
"Lo gak papa?" tanya Bastian duduk di samping Kean.
Kean menganggukan kepalanya, "Gue baik-baik aja!" kata Kean.
"Bang, itu tadi siapa? Istri baru Papah? Terus Mamah gimana?" tanya Sean beruntun.
"Gue gak tau, tadi gue dapet pesan dari Papah dia ngajak ketemu di jam makan malem, gue bingung dia kenapa pura-pura gak kenal sama gue tapi malah ngajak gue sama Sean ketemu!"
"Lo mau ketemu dia?" tanya Daren.
Kean menganggukan kepalanya, " Gue pergi sama Sean gue butuh penjelasan, tolong ijinin ke Pak Anto yah
"Lo mau dianter gak?" tawar Arkan. Kean menggelengkan kepalanya,"
"Gak usah, biar gue sama Sean aja."
"Gue mau mandi dulu!"
Pemuda itu pun langsung masuk ke kamar mandi. Sean sedari tadi hanya diam saja bersandar di sofa pikirannya sudah berkelana ke mana-mana.
Setelah siap la pun langsung mengajak Sean pergi. Sementara itu Arkan dan
teman-temannya yang lain menuju ke
restoran yang ada di hotel itu untuk
makan malam bersama Pak Anto dan
teman-teman mereka yang lain.
Tetapi karena merasa tidak tenang, Arkan pun memutuskan untuk menyusul Sean dan Kean.
"Anjir gue gak tenang, susul aja lah tuh bocah dua!" seru Arkan langsung berbalik yang tadinya hendak ke resto dia malah menyusul Kean dan Sean.
Kebetulan dia tau di mana kedua kakak beradik itu bertemu dengan ayahnya.
Sementara itu di sebuah restoran tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap, Kean dan Sean sedang duduk di hadapan laki-laki paruh baya.
"Kalian apa kabar?" tanya Diaz.
Dia adalah ayah kandung dari Kean dan Sean. Perempuan yang tadi ikut bersama dengan Diaz pun ada di sana.
"Gak usah basa-basi, dia siapa?" tunjuk Kean pada perempuan itu.
Diaz menghela nafasnya, "Dia ibu baru kalian!"
Nafas Kean dan Sean tercekat mereka sangat terkejut.
__ADS_1
"Kalian jangan heran. Kalian berdua udah lama pergi dari rumah dan tinggal di rumah Arkan. Mamah sama Papah udah lama cerai. Dan saat ini Mamah Kalian ada di luar negeri bersama suami barunya. Ini adalah lbu baru kalian namanya Tante Andara. Tapi biasakan mulai sekarang kalian memanggilnya mamah."
"lb-ibu? Bagaimana bisa, apa Papah sama Mamah gak mikirin gimana perasaan kita?" kata Sean angkat bicara.
"Kalian pergi dari rumah tanpa kabar, malah tinggal di rumah Arkan!" jawab Diaz.
"Lalu? Harusnya Mamah sama Papah sadar aku sama Abang cuman mau kalian peduli sama kita, tapi apa? Kalian dengan seenaknya bercerai tanpa persetujuan aku sama Abang? Kalian nganggep kita itu apa?" Mata Sean sudah berkaca-kaca, sedangkan Kean dia menatap tajam dua orang di depannya ini.
"Untuk apa memberitahu kalian? Apa dengan kalian tau kalian akan menerima keputusan kami? Papah dan Mamah kalian udah gak cocok. Sekarang Tante Andara akan menggantikan ibu kalian, dan ini adik kalian!" tegas Diaz kepada dua putranya.
"Adik? Aku sama Abang baru beberapa bulan di rumah Bang Arkan dan Papah punya anak! Apa ini? Apa kalian berselingkuh di belakang Mamah?"
"Jaga bicara kamu!" tunjuk wanita itu kepada Sean.
"Gak usah ngebentak adek gue sialan!" desis Kean yang sudah tidak sabar lagi.
"Kean jaga bicara kamu! Dia juga Mamah kamu!" bentak Diaz.
Kean berdecih, "Cih, Mamah kita cuman satu. Kalo emang Papah sama Mamah udah bercerai ya terserah, silahkan Papah bahagia bersama istri dan anak baru Papah dan Mamah bahagia dengan keluarga barunya! Aku gak bisa nerima ini semua!"
"Tapi Kean-"
"Anggep aja aku sama Sean gak pernah ada di dunia, dan kita berdua hadir karena sebuah kesalahan, kita juga bakalan sadar diri kalo kita emang gak punya orang tua, toh selama ini kita pergi kalian gak pernah nyari atau jemput kita di rumah Arkan!" Kean terlihat menghela nafasnya sebentar.
"Sekarang semuanya udah jelas, aku maupun Sean emang gak pernah ada di dunia, sekarang silahkan Papah bahagia dengan dia! Aku bakalan nganggep Papah dan Mamah udah gak ada!" lanjut Kean.
