Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Gantungan Kunci


__ADS_3

Sepulang dari pemotretan, seperti biasa Seem masih bekerja di rumah makan Laa Tanda milik Ummah Hani. Apalagi setelah menikah, dan saat ini libur kuliah, sehingga Seem lebih banyak menghabiskan waktu mencari maisyah di luar rumah untuk tambahan penghasilan.


"Hei Mir, tumben lo sendirian aja sama Linda. Key mana?" tanya Seem yang sudah siap dengan perlengkapan tugasnya kepada Amir, rekan kerjanya di Laa Tansa.


"Key belum pulang Seem." jawab Linda.


"Lho, emang ke mana?" tanya Seem heran.


"Nganterin bu bos sama pak bos ke pesantren. Nadia kan minta balik ke pesantren, jadilah dia dianter ke sana." jawab Amir.


"Pesantren? Emang pesantren mana?" tanya Seem.


"Pesantren di Ponorogo, Jawa Timur Seem." jawab Amir.


"Apa? Ponorogo? Jauh bener?" kata Seem terkejut.


"Ya emang. Nadia kan memang pesantren di sana sejak kecil." jawab Amir. Seketika Seem terkesiap.


"Maksudnya, Nadia liburan gitu ke sana?" tanya Seem.


"Ehm, kalau menurut info yang gue dapet sih, Nadia udah pamitan, dia ga balik ke sini dalam waktu dekat. Ya, paling cuma kalau pas ada waktu longgar aja dia balik. Karena dia akan menetap di pesantren." kini giliran Linda yang menjawab.


"What? Maksud lo, Nadia pindah?" tanya Seem yang masih mode terkejut.


"Ya, begitulah. Karena kemarin dia bawa barang banyak banget." jawab Linda.


Setelah mendapat informasi itu dari Amir dan Linda, Seem menghubungi istrinya dan memberi kabar bahwa Nadia pindah ke Jawa Timur.


'Halo, sayang.'


'Ya mas, ada apa?'


'Kamu udah dapet info atau di kabarin Nadia belum?'


'Info apa?'


'Nadia katanya balik lagi ke pesantren, dan katanya dia bakal tinggal di sana.' jawab Seem.


'Apa? Aku ga tau info itu mas, di grup juga sepi ga ada pesan apapun dari Nadia. Kamu tau dari siapa mas?' tanya Azzalia heran.


'Ini, dari Amir sama Linda, temen kerjaku id Laa tansa. Ini kan, pak Daud dan bu Hani masih di perjalanan, nganterin Nadia, belum balik.' jawab Seem.


'Yaa Allah, kenapa Nadia ga ngabarin sama sekali ya mas? Ehm, atau coba deh aku tanya sama Syaqila, Azkya sama Renata, siapa tau mereka ada yang di pamitin.' kata Azzalia.


'Okey sayang, ya udah kamu hubungi mereka dulu aja, aku mau kerja dulu ya.' kata Seem.


'Ya mas, semangat ya.' kata Azzalia.


Setelah menelpon istrinya, Seem segera memulai tugasnya sebagai karyawan rumah makan Laa Tansa.


💕💕💕


'What?'


'Apa?'


'Ke pesantren?'

__ADS_1


Pertanyaan ketiga sahabat Azzalia menjawab dengan tidak kompak, saat Azzalia memberi kabar via grup whats App nya.


'Lo serius Za?' tanya Renata masih tak percaya.


'Kamu tau dari mana Za?' kini giliran Azkya yang bertanya.


'Baru aja mas Seem ngasih kabar. Ini mas Seem juga masih di rumah pak Daud." kata Azzalia.


"Wah, ada yang ga beres nih sama Nadia. Ga biasanya dia ga pamit sama orang terdekatnya." kata Azkya.


"Apakah kalian tidak ada yang di ceritain tentang rencana kepergiannya?" tanya Azzalia.


"Engga ada Za." jawab Syaqila.


"Ehm... tapi, aku perhatiin, Nadia emang lebih dingin sih Za, dari biasanya. Dia ga seramah dulu." lanjut Syaqila yang memang cukup dekat dengan Nadia.


"Gitu ya?" gumam Azzalia yang juga didengar oleh ketiga sahabatnya dari seberang.


"Ehm, oya Sya, Az, kalian satu pesantren sama Nadia kan?" tanya Azzalia.


"Iya." jawab mereka kompak.


"Kalian tau alamat lengkapnya kan?" tanya Azzalia.


"Lo mau nyusulin Nadia Za?" tanya Renata.


"Ya, kalau mas Seem mau nganterin sih. Soalnya dalam waktu dekat ini, gue juga mau ke Solo, ya sekalian aja lah ke Ponorogo, siapa tau nanti aku dapet kejelasan tentang Nadia." kata Azzalia.


