyah Sayang!" jawab Arkan sangat manis, wajah Kamila langsung memerah.


Panggilan pun terputus.


Alisha yang melihat itu tertawa," Cieee salting!"

__ADS_1


"Aduu Bunda, Mila malu!" Kamila memeluk Alisha membuat wanita itu tertawa geli.


"Mila sayang Arkan?" tanya Alisha.


"Banget Bunda!" jawab Kami serius.


"Nikah muda sama Arkan mau?"


"Hah?!"


*****


"Nikah Bund? Sama Arkan?" Alisha menganggukan kepalanya saat mendengar pertanyaan Kamila.


"Apa gak terlalu muda Bund? Mila sama Arkan kan masih sekolah, masih ada banyak yang harus kita pelajari," kata Kamila.


"Bunda sama Ayah dulu seusia kamu sudah nikah, beberapa bulan abis lulus Bunda hamil,"jawab Alisha.


Kamila nampak berpikir dia mencintai Arkan, tapi dia masih terlalu muda.


"Kalo Bunda tanya Kamila, Mila pasti jawabnya mau. Tapi Bund emangnya Arkan mau yah? Mila gak yakin deh," ujarnya.


Alisha terkekeh dia mengusap kepala Kamila, "Arkan itu sayang banget sama Mila dia gak akan nolak percaya deh sama Bunda," kata Alisha.


"Tapi ini Mila mau?"


Kamila menganggukan kepalanya sambil tersenyum, "Mau Bunda!"


Seperti biasa setiap pagi Arkan akan berangkat bersama Kamila, Sean dan Kean ke sekolah. Setelah itu Kamila akan masuk ke kelasnya sendiri. Sementara Arkan dan


Dan pagi itu, Arkan memilih untuk diam saja di kelas karena mata pelajaran pertama itu adalah fisika. Arkan paling malas jika dimarahi oleh guru fisika, jadi Arkan memutuskan untuk diam di kelas bersama teman-temannya.


Sementara Kamila asik membaca buku, karena pagi ini dia ada ulangan bahasa Indonesia. Saat bel masuk berbunyi, Kamila masih asik membaca buku sehingga ia tidak memperhatikan jika wali kelas yang memasuki kelas.


Sampai akhirnya sang wali kelas pun berdeham, sehingga Kamila mengangkat wajahnya dari buku yang sedang ia baca.


"Selamat pagi anak-anak, hari ini lbu bawa teman baru untuk kalian!"


"Kamu silahkan perkenalkan diri kamu," ujar guru itu


"Halo, saya Rena pindahan dari Us. Semoga kita semua bisa berteman dengan baik," ucap Rena memperkenalkan diri.


"Baik terima kasih Rena, kalo begitu kamu silahkan duduk di bangku kosong! Perkenalan bisa dilakukan saat istirahat yah." Rena menganggukan kepalanya.


Setelah itu Rena pun duduk di sebuah bangku yang masih kosong tepat di depan Kamila. Gadis itu menoleh ke arah Kamila dan tersenyum.


Kamila membalas senyumannya. Tak lama pelajaran pun dimulai. Pada saat jam istirahat Rena mendekati Kamila dan Naya yang sudah lebih dulu di kantin.


"Hai, Kamila ... nama lo Kamila kan? Gue boleh gabung di sini?" tanya Rena dengan ramah.


Kamila mengerutkan dahinya bingung, "Lo tau dari mana. Kita belum kenalan," ujar Kamila bingung.


"Oh itu tadi denger dari anak kelas," jawab Rena sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Jadi gimana? Gue boleh kan gabung sama kalian?" tanya Rena lagi.


"oh iya duduk aja," jawab Naya.


Senyum Rena mengembang dia pun duduk berhadapan dengan Kamila.


"Lo temennya Kamila kan? Nama lo siapa?" kata Rena kepada Naya.


Naya pun langsung mengulurkan tangannya, "Nama gue Naya,"jawab Naya.


Rena pun tersenyum manis sambil memamerkan giginya yang putih itu.


"Mil jajan masih?"


Tiba-tiba saja, Arkan dan teman-temannya datang dan ia pun langsung menghampiri kekasihnya lalu mengusap kepalanya.


"Masih kok, waktu itu di kasih sama Bunda," jawabnya.


"Kalo kurang ada di gue yah!"


Arkan mengeluarkan dompetnya.


"Pegang gih," katanya.


"Ribet Ar, nitip ke lo dulu yah!" ujar Kamila membuat Arkan gemas.


"lyah deh iyah!"


Rena sedari tadi memperhatikan interaksi Kamila dengan Arkan.


"Eh Rena, ini kenalin pacarnya Kamila namanya Arkan," kata Naya.


Arkan yang atensinya hanya pada Kamila lalu menoleh ke arah Rena., kemudian ia mengerutkan dahinya sedangkan Rena tersenyum saat melihat Arkan.


"Hai Arkan, long time no see ya, nggak nyangka ternyata lo sekolah di sini juga," kata Rena sambil mengulurkan tangannya.


"Loh kalian saling kenal?" tanya Kamila.


Arkan menggelengkan kepalanya,' Enggak Yang!" katanya.


Arkan tidak membalas uluran tangan Rena. la mengusap rambut Kamila kemudian mencubit pipi gadis itu dan menoleh ke arah Daren.


"Gue sama anak-anak makan di sebelah sana, ya. Ada urusan cowo, lo di sini baik-baik aja sama Naya," kata Arkan.


Dan saat melewati Rena Arkan menghentikan langkahnya, "Dia cewek gue, berani nyentuh dia gue patahin semua tulang lo," ujar Arkan tanpa terdengar oleh siapa pun sementara Rena yang mendengar perkataan Arkan hanya tersenyum.


Kamila dan Naya pun melanjutkan makan mereka. Seperti biasa Kamila dan Naya selalu memesan siomay di kantin sekolah karena di kantin sekolah mereka siomaynya sangat enak. Tak lupa juga mereka memesan jus favorit mereka berdua.


"Lo udah lama ya pacaran sama Arkan? Dia kayaknya ngetop ya di sekolah ini," kata Rena.


"Lumayan," jawab Kamila singkat.


"Btw lo tau dari mana si Arkan ngetop lo kan anak baru?" tanya Naya.

__ADS_1


"Gue sih nebak-nebak aja, dari mukanya keliatan kalau misalkan dia itu anak yang ngetop di sekolah. Ya .. jejeran anak keren gitu," jawab Rena dengan santai.


__ADS_2