Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Sahabat


__ADS_3

Sepulang dari pernikahan Azzalia dan Seem, Opik pulang bersama keluarganya dengan mengendarai mobil yang di sopiri Key. Sepanjang jalan, Opik terbayang oleh wajah cantik Azzalia, gadis yang menolong adiknya dan gadis yang berhasil mencuri hatinya.


Bayangan saat Dirinya bertanya kepada Azzalia terkait artikel nikah muda, membuatnya teringat kembali akan jawaban Azzalia.


"Engga. Belum siap. Dan yang jelas, Azza ingin meniti karir Azza dulu kak. Azza masih pingin menyelesaikan kuliah, kerja, dan banyak hal positif lainnya yang ingin Azza lakukan, sebelum Azza menjadi istri orang." suara Azzalia kala itu mengusik hatinya. Dan terang-terangan Azzalia memberikan jawaban bahwa Azzalia menolak dirinya, karena dia dianggap Azzalia sebagai kakak, tidak lebih.


Opik mengambil secarik kertas di meja belajarnya, sebuah surat dari Azzalia atas penolakannya. Perlahan Opik melipatnya kembali, dan tak terasa ada air bening di pelupuk matanya.


"Aku ga bisa salahin dia, dan aku juga ga bisa salahin Seem. Karena semua ini adalah ketetapan Allah." batin Opik.


"Seem, kamu benar-benar beruntung." kata Opik sambil menatap foto Opik dan Seem di sebuah bingkai. Opik sudah menganggap Seem sebagai adiknya sendiri, banyak hal yang dipelajari Seem dari Opik, terutama tentang keislaman Seem.


"Yaa Allah, beri aku keikhlasan yaa Allah. Beri aku kekuatan yaa Allah. Aku..." kata Opik tergugu dalam tangisan nya dengan bersujud di lantai.


"Aku pasrah yaa Allah, siapapun nanti jodohku, aku pasrah." kata Opik lagi dengan lirih.


💕💕💕


"Seem!" panggil Opik saat melihat Seem tampak turun dari motornya.


"Opik?" gumam Seem. Tampak Opik melangkah ke arahnya.


"Kamu tadi kemana aja sih bro? Aku cariin juga." tanya Opik dengan membawa sebuah kamera.


"Ehm...gue..." Seem tampak bingung menjawabnya, karena Seem tau, bahwa Opik juga mencintai Azzalia.


"Abis nganterin Azza ke rumah sakit ya? Terus dampingi dia sampe semalam ini?" tanya Opik sambil menepuk pundak Seem.


"Ha? Ehm... kamu...?" Seem bingung akan menjawab apa, karena Opik mengetahui semuanya, dan Seem tidak tau darimana Opik tau.


"Kita duduk di sana dulu yuk, aku pingin ngobrol dulu." ajak Opik sambil menunjuk gazebo yang ada di area rumah makan ibunya.


"Oh, okey." jawab Seem yang berjalan mengekor Opik menuju gazebo.


Sesampainya di gazebo, Opik menatap lekat Seem yang masih tertunduk merasa bersalah.


"Gue...gue minta maaf, ga nungguin elo sampai acara selesai." kata Seem membuka percakapan.

__ADS_1


"Gapapa Seem. Aku ngerti." jawab Opik bijak.


"Tadi, aku sempet nyariin kamu kemana-mana, aku sempet kecewa memang, kamu ga ada disaat aku wisuda, karena rencananya setelah selesai acara, aku pingin ngajak kamu foto bareng, juga bersama Mawar Merah." kata Opik.


Mendengar kata mawar merah, Seem menoleh ke arah Opik.


"Tadi, aku bersama Mawar Merah, tadinya mau aku traktir, tetapi anggota mereka masih kurang satu, yaitu Azza. Kata Nadia, Azza ke rumah sakit, karena kakaknya mengalami kecelakaan. Terus, aku nyariin kamu, ga ada yang tau keberadaanmu, tapi kemudian, ada seorang anak LPM yang menitipkan kamera ini ke aku, katanya Kamu tadi menitipkan kamera ini ke dia, karena kamu buru-buru mau pergi. Kamu pergi kemana?" tanya Opik.


"Oh...ya makasih Pik." jawab Seem sambil menerima kamera yang disodorkan Opik kepadanya.


"Kamu tadi kemana Seem?" tanya Opik lagi.


Seem tak bergeming, dia masih bingung mau jawab apa, karena dia khawatir jawabannya akan membuat luka dihati sahabatnya yang sudah sangat baik kepadanya.


"Nganterin Azza ke rumah sakit ya?" tebak Opik, dan seketika Seem menoleh ke arah Opik.


Opik tampak tersenyum getir, dan menepuk pundak Seem.


"Aku udah tau semuanya Seem. Kamu mengantar Azza ke rumah sakit, dan sampai disana kakaknya meninggal. Kamu berusaha untuk selalu mendampinginya hingga acara prosesi pemakaman selesai. Tadi aku juga takziyaj bersama abah dan umma. Tapi aku tidak melihatmu, kata Nadia, kemungkinan kamu di dalam, karena kamu masih harus mendampingi Azzalia." kata Opik.


"Pik, gue..." kat Seem tidak melanjutkannya.


