
"Aduh kasian deh ada yang berantem sama cowonya. Makanya jangan suka kecentilan, kalo udah punya cowo tuh yaudah setia, jangan suka peluk-peluk cowo lain," kata Rena saat Kamila memasuki kelas.
Naya yang tidak tahu apa duduk permasalahan nya menatap Kamila seolah minta penjelasan. Tetapi Kamila hanya mengangkat bahunya kemudian duduk di bangkunya.
Rena yang merasa diabaikan langsung mendekati bangku Kamila.
"Eh... Kamila! Gue tuh ngomong sama lo, emang lo gak denger ya?" kata Rena kepada Kamila.
Kamila mengangkat wajahnya kemudian menatap gadis di hadapannya.
"Oh... Lo ngomong sama gue? Gue enggak ngerasa sih, soalnya lo tadi ngomongnya ada yang pelukan sama cowo lain. Maksudnya siapa? Kan bukan gue," kata Kamila.
"Dih gak sadar lo, tadi lo kan pelukan sama Daren sampe si Arkan marah," kata Rena.
Mendengar perkataan Rena, Naya langsung membelakakan matanya, Kamila tersenyum kepada Naya dia seakan mengatakan baik-baik saja.
"Arkan? Marah? Sama gue? Kayakanya cuman orang buta yang gak liat kejadiannya. Gue tau itu ulah lo kan!" kata Kamila santai.
Kamila bersidekap dada, "Gue tau maksud lo, lo mau gue sama Arkan ribut kan, terus salah paham bawa-bawa Daren? Lo salah besar Rena?! Pertemanan Arkan sama Daren itu bukan sebentar. Gue sama Daren udah tau gimana sikapnya Arkan, jadi
menurut gue sia-sia sih usaha lo buat bikin gue, Arkan sama Daren ribut?!" lanjutnya.
Mendengar perkataan Kamila. Naya pun mengerti apa yang sudah terjadi lalu Gadis itu melotot kepada Rena.
"Gila nih cewe, lo salah orang kalo cari gara-gara sama Arkan Ren. Tunggu deh pembalasannya gue yakin seribu persen Arkan gak akan diem aja!" ujar Naya.
"Tapi kan-"
"Udah deh Ren sana tuh Pak Yusuf udah dateng, ntar lo kena marah lagi sama dia, mendingan belajar yang bener nggak usah kepo ngurusin orang," kata Naya.
Merasa kalah Rena pun mengentakkan kakinya kemudian pergi dari bangkunya Kamila dan Naya.
Sedangkan Kamila dan Naya bertos ria sambil tertawa.
***
Saat pulang sekolah Rena melihat Arkan sedang bersama Kamila di parkiran. Di sana ada juga teman-temannya Arkan yang lain. Ada Daren, Bastian, Sean dan juga Kean dan ada Naya juga.
Rena pun berjalan menghampiri mereka.
"'Aduh!" Rena berpura-pura hendak jatuh.
__ADS_1
Arkan langsung menghindar membuat Rena jatuh ke tanah sungguhan. Dia berharap agar Arkan menangkapnya tapi pemuda itu malah membiarkannya tersungkur.
"Hahaha?!"
Melihat hal itu tawa anak-anak pun meledak seketika, terutama Bastian tawanya paling keras terdengar.
"Eh Rena Lo ngapain lagi ngepel tanah? Itu tanah mah nggak perlu dipel. Lo ngepel sampe lo punya cicit juga gak bakalan bersih. Lagian kurang kerjaan banget sih, kalo mau lo ngepel di rumah gue aja, " kata Bastian.
"Kalo nggak tuh kamar mandi belum disikat, sana sikat gih kali aja lu dapat pahala nyikat kamar mandi. Daripada lo nyikat parkiran kayak begini. Aduh kasian banget deh anak orang kaya disuruh ngepel parkiran," kata Kean yang di sauti tawa oleh semuanya.
Rena langsung mendelik kesal tadinya dia berpikir Arkan akan menolongnya tetapi Arkan hanya menatapnya datar.
"Arkan," adu Rena manja.
Melihat hal itu Kamila merasa kasihan. la memang tadi sempat kesal kepada Rena karena sudah membuatnya celaka dan hampir mengadu dombanya dengan Arkan.
Tetapi Kamila adalah gadis yang baik yang tidak pernah menyimpan dendam di hatinya.
