
Tapi jika Kamila tidak mengizinkan Arkan pun tidak akan pergi pastinya.
"Nanti malem ya... Kayaknya ada deh di base camp tapi kalo lo mau gue di rumah aja yah gue di rumah gak ke mana-mana, kenapa?" tanya Arkan.
"Acara apa? Balapan?"
"Ssttttt..."
Arkan langsung menempelkan telunjuk ke bibirnya sambil melirik kiri dan kanan. la takut jika Alisha mendengar soal balapan.
"Sttt... Bilang balapannya jangan kenceng kenceng dong. Kalo sampe Bunda tau bisa digorok gue," kata Arkan.
"Ya makanya jangan bandel. Kalo lo bandel gue bilangin Bunda biar si Ucup dijual," kata Kamila.
"Gila lo!"
Kamila terkikik geli mendengar perkataan Arkan.
"Ya udah gini aja deh, kalian nggak usah ke mana-mana malem ini. Bantuin gue bikin kue aja. Kemaren gue lihat di video tutorial ada resep Japanese cheese cake. Gue mau bikin itu kue. Kayaknya sih nggak susah kok," kata Kamila.
"Eh kamu mau bikin apaan? Kalau Japanese cheese cake Bunda juga mau dong. Itu kalau di toko kue langganan Bunda harganya bisa seratus dua puluh ribu untuk satu loyang kecil aja. Kalau kamu yang bikin Pasti enak," kata Alisha
yang tiba-tiba saja sudah ada di sana.
Kamila menoleh kemudian tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Iya nih Bunda semua bahannya kan ada di dapur aku mau Arkan di rumah aja hari ini nggak usah ke mana-mana."
"Emang tadinya dia mau ke mana?"
"Tadinya cuman mau main, Bunda. Tapi gak jadi karena Kamila mau bikin kue," jawab Arkan dengan senang.
Kamila menarik nafas panjang ia merasa sangat lega karena rencananya berhasil. Tidak masalah dia harus kecapean membuat kue yang penting Arkan tidak pergi ke mana pun.
"Tapi ini serius mau bikin kue malem-malem? Kenapa nggak sekarang
aja mumpung masih sore?" tanya Arkan.
"Sore ini gue mau ngerjain PR dulu, jadinya gue baru sempet nanti malem. Kalo lo mau keluar nggak masalah sih tapi nggak usah ngomong sama gue."
"Eh jangan dong. Gue paling nggak bisa kalau lo udah diemin gue. Gue nggak ke mana-mana. Gue janji nemenin lo malem ini buat bikin kue. Kalo perlu gue yang jadi asistennya," kata Arkan.
__ADS_1
Pemuda itu menjawab dengan karena dia tidak mau Kamila marah. Sebandelnya Arkan, paling tidak bisa kalau didiamkan oleh Kamila.
Bagi Arkan hukuman yang paling berat adalah saat Kamila mendiamkannya. Jadi dia tidak mau sampai Kamila marah-marah lagi kepadanya.
Dan benar saja malamnya setelah selesai makan malam Kamila benar-benar ke dapur dan mempersiapkan semua bahan kue. Dia akan membuat Japanese cheese cake yang proses pembuatannya sedikit lama. Cara membuatnya pun sangat unik
berbeda dengan membuat cake yang lain.
Kamila dengan taleten membuatnya, Arkan sesekali melirik ke arah Kamila yang sangat fokus. Arkan menyanggah tangannya di meja sambil memperhatikan Kamila.
"Ngapain?" tanya Kamila membuat Arkan terkejut.
"Lo cantik, udah cocok jadi bini Mil" kata Arkan sambil terus menatap Kamila kagum.
Kamila hanya menggelengkan kepalanya. Kamila melihat ke arah adonanya.
"Wah banyak banget jadinya!"
Karena adonannya menjadi banyak Kamila pun membaginya menjadi dua loyang.
Kamila tersenyum saat memasukan kue ke dalam oven.
"'Kean, Sean gue minta tolong dong cuciin piring, gue mau beresin meja!" kata Kamila.
