Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Baju Kotor


__ADS_3

Siang itu Azzalia pergi berbelanja ke mall bersama Dian dan baby Zoya. Azzalia menemani Dian belanja kebutuhan mingguan, dan Azzalia belanja untuk keperluan camping besok. Sebelum mencari bahan makanan, Azzalia meminta Dian menemaninya mencari jilbab dan baju untuk camping besok. Saat sudah mendapatkan beberapa potong baju untuknya, Azzalia melihat ada diskonan kaos laki-laki, yang cocok untuk Diego, Azzaliapun mengambilnya, kemudian tertarik juga dengan baju baby yang lucu untuk Zoya, dan akhirnya memilih baju kembaran untuknya dengan Dian.


"Ya ampun dek, katanya cuma mau beli baju buat camping, kenapa jadi beli baju untuk semua orang?" tanya Dian tak enak hati saat Azzalia melakukan transaksi dikasir.


"Mumpung aja kak. Jarang-jarang Azza jalan-jalan ke Mall." kata Azzalia.


"Iya juga sih." kata Dian.


Setelah di bagian fashion, Mereka berjalan-jalan mengitari Hypermart mencari bahan-bahan makanan untuk stok di rumah. Azzalia menggendong Zoya sambil memilah milih camilan yang akan dibawanya camping.


"Kak, Azza laper banget nih. Makan dulu yuk." ajak Azzalia saat jam menunjukkan pukul tiga sore, dan troli yang dia bawa sudah penuh dengan belanjaan Dian dan belanjaannya.


"Oh. ya dek. kakak juga udah laper nih. Zoya kayaknya juga udah capek." kata Dian.


"Ya udah, kita ke kasir dulu ya, kita bayar dulu." kata Dian.


"Okey."


Azzaliapun menggendong Zoya sambil menunggu Dian di ruang tunggu hingga Dian selesai melakukan transaksi di kasir. Setelah selesai, Azzalia dan Dian menitipkan barang bawaan mereka di tempat penitipan barang, barulah mereka menuju lantai atas menuju Food Court.


"Kak, kak Dian tunggu di sini aja ya. Biar Azza yang nyari menu. Kak Dian mau apa?" tanya Azzalia.


"Terserah kamu aja deh dek, yang penting bisa bikin perut kenyang." kata Dian sambil siap memberi ASI Zoya.


"Okey kak."


Azzalia melangkah gontai menuju beberapa kedai makanan di sana, lalu saat tiba di kedai Ramen. Dia memesan dua menu ramen rasa pedas, lalu memesan beberapa camilan dan minuman di dekat kedai itu.


"Sudah siap kak." kata sang penjual. Azzalia langsung menerima nampan berisi dua mangkuk ramen pedas untuk dirinya dan Dian, namun saat berbalik badan akan berjalan menuju tempat duduknya, tak sengaja dia menabrak seseorang hingga ramennya tumpah mengenai baju orang yang ditabrak nya.


Brush


"Aw...panas...!!" pekik seseorang yang ditabrak nya.


"Astaga, aduh, maaf maaf. Gue ga sengaja. maaf." kata Azzalia setelah meletakkan nampan yang masih ada ditangannya. Lalu berusaha membantu membersihkan baju orang yang ditabraknya.


Namun, saat Azzalia mencoba membantu membersihkan baju itu, orang yang ternyata seorang laki-laki itu tampak menolaknya.


"Ga usah!" tolak laki-laki itu sambil menampik tangan Azzalia, namun kemudian mereka tak sengaja saling tatap.


"Eh...kak..."

__ADS_1


"Elo?"


"Kak Seem. Haduh, maaf kak, maaf. Sini biar Azza bantu bersihin kak." kata Azzalia mencoba membersihkan.


"Ga usah. Minggir!" kata Seem melangkah pergi sambil berusaha membersihkan kaosnya yang kotor.


Azzalia tak tinggal diam, dia langsung berlari menuju tempatnya duduk bersama Dian.


"Kak, baju buat kak Diego tadi, yang mana ya?" tanya Azzalia dengan muka panik.


"Ehm, yang ini dek, kenapa emangnya?" tanya Dian sambil memberikan paperbag berisi kaos yang dipilih Azzalia tadi.