Maka Kamila pun hendak membantu Rena untuk berdiri, Kamila mengulurkan tangannya tetapi tangannya langsung ditarik oleh Arkan.
"Gak usah ditolong, mau lo berbuat baik sama dia percuma, dia gak akan pernah ngerti bahasa manusia?!" kata Arkan.
"lya Mila, biarin aja dia bisa jalan sendiri kok. Bisa bangun sendiri juga, ngapain lo tolongin," kata Bastian.
"Arkan tolong gue dong, sakit nih," kata Rena lagi dengan manja.
Tetapi, bukannya menolong Arkan malah menatpanya tajam, kemudian menggandeng tangan Kamila untuk pergi dari situ.
Begitu juga dengan teman-teman Arkan mereka tidak peduli, Rena masih duduk terjatuh di tanah. Tidak ada seorang pun yang mau menolong Gadis itu dan mereka semua pun meninggalkan tempat itu.
Sementara Rena hanya bisa merasakan kesal dan akhirnya mau tidak mau ia pun bangkit berdiri da melangkah pergi.
"Arkan!" panggil Kamila.
"Iyah Sayang!"
"Emang kenapa sih sama si Rena, dia jahat banget ya? Kok kayaknya lo gak suka banget sama dia?" tanya Kamila penasaran.
"Dia itu gak sebaik yang lo liat Kamila, lo dengerin gue! Jangan deket-deket sama dia?!" jawab Arkan.
Kamila mengnggukan kepalanya dia menurut saja, karena Kamila tau Arkan mengatakan itu untuk kebaikan Kamila.
__ADS_1
Malam harinya semua berkumpul di meja makan, karena malam ini Alisha, Marvin, Arkan dan Kamila sudah pulang. Mereka merencanakan untuk makan malam bersama. Alisha sudah memesan makanan dari restoran langganan dan mereka dan ada juga masakan yang ia masak sendiri.
Teman-teman Arkan tentu saja senang mendapat undangan dari Alisha dan Marvin. Mereka membantu Alisha dan Kamila untuk membereskan meja.
"Jadi ini dalam rangka apa nih, Tante, makan malemnya?" kata Bastian.
"Kita makan-makan aja, kan Om sama Tante udah pulang. Sekalian sebagai ucapan terima kasih karena selama kita nggak ada kalian udah jaga rumah dengan baik. Jadi malam ini kalian boleh makan sepuasnya Om sama Tante udah pesenin banyak makanan!" kata Alisha.
Ting nung..
Tiba-tiba saja saat mereka semua hendak memulai acara makan malam, bell berbunyi.
Kebetulan, Si Mbok sedang tidak ada di rumah karena dia pulang ke rumah keponakannya. Semuanya saling bertatapan.
"Kalian nggak ngundang siapa-siapa lagi kan?" tanya Alisha
"Kayaknya nggak, Bund. Apa mungkin tamunya Ayah?" jawab Arkan.
"Ayah nggak ngundang siapa-siapa. Temen kamu yakin nggak ada yang diundang lagi?" tanya Marvin pada Arkan.
Arkan mengganggukkan kepalanya.
"Yakin kok nggak ada yang diundang lagi, kan udah semua di sini."
"Mila?" Kamila menggelengkan kepalanya.
"Enggak Bunda, Mila gak ngundang siapa-siapa!" jawabnya.
"Ya udah, daripada debat mendingan pintunya ibuka aja. Coba diliat siapa tau tamu penting," kata Alisha menengahi.
"Biar Sean aja yang buka Tante," kata Kean sambil melirik ke arah adiknya.
"lyah Tante biar Sean!"
Tanpa banyak membantah Sean pun berdiri dan langsung menuju ke ruang tamu.
"Lo!"
Saat pintu terbuka ia terkejut melihat siapa yang datang dan pemuda itu pun langsung memasang wajah yang kesal.
"Heh uler, ngapain lo ke sini? Udah malem juga?" tanya Sean.
__ADS_1
Siapa lagi yang dipanggil seperti itu kalo bukan Rena. Ternyata gadis itu masih belum juga kapok untuk mendekati Arkan.
"Eh, iler kodok sembarangan aja bilang gue uler. Lo itu yang ngapain tinggal di rumah orang, perasaan tiap gue ke sini ada lo mulu. Gue ke sini mau ketemu Arkan, bukan mau ketemu lo," kata Rena dengan ketus.