
Hari itu adalah hari perpulangan para peserta pelatihan dasar Lembaga Pers Mahasiswa. Azzalia dan teman Mawar Merahnya sudah bersiap dengan koper dan tas ransel mereka untuk dimasukkan bagasi mobil. Setelah beres, semua peserta dikumpulkan di pendopo lagi, untuk mengikuti kegiatan penutupan.
Setelah acara penutupan, semua peserta sudah pulang dengan kendaraan mereka masing-masing.
"Za, kita jadi nih mampir dulu ke tempat wisata deket-deket sini?" tanya Syaqila.
"Gue sih, ngikut kalian aja. Kalau pingin mampir dulu, bisa." jawab Azzalia.
"Hari udah siang Za, kalau mau ke tempat wisata, paling engga star kita tu pagi, biar pulangnya ga kemaleman. Atau kita mampir beli oleh-oleh aja lah Za." usul Nadia.
"Wah, ide bagus tu Nad, untuk hilling nya, kapan-kapan aja ya gaes. Soalnya gue juga ngantuk banget ini. Semalem abis ngelembur." kata Azalia.
"Okey lah kalau begitu." jawab Syaqila dan Adzkya.
Kelompok Mawar Merah telah sampai di halaman depan vila dan siap naik mobil. Saat Azzalia akan menyalakan mobilnya, dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba mesinnya ngadat.
"Kenapa Za?" tanya Renata yang merasa ada sesuatu dengan mobil Azzalia.
"Waduh, kayaknya mobil gue mogok deh gaes, ga bisa di nyalain." keluh Azzalia.
"Lo serius Za?" tanya Renata.
"Ya." jawab Azzalia sambil membuka mesin mobilnya.
"Yah, terus gimana dong kita pulangnya?" tanya Syaqila yang khawatir.
"Hem... bentar." kata Azzalia sambil berfikir dan mencoba untuk mengecek keadaan mobilnya.
"Kayaknya, kalian harus ikut kendaraan lain dulu deh gaes, mobil gue trobel, harus di bawa ke bengkel." kata Azzalia yang mulai mengerti masalah mobilnya setelah mengecek keadaan mesin mobilnya.
"Yah...kamu jangan bercanda lah Za." kata Nadia mulai panik.
Saat mereka sedang panik, tiba-tiba Opik menghampiri mereka, ternyata saat Opik keluar vila, dia tak sengaja melihat Nadia adiknya bersama teman-temannya masih berkerumun di halaman dengan posisi mobil dengan mesin yang terbuka.
"Assalamualaikum." salam Opik.
"Wa'alaikumussalam." jawab serempak gadis kelompok Mawar Merah.
"Mobilnya kenapa?" tanya Opik sambil ikut melihat keadaan mobil Azzalia.
"Eh, kak Opik. Anu kak, ini... trobel. Ga bisa nyala." jawab Azzalia.
"Kok bisa? Bentar ya." kata Opik sambil mencoba menelpon seseorang.
"Seem, bisa ke halaman depan, sekarang? Mobil Azza mogok." kata Opik.
"Kenapa kang Opik manggil Seem?" tanya Nadia.
"Dia yang mengerti tentang mobil." jawab Opik.
Tak lama kemudian, Seem muncul dari dalam vila.
"Kenapa mobilnya?" tanya Seem dengan style cool nya.
__ADS_1
"Kayaknya Kehabisan aki." jawab Azzalia.
Seem kemudian mengecek bagian aki, dan benar saja, mobil Azzalia kehabisan aki, sehingga tidak menyala.
"Harus di bawa ke bengkel." gumam Seem.
"Yah...terus kita gimana?" tanya Syaqila.
"Coba saya tanyakan panitia yang bawa mobil, mungkin mereka bisa bantu." kata Opik hendak masuk ke Vila.
"Ga usah kak." cegah Azzalia.
"Ehm, bentar." kata Azzalia yang tadi sempat melihat Aziz baru saja pergi meninggalkan vila dengan mobilnya. Azzaliapun menelpon Aziz.
"Halo, Ziz. Lo belum jauh kan? Bisa puter balik dulu ga? Urgen nih, mobil gue mogok." kata Azzalia.
Tak berapa lama kemudian, Aziz telah tiba dengan mobil brio silvernya.
"Assalamualaikum." salam Aziz.
"Wa'alaikumussalam." jawab semua bersama.
"Mobil kamu kenapa Za?" tanya Aziz.
"Mogok, gue lupa ga nyervis dulu, dan gue lupa ga ngecek akinya, jadinya kehabisan aki deh." keluh Azzalia.
"Oh, terus, maksudnya aku suruh balik, kamu mau nebeng?" tanya Aziz.
"Bukan gue, tapi temen-temen gue." kata Azzalia.
