Badboy Yang Menyebalkan

Badboy Yang Menyebalkan
117. Menjahili Rena


__ADS_3

Rena masih gencar mendekati Arkan, bahkan jika dikatakan Rena selalu berusaha agar bersentuhan dengan Arkan. Tapi Arkan yang memang lebih peka terhadap sesuatu dia akan tau.


Apa lagi dia sudah tahu seperti apa sifat Rena itu. Jadi, dia benar-benar tidak mau membuka celah untuk Rena masuk ke dalam kehidupan mau pun hubungan antara Kamila dan dirinya.


Arkan tidak akan membiarkan siapa pun membuat hubungannya dan Kamila renggang. Dan ia pun tidak akan membiarkan Rena bisa masuk dengan


mudah.


Jika dulu saja ia menolak perjodohan dengan Rena, maka kali ini pun sama. Dia tidak mau dijodohkan dengan Rena.


Arkan tahu jika Ayah dan Bundanya pun tidak akan setuju dengan wanita seperti Rena.


Hari ini Arkan tengah makan berdua bersama Kamila di kantin, jarang sekali keduanya makan berdua di kantin karena biasanya ada Naya dan teman-temannya Arkan.


Saat Arkan tengah mengambil ayam dari piringnya hendak diletakan ke piring Kamila.


"Gue duduk di sini yah soalnya meja lain penuh, kalian kan tau gue gak punya temen di sini jadi gue gabung yah ," kata Rena kepada Arkan dan Kamila.


Rena datang dia langsung duduk di samping Arkan. Arkan menatap Rena sinis.


"Kayaknya lo gak bisa yah kalo gak gangguin gue sama Kamila, lo kan bisa gabung sama yang lain, emangnya yang lo kenal cuman Kamila doang," kata Arkan risih.


Pemuda itu pun langsung bangkit dan pindah duduk di sebelah Kamila. la tidak mau duduk bersebelahan dengan Rena.


Tanpa memedulikan kehadiran Rena Arkan mulai menyuapi Kamila sehingga Gadis itu merasa tidak enak.


"Arkan, mmm... Gak usah, gue bisa makan sendiri, lo juga kan harus makan !" kata Kamila.


"Makan Kamila!" titah Arkan yang langsung diangguki oleh Kamila, gadis itu pun langsung membuka mulutnya.


"Kalo Kamila gak mau disuapin Gue mau kok disuapin sama lo," saut Rena tak tahu malu.


Tetapi Arkan tidak memedulikan kehadiran Rena. Arkan benar-benar merasa dunia hanya milik Arkan dan Kamila, Rena tidak dianggap. Dan Rena merasa seperti makhluk tak kasat mata yang tidak terlihat di depan Arkan dan Kamila.


" Arkan lo bener-bener nggak denger ya gue ngomong apa ? Kalau si Kamila nggak mau disuapin gue juga mau disuapin," kata Rena mengulangi ucapannya.


Tetapi lagi-lagi Arkan tidak peduli ia memalingkan wajah dan tetap menatap kepada Kamila. Sementara Kamila pun menjadi sedikit serba salah.


Kamila bukanlah gadis yang jahat dan culas, melihat kondisi Rena yang seperti itu sejujurnya dalam hati Kamila merasa kasihan. la hanya berpikir Kenapa gadis secantik Rena harus merendahkan diri sendiri untuk mengejar-ngejar cinta lelaki yang tidak mencintainya.


Seharusnya dia bisa mencari lelaki lain yang menyukai dirinya. Toh, Rena itu tidak jelek-jelek amat.


Tetapi Kamila tidak mau bersikap baik kepada Rena. la tidak mau membuka celah sehingga Rena nantinya bisa mencelakai dirinya. Apa lagi Arkan sudah mengatakan Jika ia tidak boleh terlalu dekat dengan Rena.


Kamila juga sudah tahu insiden waktu dia terkunci di kamar mandi itu semua adalah ulah Rena dan Kamila merasa kesal sekali.

__ADS_1


Tetapi, ia tidak mau membalas perbuatan Rena dengan perbuatan jahat, cukup tahu saja jika Rena membencinya dan ia harus menjaga jarak dengan Rena supaya gadis itu tidak bisa mencelakainya lagi.


Yang Kamila takutkan adalah Arkan. Jika ia melihat Rena mencelakai Kamila lagi maka Arkan akan nekad melukai Rena.


Kamila tidak mau itu terjadi. Maka satu satunya cara adalah ia harus membuat Rena menjauh darinya.


"Aduh pedes banget . mana gue lupa beli minum lagi. Boleh nggak gua minta minuman lo, Mil?" kata Rena kepada Kamila.


Tetapi ketika Rena hendak meraih gelas minuman Kamila, Arkan menepis tangan Rena.


"Kalau lo mau minum beli sendiri, nggak usah minta punya orang lain apa lagi punya Kamila. Gue nggak ikhlas lo minum satu gelas berdua sama cewek gue," kata Arkan.


"Ya ampun pelit banget, gue gak punya penyakit yang nular,kok, " kata Rena.


