Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
86. Emosi Tak Terkendali


__ADS_3

"ARKAN?! Jangan main fisik. Kamu laki-laki Kamila perempuan! Udah cukup dia disiksa di rumahnya, sekarang kamu mau nyiksa lagi? Nanti kamu gak ada bedanya sama Reynald!" kata Marvin berusaha menahan sang anak.


"Lo inget tujuan lo kemarin apa, Kan. Lo mau selamatin Kamila," kata Daren yang ada di sana.


"Gak ada yang perlu di selamatin lagi, dia gak mau jujur sama gue buat apa Daren? Usaha gue sia-sia! Dia gak cinta sama gue," jawab Arkan ketus.


Kamila menggeleng-gelengkan kepalanya, "Enggak Arkan enggak! Gue sayang sama lo gue gak jujur karena gue gak mau lo pergi?!"


"Alasan Kamila cukup kuat, Arkan. Kalo Tante yang ada di posisi Kamila mungkin gak akan kuat," saut Rara ikut menimpali.


"'Arkan gue minta maaf, gue gak bilang karena gue takut kehilangan lo. Gue takut lo jauhin gue terus ninggalin gue.. Hiks... Gue gak tau gimana jadinya kalo lo pergi dari hidup gue Arkan!" kata Kamila dengan air mata yang berderai masih dalam pelukan Alisha.


"Oh... Lo gak bilang sama gue karena takut gue ninggalin lo kan? Tapi lo gak pernah mikir dampaknya Kamila, lo bakalan terus-terusan di paksa sama si brengsek itu buat ngeracunin keluarga gue dan pada akhirnya lo bakalan nekat! Atau jangan jangan lo yang emang mau ngeracunin keluarga gue?!"


"ENGGAK! GUE GAK SEJAHAT ITU ARKAN!" bentak Kamila histeris.


"Kalo gak karena itu karena apa lagi Kamila?!"


Arkan benar-benar marah pada Kamila, dia seperti bukan Arkan. Bahkan Daren dan teman-temannya saja tidak bisa merayu Arkan. Kamila sudah menangis tersedu-sedu dia tau dia salah sudah membuat Arkan sangat marah. Ini bukan Arkan kekasihnya, Arkan benar-benar dikuasi oleh emosinya.


"Arkan gue minta maaf, ini salah gue tapi gue mohon jangan marah begini gue takut Arkan! Gu-gue tau gak seharusnya ngeraguin lo!"


"MAAF LO GAK AKAN MERUBAH SEGALANYA KAMILA, GUE JANJI SAMA DIRI GUE SENDIRI, YANG NYAKITIN LO BAKALAN BERURUSAN SAMA GUE!" Arkan melenggang pergi.


Marvin menarik tangan Arkan, " Ayah lepas aku mau bunuh bajingan itu!"


"DIAM ARKAN?! Ikut Ayah!" bentak Marvin.


Marvin langsung membawa putra sulungnya itu menjauh dari Kamila. Daren, Kean, Sean dan Bastian juga Regan mengikuti Marvin yang membawa Arkan ke kolam renang.


Sementara Kamila bersama Alisha dan Rara, "Bundaa hiksss... Mila takut. Arkan marah banget sama Mila, Mila terlalu sayang sama Arkan. Mila gak mau kehilangan Arkan, Bunda," kata Kamila kepada Alisha dengan sesenggukan.


"'Ssstt udah yah Sayang, itulah kenapa Bunda selalu bilang sama Mila buat terbuka sama Arkan ya begini yang Bunda takutin!" Alisha memeluk Kamila sambil mengusap kepala gadis itu.


"Maaf Bunda, Mila terlalu takut hiks.." lirih Kamila.

__ADS_1


"Jangan nangis lagi yah, sekarang Arkan lagi marah biarin aja dulu dia gak akan nyakitin kamu, dia sayang sama kamu tadi dia bentak-bentak kamu karena dia kesel, emosinya lagi gak stabil!" ujar Alisha lagi. Dia sendiri juga sejujurnya terkejut saat melihat Arkan sangat marah kepada Kamila ini


pertama kalinya dia melihat Arkan begitu emosi.


