
Arkan yang melihat itu sangat kagum, Kamila bisa berakting sedih.
"Kok lo jadi balik nuduh gue, lebih amannya geledah aja tasnya Kamila, Pak. Pasti pisonya ada dalam tas atau di lokernya dalam kelas," kata Salsa lagi.
Kepala sekolah pun menganggukkan kepalanya, kemudian mereka berjalan beriringan menuju ke kelas Kamila ditemani oleh guru BP.
Tas Kamila digeledah begitu juga dengan loker penyimpanan buku-buku milik Kamila. Bahkan sampai jaket dan seragam Kamila pun diperiksa. Tetapi pisau yang dikatakan oleh Salsa tidak ada.
"Mana Salsa? Buktinya Kamila nggak bawa piso atau benda tajam lainnya. Kamu jangan suka fitnah orang dong. Ini Kamila adalah murid yang baik di sekolah ini. Justru yang saya tahu Kamila sering sekali dicelakai oleh anak yang lain dan tidak pernah melawan. Jadi sangat mustahil jika Kamila menodongkan piso kepada kamu," kata kepala sekolah kepada Salsa.
"Tapi Pak-"
"Apa waktu Kamila menodongkan pisau itu kamu punya saksi?" tanya guru Salsa terdiam, pada saat Kamila menodongkan pisau kepadanya tentu saja Dia tidak memiliki saksi karena waktu itu hanya ada mereka berdua di toilet.
Tanpa Salsa sadari Kamila menyeringai, Arkan yang melihat itu mengusap pinggang Kamila dia bangganpada kekasihnya itu. Kamila melihat ke arah Arkan dia mengedipkan sebelah matanya.
Kamila merasa sangat puas sekali melihat Salsa yang terpojok saat ini.
"Ya sudahlah masalah clear, kamu harus minta maaf sama Kamila karena sudah menuduh Kamila yang tidak-tidak. Kamila silakan kembali ke kelas. Kamu juga Arkan, nempel terus sama Kamila kayak perangko."
"Dia pacar saya Pak! Saya takut nih mak lampir nyakitin pacar saya!" jawab Arkan.
Setelah selesai Salsa merasa dipermalukan bahkan kepala sekolah memarahi Salsa, sedangkan Kamila dan Arkan saat ini sedang berjalan menuju kelas mereka.
"Gue curiga kalo lo tau masalah ini bakalan terjadi!" kata Arkan kepada Kamila.
Kamila terkekeh dia menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum senang, "Salsa itu orangnya licik. Kalau dia nggak bisa bikin gue celaka dia pasti ngelakuin sesuatu yang bikin gue dipermaluin atau dimarahin. Dia bakalan seneng kalo gue diskor dari sekolah. Gue yakin dia bakalan ngadu sama guru atau kepala sekolah. Dan
ternyata perkiraan gue bener. Makanya
semalam gue cepet-cepet balikin piso itu sama lo. Gue nggak mau ketahuan dan ketangkep basah kalo gue bawa piso ke sekolah," jawab Kamila lalu terkikik geli.
arkan tertawa kecil lalu mengacak rambut Kamila dengan gemas.
"Kamilanya Arkan sekarang udah pinter yah, gak mau ditindas lagi!" kata Arkan.
Kamila tertawa lalu memeluk lengan Arkan manja, "Gue belajar dari lo Arkan!" jawab Kamila.
Arkan mengusap kepala Kamila," Gue seneng. Gue suka lo yang berani Kamila! Ada saatnya lo emang harus bales perbuatan mereka yang seenaknya sama lo!"
"Gue juga seneng, untung kepala sekolah gak langsung percaya gitu aja karena reputasi gue gak pernah jelek!" kata Kamila senang.
__ADS_1
Arkan mengacak rambut Kamila, " Butuh bantuan untuk membalas Salsa, Sayang?" tanya Arkan.
"No! Gue aja takut sama lo apalagi Salsa!" ujar Kamila.
Arkan menarik pinggang Kamila lalu memojokannya ke tembok di bawah tangga, beruntung sekali keadaan koridor sepi.
"Gak ada yang perlu ditakutin Sayang, gue gak akan pernah nyakitin lo! Kalo gue nyakitin lo itu sama aja gue nyakitin diri gue sendiri!"
"Gue gak suka lo takut sama gue Kamila! Paham!" kata Arkan penuh penekanan.
Kamila menganggukan kepalanya, lagi-lagi Arkan menyerap habis oksigen dengan aura menyeramkannya.
Cup...
Arkan mencium pipi Kamila, "Lo milik gue!"
...****************...