"Oh, gitu? Okey. Nanti aku kirimin alamat lengkapnya. Karena aku ga hapal Za "jawab Azkya.


"Okey Az."


"Iya gapapa Az."


"Gue juga pulkam ini Za." kata Renata.


"Aku ini liburan juga ke rumah tante Za." kini giliran Syaqila yang menjawab.


"Iya, udah santai aja. Nanti aku ada mas Seem kok yang bakal nemenin." jawab Azzalia.


"Iya iya. percaya, sekarang udah punya mas Seem..." goda Renata.


"Hehehe" jawaban Azzalia hanya tertawa.


"Mohon jaga perasaan para jomblo ya Za." lanjut Renata.


"Ups, sorry gaes." jawab Azzalia.


Setelah dirasa cukup mengobrol, Azzalia mengambil sepeda lipatnha lalu pergi ke rumah pak Daud dengan sepedanya.


Sesampainya di rumah pak Daud, kebetulan sebuah mobil avanza berwarna Hitam sudah terparkir di halaman rumah makan Laa Tansa. Azzaliapun mendengar obrolan banyak orang di dalam rumah pak Daud.


"Assalamualaikum." salam Azzalia.


"Wa'alaikumussalam." jawab semua orang yang ada di sana. Tak terkecuali Seem yang baru saja membantu bu Hani menurunkan barang-barang dari mobil.


"Azza? Kamu kok ke sini?" tanya Seem heran.

__ADS_1


"Aku...aku pingin ketemu bu Hani mas." jawab Azzalia.


"Mau cari informasi tentang Nadia?" tebak Seem.


"Ya, begitulah." jawab Azzalia.


"Kak Azzalia!" teriak Farah kecil yang berlari manja ke arahnya.


"Eh Farah, kamu dari mana dek?" tanya Azzalia sambil mensejajarkan tubuhnya dengan Farah.


"Farah abis jalan-jalan jauuuh banget kak, Farah nganterin kak Nadia ke pesantren." jawab Farah polos.


"Oh, begitu? Farah capek dok." tebak Azzalia.


"Engga." jawab Farah.


"Oh ya kak Azza, Farah dititipin kak Nadia lho." kata Farah sambil menarik lengan Azzalia untuk mengikutinya.


"Farah, hati-hati nak, kasian kak Azza nanti tangannya ke tarik, sakit." tegur bu Hani.


Sesampainya di dalam, Farah mengambil sebuah kotak kecil berwarna biru.


"Kak, kak Nadia nitipin ini ke Farah, katanya buat kak Azzalia dan teman-temannya kak Azza." kata Farah.


Azzaliapun membuka kotak itu dengan deg degan. Tampak ada empat gantungan kunci dengan sebuah lencana bergambar foto mereka berlima bertuliskan Mawar Merah. Azzalia tampak tersenyum haru melihatnya. Lalu matanya terlaihkan dengan sebuah surat di bawahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dear: Mawar Merah


Assalamualaikum


sahabat. Maaf ya, aku harus pergi tanpa pamit. Karena aku yakin, jika aku pamit, kalian akan mencegahku untuk pergi dan aku ga akan jadi pergi.


Semoga hadiah kecil ini bisa bermanfaat untuk kalian, agar kalian selalu ingat aku. Terimakasih ya, sudah mau jadi sahabat terbaik ku.


Salam rindu dariku


Nadia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Surat itu sangat singkat, bahkan Nadia tidak memberitau keberadaannya di surat ini. Nadia hanya menitipkan gantungan kunci itu saja sebagai kenang-kenangan untuk Mawar Merah.


"Apa kak hadiahnya?" tanya Farah kepo.


"Ini, gantungan kunci." jawab Azzalia sambil menunjuk sebuah gantungan kunci kepada Farah.


"Farah juga dapet hadiah dari kak Nadia lho kak. Ini hadiahnya." kata Nadia menunjukkan sebuah boneka beruang kecil berwarna merah muda.


"Farah suka?" tanya Azzalia.


"Suka banget kak. Kata kak Nadia, boneka ini pengganti kak Nadia kalau Farah kangen sama kak Nadia." jawab Farah.


"Memangnya, Kak Nadia ke mana sih Farah?" tanya Azzalia.


"Kak Nadia kembali ke pesantren untuk belajar lagi kak. Biar tambah pinter ngajinya." jawab Farah.

__ADS_1


Azzaliapun merenung, ya, mungkin itu salah satu alasan Nadia kembali ke pesantren, karena dia rindu lantunan bacaan quran di sana. Tetapi, hati Azzalia masih mengganjal, kepergian Nadia menyisakan pertanyaan bagi Azzalia.


"Apa karena dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku menikah dengan laki-laki yang dicintainya?" batin Azzalia.


__ADS_2