"'Sha kayaknya Mila gak bisa tinggal sama Papahnya lagi, apa dia gak tidur di sini dulu aja kasian dia pasti nyampe rumah di siksa lagi gara-gara gagal meracuni kalian!" kata Rara.Alisha menganggukan kepalnya,"


Mila gak usah pulang dulu kita tunggu Arkan tenang nanti kita bicarain baik-baik yah, biarin Arkan dinasehatin sama Ayahnya dulu!"


"Bunda, Mila takut Arkan ninggalin Mila," lirih Kamila sedih.


"Enggak Sayang, Arkan gak akan ninggalin kamu, dia sayang sama kamu. Bunda yakin tadi Arkan cuman emosi aja gara-gara kamu disakitin, percaya sama Bunda yah. Nanti kalo Arkan ninggalin Mila biar Bunda yang marahin dia."


"Bunda janji Arkan gak akan ninggalin Mila?" tanya Kamila dengan air matanya yang masih mengalir.


"Janji Mila, Bunda janji sama kamu."Alisha mengusap air mata di wajah gadis rapuh itu.


"Mila Sayang Arkan Bunda, Mila gak mau Arkan pergi dari hidup Mila!"


...****************...


Arkan terus memberontak saat di bawa oleh Marvin.


"Ar santai Ar santai, emosi lo lagi gak baik gak usah aneh-aneh," kata Daren sambil memegangi tangan kanan Arkan.


"Gimana gue gak sewot, mana ada Bapak kayak gitu anaknya sendiri disiksa suruh berbuat kejahatan! Bapak kandung model Binatang itu!" Pekik Arkan.


"Sabar Ar, lo gak boleh begini kasian Kamila!" kata Bastian.


"Bener Ar lo harus sabar!" saut Kean.


"Benar apa yang teman kamu bilang. Jangan gegabah, kamu gak liat Kamila sampe ketakutan kayak gitu?" kata Marvin.


"Dia juga! Udah berapa kali aku bilang kalo aku gak suka dibohongin, apa susahnya sih tinggal cerita, aku selalu ada buat dia! Mikir buat ninggalin dia aja aku gak pernah?!" seru Arkan dengan emosi yang berapi-api.


"Dia cuman takut Arkan, ini masalahnya udah kejiwaan. Udah bener dia cerita sama Tante kamu yang ngerti tentang itu, apa kamu gak mikir kalo nanti semuanya bisa lebih fatal," kata Regan lkut menengahi.

__ADS_1


Arkan melepas cekalan mereka lalu mengacak rambutnya dengan kasar. Pemuda itu benar-benar dikuasai emosi.


"Dia cuman gak mau lo pergi Ar!" kata Daren.


Arkan menatap Daren tajam, " Seharusnya dia tau kalo gue sayang sama dia gue selalu terima dia apa adanya," kata Arkan


"Kamu harus ngerti posisi Kamila juga Arkan," timpal Marvin berusaha menenangkan.


Tetapi bukannya tenang, Arkan malah menatap tajam kepada Marvin.


"Ayah gak usah ikut-ikutan, aku mati-matian buat belain dia, balesannya apa? Berkali kali dia bohong sama aku! Ayah gak akan ngerti?!" bentak Arkan kepada Marvin.


"Ayah gak mau kamu lepas kendali dan nantinya kamu bakalan nyesel sama perbuatan kamu Arkan?!"


"AKU GAK PEDULI! AYAH GAK TAU SAKITNYA JADI AKU DIA LEBIH MILIH CERITA SAMA ORANG LAIN DARIPADA AKU?!"


BUGH!


"Rara itu Tante kamu bukan orang lain?!" Kesal dengan bentakan sang anak yang tidak sopan, Marvin meninju wajah Arkan membuat Arkan terhuyung kebelakang.


Lelaki itu merasa emosinya naik karena baru pertama kalinya Arkan membentak dirinya. Marvin terus memukuli Arkan tapi Arkan sama sekali tidak melawan.


Bugh!


"Sadar Arkan sadar, kamu itu dikuasai emosi! Ayah gak habis pikir sama kamu, makin dewasa makin lepas kendali?!"


"'Ayah bilang gini sama kamu karena kamu anak Ayah, tapi dengan ringannya kamu bentak orang tua kamu sendiri! MAU JADI APA KAMU HAH?!"


PLAK! PLAK!


BUGH!


Marvin dengan membabi buta memukuli putra sulungnya itu dia sudah tersulut emosi sang anak.


"AYAH?!"

__ADS_1


__ADS_2