Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
166. Raka?


__ADS_3

Arkan bersama Kamila baru saja turun dari kamarnya. la melihat ada tamu di ruang keluarga. Tetapi, Arkan tidak tau mereka siapa.


Arkan berjalan mendekati mereka, " Malam semuanya!" sapa Arkan dengan Sopan.


"Arkan. Sini kenalin ini Pak Surya dan ini anaknya Raka. Pak Surya ini adalah rekan bisnis Ayah juga," kata Marvin yang sedang duduk di sana memperkenalkan mereka.


Arkan menyalami Pak Surya dan juga anaknya.


"Oh jadi ini Arkan putranya Pak Marvin yang sering anda ceritakan itu?" Kata Pak Surya.


"lya betul, Pak. Arkan ini nantinya yang akan meneruskan perusahaan saya."


Tiba-tiba saja Sean dan Kean pun turun. Marvin tersenyum.


"Loh ini turunnya rombongan!" kata Marvin.


"Sini kenalan dulu!" Marvin langsung memanggil mereka berdua juga.


"Ini yang dua juga anak-anak saya. Yang ini Kean dan yang ini Sean."


Kean dan Sean terkejut, ternyata Marvin menganggap mereka anak Sungguhan bahkan dengan rekan bisnisnya juga.


Kean dan Sean menyalami tangan Pak Surya dan Raka.


"Ada yang kecil satu lagi namanya Kayla. Dan yang ini-"


"Yang ini istri saya Pak namanya Kamila," kata Arkan memotong ucapan sang ayah.


Arkan sengaja mengatakan jika Kamila adalah istrinya karena ia melihat Raka yang sedari tadi memperhatikan Kamila terus-menerus.


"Wah jadi anaknya Pak Marvin ini sudah menikah?" tanya Pak Surya.


"Hmm ... Iya begitulah, Pak," kekeh Marvin sambil menoleh ke arah Arkan.


Marvin tahu, jika saat ini Arkan sedang cemburu kepada Raka. Karena sedari tadi Marvin juga menyadari jika Raka memperhatikan Kamila.


"Wah, enak sekali ya Pak Marvin anaknya sudah besar-besar. Yang satu malah sudah menikah, pantas saja dia sudah bisa memimpin perusahaan," kata Pak Surya.


"Banyak anak itu banyak rezeki Pak"jawab Marvin sambil tersenyum.


Pada saat itulah Arkan melihat jika Raka tidak juga mengalihkan pandangannya dari Kamila. Sehingga la pun segera bangkit berdiri dan mendorong kursi roda Kamila.


"Maaf semuanya, saya dan Kamila pamit. Kamila belum minum obatnya," kata Arkan.


"Ah, baik Nak Arkan, nak Kamila ... Silakan," jawab Pak Surya.


Arkan pun membawa Kamila ke dapur. Mereka memang lapar dan ingin memakan sesuatu.


"Lo kenapa sih? Lo kesel ya sama anaknya Pak Surya yang tadi? Gara-gara dia ngeliatin gue?" tanya Kamila.


"Besok-besok lo pake topeng aja lah Mil, kesel banget gue! Sekalian deh pake cadar, gak rela gue bagi-bagi. Gue nikahin cepet-cepet gak boleh sama Ayah! Gak dinikahin di lirik sana sini!" gerutu Arkan.

__ADS_1


Kamila tertawa, lucu sekali Arkan saat sedang cemburu seperti ini. Arkan menjadi seperti anak kecil yang kehilangan mainannya lalu merajuk.


"Ututu lucu banget sih! Gue kan gak ngapa-ngapain. Lagian dia kan cuman ngeliatin aja emang salah orang ngeliatin? Kalaupun misalkan dia suka sama gue, gue nggak kok, gue sukanya sama Arkan," kata Kamila.


Arkan hanya mengerucutkan bibirnya lalu ia meraih beberapa bungkus mie instan dari dari dalam lemari dapur.


"Terserah lo!" kata Arkan.


"Cie ada yang cemburu!" seru Kamila sambil tertawa.


"Arkan cemburu tuh!"


Tiba-tiba saja Sean dan Kean sudah berada di dapur.


"Lo berdua ngapain ke dapur bukan yang tadi lagi ngobrol di depan?" tanya Arkan kepada dua kakak beradik itu.


"Obrolannya nggak seru, Yang ngobrol bapak-bapak yang diobrolin bisnis mulu gue nggak ngerti," kata Sean.


"Gue mau bikin mie, lo pada mau gak?" tawar Arkan kepada dua kakak beradik itu.


"Gue aja yang bikin Bang, lo duduk sama Kamila aja," kata Sean.


"Punya gue pake sawi ya sama telor, cabenya tiga," kata Kamila.


Sean memang pintar memasak mie rebus sehingga jika mereka ingin mie pasti meminta Sean yang memasak. Dan pemuda itu pun tidak keberatan untuk memasak bagi mereka semua.


"Lagi cemburu sama anaknya Pak Surya yah," kata Kean.


Kamila hanya terkikik geli mendengar ucapan Arkan. Iya sangat mengerti jika saat ini akan sedang dilanda api cemburu.


***


Pagi harinya seperti biasa Arkan, Kamila, Sean dan Kean sarapan bersama.