"lyah nih terus Arkan ngapain?"
Arkan terkekeh, "Gue bagian makan!"
Kean dan Sean mendengus kesal, Kamila hanya tertawa tapi tak ayal mereka melakukannya .
Sementara Alisha dan Marvin hanya
membiarkan anak-anak mereka berada di dapur dan bereksperimen.
Setelah satu jam menunggu akhirnya kue yang dibuat oleh Kamila matang. Kamila menghias atasnya dengan selai strawberry yang sudah ia buat sendiri ditambah dengan potongan buah strawberry yang begitu segar.
"Wah kue buatan Kak Mila enakya, Kayla suka. Ini sama kayak di toko kue langganan Bunda," kata Kayla memuji.
"Bunda nggak nyangka loh kalau kamu pinter banget bikin kue. Ini beneran enak Kamila," puji Alisha.
"Calon istri siapa dulu dong," puji Arkan.
__ADS_1
"Dih siapa juga yang mau nikahin kamu sama Kamila!" jawab Marvin.
"Ayahhhhh, aku bawa Kamila nikah lari nih!" ancam Arkan.
Marvin memakan kue buatan Kamila, "Coba aja!"
Alisha hanya tersenyum melihat rumahnya yang sangat ramai, Dia juga sangat senang karena ternyata Kamila adalah gadis yang serba bisa. Bisa masak dia juga bisa membuat kue-kue yang enak.
"Ini kue jadinya sampai dua loh yang besar begini, kalau beli udah ratusan ribu," kata Alisha.
"Kenapa kamu nggak bikin bakery aja? Kalau lulus nanti Ayah modalin deh kamu buka toko kue. Kemaren kamu buat bolu gulung aja enak banget, sekarang Japanese cheese cake kamu juga enak," kata Marvin.
Kamila menganggukan kepalanya, lyah Ayah, aku dulu pengen banget punya toko roti sama kue. Semoga aja pas luluS nanti cita-citaku itu kesampean," kata Kamila.
"Amiin, ayah doakan ya. Sekarang fokus aja dengan ujian akhir. Nanti kalo kalian sudah lulus bisa mulai mikirin, Arkan mau ke mana, Kean ke mana Kamila juga mau ke mana! Ayah gak akan ngelarang kalian buat mengekspor dunia."
"Buat Sean masih satu tahun lagi, harus rajin belajar buat Ayah sama Bunda bangga!"
Sean menganggukan kepalanya, " Terima kasih Ayah! Aku sama Abang gak tau harus gimana bales semuanya!"
Alisha tersenyum dia mengusap kepala Kean dan Sean bersamaan, " Ayah sama Bunda gak minta balesan apa pun. Dengan liat anak-anak Bunda sukses itu udah buat Bunda sama Ayah seneng!"
"Boleh aku peluk Bunda?" tanya Sean.
"Boleh dong, kan Sean anak Bunda juga sekarang!"
Sean memeluk Alisha erat dia sangat menyayangi Alisha, ketika semua meninggalkannya kelurga Arkan lah yang mau mengurusnya.
"Bunda terima kasih!" kata Sean.
"Aku juga mau peluk Bunda!" Kean ikut memeluk Alisha.
Arkan tersenyum memperhatikan itu, tidak ada rasa cemburu sama sekali karena Alisha dan Marvin memperlakukan mereka sama rata.
Setelah semua selesai Arkan dan Kamila pun masuk ke kamar masing-masing karena hari menmang sudah malam.
Begitu juga dengan Marvin dan Alisha, sementara Kean dan Sean setelah makan mereka langsung tidur.
Ting....
Arkan yang baru saja akan memejamkan matanya langsung kembali membuka mata saat mendengar bunyi ponselnya, dari Kamila.
__ADS_1
Arkan tersenyum dia langsung bangkit dari kasurnya. Ternyata Kamila berkata dia tidak bisa tidur. Arkan dengan senang hati akan menemaninya.
"l am coming Baby!"