Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
142. Kangen


__ADS_3

Arkan saat ini sedang berada di dalam pesawat dia nmelihat jam di ponselnya dia tersenyum melihat wallpaper di ponselnya wajah Kamila tengah tersenyum dengan manisnya.


Rasanya ia ingin kembali lagi ke Jakarta dan membawa Kamila bersamanya.


"'Sialan, kenapa gue kangen banget sama Kamila, baru juga beberapa jam pisah," kata Arkan lirih.


Arkan masih terus memperhatikan wajah cantik Kamila sambil tersenyum. Daren yang melihat Arkan tersenyum seperti orang gila dan bicara sendiri lantas bergidig ngeri dan mulai meledek sahabatnya itu.


"Ya ya bucin! Dunia lo bener-bener udah teralihkan sama Kamila!" kata Daren membuat Arkan menolah.


"Gue pikir lo itu bakalan jadi cowo paling cool kalo punya cewe, bucin lo biasa aja. Tapi ternyata gue salah. Sikap lo keras, kasar, hobby adu jotos ke mana-mana bawa piso sama pistol, kebut-kebutan ga takut mati. Eeh giliran ketemu Kamila melempem kayak kerupuk disiram aer, lembek!" kata Daren sambil terkekah.


Arkan mendengus kesal, "Lo kalo ngemeng suka minta di keplak dulu otak lo. Gue bukan lembek, makanya punya doi, sekali-sekali lo harus deket sama cewe biar tau gimana rasanya jatuh cinta. Cinta itu indah Ren, gak semuanya buruk!" kata Arkan membuat Daren menolah kepadanya.


"Hueeeek!! Enek gue enek!" jawab Daren.


Arkan tertawa melihat tingkah sahabatnya yang seperti itu. Tapi memang benar apa yang dikatakan Daren, selama ini Arkan tidak pernah takut dengan apapun juga. Dia


juga terkenal sangat tegar dan pemberani.


Tapi di depan Kamila ia seolah menunjukkan sisi lain yang ada di dalam dirinya.


Sisi yang tidak pernah diketahui oleh orang lain yang hanya bisa dirasakan oleh Kamila. Tetapi dampaknya cukup terasa kepada teman-teman yang lain.


Karena merasa percuma meladeni orang yang sedang jatuh cinta, Daren pun memilih untuk tidur. Matanya terasa sepet melihat Arkan yang sedikit-sedikit tertawa sendiri Bahkan tidak segan menciumi foto Kamila.


"Dia udah gila, gue mau molor aja," kata Daren kepada Bastian yang duduk di sampingnya.


Bastian yang sedang main game hanya terkikik geli mendengar perkataan Daren dan membiarkan sahabatnya itu tidur.


"Tidur Ren tidur, lo ikutan gak waras kalo debat sama manusia yang lagi jatuh cinta!" kata Bastian.


Perjalanan Jakarta Bali ditempuh selama 1 jam dan 50 menit. Dan selama itu Darren hanya tertidur di atas pesawat.


Sementara Bastian sibuk bermain game dan anak-anak yang lain sibuk berbincang bincang.


Hanya Arkan yang memiliki dunia sendiri duduk sambil menatap foto Kamila.


Senyum Kamila rupanya sudah mengalihkan dunia Arkan dan membuat


pemuda itu lupa segala-galanya.


***


Saat Tiba di bandara mereka sudah dijemput oleh panitia yang mengadakan


turnamen.

__ADS_1


Arkan dan yang lainnya di arahkan untuk ke hotel. Satu kamar ditempatinoleh tiga orang. Tetapi, Arkan yang ingin tidur bersama kawan-kawannya langsung menyewa presiden suite room sehingga ia bisa satu kamar bersama Darren, Bastian, Kean, dan Sean.


"Anak sultan mah beda dikasih fasilitas kamar biasa dia malah bayar sendiri minta kamar yang paling gede. Lo gak sayang sama duit lo?" tanya Bastian.


"Nggak apa-apa yang penting kita bisa bareng-bareng. Lagian kalo ada apa-apa susah ketok-ketok kamar. Kalo ngumpul kayak gini kan enak bareng-bareng." jawab Arkan.


"Bebaaaaas yang penting ini isi kulkas boleh diminum yaaa!" Seru Kean.


"Hajar aja, apa yang ada di kulkas ambil aja," jawab Arkan.


Setelah selesai dengan urusan kamar, Arkan membuka ponselnya dia langsung menelpon Kamila, rindunya sudah tidak terbendung lagi.


"Halo Yang!"


"Halo Arkan, udah sampe?" tanya Kamila dari sebrang.