Seem mendunduk, tak berani menatap wajah Opik. Dia merasa sangat bersalah, karena dia telah jatuh cinta kepada gadis yang dicintai sahabat nya juga.


"Aku memang egois Seem, setiap hari aku selalu cerita sama kamu tentang Azzalia, tentang perasaanku ke dia, tanpa aku tau isi hatimu. Aku bahkan ga peka, jikalau ternyata sahabatku ini, juga mencintainya. Maafkan aku ya Seem." kata Opik sambil memegang kedua pundak Seem.


"Ehm, engga Pik, harusnya gue yang minta maaf. Karena ga seharusnya gue juga mencintai gadis yang kamu cintai." kata Seem sambil menahan tangisnya.


"Seem, seperti yang udah aku bilang ke kamu, aku dapet surat dari dia, bahwa dengan terang-terangan, dia bilang, bahwa dia hanya menganggap ku kakak. Tidak lebih. Dan ku rasa, dia justru memiliki rasa padamu Seem." kata Opik.


Seem tak bergeming.


"Jikalau kalian memang berjodoh, tolong, jaga dia ya Seem. Bimbing dia, aku yakin, kamu bisa bimbing dia menjadi wanita yang Sholihah." kata Opik sambil menepuk pundak Seem, lalu Opik pergi meninggalkan Seem.


💕💕💕


Opik terbangun dari sujudnya, Opik teringat juga oleh perbincangan Kedua orang tuanya bersama Seem di ruang tengah, saat Opik baru pulang dari acara perpisan dengan LPM.

__ADS_1


"Ehm, begini bu, pak. Saya mau mengabarkan,bahwa saya akan menikah." kata Seem suatu malam. Opik mendengar percakapan itu dengan sangat jelas.


"Nikah? kamu serius? sama siapa?" tanya bapak nya Opik.


"Ehm. Iya pak, saya serius. Saya akan menikahi..." Seem tampak ragu menyebutkan nama gadis itu, saat Seem melirik ke arah Opik yang juga menatap ke arah mereka.


"Temen saya pak." jawab Seem.


"Wah, emang jodoh ga kemana ya. MaasyaaAllah, padahal yang lulus itu Opik, yang wisuda Opik, dan kami berharap, Opik bisa segera menikah setelah lulus, ternyata justru yang dekat dengan jodoh malah kamu Seem. Ya alhamdulillah, ibu dan bapak akan dukung kamu, selama gadis itu baik." kata ibunya Opik.


"InshaaAllah dia baik bu. Kebetulan, keluarga dia meminta saya untuk menjadi suaminya yang selalu menjaganya, karena dia sudah tidak memiliki orangtua. Sedangkan, saat ini dia sedang dalam keadaan yang kurang baik, sehingga dengan alasan itu, sayapun menerimanya bu, pak. Maaf jika saya lancang, tidak meminta ijin kepada bapak dan ibu." kata Seem.


"Tidak masalah Seem, kami justru senang, malah kami ini kecewa sama Opik, sampai sekarang, dia belum kasih tau kabar tentang jodoh pilihan dia." kata ibu Opik, yang berhasil membuat Opik tertunduk merasa bersalah.


"Sudahlah Umma, jangan disalahkan. Jodoh itu kan sudah menjadi ketentuan Allah, ya mungkin saja memang Opik belum ketemu jodohnya." nasehat abah nya Opik.


"Kalau boleh tau, siapa nama gadis itu Seem?" tanya abah Opik.


"Azzalia pak. Lengkapnya, Azzalia Putri Geolam binti Geopian Saputra." jawab Seem menunduk.


Seketika hati Opik sakit sekali, saat dia mendapat jawaban dari Seem, siapa nama calon istrinya, Seem menyebutkan nama gadis itu secara lengkap beserta nama orang tuanya.


Kembali Opik terduduk lemas, dia ingin bangkit, namun kakinya masih terasa lemas karena hatinya yang sedang tidak baik-baik saja.


Tok tok tok


Suara pintu kamarnya diketuk, dan muncul seorang gadis cantik berjilbab lebar menghampirinya dengan wajah sendunya.


"Kang, yang ikhlas ya. Jodoh, mati, dan rejeki, itu semua sudah menjadi ketentuan Allah. Kita tidak bisa mengubahnya." nasehaat Nadia kepada Opik sambil menepuk pundak Opik.


Opik tak menjawab, justru air matanya terus mengalir namun segera dia hapus.


"Jujur, aku juga terluka kang. Aku juga patah hati. Karena sesungguhnya, aku pun telah jatuh hati pada Seem, sejak pertama kali kita ketemu." kata Nadia yang membuat Opik terbelalak tidak percaya.


"Ka-kamu...?" tanya Opik yang tidak dilanjutkan.


"Iya kang, aku mencintainya. Tapi, karena Seem sudah menikah dengan sahabatku sendiri, Aku berusaha tetap tenang kang, aku harus tegar. Aku yakin, Allah sudah menyediakan jodoh yang terbaik untuk kita " kata Nadia.

__ADS_1


Opik mengangguk-angguk tanda setuju dengan pendapat Nadia. Merekapun berpelukan dan saling menguatkan.


__ADS_2