
Saat Arkan terngah berjalan menuju lapangan sambil memperhatikan wajah Kamila tiba-tiba saja ada seseorang yang menabraknya.
Arkan melihat bukunya berserakan, ternyata dia seorang gadis dengan kaca mata terlihat culun menurut Arkan.
"Eh sorry, gue gak liat, gak sengaja tadi lagi liat hp!" kata Arkan dia membantu gadis itu merapikan buku-bukunya.
"Oh iya gak papa!"
"Ini buku lo!" Arkan menyerahkan bukunya, gadis itu mendongakan kepalanya, dia tiba-tiba saja terdiam saat melihat Arkan.
Arkan mengerutkan dahinya dia melambai lambaikan tangannya di depan wajah gadis itu.
"Lo gak papa?" tanya Arkan.
Seakan tersadar gadis itu menganggukan kepalanya, "Iy-iyah aku gak papa, makasih yah!"
Arkan menganggukan kepalanya, " Oke deh, sekali lagi sorry ya," kata Arkan.
Setelah membantu gadis itu, Arkan pun kembali pergi bersama teman-temannya.
Terlihat gadis dengan kaca mata itu melihat Arkan yang menjauh senyum terbit dari bibir gadis itu.
"Duh, gantengnya. Kalo ganteng begitu kira-kira udah punya pacar belum ya?" kata gadis itu mengagumi Arkan.
Arkan pun kembali ke lapangan bersama dengan teman-temannya karena pertandingan hampir dimulai.
Arkan mulai bermain basketnya dia mendrible bola ke sana ke mari terlihat keren dia tidak mau lengah bola akan direbut musuh. Semua berteriak kala Arkan memasukan bola ke dalam ring.
"Yevyyy huuu Pak Bos emang terbaik!" teriak Bastian heboh.
Mereka semua bertos ria karena senang, Arkan juga ikut tersenyum dan tertawa.
Tanpa mereka tau sedari tadi gadis berkacamata itu berada di pinggir lapangan memperhatikan Arkan. Dia membuka mulutnya tanpa sadar, betapa tampannya Arkan saat tertawa.
Gadis itu merasa begitu kagum saat melihat gaya Arkan di lapangan. Terlebih saat pemuda itu mendribel bola ke sana ke sini.
Arkan memenangkan babak pertama dia bersama teman-temannya bersorak senang.
Arkan keluar dari lapangan, saat menuju tasnya yang berada di dekat Pak Anto Arkan bukannya mengambil minum dia malah melihat ponselnya. Sepertinya sekarang di tempat Kamila sedang jam istirahat.
"Nelpon Ayang ah," gumam Arkan.
Arkan menoleh kepada teman-temannya, "Sekarang lagi istirahatkan? Gue ke sana bentar yah," kata Arkan.
"lyah Ar, tiga puluh menit sambil nunggu tim lain main!" saut Kean.
"Oke, gue ke sana dulu!" pamit Arkan.
__ADS_1
"Jangan lama Ar, gak usah jauh-jauh. Gue mager nyariin lo!" sautDaren.
"Aman ... Ga jauh-jauh kok, paling di luar gedung deket pintu masuk," kata Arkan.
Pemuda itu pun lantas berjalan menuju keluar.
"Loh kamu mau ke mana Arkan?" tanya Pak Anto.
"Sebentar Pak ke depan," jawab Arkan.
"Yaudah jangan lama-lama. Istirahat cuman tiga puluh menit," kata Pak Anto kepada Arkan.
Pemuda itu pun menganggukkan kepalanya dan segera berlalu.
"Dia mau ke mana sih?" tanya Pak Anto yang baru saja duduk kepada Kean yang ada di sampingnya.
"Biasa, Pak! Ngabarin Kamila, dia kalo gak ngebucin sehari bisa mati," kata Kean sambil tertawa.
"Bucin apaan?"
"Bapak ga tau bucin?" tanya Kean.
Pak Anto yang memang sedikit kolot dan kurang mengetahui bahasa gaul anak sekarang tentu sedikit kebingungan.
"Bucin itu singkatan dari Budak Cinta, Pak. Biasanya sebutan itu buat orang yang lagi jatuh cinta alias falling in love," jawab Kean menjelaskan.
"Nikah pak, bukan kawin," kata Daren menimpali.
Pak Anto menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar protes dari muridnya itu. Sedangkan yang lainnya tertawa.