Kamila sudah siap dengan pakaian casualnya. Malam ini dia akan pergi bersama dengan Naya, tadi Naya menghubunginya jika dia meminta Kamila untuk menemaninya pergi ke toko buku.
Arkan? Entah ke mana pemuda itu sedari sore hingga sekarang jam 7 malam pemuda itu belum pulang begitu juga dengan Sean dan Kean. Tetapi, Kamila berusaha berpikir positif. Kamila berpikir jika Arkan mungkin sedang ke basecamp dan berkumpul bersama teman-temannya.
kecelakaan dan tidak bisa berjalan.
"Bund aku mau nganter Naya ke toko buku yah! Aku gak pulang malem-malem banget!" kata Kamila minta ijin kepada Alisha.
"Malem ini?" tanya Alisha lagi.
Kamila menganggukan kepalanya," lyah Bunda, boleh yah!" pinta Kamila.
 Alisha menghela nafasnya, "Yaudah, kamu hati-hati yah, kalo ada apa-apa langsung kabarin Bunda sama Ayah! Ini juga si Arkan Kean sama Sean ke mana lagi dari sore gak pulang-pulang, mereka kalo udah keluar suka gak inget pulang!" kata Alisha menggerutu kesal.
Kamila terkikik geli, "Gak papa Bunda, mungkin mereka butuh udara luar, aku juga pergi sama Naya kok. Bunda percaya deh sama aku kalo aku bakalan baik-baik aja, aku ke toko buku beli novel abis itu pulang," kata Kamila sambil tersenyum.
Alisa menganggukkan kepalanya kemudian la pun mengeluarkan dompet lalu memberikan beberapa lembar uang kepada Kamila.
"Ini buat jajan kamu sama buat beli buku," kata Alisha.
"Uang bulanan aku masih ada kok, Bunda," kata Kamila.
"Gak papa itu di simpen aja ini kan buat tambahan, Mila gak pergi sama Arkan pasti Mila harus bayar sendiri, kalo sama Arkan pasti Arkan yang bayar" kata Alisha sambil tertawa.
__ADS_1
Kamila ikut tertawa juga Kamila pun menerima uang pemberian Alisa kemudian tersenyum lalu mengecup pipi wanita itu.
"Terima kasih Bunda."
"Sama-sama Sayang,"jawab Alisha.
Kamila naik ke atas dia akan bersiap-siap, tadi Kamila hanya minta ijin kepada Alisha jika tidak diijinkan maka Kamila tidak akan pergi.
Kamila turun ke bawah setelah memakai sepatunya, ternyata di sana sudah ada Naya, mereka akan menggunakan mobil Naya. Karena Kamila tidak bisa bawa mobil.
"Mila sama Naya pergi dulu ya Bunda," pamit Kamila kepada Alisha.
"Hati-hati, Sayang!"
"Kita pergi dulu yah Tant!" kata Naya sambil menyalami tangan Alisha.
"lyah, Tante titip Kamila yah Naya!"
Naya menganggukan kepalanya, " Siap Tante, nanti kalo Kamila nakal, Naya karungin terus Naya jual!"
Alisha tertawa, "Yaudah hati-hati yah!"
Naya pun keluar rumah bersama dengan Kamila dia mengemudikan mobilnya menuju ke toko buku yang cukup besar. Toko buku itu terletak tidak jauh dari rumah Arkan.
Kedua sahabat itu memang senang membaca buku sehingga mereka sangat
suka berkunjung ke toko buku demi membeli novel-novel terbaru.
"Udah lama ya nggak nyari novel," kata Naya.
"lya gue udah lama nggak baca novel. Ini kayaknya banyak novel-novel baru deh, gue mau beli," kata Kamila sambil mengambil beberapa novel terbaru yang menurutnya cukup menarik.
"Ngomong-ngomong si Arkan ke mana? Kok tadi nggak ada di rumah?"
"Rumah juga keliatan sepi padahal kan ada Kean sama Sean!" lanjutnya.
"Ayah ada di kamar sama Kayla, Arkan Kean sama Sean gak tau ke mana. Tadi pas gue bangun tidur siang dia udah nggak ada. Palingjuga nongkrong di basecamp-nya," kata Kamila.
Naya mengangguk-anggukan kepalanya, "Ya sekali-kali nggak apa-apa kali, Mil. Mungkin Arkan kangen ama temen-temen di basecamp-nya. Oh iya, Bundanya Arkan baik banget ya."
"Bukan baik lagi, tapi baik banget. Tadi aja pas mau pergi gue dikasi duit jajan dong. Padahal gue masih punya uang," kata Kamila.
__ADS_1