"Udah, ini baru di hotel. Sekarang jam istirahat ke 2 kan? Udah makan?"


Terlihat Kamila menganggukan kepalanya, "Udah kok, lo baik-baik di sana yah!"


"Siap Sayang!"


"DAREN, BASTIAN, KEAN, SEAN?! GUE TITIP ARKAN YAH!" teriak Kamila


membuat semua teman Arkan terkejut.


"Gila! Suara lo Mil!" saut Bastian.


Mereka kembali ngobrol seakan dunia milik berdua, Arkan merasa rindunya sedikit terobati.


Sementara teman-temannya Arkan hanya bisa menggelengkan kepala mereka. Memaklumi insan yang sedang dilanda cinta.


"Gue pikir cuman Romeo sama Juliet aja yang ngerasain cinta buta. Ternyata sobat kita juga mengalami yang namanya cinta itu. Dunia serasa milik berdua yang lain ngontrak," kata Kean yang langsung disahuti tawa Bastian dan yang lain.


"Heh, pamali ngomongin orang ntar lo lebih parah kalau jatuh cinta baru nyaho," kata Bastian.


"Halah lo kayak udah pernah ngerasain jatuh cinta aja," bantah Daren.


"Gue lagi jatuh cinta sayangnya cinta gue masih bertepuk sebelah tangan," kata Bastian.


"Syukurin!" Kata Daren dan yang lainnya bersamaan.


Setelah mengabari Kamila, Arkan dan yang lainnya langsung pergi ke tempat pendaftaran ulang turnamen.


Arkan melihat ada banyak sekali, bahkan Arkan melihat ada beberapa orang barat di sana. Alias bule. Ada banyak gadis juga di sana, Bastian menyenggol lengan Arkan


membuat Arkan menoleh.

__ADS_1


"Apaan sih?" tanya Arkan.


"Tuh ada cewek ngeliatin lo cakep juga. Lumayan sih sebelas dua belas cakepnya sama si Kamila," kata Bastian.


Pletak...


Arkan menggeplak kepala Bastian lalu berkata, "Cakep pala lo peang, buat gue gak ada yang lebih menarik dari Kamila. Dia tuh paling sempurna di mata gue, yang laen mah lewat!"


"Yeee gak percayaan lo di liat dulu napa bentaran!"


Arkan memutar bola matanya malas dia melihat sekilas kemudian kembali melihat ke sekeliling.


"Cakep kan?" tanya Bastian.


"Enggak! Cakep Kamila ke mana-mana!" Lagi-lagi Bastian harus mendengar kebucinan Arkan.


Terlihat gadis itu mendekati Arkan, "Ar Ar dia ke sini mau deketin lo... Ar dia beneran ke sini!" Bastian menggoyang-goyang lengan Arkan.


"Apa sih! Awas gue mau ke Pak Anto aja!" seru Arkan.


"Halo, gue-" Baru saja dia menyapa Arkan dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan Arkan langsung pergi dia menyusul Pak Anto karena dia adalah ketua timnya, gadis itu memberengut sebal.


Sementara teman Arkan yang lain hanya tertawa geli dan mereka langsung menyusul Arkan. Pendirian dan benteng pertahanan Arkan tentang Kamila itu sangat kokoh, Kamila sudah memenuhi


hati Arkan.


Setelah pendaftaran mereka kembali ke hotel. Arkan kembali menghubungi Kamila saat ini di tempat Kamila jam sebelas malam sedangkan di tempat Arkan sudah jam dua belas malam.


"Yang kangen!" rengek Arkan.


Terlihat gadis itu tertawa kecil, " Sabar yah, seminggu itu sebentar kok. Kalo lagi senggang gini kan bisa ngabarin," kata Kamila.


Saat ini mereka sedang melakukan video call.


"Tapi kangen deh!" kata Arkan lagi.


"Kan di sana ada yang lain masa iyah kesepian, oiya lo tidur sama siapa aja?" tanya Kamila Arkan memperlihatkan isi


kamarnya.


la sengaja melakukan video call supaya Kamila tahu apa saja yang ia lakukan bersama teman-temannya.


"Lah kalian sekamar lagi, akur yah!" kata Kamila sambil tertawa.


"Si Arkan nyewa kamar yang gede Mil, dari sekolah cuman boleh tiga orang satu kamar, calon laki lo duitnya kebanyakan jadi begitu tuh!" saut Kean.


"Beneran?" tanya Kamila yang diangguki oleh Arkan.

__ADS_1


"Boros! Kan Bunda bilang jangan boros Arkan!" seru Kamila.


Arkan tertawa saja, "Gue gak masalah selagi itu buat bareng sama temen Mil!"


__ADS_2