"Sekali enggak tetep nggak!" jawab Arkan dengan kesal.


Rena pun mengentakan kakinya kemudian la berlalu untuk membeli minuman.


Pada saat itulah Kean dan teman temannya yang lain memasuki kantin dan mereka pun langsung menghampiri Arkan dan Kamila.


"Ini baksonya siapa?" tanya Kean kepada Arkan.


"Baksonya si caper," jawab Arkan sambil melirik ke ujung kantin di mana Rena sedang membeli minuman.


Kean yang memang jahil mendekati. mangkuk bakso milik Rena, kemudian dia menuang enam sendok sambal ke. mangkuk gadis itu.


memegang tangan Kamila.


"Udah biarin aja dia nggak akan bakalan mati kepedesan," kata Arkan.


"lya Mil ini cuman enam sendok doang kok. Dia ga bakalan mati, paling cuma sakit perut doang," kata Kean.


"Tenang aja!"


Kemudian ia dengan sengaja mengedipkan sebelah matanya kepada Kamila.


Tak..


Melihat hal itu Arkan tentu saja jengkel dan melemparkan sumpit ke arah Kean yang langsung menghindari dengan gesit.


"Buset Pak Bos galak amat ceweknya dikedipin langsung sumpit melayang," kata Kean.


"Udah sana, lo ganggu aja... udah gua diganggu sama tuh cewe, terus lo juga gangguin gue," kesal Arkan kepada Kean.


"Udah ih, Kean kan cuman bercanda doang nggak usah sampe marah kayak gitu," kata Kamila menengahi.

__ADS_1


"lya Bos galak nih sekarang, ceweknya cuman dikedipin doang langsung ngamuk dia," kata Kean.


"Ini cewek gue nggak boleh ada yang godain kecuali gue," kata Arkan membuat tawa Kean pun meledak seketika .


"Udah deh, gue sama anak-anak di meja sebelah ya. Kita mau nonton pertunjukan gratis," kata Kean.


Lalu ia un segera pergi dan bergabung dengan Sean, Bastian, dan Darren di meja


sebelah.


Setelah membeli minuman, Rena kembali dengan santainya, kemudian mulai memakan baksonya lagi. Arkan dan Kamila hanya bisa menunggu dengan cemas dan tiba-tiba saja ....


"Ah, baksonya pedes banget astaga ini dikasih apa apa ketumpahan sambel ya!" Jerit Rena.


Prang!


Rena benar-benar merasa kepedasan dan air minum yang dibawanya tidak bisa ia minum karena Arkan dengan sengaja menyenggolnya hingga jatuh dan tumpah ke lantai.


Melihat hal itu tawa Kean dan anak-anak yang lain meledak seketika mereka menertawakan Rena yang menjerit kepedasan.


Tidak ada yang mau menolong gadis itu sampai pada akhirnya Kamila tidak tega menyodorkan air minumnya kepada Rena yang masih tersisa setengahnya


"Itu minuman bekas gue kalau lo mau. Kalau nggak ya udah daripada lo kepedesan," kata Kamila.


Kemudian la pun beranjak pergi sambil


menggandeng Arkan meninggalkan kantin.


***


Saat pulang sekolah Kamila berjalan bersama Kean, Sean, Arkan, Daren ,Bastian, dan juga Naya. Semenjak Arkan menjadi pacar Kamila, ia memang jarang sekali bolos begitu pun dengan teman-temannya yang lain. Mereka jadi sedikit lebih rajin


belajar dan lebih betah tinggal di kelas.


Pada dasarnya mereka memang anak-anak yang pintar. Tetapi kebandelan mereka itu tidak ada yang bisa mengalahkan.


"'Kalian ini iseng banget sih, tadi si Rena kasihan deh dia sampai kepedesan kayak gitu terus udah gitu pas di kelas dia sampai bolak-balik tiga kali ke kamar mandi," kata Kamila.


"Ya biarin aja Mil gue kesel banget sama dia hobi gangguin orang, terus udah gitu anaknya licik banget," kata Sean.


"Lagian lo tadi baik bener malah dikasih air minum padahal udah bener tuh si Arkan numpahin air minum dia. Lo dateng-dateng malah kasih bantuan. Padahal kalau nggak dikasih bantuan kan kita seneng liat dia kepedesan," kata Kean.


"Ntar anak orang kenapa-napa kalian tanggung jawab ya," kata Kamila khawatir.


"Lo terlalu baik Mil," kata Daren.

__ADS_1


"Oiya, Lo sih nggak ada di sana tadi, Nay. Coba kalau lu ngelihat. Gue jamin lo juga bakalan ketawa bareng-bareng. Duh ekspresinya si Rena itu udah bener-bener menyedihkan banget. Mukanya udah merah dia sampai garuk-garuk kepala kayak anak monyet terus udah gitu dia syok banget waktu tangannya si Arkan numpahin minuman dia padahal itu minuman baru dia beli," kata Bastian sambil tertawa.


__ADS_2