"Gapapa kak, nanti Azza ceritain." kata Azzalia sambil menerima paperbag itu dari Dian.


Azzalia kembali berlari ke tempat saat dia menabrak Seem tadi, lalu menyapu pandangan, dan benar saja, tampak cowok yang dia kenal akan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kak Seem!" teriak Azzalia sambil berlari menyusul Seem. Seketika Seem dan temannya yang ternyata Opik menoleh ke sumber suara.


"Ngapain lagi tu cewek?" gumam Seem dengan enggan.


"Itu, Azzalia kan?" tanya Opik saat melihat gadis itu semakin mendekati mereka.


"Hem." jawab Seem.


"Ga usah!" jawab Seem ketus.


"Azzalia?" panggil Opik.


"Eh, kak Opik? Kak Opik juga ada di sini?"" tanya Azzalia.


"Iya, nemenin Seem." kata Opik.


"Oh, gitu? Oh ya, kak Seem, ini tolong diterima. Itu kan ketumpahan kuah panas dan pedes, nanti kena kulit jadi panas kak." kata Azzalia sambil menyodorkan lagi paperbag itu.


"Seem, diterima dong!" kata Opik yang melihat Seem tidak bergeming, bahkan dia memalingkan wajahnya dari Azzalia.


"Ya udah sini aja Za, biar kakak yang gantiin baju buat Seem?" kata Opik yang seketika membuat Seem melotot, mendengan Opik akan menggantikan bajunya.


"Enak aja lo. Gue bisa ganti baju sendiri." kata Seem sambil menerima paperbag dari tangan Azzalia, lalu berlalu pergi menuju toilet.


Azzalia hanya tersenyum melihat tingkah Seem yang menyebalkan.

__ADS_1


"Maafin sikap Seem ya Za, dia emang suka gitu kalau sama cewek. Suka jual mahal, tapi jadinya ga laku-laku, hahaha." kata Opik asal.


"Hahaha, iya kak. Gapapa." jawab Azzalia sambil ikutan tertawa.


"Oh ya, Azza sendirian aja?" tanya Opik.


"Engga kak, saya bareng kakak ipar saya. Itu duduk di sana." kata Azzalia sambil menunjuk seorang wanita yang sedang menggendong bayi.


"Oh, ya udah kalau ada temennya." kata Opik.


"Ehm, ya udah kak, saya permisi dulu ya, belum jadi pesen makanan soalnya, itu kakak saya keburu laper." kata Azzalia terasa sungkan berdiri berdua saja dengan Opik yang fashion nya seperti ustadz.


"Oh, ya Za. Silakan." kata Opik mempersilakan Azzalia.


Saat Azzalia berbalik badan dan meninggalkan Opik, Opik tak lepas menatap punggung Azzalia. Hingga tiba-tiba Seem sudah tiba di belakang Opik.


"Ehem." deheman Seem berhasil membuat Opik terkejut.


"Eh, Seem. Udah ganti bajunya?" tanya Opik.


"Udah." jawab Seem.


"Ya udah, kita pulang sekarang." ajak Opik berusaha untuk bersikap biasa, meski hatinya masih sangat ingin dekat dengan gadis bernama Azzalia.


"Ya udah yuk." ajak Seem.


Seem dan Opik melangkah pergi meninggalkan Food court. Lalu menuju tempat dimana Seem akan mencetak beberapa fotonya untuk LPJan.


Sedangkan Azzalia sudah membawakan makanan untuk Dian dan juga dirinya beserta minumannya.


"Maaf kak, tadi ada incident kecil." kata Azzalia sambil memberikan makanan kepada Dian.


"Gapapa dek. Mbak tau kok." jawab Dian.


"Nanti kaosnya mas Diego Azza ganti deh." kata Azzalia lagi.


"Ga usah dek. Santai aja lagi, lagian Diego juga ga tau." kata Dian.


"Halah, kata kak Dian gapapa. Tapi dia nanti pasti ngomel-ngomel karna ga dibeliin sendiri." kata Azzalia yang sudah hafal dengan tabiat kakaknya.


"Hahaha, sepertinya memang kamu lebih tau tentang masmu deh Za." kata Dian.

__ADS_1


Azzalia dan Dianpun makan bersama, dengan sesekali Azzalia menyuapi baby Zoya.


__ADS_2