
Sore itu, setelah mandi dan sholat ashar, Azzalia merasa badannya sangat lelah sehingga setelah sholat ashar yang dia laksanakan jam setengah lima itu, Azzalia ketiduran di atas kasur nya dengan posisi ponsel di dadanya.
Sedangkan Seem yang tadi sempat membantu bersih-bersih rumah bersama tukang kebun, Aziz dan Zio, Seem hendak mandi dan bersiap menunaikan sholat maghrib ke masjid. Seem masuk kamar Azzalia untuk mandi dan berganti pakaian, namun saat masuk kamar, Seem melihat istrinya sudah tertidur pulas di atas kasur dengan ponsel di dadanya.
"Dia pasti kecapekan." gumam Seem dengan tanpa membangunkan Azzalia.
Setelah mandi dan berganti baju, Azzalia masih terlelap dalam tidurnya. Seem yang tau kebiasaan tidur menjelang maghrib itu tidak baik, maka Seem berusaha membangunkan Azzalia.
"Za, bangun. Udah masuk maghrib, sholat dulu." kata Seem dengan menggoyangkan lengan Azzalia.
Lalu Seem mengambil ponsel Azzalia dari dada istrinya, Seem melihat dua gunung kembar di dada istrinya, Seem adalah pria normal yang melihat istrinya tidur terlentang seperti itu membuat jakunnya naik turun saat melihat pemandangan di depan matanya. Namun, kemudian adzan maghrib berkumandang, Seem bergegas meninggalkan Azzalia dan pergi ke masjid. Pikir Seem, nanti Azzalia pasti bangun dan sholat maghrib sendiri.
Di masjid, setelah sholat maghrib, Seem bertemu teman sekelasnya, kemudian mereka saling berbincang hingga adzan isya' berkumandang. Seem dan temannya lanjut sholat isya' di masjid.
"Assalamualaikum." salam Seem saat tiba di rumah Azzalia.
"Lhoh, Seem kamu baru pulang?" tanya Shanum.
"Iya tante, tadi Saya bertemu teman kuliah, kami mengobrol sampai tak terasa adzan isya'." jawab Seem.
"Berarti, tadi kamu tidak di kamar?" tanya Shanum tampak terkejut.
"Memang kenapa tante?" tanya Seem.
"Azzalia sejak tadi belum menampakkan batang hidungnya Seem." kata Shanum.
"Apa?" Seem terkejut.
"Kamu tengok dia dulu ya, abis itu turun. Makan malam sudah siap, kami tunggu di ruang makan ya." kata Shanum.
"Baik tante." jawab Seem yang bergegas naik kelantai dua, menuju kamar Azzalia.
Ceklek
Seem membuka pintu kamar Azzalia dan mendapati sosok Azzalia masih tertidur di atas kasur.
"Astaghfirullah, Azza. Ini udah jam berapa? Kamu pasti belum sholat." keluh Seem berjalan menuju Azzalia dan mencoba membangunkannya.
"Azza, Azzalia. Bangun Za." kata Seem sambil menggoyangkan lengan Azzalia.
Azzalia masih tak bergeming, karena khawatir, Seem mencoba untuk menempelkan telapak tangannya di kening Azzalia, apakah Azzalia sakit atau tidak.
"Ga sakit." gumam Seem sambil menatap wajah gadis itu.
__ADS_1
"Cantik juga kamu kalau tidur. Asli alami dan polos sekali." batin Seem sambil menatap penuh wajah cantik istrinya yang tidak mengenakan jilbab.
Seem seketika teringat beberapa tahun lalu, saat dia melihat gadis cantik yang telah menolongnya, hingga dia terselamatkan dannukur panjang hingga kini.
Namun merasa ada sebuah tangan yang menempel di keningnya, Azzalia berjingkat kaget, saat membuka mata, dan mendapati wajah seorang laki-laki yang menatapnya dengan jarak yang sangat dekat.
"Aaaaaa." teriak Azzalia sambil mendorong tubuh Seem.
"Ka-kamu mau apa?" tanya Azzalia sambil terjingkat bangun dari posisi tidurnya, dengan tangan kanannya menunjuk Seem.
Seem hanya diam dan bersikap dingin menanggapi sikap istrinya.
"Gue kira lo sakit. Udah malam, sholat dulu sana!" titah Seem kepada Azzalia sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Ha? Jam berapa ini? Astaghfirullah, udah isya'? kenapa ga ada yang bangunin gue?" protes Azzalia saat melihat jarum jam menunjukkan pukul setengah delapan malam.
