Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Sebuah Jawaban


__ADS_3

Saat lagu dilantunkan, sebuah nama terucap di lagu itu, Azzalia terperanjat, itu lagu khusus untuknya. Seketika Azzalia menoleh ke arah Azkya yang tadinya dia sangat happy, mendadak berubah muram. Azzalia terus menatap Azkya, dia tau betul bagaimana perasaan Azkya saat itu. Karena Azzalia juga pernah merasakan patah hati, meski belum pernah berpacaran. Sakit. Pasti.


"Okey Gaes, lagu ini gue persembahkan untuk seseorang yang telah berhasil mengisi hati gue, dia hadir memberikan warna pada hidup gue. Gue berharap, dia bisa selalu ada menemani hari-hari gue sampai akhir hayat gue." kata Al berbicara di microfon.


Azzalia melihat Azkya telah berdiri dengan wajah tak menentu,


"Az..." panggil Azzalia.


Azkya menoleh ke arah Azzalia lalu pergi.


"Azkya tunggu!" panggil Azzalia sambil berlari mengejar Azkya.


Al yang berdiri diatas panggung, terbengong saat melihat Azzalia berlari keluar mengejar Azkya. Lalu, Al menghentikan kata-katanya.


"Sorry gaes. Semoga kalian suka dengan lagu ini. Thank you." tutup kalimat yang disampaikan Al sebelum dia turun dari panggung dan berlari mengikuti Azzalia dan Azkya.


Sesampainya di pinggir jalan, Azzalia berhasil meraih tangan Azkya, dan mengentikan lari sahabatnya.


"Az, please tunggu!" kata Azzalia sambil menarik lengan Azkya.


"Apa lagi? Lo udah puas kan? Udah jelas kan? Elo sengaja ya, ngajak gue ke sini, buat lihat lagu romantis buat elo itu ha? Iya kan?" cecar Azkya dengan penuh emosi dan air mata yang tak terhenti. Di belakang Azzalia telah berdiri Al dengan terbengong melihat keributan antara Azkya dan Azzalia yang sebenarnya mereka adalah sahabat.


"Gue bener-bener ga tau Az kalau Al bakal nyanyiin lagu itu, dia cuma bilang, kalau dia mau rilis lagu barunya, dan geu tau kalau elo suka dan ngefans berat sama Al, makannya gue ajak elo ke sini." kata Azzalia memberi penjelasan.


Azkya tersenyum kecut.


"Tapi elo seneng kan, dapet lagu itu?" kata Azkya.


Azzalia menggeleng.


"Sama sekali engga. Lo tau kan, gue sama Al tu cuma sahabatan, ga lebih. Gue ga ada hubungan apapun sama dia Az. Jadi please, elo percaya sama gue." kata Azzalia.


Azkya yang menyadari ada orang di belakang Azzalia, dia menoleh ke arah orang itu. Disana telah berdiri Al dan tiga sahabatnya, Rere, Nadia dan Syaqila. Mereka ternyata mengikuti Azkya dan Azzalia.


"Terus, kalau bukan sama Al, sama siapa elo suka Za?" tanya Azkya.


"Gue belum ada pandangan siapapun untuk gue pilih jadi pasangan hidup gue Az. Yang jelas bukan Al. Gue cuma sahabatan sama Al, ga lebih." jelas Azzalia.


"Jadi... elo ga suka dengan lagu gue tadi?" tanya Al dari belakang.


Azzalia menoleh saat mendengar suara laki-laki dari belakangnya.


"Al?"


"Gue kira, elo cuma bercanda waktu elo bilang, elo ga mau nerima cinta gue waktu itu, ternyata memang itu jawaban serius ya?" tanya Al.


"Al...gue kan udah pernah bilang, kalau gue..."kata Azzalia terputus.


"Kalau elo ga pernah bisa nerima perasaan gue?" tanya Al.


"Okey Za, makasih atas jawaban elo. Lagu ini memang gue persembahkan buat elo, tapi kalau elo ga suka, gapapa. Gue hargai pendapat elo. Yah, mungkin memang kita ga berjodoh." jawab Al.


Semua terdiam sejenak. Syaqila dan Nadia berjalan menghampiri Azkya dan memeluknya.


"Azkya, terimakasih kamu sudah mau jujur, terimakasih kamu sudah menjadikan aku bagian yang hidup di hatimu. Aku akan belajar untuk menerima itu, semoga, suatu saat nanti, hati gue terbuka untuk mu." kata Al, lalu berbalik badan dan melangkah pergi.


"Al..." panggil Azkya.

__ADS_1


Al menoleh.


"Maaf. Aku merusak acaramu." kata Azkya sambil menunduk.


"Ga masalah, jaga hatimu untukku, do'akan aku agar aku bisa membalas perasaanmu. Agar tidak ada sakit diantara kita." jawab Al sambil tersenyum manis.


Mawar Merah saling berpelukan, namun tidak dengan Azzalia yang masih mematung di tempat.


