
Pagi itu Seem langsung masuk kelasnya, karena hari ini dia ada persentasi, dan kebetulan kelompok Seem lah yang maju. Untung saja tugas kelompok Seem sudah dikerjakan beberapa hari lalu, sehingga tidak menjadi masalah bagi Seem yang kemarin baru saja menikah, dan tadi malam sudah bersama sang istri, sehingga dia belum sempat mempelajarinya. Namun bagi Seem, pelajaran ini mudah sehingga tidak memberatkan Seem meski belum belajar.
Sedangkan Azzalia yang belum ada jadwal kelas, langsung menuju kopma untuk sarapan, mengisi perutnya yang sudah meronta-ronta minta diisi.
"Bang, nasi soto satu ya, sama gorengan nya lima ribu." kata Azzalia sambil mencari tempat duduk yang nyaman baginya. Karena pagi ini banyak yang ada kelas, sehingga kopma tampak lengang.
"Nih tuan putri." kata Aldi sambil menghidangkan pesanan Azzalia.
"Thank's bang." jawab Azzalia.
"Tumben lo sendirian? Mana yang lain?" tanya Aldi.
"Pada ada kelas bang." jawab Azzalia sambil mengaduk soto nya agar cepat dingin.
"Tumben juga lo pagi-pagi udah ke sini?" tanya Aldi lagi sambil menyiapkan beberapa dagangannya.
"Iya nih, laper. Tadi belum sempat sarapan, abisnya keburu ditinggal sama Se..." kata Azzalia terhenti karena dia teringat bahwa pernikahan nya dengan Seem belum dipublikasikan.
"Ditinggal Se ... Se siapa Za?" tanya Aldi kepo.
"Se...seseorang lah." jawab Azzalia mencoba mengalihkan kata.
"Hayo, siapa?" goda Aldi.
"Kepo!" sentil Azzalia.
"Hahaha, ya wajarlah kepo, elo kan masih jomblo." jawab Aldi.
Seketika Azzalia menghentikan makannya,
'Jomblo? Hehe, belum tau aja dia, bahkan gue udah jadi istri orang kali.' batin Azzalia sambil senyum-senyum sendiri.
"Ngapa lo senyum-senyum sendiri? Kesambet lo?" tanya Aldi sambil mengelap meja pengunjung.
"Ye, ya engga lah. Gini-gini setan aja takut sama gue." kata Azzalia.
"Hahaha, ada-ada aja lo Za." tawa Aldi memecah kesunyian.
"Eh bang, lo ngapa masih di kampus? Bukannya elo udah wisuda? Udah lulus kan? Emang elo ga kerja dimana gitu?" tanya Azzalia.
"Emang kenapa? Lo udah bosen liat gue, ha? Gue disini juga cuma pagi, karena gue harus ngejualin menu sarapan yang jadi bisnis gue ini, abis itu jam sembilan gue berangkat kerja." jawab Aldi.
"Oya? Emang lo kerja di mana bang?" tanya Azzalia.
__ADS_1
"Ada deh. Yang jelas halal." jawab Aldi.
"Ye, ditanya serius juga." omel Azzalia dengan cemberut.
"Gue juga jawabnya serius kali." jawab Aldi.
Azzalia dan Aldi pun saling saut menyaut dalam percakapan, hingga tiba seorang teman Azzalia yang menghampirinya dan duduk di dekat Azzalia.
"Azzalia?." sapa Aziz yang baru datang dengan mobilnya.
"Eh Ziz? Di sini lo? Ga ada jam kuliah?" tanya Azzalia sambil mengunyah mendoan.
"Dimakan dulu tu makanan, baru ngomong, entar keselek tau rasa." kata Aziz mengingatkan.
Seketika Azzalia meneguk air mineral dari botol minumnya, lalu dia mulai berbicara.
"Hehe, sorry." kata Azzalia setelah mengelak mulutnya dengan tisyu.