"Gue udah coba bangunin elo, tapi elonya susah dibangunin." jawab Seem dengan wajah datar sambil memainkan ponselnya.
"Ha? Elo bangunin gue? Kapan?" tanya Azzalia.
"Tadi, pas mau maghrib. Sama barusan, abis isya'." jawab Seem.
"Ha? Elo bangunin gue sampe dua kali?" tanya Azzalia.
"Oh.. y...ya. Okey. Ehm, lo duluan aja, gue sholat dulu." kata Azzalia sambil berjalan ke toilet.
"Hem." respon Seem tanpa menoleh.
Setelah beberapa saat, Azzalia telah kembali dari toilet, dengan melepas jilbabnya setelah wudlu. Karena menurutnya, Seem sudah keluar dari kamarnya.
Ceklek, pintu toilet dibukanya, dan Azzalia berjalan dengan PeDe nya mengambil mukenanya dan hendak sholat, namun saat mengambil mukena,
Deg
Azzalia terkejut, karena ada sosok orang di kasur nya,
"Waduh, jangan-jangan dia masih di kamar." batin Azzalia yang menoleh ke arah kasur. Dan benar saja, ternyata Seem sedang menatapnya.
"Eh, elo...b-belum keluar?" tanya Azzalia gugup karena Seem telah melihat dirinya yang tidak berhijab.
"Nungguin elo." jawab Seem dingin.
"O-oh... ya...bentar." kata Azzalia sambil segera mengenakan mukena, karena dia sudah terlanjur menampakkan rambutnya di harapan Seem.
__ADS_1
Saat Azzalia masih sholat, menjamak sholat, terdengar pintu diketuk.
tok tok tok
"Azzalia, Seem. Ayo segera turun, makan dulu, makanannya keburu dingin." kata Shanum dari luar.
Seem pun berjalan menuju pintu kamar dan membukanya,
"Maaf tante, sudah menunggu lama. Saya masih menunggu Azza. Dia baru sholat." kata Seem.
"Oh, ya udah, abis sholat, langsung ke bawah ya." kata Shanum.
"Baik tante." jawab Seem.
Setelah mengucap salam dan berdo'a, Azzalia melipat mukenanya.
"Kenapa lo ga turun duluan sih? Kan jadi disamperin tante ke kamar." kata Azzalia sambil meletakkan mukenanya di tempat semula.
"Udah? Ayo!" ajak Seem sambil berjalan menuju pintu.
"Lo duluan aja, gue mau pake jilbab dulu." kata Azzalia sambil mengenakan jilbab bergonya.
Seem menunggu beberapa saat, kemudian merekapun turun bersama ke lantai bawah untuk makan bersama.
"Lama bener kalian ini, udah melakukan ritual malam pertama ya?" tanya Zio.
"Ha? Ma-malam pertama? Eng-engga kok om. Engga. Emang tante ga bilang sama om Zio?" tanya Azzalia menoleh ke arah Shanum.
Shanum hanya tersenyum menanggapinya.
"Bercanda. Lagian kamu kenapa sholatnya lama sekali? Om keburu lapar." protes Zio.
"Maaf om, tadi Azza ketiduran, jadilah Azza harus menjamak sholat, karena ga dibangunin." kata Azzalia.
Seem menoleh ke arah Azzalia dengan tatapan protes.
"Ehm, tadi sebelum gue ke masjid, gue udah mencoba bangunin elo, tapi elo nya aja yang bangun-bangun." keluh Seem sambil memasukkan nasi dan lauk ikan ke dalam mulutnya
"Hahaha, oh iya, tante lupa Seem. Kamu kalau bangunin Azza jangan lemah lembut, singkirkan kata tidak tega kepadanya. Karena Azza itu kalau tidur udah kaya putri tidur, makannya kalau bangun tuh harus di bangunin dengan anarkis, atau kalau ga tega dengan kecupan seperti dongeng putri tidur itu." kata Shanum menggoda.
"Hah? Kecupan? Engga, ga tante. Enak aja, masa' sama kecupan?" protes Azzalia.
Seem tersenyum tipis menanggapi kata tantenya, dan melanjutkan makannya tanpa menanggapi gurauan tantenya . Hingga akhirnya mereka semua menghabiskan makan malamnya, lalu ke mbaki ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1