"Ha?" Azzalia terkejut dengan pernyataan Seem.
"Lo, ikut aja bareng temen-temen lo. Mereka baru kenal Aziz kan? Biar mobil elo, gue yang urus." kata Seem.
"Tapi Seem...." kata Azzalia tidak dilanjutkan.
"Bener kata Seem. Aku ga berani bawa temen-temenmu sendiri, aku belum kenal mereka." kata Aziz.
"Iya Za, masa' kita pulangnya ga bareng kamu?" tanya Nadia.
"Iya Za, bener kata Seem, mending kamu ikut bareng temen-temenmu, naik mobilnya mas..." kata Opik terputus karena belum mengenal Aziz, Sedangkan Seem mengenal Aziz, karena mereka kemarin sempat mengobrol.
"Aziz." jawab Aziz.
"Oh, ya. Mas Aziz. Biar nanti, mobil kamu disini dulu, kami bawa ke bengkel dulu." kata Opik.
"Ehm, okeylah." jawab Azzalia.
"Ya udah, semua tas ransel dan koper, dipindah ya gaes." kata Azzalia.
Azzalia dan teman-temannya segera memindahkan barang-barang mereka ke mobilnya Aziz.
"Ya udah Seem, kak Opik. Saya titip si black ya." kata Azzalia menitipkan mobilnya.
__ADS_1
"Iya Za, kalian hati-hati." kata Opik.
Azzalia dan teman-temannya segera pergi dari Vila itu dengan mengendarai mobil Aziz. Tinggallah Seem dan Opik yang sedang memikirkan cara untuk membawa mobil Azzalia ke bengkel. Seem mengajak Opik mencari bengkel mobil terdekat, dengan mengendarai motornya. Setelah beres, mobil Azzalia dijemput oleh mobil derek dari bengkel, Seem mengurus mobil Azzalia di bengkel, sedangkan Opik masih harus mengurus kepanitiaan yang masih beres-beres di Vila.
Setelah semua panitia pulang, Opik mendapat telepon dari rumah.
"Halo, mas Opik."
"Ya, halo, ada apa Key?"
"Ibu tadi jatuh mas, ini ibu di bawa ke rumah sakit." kata Key.
"Innalillahi. Ya, aku segera pulang." kata Opik panik.
Opik menelpon Seem dan mengabarkan informasi yang baru saja diterimanya.
"Seem, ibu masuk rumah sakit, ini misal aku pulang duluan gimana Seem? Pinjem motormu." kata Opik.
"Iya Pik, bawa aja. Gue entra gampang." jawab Seem daris seberang.
Opikpun segera melajukan motor Seem menuju Jakarta untuk bertemu dengan ibunya di rumah sakit. Sedangkan Seem masih di bengkel, menunggu hasil observasi montirnya.
"Wah, ini sih harus ditinggal dulu mas. Kerusakannya ga cuma satu." kata montir.
"Kira-kira berapa hari?" tanya Seem.
"Sekitar tiga sampe lima harinan lah mas." jawab montir.
"Ehm. Ini ga bisa diusahain nyala lagi ya mas. Ga bisa nyala sama sekali ya?" tanya Seem lagi.
"Engga bisa mas." jawab Montir.
"Ya uda, kira-kira, saya harus DP Berapa dulu nih?" tanya Seem.
"Ga perlu mas. Nanti aja, kalau kerusakan nya udah jelas, baru saya kabari lagi." jawab Montir.
"Ya udah, saya minta nomer rekening anda. Soalnya ini bukan mobil saya." jawab Seem.
"Oh, ya mas. Ini mas." kata montir itu sambil menyerahkan sebuah kartu nama.
Setelah berembug dengan montir, Seem kemudian bertanya kendaraan umum yang bisa mengantarnya kembali ke Jakarta. Akhirnya Seem tau, harus naik bis apa dan kendaraan apa, perjalanan menuju rumah tempat tinggalnya.
Saat di jalan menuju pulang, Seem mencoba meminta kontak Azzalia melalui sekretaris LPM yang menyimpan data anggota baru. Seem kemudian mengirimi pesan.
📨Cewek Ceroboh
Mobil lo harus nginep
Seem mengirim pesan singkatnya pada gadis cerobohnya.
"Dasar ceroboh, sudah yang ke berapa dia mengalami kesulitan karena kecerobohan dia sendiri?". batin Seem sambil menunggu balasna dari Azzalia.
💕💕💕
__ADS_1
Kepada para readernya Dede, mohon maaf, Dede lama ga up. Qodarullah kemarin-kemarin bapak saya sakit, lalu meninggal, sehingga saya belum bisa melanjutkan cerita saya. mohon tambah do'anya untuk bapak kami🙏