"Za, sini." ajak Renata.


Perlahan Azzalia mendekati keempat sahabatnya.


"Gue minta maaf ya Az." kat Azzalia.


"Kamu ga salah Za." jawab Azkya.


Mereka berlimapun berpelukan, lalu kembali ke rumah masing-masing.


Saat diperjalanan, Azzalia menyadari ban mobilnya kempes, sehingga jalannya oleng.


"Duh, kenapa ni mobil?" gerutu Azzalia.


Azzaliapun turun dari mobil, dan dilihatnya ban mobil belakangnya bocor.


"Yah, kenapa bodo malam-malam gini sih? Mana sepi lagi." keluh Azzalia.


Azzalia mencoba mencari bantuan dengan mengeluarkan ponselnya dan bermaksud untuk menelpon langganan bengkelnya.


"Kenapa mobilnya?" tanya seseorang yang sudah berdiri di belakang Azzalia.


Azzaliapun berbalik badan dan melihat orang yang bertanya.


"Elo? Lo ngapain malam-malam begini masih keluyuran?" omel Seem.


"Eh, jaga tu mulut, gue ga keluyuran, tadi gue ada janji ada acara sama temen-temen mawar merah." jawab Azzalia.


"Sampe semalem ini?" tanya Seem.


"Iya. karena emang gue berangkatnya udah malem." jawab Azzalia.


"Tu mobil kenapa?" tanya Seem.


"Bocor." jawab Azzalia.


"Ada ban pandangan ga?" tanya Seem.


"Ada." jawab Azzalia.


"Alatnya?"


"Ada." jawab Azzalia lagi.


Kemudian Azzalia mengambilkan alat bengkel di bagasi mobilnya, dan diserahkan pada Seem. Dengan cekatan Seem mengganti ban mobil Azzalia, dengan sedikit bantuan dari Azzalia. Hingga setengah jam berlalu, dan jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Lo bisa pake ini buat cuci tangan." kata Azzalia menyerahkan botol air mineral yang di sediakan di dalam mobilnya.


"Okey, thank's." jawab Seem.

__ADS_1


Setelah mencuci tangan, Seem mengembalikan semua peralatan ke dalam mobil.


"Lain kali, kalau pulang malam tu bawa temen." kata Seem.


"Iya." jawab Azzalia.


"Bahaya cewek malem-malem di luar rumah."


"Iya, gue ngerti."


"Gue anter pulang." kata Seem.


"Ha? Ga usah." tolak Azzalia.


"Gue anterin. Gue ga bisa ngebiarin cewek pulang sendiri tengah malem begini." kata Seem.


"Lo khawatir sama gue?" tanya Azzalia.


"Kalo iya kenapa?" jawab Seem menatap lekat wajah Azzalia dan manik mereka bertemu, membuat Azzalia grogi dibuatnya.


"Ehm...oh... ya. Makasih udah khawatir." kata Azzalia gugup. Lalu Azzalia berjalan menuju pintu kemudi dan masuk ke dalamnya.


Tampak oleh Azzalia dari dalam mobilnya, melihat senyum Manis Seem yang berjalan menuju motornya. Tampak Seem memberi isyarat Azzalia untuk segera melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah, Azzalia turun dari mobilnya sebelum membuka gerbang, karena kedua kakaknya masih di rumah sakit. Azzalia berjalan menuju Seem hang masih duduk diatas motornya.


"Kenapa ga langsung masuk?" tanya Seem.


"Ehm...gue.. mau bilang...makasih." jawab Azzalia gugup.


"Sama-sama." jawab Seem dengan mode cool.


"Elo... ga usah mampir ya." kata Azzalia.


"Ya engga lah. Jam berapa ini?" omel Seem sambil menunjuk arlojinya.


"Hehehe, ya sorry." jawab Azzalia.


"Emang elo berharap gitu, gue mampir dan nemenin elo tidur gitu?" goda Seem


"Eh, enak aja. Ya engga lah. Enak aja, gini-gini gue anak baik-baik tau." omel Azzalia.


Seem tersenyum geli.


"Kenapa lo senyum-senyum?" tanya Azzalia.


"Engga. Ya udah. Udah malem, ga enak dilihat tetangga. Selamat istirahat." kata Seem yang sudah mulai menjalankan motornya.


"Seem." panggil Azzalia.


Seem menoleh.


"Hati-hati ya." kata Azzalia penuh senyuman.


"Iya." jawab Seem sambil tersenyum.


Azzalia melangkah menuju rumah Diego dan membuka gerbang, lalu memasukkan mobilnya. Kemudian Azzalia masuk kamarnya dan menidurkan dirinya diatas kasur.

__ADS_1


Seketika Azzalia terbayang oleh sosok Seem, dia tidak menyangka, sudah berapa kali dia merasa kesulitan, tetapi selalu Seem yang jadi penolongnya.


"Apa ini yang namanya Jodoh?" batin Azzalia.


__ADS_2