
"Alhamdulillah, akhirnya kalian sampai di sini juga." kata Mutiara yang sudah membukakan pintu utama untuk pasangan pengantin yang terbilang baru, yaitu Seem dan Azzalia.
"Iya tante." jawab Azzalia.
"Ayo masuk, duduk dulu ya, tante buatkan minum." kata Mutiara melangkah ke dapur sedangkan Azzalia dan Seem duduk bersebelahan dalam satu sofa.
"Ini rumah mereka?" tanya Seem.
"Iya. Dulunya, ini rumahnya orang tua tante Tiara, terus di renovasi jadi rumah bertingkat seperti ini." kata Azzalia.
"Ini?" tanya Seem memegang sebuah foto keluarga.
"Itu foto keluarganya tante Tiara." jawab Azzalia.
"Kalau itu, foto pernikahan mereka." lanjut Azzalia menunjuk sebuah foto pernikahan. saat Seem dan Azzalia asyik melihat-lihat foto dan beberapa piala yang tertata rapi di etalase, tiba-tiba Mutiara sudah kembali dari dapur sambil membawakan tiga gelas air teh hangat, dua es sirup dan dua toples berisi camilan.
"Itu foto kami waktu kami wisuda." kata Azzalia saat Seem dan Azzalia melihat sebuah foto wisudanya bersama Dzen yang juga mengenakan pakaian kebesaran.
"Tante sama om seangkatan ya kuliahnya?" tanya Azzalia.
"Tidak Za. Bahkan kami tidak satu kampus." jawab Mutiara.
"Kok bisa wisuda bareng?" tanya Azzalia. Lalu Azzalia dan Seem berjalan ke sofa dan duduk di sana bersama Mutiara.
"Ceritanya panjang. Kisah cinta kami itu, aneh, dan unik." kata Mutiara sambil mengingat masa lalunya, saat berjumpa dengan Dzen untuk pertama kalinya.
"Nanti aja ceritanya ya, kalau om kamu sudah datang, pasti lebih seru. Sekarang kalian minum dulu aja deh ini. Mau yang panas apa yang dingin?" tanya Mutiara.
"Apa aja mau tante." jawab Azzalia tanpa malu-malu.
"Oya tante, om Dzen ke mana?" tanya Azzalia.
"Ya itu dia, tante tadi baru saja melepas om kamu berangkat ke rumah sakit bersama Aziz. Tadi itu, om Dzen nungguin kalian, tapi sampai jam delapan, kalian belum kelihatan batang hidungnya, ya sudah om Dzen dan Aziz langsung berangkat deh, eh ga taunya tak berapa lama, kalian datang." kata Mutiara.
"Oh... hehe, maaf ya tante, soalnya tadi kita mampir dulu." kata Azzalia.
"Nomermu juga ga aktif ya Za?" tanya Mutiara.
"Oiya tante, batreynya habis, dan kata mas Seem, lebih baik nanti di chas di rumah tante aja. Jadi ya sudah, Ponsel Azza off." jawab Azzalia.
"Pantesan, soalnya tadi Aziz menghubungi mu, tapi ga aktif." kata Mutiara.
"Maaf tante."
__ADS_1
"Mampir ke mana tadi?" tanya Mutiara kepo.
"Ini tante, cuma mampir sarapan aja, Azza udah keburu laper katanya." jawab Seem.
"Eh, kok jadi aku sih mas yang jadi alasannya, kan tadi yang ngeluh laper mas Seem, kenapa jadi Azza sih yang dibilang laper." protes Azzalia sambil menunjuk lengan suaminya dengan bantal sofa yang dipegangnya.
"Aw, sakit 'yang." keluh Seem mencoba menghalangi serangan dari Azzalia.
"Ya abisnya kamu nih, kenapa harus aku yang dijadiin alesan?" protes Azzalia.
"Hahaha, kalian itu lucu sekali ya? Ya ampun, asli tante jadi kangen sama masa pengantin baru tante sama om kalian itu." kata Mutiara terhibur.
"Ish, apaan sih tante." kata Azzalia bersemu merah, karena di tertawakan Azzalia.
"Ya wajar dong Za, kalau Seem laper. Selama perjalanan ke Solo, yang nyupir siapa?" tanya Mutiara.
"Mas Seem." jawab Azzalia sambil memasukkan camilan ke dalam mulutnya.
"Nah, kan. Ya wajar dong sayang, kalau Seem lapar. Kan dia ga bisa ngemil kaya kamu." bela Mutiara.
