Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
187. Penyusup?


__ADS_3

"Woy Bos, lama nih!"


Arkan terkekeh dia menepuk bahu orang itu, "Bini rewel!" katanya.


Kamila mencubit pelan pinggang Arkan membuat Arkan merangkulnya. Orang itu tertawa kemdian dia membisikkan sesuatu kepada pemuda Arjan.


Setelah anak itu pergi Arkan langsung mendekati Kamila sambil tersenyum manis. Kamila menautkan alisnya merasa


ada yang tidak benar.


Arkan memegang tangan Kamila, " Sayang, boleh minta sesuatu gak?" tanya Arkan.


"Mau minta apa lo?" kata Kamila galak.


"Galak amat sih Neng," ujar Arkan gemas.


"Udah cepet bilang mau apa, muka lo mencurigakan!" seru Kamila.


Arkan terkekeh,"Anak-anak ngajak balapan. Gue udah lama gak balapan. Kalo berantem kan emang gak boleh, masa balapan lo mau ngelarang juga sih. Kasian si Ucup udah nggak pernah dipake mesinnya, itu kan motor balap kalau nggak dipake balap ya kasihan motornya," rayu Arkan dengan sangat manja bahkan dia mendusel-duselkan kepalanya seperti anak kucing.


Kamila langsung melotot sambil menggelengkan kepalanya.


"Enggak-enggak! Nanti kalo lo kenapa-napa gimana? Gue kan udah janji sama Bunda kalo lo gak bakalan macem-macem."


"Ini tuh cuman balapan sama anak-anak doang nggak ada acara berantem atau taruhan bener-bener murni balapan. Please deh, Gue janji habis ini gua bakal ngelakuin apa aja yang Lo minta," kata Arkan.


"Gue gak minta apa-apa Arkan, gue takut lo jatoh!" kata Kamila khawatir.


"Gue khawatir!" lirihnya.


Arkan tersenyum dia mengusap kepala Kamila, "Gue janji Mil gue bakalan baik-baik aja! Boleh yah? Gak enak sama anak-anak!"


"Beneran lo janji?"


"lya serius gue janji Kamila," kata Arkan.


Dengan terpaksa Kamila pun menganggukkan kepalanya. Kamila terus berdoa dalam hati semoga Arkan baik-baik saja.


"Tapi lo juga harus janji ya, nggak ada berantem-berantem," kata Kamila.


"Gue janji Kamila... Yaa ampun! Lagian cuma satu puteran doang kok. Lo bisa nunggu di garis finish," kata Arkan sambil mengusap pipi Kamil.


Kamila pun akhirnya menganggukkan kepalanya, "Hati-hati!"


Kamila menunggu Arkan dan juga anak-anak yang sedang balapan di garis. finish bersama dengan beberapa anak


perempuan yang ada di sana.


Malam minggu biasanya anak-anak Gravendal membawa pacar mereka. Dan


beberapa anak perempuan mengenal

__ADS_1


Kamila.


Balapan berlangsung sangat seru. Sudah diputuskan jika mereka akan balapan sebanyak tiga putaran. Kean, Daren dan Arkan balapan di sesi pertama dengan beberapa anak lainnya.


Sementara Sean dan Bastian di putaran


Bastian dan Sean bertugas untuk menjaga Kamila. Nanti mereka bisa ikut balapan di ronde kedua bersama anak-anak yang lain. Gantian Arkan yang akan menjaga Kamila ketika Bastian dan Sean.


Kamila cukup cemas saat melihat motor Arkan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. la merasa takut jika Arkan akan terjatuh dan celaka. Tetapi, Bastian meyakinkan Kamila jika Arkan akan baik-baik saja.


Kamila menutup matanya dia berdoa dalam hati semoga Arkan baik-baiksaja tidak akan lecet sedikit pun.


Bastian yang melihat itu lantas menepuk bahu Kamila, "Tenang aja Mil, si Arkan udah biasa balapan kayak gitu. Segitu mah kecil buat dia, kemarin dikejar-kejar polisi aja dia lolos kok," kata Bastian sambil terkekeh.


"Gue kan cuman takut," jawab Kamila.


"Cieee ... Duh, kapan ya gue punya pacar yang cemasin gue," kata Bastian.


"Makanya lo kalo deketin Naya jangan setengah-setengah," kata Kamila.


"Gue udah coba deketin dia, tapi tetep aja tuh anak kayaknya bete banget sama gue," jawab Bastian.