Sementara itu Arkan berjalan menjauh dari teman-temannya dia langsung menelpon Kamila sang pujaan hati. Panggilan tersambung Arkan tersenyum saat wajah yang sangat dia rindukan muncul di layar ponsel.
"Halo Arkan!" Kamila melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Arkan ikut melambaikan tangannya, "Lagi apa cantik? Istirahat yah?" tanya Arkan saat melihat Kamila melahap sesuatu menggunakan sendok.
Kamila menganggukan kepalanya, " lyah. Ini lagi makan sama Naya di kantin," lapor Kamila sambil memperlihatkan situasinya.
Melihat Arkan yang menelpon, Naya hanya melambaikan tangan. Lalu gadis itu membiarkan Kamila asik berdua Arkan.
"Nay? Bini gue gak aneh-aneh kan?" tanya Arkan.
"Aman Ar!" seru gadis itu.
Kamila tersenyum, "Kok bisa nelpon emang gak ada kegiatan? Yang lain ke mana gak ada suaranya?" tanya Kamila kepada Arkan.
"Lagi istirahat Yang, ada jeda tiga puluh menit lumayan buat ngabarin si cantik. Yang lain di dalem, mau nelpon di dalem berisik!"
__ADS_1
Kamila mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, "Jadi turnamen tadi gimana?"
"Aman Sayang, babak pertama menang, ini semua berkat doa dari lo!" kata Arkan dengan senang.
"Wah, selamat yah semoga sampe babak akhir menang terus, gue nunggu lo balik bawa piala!" kata Kamila.
"Iyah Sayang tunggu yah seminggu kok!"
Kamila menganggukan kepalanya," Inget yah Arkan di sana jangan macem-macem, kalo ada yang cakep awas aja di lirik-lirik nanti gue ke sana sama Bunda gue colok mata lo!" ancam Kamila.
Arkan bergidig ngeri mendengar ancaman Kamila, "Enggak Sayang, enggak! Walaupun banyak yang cakep tapi gak ada yang lebih cakep dari lo Mil, lagian cinta gue cuman buat lo doang!"
"Awas aja lo kalo sampe selingkuh!"
"Gak akan Sayang, kalo gue selingkuh lo ambil semua warisan gue di Ayah, biar gue jadi miskin jadi gembel rela gue!"
Kamila tertawa mendengar perkataan Arkan. Untuk kesetiaan Gadis itu cukup mempercayai Arkan. Selama ini Arkan sudah membuktikan bagaimana besarnya
cinta yang ia berikan untuk Kamila.
"Kok ketawa sih Yang, gak percaya?" kata Arkan dengan wajah merajuknya.
Kamila menggelengkan kepalanya, "Percaya Abang Arkan, Mila percaya kok. Nanti gue minta warisan lo di Ayah!" Kata Kamila sambil tertawa.
Arkan tertawa dia menganggukan kepalanya setuju.
"Oiya, Dika gimana? Dia ada gangguin lo Mil? Kalo sampai dia gangguin lo liat aja Gue bakal bikin perhitungan sama dia nanti pas gue pulang gue patahin lehernya."
"Gak ada kok, dia gak akan berani gangguin gue, pawangnya modelan macan kalo lagi marah, bisa makan orang kapan aja!" jawab Kamila tertawa di akhir kalimatnya.
Arkan memperhatikan Kamila yang tertawa, sangat cantik. Arkan benar-benar selalu dibuat jatuh cinta pada Kamila setiap harinya.
Sementara itu gadis berkacamata yang tadi sempat bertabrakan dengan Arkan ternyata mengikuti Arkan keluar gedung. Tadinya la sangat ingin berkenalan dengan Arkan.
Kamila bingung saat Arkan terus memandangnya, "Kenapa? Muka gue acak acakan yah?" tanya Kamila sambil memegangi wajahnya.
"Cantik!"
"Apa sih gombal deh," ujar Kamila dengan pipi yang memerah.
"Enggak gombal Sayang!"
Gadis berkaca mata itu sedari tadi terkejut terus menerus karena Arkan selalu memuji seseorang yang tengah berada dipanggilan itu.
"Dia manggil sayang sama seseorang apa dia lagi telepon ceweknya ya? Kayaknya dia emang punya pacar deh!" Gadis itu
menundukan kepalanya.
__ADS_1