"Ya ya ya, sekarang kamu dapet pembelaan mas." kata Azzalia, dan Seem hanya tersenyum tipis saja menanggapinya.
"Padahal tante tadi tu udah masak banyak buat menyambut kalian lho, ternyata kalian sudah sarapan?" tanya Mutiara.
"Hehe, iya tante." jawab Azzalia.
"Engga ada tante, sengaja mau ke sini aja, karena nyari yang gratis, hehehe." jawab Azzalia, yang kemudian mendapat bonus cubitan dari Seem.
"Aw, mas, Sakit! apaan sih, genit banget!" keluh Azzalia.
"Hahaha, kalian ini, mesra sekali sih? Okeylah, di sini kalian gratis, jadi Ayo, ikut Tante." ajak Mutiata sambil melangkah menuju lantai dua.
Sesampainya di sebuah kamar, Mutiara mempersilakan tamunya masuk ke dalam kamar tamu yang sudah Mutiara siapkan untuk keduanya.
"Silakan. Maaf ya, tempatnya seadanya, sederhana, ya maklum, rumah kampung " kata Mutiara.
"Eh, engga kok tante, ini sudah lebih dari cukup, sudah seperti hotel bintang lima." jawab Seem.
"Ya ampun Seem, kamu ni ya, keliatan cool, dingin banget kaya om nya Azzalia yang di Semarang, tapi ternyata, kamu lebih hangat ya Seem, bisa aja bercanda. eh, tapi apa nyindir?" kata Mutiara yang justru membuat gelak tawa diantara mereka.
"Engga tante, asli, ini udah kaya hotel bintang lima." jawab Azzalia mendukung suaminya.
"Baiklah. Kalau butuh apa-apa, jangan sungkan untuk meminta bantuan kami ya." kata Mutiara.
__ADS_1
"Baik tante." jawab Azzaliaa dan Seem bersama.
💕💕💕
Malam harinya, Dzen sudah bersiap makan malam di ruang tamu rumahnya, bersama Mutiara yang juga sudah beres dengan semua menu yang akan di santap untuk malam ini.
"Hai Seem." sapa Dzen dengan senang hati saat melihat Seem dan Azzalia turun dari lantai dua secara bergandengan tangan.
"Ya om." jawab Seem sesampainya di bawah, lalu mencium punggung tangan Seem.
"Bagaimana kabarmu? Sehat?" tanya Dzen.
"Alhamdulillah om." jawab Seem.
"Ayo makan dulu." ajak Dzen.
Mereka sudah bersama di malam itu, Dzen dan Mutiara duduk bersandingan, sedangkan Mutiara Azzalia dan Seem duduk di seberang Mutiara dan Dzen.
Mutiara mengambilkan makanan ke piring Dzen, begitupun dengan Azzalia yang mengikuti aoa yang dilakukan Mutiara.
"Ma, suapin dong. " pinta Dzen kepada Mutiara.
"Ih, apaan sih pa, makan sendiri dong, malu ah sama mereka." tolak Mutiara.
"Gapapa, kita justru ajarin mereka, bagaimana cara romantis untuk pasutri baru." kata Dzen masih tak mau kalah, dia masih meminta suap pada istrinya.
"Hem. baiklah, ini sayangku." kata Mutiara sambil memasukkan makanan ke dalam mulut Dzen dengan hati-hati.
Azzalia dan Seem melihat adegan romantis itu membuat keduanya jadi baper.
"Ini, sekarang giliranmu sayang." kata Dzen menyuapi Mutiara.
"Ayo, sekarang giliran kalian. Jangan malu-malu, daripada kalian malu-maluin?" kata Dzen memberi kesempatan kepada Seem dan Azzalia untuk mempraktekkannya.
"Eh, ehm, ya om." jawab Azzalia sambil menyendokkna makanan, lalu di arahkan ke mulut Seem, namun kemudian dengan cepat, Azzalia membelokkan nya, lalu Azzalia memakannya, membuat Seem geram.
"Lhoh kok belok sih? Dasar ya kamu PHP." protes Seem.
"Hahaha." tawa Azzalja pecah bersama Dzen dan Mutiara, lalu Seem akhirnya ikut tertawa juga.
Setelah berhasil mengerjain Seem, Azzalia pun menyuapi suaminya dengan sungguh-sungguh, pun begitu dengan sepasang pengantin lama yang juga masih romantis.
"Ingat, om akan mentrayning kalian di sini, agar hubungan kalian selalu romantis dan harmonis." kata Dzen kepada Azzalia dan Seem.
__ADS_1
"Baik om." jawab Seem.
"Okey, siap om." jawab Azzalia.