"Kurang usaha!"


Tidak terasa putaran pun berakhir, dari kejauhan tampak motor Arkan melaju paling depan. Arkan pun tiba di garis finish dan menang.


"Wihhh keceeee!"


Kamila tersenyum kekasihnya itu memang sangat keren dalam hal apa pun.


"Gila! Mana ganteng banget lagi si Arkan!"


Semua berteriak riuh tidak ada yang memperhatikan Kamila yang berusaha mendekat karena mereka berdesakan.


"Aaaaargh!"


Arkan dibuat terkejut saat Kamila berteriak karena tiba- tiba saat sedang berdesakan ada yang menyayat Arkan berlari ke arah Kamila dia terkejut melihat tangan Kamila yang berdarah.


SREK.....


Tanpa banyak basa-basi Arkan langsung menyobek bajunya lalu digunakan untuk menutup luka Kamila.


"Anjing kelakuan siapa nih?!" seru Arkan.


Tidak ada yang menjawab semuanya nampak takut dengan aura kemarahan Arkan.


****...


"Sialan! Siapa yang bawa mobil gue mau bawa cewe gue ke rumah sakit!" seru Arkan.


"Itu ada taksi, pakai taksi aja biar motor lo dibawa sama Sean," kata Daren memberi usul.

__ADS_1


"Cari pelakunya gue gak bakalan maapin dia gitu aja!"


Arkan pun langsung membawa Kamila ke rumah sakit.


Tanpa sadar sedari tadi pelakunya sudah menjauh dia memasukan tangannya ke saku celananya sambil menyeringai memperhatikan Arkan.


"Arkan..Arkan.. Lo jadi lemah semenjak ada dia!"


...****************...


Setelah sampai di rumah sakit Arkan langsung membawa Kamila ke dalam, Arkan juga ikut masuk ke dalam.


Saat di obati Arkan ikut meringis sakit, "Gimana keadaannya Dok?"


Dokter itu tersenyum, "Pasien baik-baik saja!"


Arkan bisa bernafas lega, dia takut Kamila kenapa-kenapa.


"Lukanya gak dalem kok, cuman kegores aja. Tapi karena lukanya panjang jadi darahnya lumayan banyak. Selebihnya pasien baik-baik saja!" kata dokter yang menangani Kamila.


"Ga akan nimbulin bekas kan, dokter?" tanya Arkan.


"Enggak kok tapi perbannya jangan sampe kena air dulu ya lukanya cukup panjang soalnya. Tiga hari lagi bawa ke dokter buat ganti perban."


"Nggak perlu nginep kan dok?" tanya Arkan lagi.


"Nggak usah bukan sakit kanker kok," jawab dokter dengan ramah sambil tertawa karena melihat ke khawatiran Arkan.


Arkan ikut tertawa, "Terima kasih Dok!"


"Sama-sama kalo begitu saya permisi yah!" Dokter muda itu pun meninggalkan Kamila dan Arkan.


Arkan akhirnya bisa bernafas lega dia melihat ke arah Kamila. Tampak Kamila terkekeh saat melihat baju Arkan yang sobek. Arkan menatap Kamila kesal, dia khawatir gadis itu masih bisa-bisanya tertawa.


"Aduh padahal baju lo mahal jadi sobek deh. Itu kalo ketauan Bunda gimana?" kata Kamila.


"Kalau baju sobek nggak akan jadi masalah bisa beli lagi. Tapi tangan lo itu gue mau bilang apa sama Bunda. Yang ada gue malah kena omel," kata Arkan sambil melihat perban di tangan Kamila.


"Nanti gue tinggal bilang tadi Lo ikut balapan. Trus tangan gue kegores, terus-"


Drrrt drrrt


Saat Kamila tengah menggoda Arkan tiba-tiba saja ponsel Arkan berbunyi itu dari Sean.


" Sebentar Yang!" Arkan mengangkat panggilannya.


"Sean!"


"Gimana udah ketemu? Siapa yang ngelakuinnya?" Tanya Arkan.


"Maaf Bang. Di arena balap basecamp gak ada CCTV. Nggak ada yang nemu bukti apapun. Anak-anak udah digeledah juga nggak ada yang bawa pisau," kata Sean.

__ADS_1


"Berarti ada yang menyusup ke basecamp dan pasti bukan anak kita," jawab Arkan.


__ADS_2