"Cukup! Semuanya udah jelas gak usah banyak bacot gue cape punya keluarga yang kayak gini?!" bentak Kean.
"Kalian jangan bersikap nggak sopan sama saya. Saya ini adalah Papah kalian! Dan asal kalian tau Mamah kalian juga sudah selingkuh sebelum Papah!"
BRAKH!
"SUDAH CUKUP! Apa kamu berpikir kalo kamu adalah Papah kami? Lalu ke mana Papah saat kami butuh? Apa selama ini Papah ada cari kami? Jawabannya nggak! Jadi nggak usah sok peduli! Kami bisa hidup tanpa kalian" saut Sean sambil menggebrak meja membuat bayi itu menangis terkejut, wajah Sean sudah memerah.
"SEAN TURUNKAN SUARA KAMU?! SIAPA YANG MENGAJARI KAMU SEPERTI INI?
"Hahah, aku belajar sendiri karena aku gak punya orang tua, kita pergi Bang! Biar aja si bajingan dan perempuan gatel ini bersatu!"
Kean dan Sean pun akhirnya meninggalkan Diaz dan istrinya Andara. Emosi keduanya sedang tidak stabil. Ketika mereka hendak pergi meninggalkan resto mereka bertemu
dengan Arkan dan teman-temannya yang lain.
"Loh, kok kalian di sini? Bukannya ini jam makan malem sama Pak Anto?" tanya Kean terkejut kepada Arkan.
Plak...
Arkan memukul kepala Kean pelan, "Lo pikir kita bisa tenang kalo lo sama Sean lagi ada masalah? Ayolah Bro kita ini sahabat, gak akan kita ninggalin kalian gitu aja, kita khawatir makanya nyusul!"
__ADS_1
Kean terkekeh, "Thanks yah guys!"
"Balik aja lah ke hotel, makan pesen online aja gue bosen juga makan-makanan hotel!" seru Arkan.
"Gasss!" kata Bastian senang.
Dia langsung merangkul Kean dan Sean.
"Kalem bro, kita semua bakalan selalu ada di samping kalian!" Daren menyetujui kata-kata Bastian.
Arkan pun akhirnya mengajak Kean dan Sean kembali ke hotel.
Saat mereka kembali benar saja Pak Anto dan yang lain sudah selesai makan dan mungkin sedang beristirahat di kamar masing-masing.
Akhirnya Arkan pun menyuruh teman temannya yang lain untuk memesan makan malam mereka.
"Udah sekarang kita makan malam bareng. Gue yang traktir," kata Arkan kepada Sean Kean dan yang lain.
Dia bersandar di sofa. Mereka berlima pun makan dengan tenang terkadang melemparkan jokes sambil bercanda. Semua itu mereka lakukan supaya Kean dan Sean tidak bertambah sedih.
Saat mereka sedang makan tiba-tiba saja ponsel Arkan kembali berbunyi. Kali ini Kamila bersamadengan Alisha.
"Kalian lagi apa? Kean sama Sean mana?" tanya Alisha langsung.
"Lagi makan Bund, nih bocahnya!"
Tadi Arkan memang sempat mengabari Kamila soal Kean dan Sean melalui pesan. Dan Arkan sangat yakin jika saat ini Alisha sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Sean dan Kean.
Arkan pun langsung memberikan ponselnya kepada Sean dan Kean.
"Halo Tante!" sapa Kean dan Sean dengan senyuman.
"Kalian oke?" tanya Alisha khawatir.
Mereka saling berpandangan lalu mengerutkan dahinya bingung.
"Tante udah denger semuanya dari Arkan, kalian baik-baik aja kan?"
Seakan mengerti Kean dan Sean menganggukan kepalanya, "Kita baik-baik aja kok Tante, ada Bang Arkan, Bang Daren sama Bang Bastian juga di sini!" jawab Sean.
"Tante khawtir, kalian gak usah sedih yah, Tante yakin orang tua kalian pasti udah punya pertimbangan sendiri. Kalian gak usah ngerasa sendiri, ada Tante sama Om yang selalu ada buat kalian! Kan kalian juga udah lama tinggal sama kita, jadi kalian gak usah sungkan anggep ajaa kita semua ini keluarga!"
Sean terharu dia menitikan air matanya, baru kali ini dia merasa sangat berharga.
"Tante terima kasih banyak!" ujarnya.
"Aku juga mau bilang makasih banyak Tante, aku gak tau harus gimana kalo bukan Tante sama Onm yang bantuin aku sama Sean!" timpal Kean.
__ADS_1
Alish tersenyum dia menganggukan kepalanya, "Kalian semua anak Tante, walaupun kalian nakal kalian tetep anak-anak Tante!"