"Ayah senang deh lihat kalian udah jarang main-main lagi. Emang bentar lagi Kalian juga ujian akhir harusnya banyak belajar. Persiapin buat ujian akhir kalian dengan baik biar nilai kalian bagus-bagus semuanya. Kalo jelek kalian gak bisa masuk universitas yang bagus," kata Marvin.


"Iyah bener tuh kata Ayah, kalian kalo mau ngumpul atau main bawa aja temennya, rumah ini luas banget kok!" saut Alisha.


"lyah Bunda!"jawab Arkan.


"Hmmm. Om, Tante. Kira-kira aku boleh gak ikut kerja di perusahaan Om Marvin abis lulus SMA. Gak papa kok jadi staff biasa juga yang penting aku bisa kerja terus bayar buat kuliah. Kalo uangnya udah ke kumpul aku bisa beli rumah buat tinggal sama Sean. Gak enak juga ngerepotin Om sama Tante terus!" kata Kean kepada Marvin.


lya Kean memang merasa Jika dia harus bekerja Setelah selesai sekolah nanti. Selama ini biaya hidup mereka memang ditanggung oleh Marvin dan Alisha. Kean merasa tidak enak jika etelah lepas SMA nanti masih merepotkan Marvin tanpa bekerja.


"Loh kok mau keluar dari sini sih, kalian udah Om anggep anak sendiri tinggal aja di sini biar rame. Om sama Tante udah ngobrol kalo kalian juga bakalan kuliah kayak Arkan Kamila, jadi sekalian kerja di perusahaan Om, untuk biaya kuliah kalian gak usah khawatir ada Om dan Tante!"


"Tapi Om-"


"Gak ada tapi-tapian Kean, Tante sama Om udah sepakat, uang Tante sama Om gak akan abis kalo cuman buat biayain kalian kuliah. Kan kalian juga kerja, Sean masih kelas dua. Jadi Kean kuliah duluan, biaya sekolah Sean juga udah kita yang tanggung!" potong Alisha.


Kean terharu dia menatap Alisha dan Marvin dengan berkaca-kaca begitu juga dengan Sean. Mereka tidak menyangka kedua orang tuanya Arkan sudah mempersiapkan banyak hal untuk mereka.

__ADS_1


"Om, Tante! Terima kasih banyak!" kata Kean dan Sean dengan air mata yang menggenang.


"'Sama-sama, sekarang jangan Om Tante lagi dong manggilnya, samain kayak Arkan sama Kamila juga. Nanti Ayah urus surat-suratnya kita satuin kartu keluarga, biar Kean sama Sean masuk ke kartu keluarga kita!" kata Marvin dengan senang.


Kean dan Sean tidak bisa berkata apa-apa lagi selain terima kasih, pantas saja rejeki keluarga Arkan selalu mengalir deras, mereka keluarga yang baik dan senang menolong.


Berawal dari teman Arkan sekarang mereka menjadi anak dari keluarganya Arkan.


"Sekali lagi terima kasih Ayah, Bunda!" kata Kean terharu.


"'Sama-sama Kean, sekarang kita keluarga! Harus saling bantu, gak boleh ada yang iri-irian oke!" kata Alisha.


"Siap Bunda!"jawab mereka bersamaan.


Senyum Alisha dan Marvin mengembang, mereka sepakat untuk mengurusi Kean dan Sean, Kean dan Sean itu anak yang baik. Mereka juga penurut.


Setelah selesai sarapan Mereka pun langsung berangkat ke sekolah. Semenjak Kamila kecelakaan, Arkan membawa mobil ke sekolah. Kean dan Sean pun ikut dengan mobil mereka dan tidak lagi membawa motor.


Tetapi saat mereka tiba di sekolah, Arkan langsung melotot tajam saat melihat siapa yang baru saja turun dari mobil.


"Sial!" maki Arkan kesal.


Daren dan Bastian yang saat itu sedang berdiri bersama mereka langsung menoleh ke arah Arkan dengan dahi yang berkerut.


"Lo kenapa pagi-pagi udah ngomel? Bukan gue kan?" Tanya Bastian bingung mendengar makian Arkan.


"Bukan kalian berdua tapi itu yang di sana," jawab Kean menahan tawa.


Daren dan Bastian pun mengikuti arah telunjuk Kean.


"Emang ada apa? Lo kenal sama tuh orang?" Tanya Daren.


"Kenal lah baru semalam sih kenalnya," kata Kean.


Kean pun secara singkat langsung menjelaskan kejadian semalam di mana Arkan mencemburui Raka yang memperhatikan Kamila terus-menerus.


"Oh jadi dia lagi cemburu, Mil?" tanya Bastian kepada Kamila sambil tertawa.


Kamila menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya, dia cemburu. Padahal gue cuek aja ke dia," jawab Kamila geli.


"Ya gua kan perlu hati-hati sama orang yang kira-kira bakal ngegodain Kamila."


"Kan belum tentu kejadian juga dia deketin Kamila, dasar bucin," ledek Daren.


"Pokoknya lo nggak boleh jauh-jauh dari gue. Mau ke mana aja mesti bilang dulu sama gue," kata Arkan kepada Kamila.


"Ya pasti gua minta tolong lo emangnya gue bisa lari sendiri," kekeh Kamila.


"lyah juga!" gumam Arkan..


"Arkan kalo udah cemburu campur bucin jadi bego nya gak ketulungan!"

__ADS_1


__ADS_2