"Kok kamu udah masuk sih? Emang kalian ga dikasih cuti gitu?" tanya Aziz.
"Emang kenapa kalau masuk? Ga boleh?" tanya Azzalia.
"Ya, kan kalian abis...(kata Aziz sambil menakutkan kedua jari telunjuk kanan dan kirinya), emang ga honey moon dulu gitu?" tanya Aziz.
"Ya sama pacar halalmu lah, masa' sama aku, ya entar aku bisa di blacklist dari teman Seem dong." jawab Aziz.
"Hehe, dia lagi persentasi, jadi dia ngajak masuk, ya udah gue ikutan masuk. Daripada di rumah sendirian?" jawab Azzalia.
"Oh, jadi gitu? Keren ya Seem, meski jiwanya masih pingin berbulan madu sama istri, tapi raga nya masih tak rela jika harus meninggalkan tugas kuliah." komentar Aziz.
"Oya, Kamu, sendirian aja?" lanjut Aziz.
"Iya, kenapa?" tanya Azzalia.
"Temen-temenmu juga ga ada?" tanya Aziz.
"Kenapa? Udah kangen sama salah satu dari mawar merah? Ha?" tanya Azzalia.
"Engga, cuma heran aja, seorang Azzalia sendirian. Karena dia itu biasanya ga bisa kalau sendirian, yang ada bisa ngantuk dia." kata Aziz.
"Kirain nanyain salah satu dari mawar merah." gumam Azzalia yang terdengar juga oleh Aziz.
"Engga lah." jawab Aziz singkat, sambil menoleh ke arah ruang ATK
__ADS_1
"Eh, bentar ya, itu toko ATK udah buka. Aku mau ngeprint tugas dulu." kata Aziz.
"Iya." jawab Azzalia
Saat Azzalia kembali menekuri sarapannya tiba-tiba Al datang.
"Hey Za. Lo disini?" sapa Al.
"Iya, lo tumben ke kopma, biasanya juga ke kantin." kata Azzalia.
"Tadi kebetulan lewat, liat elo di sini, ya udah gue nyusul elo ke sini. Boleh kan?" tanya Al.
"Hem..." Azzalia tak menjawab.
"Gue duduk sini ya." kata Al sambil duduk di depan Azzalia, masih dalam satu meja dengan Azzalia.
"Eh, kenapa lo duduk situ? Kursi yang lain kan masih banyak " protes Azzalia yang diketahui juga oleh Aziz.
"Ya gapapa, kalau gue duduk di lain meja, apa gunanya gue ke sini? Niat gue kan emang nyari temen." jawab Al.
Azzalia tak menolak, hingga pesanan Al tiba, Al makan dihadapan Azzalia, sambil mengobrol.
Hingga beberapa saat berlalu, Aziz sudah menyelesaikan keperluannya di ruang ATK kopma, dia berpamitan kepada Azzalia.
Namun, sebelum Aziz pergi, Aziz mengirim pesan Azzalia, dan dibaca juga oleh Azzalia.
📩Aziz
Za, inget ya, kamu sudah jadi istri orang, jangan suka deket sama laki-laki lain, jagalah perasaan suamimu, meski dia tak bersamamu.
Azzalia setelah membaca pesan itu hanya melihat kepergian Aziz dengan anggukan, meski dia merasa risih juga duduk satu meja dengan Al.
"Za, entar ke kelasnya bareng ya." kata Al.
"Ehm, Al, emang...lo belum buka hati lo buat Azkya ya?" tanya Azzalia.
"Kenapa?" tanya Al sambil menghentikan maknanya.
Tiba-tiba seorang pria berwajah dingin sudah berdiri di dekat Azzalia yang masih terduduk. Azzalia tak mengetahuinya, tetapi Seem mengetahuinya.
"Ya...kan Azkya suka sama elo, masak' ga lo tanggepin sih?" tanya Azzalia dengan suara seraknya.
"Oh.. " jawab Seem.
__ADS_1