Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Apa Maksudnya?


__ADS_3

"Seem!" panggil Azzalia.


Seem membalikkan badannya dan dilihatnya Azzalia yang berjalan maju menuju ke arahnya.


"Hem?" jawab Seem dengan stay cool.


"Lo kemana aja sih? Kenapa gue telpon ga diangkat, dan gue chat ga dibales? Elo baik-baik aja kan?" tanya Azzalia dengan wajah khawatir.


"HP gue lowbet." jawab Seem enteng dengan tanpa menatap Azzalia.


"Terus, sekarang masih mati? Engga kan? Tadi gue liat, udah online. Kenapa lo ga bales chat gue?" protes Azzalia.


"Gue ada kuliah." jawab Seem.


"Iya gue tau. Emang ga bisa gitu, elo sempetin bales chat gue? Gue khawatir sama elo Seem, gue ga bakal maafin diri gue sendiri kalau terjadi apa-apa sama elo. Trus, elo pulangnya naik apa?" tanya Azzalia.


"Yang jelas gue udah di sini. Gue baik, dan sorry, gue ada keperluan. Permisi." kata Seem berbalik badan akan meninggalkan Azzalia.


"Seem." Spontan Azzalua memegang lengan Seem mencegahnya pergi, karena Azzalia masih membutuhkan keterangan. Namun, Seem melihat lengannya dipegang Azzalia, dengan tatapan tajam kearah lengannya.


"Eh, sorry." kata Azzalia seketika melepaskan lengan Seem.


"Yang jelas, gue gapapa. Makasih elo udah khawatirin gue." kata Seem sambil berbalik badan. Namun, satu langkah akan pergi, Seem kembali membalikkan badannya menghadap Azzalia.


"Oya, besok kalau mobil elo udah jadi, gue kabarin, entar gue anter elo buat ngambil mobilnya." kata Seem, kemudian langsung pergi. Sedangkan Azzalia masih mematung berdiri ditempat yang sama dengan menatap punggung Seem yang semakin jauh hingga menghilang dari pandangannya.


"Seem...kenapa elo begitu baik?" gumam Azzalia.


"Ehem." deheman seorang laki-laki yang tak asing bagi Azzalia berhasil membuyarkan lamunan Azzalia.


"Eh, elo Al. Ngagetin aja." kata Azzalia.


"Ngapain lo berdiri kaya patung pancoran di sini?" tanya Al.


"Itu... tadi gue abis kena hipnotis orang." jawab Azzalia asal.


"Serius lo? Tapi, barang-barang lo aman kan? Coba di cek Za, siapa tau elo kena rampok. Gila, kampus segede gini masih ada aja rampok dengan model hipnotis." cerocos Al yang membuat Azzalia jengah.


"Engga, santai aja, barang-barang gue aman. Eh, lo mau kemana?" tanya Azzalia.


"Mau ke kantin. Laper." jawab Al.


"Oh, kirain ke kopma, ya udah deh, gue mau ke kopma dulu, ngisi amunisi." kata Azzalia.


"Kenapa ga bareng gue aja sih Za, ke kantin?" tanya Al.


"Males, di sana banyak cowoknya, mending ke kopma, disana banyak anak kedokteran, siapa tau dapet gebetan anak kedokteran. hehehe." kata Azzalia.


"Hem...jadi itu alasan elo sering ke kopma?" tanya Al.

__ADS_1


"Ya engga lah. Sorry, gue ga mau pacaran dulu, gue mau heve fun dengan masa remaja gue." jawab Azzalia sambil lalu.


"Kirain... kalau iya elo mau cari jodoh, udah jelas ada cowok yang siap jadi pendamping elo Za." kata Al sambil mengikuti langkah Azzalia.


"Siapa?" tanya Azzalia.


"Ya gue lah." jawab Al dengan pedenya.


"Ye... kalau elo...sorry, belum tentu gue mau." jawab Azzalia.


"Hahaha, iya iya. Idola elo kan sekelas nabi Muhammad. Tapi nabi Muhammad itu sukanya sama wanita Sholihah, bukan wanita gagah kaya elo." tukas Al lagi.


"Ish, elo nih. Udah ah, gue duluan ya, bye." kata Azzalia yang langsung berbelok ke kanan, menuju kopma yang terletak di luar gedung fakultas.


💕💕💕


Tiga hari sudah berlalu, Siang itu, Seem telah menyelesaikan kuliahnya, dia membuka ponselnya yang ada pesan dan panggilan tak terjawab dari montir di Bogor yang memperbaiki mobil Azzalia.


📩Montir


Mobilnya sudah ready kang


📨Montir


ok


Seem segera keluar kelas dan duduk di depan kelasnya sambil menatap kelas Azzalia yang masih tertutup dan sepi, itu bertanda bahwa kelas Azzalia belum selesai.


"Ikut gue." kata Seem sambil meraih lengan Azzalia.


"Seem?" Azzalia terkejut dengan apa yang dilakukan Seem.


"Ikut gue." ulang Seem sambil menarik lengan Azzalia.


"Iya, gue dengerm Tapi ikut kemana?" tanya Azzalia sedikit sewot, karena Seem main tarik lengannya tanpa permisi.


Bukannya dijawab, Seem justru tetap diam dam menarik lengan Azzalia menuju lantai dasar dan berjalan menuju motornya.


.


"Pake!" Perintah Seem kepada Azzalia sambil menyerahkan sebuah helm yang pernah dibeli Seem untuk Azzalia kala tertinggal armada saat camping dahulu.


Tanpa banyak tanya, Azzalia menerima helm itu, dan memakainya. Lalu Azzalia membonceng Seem, dan Seem melajukan motornya dengan kecepatan standar.


Saat di jalan raya tepatnya saat motor berhenti di rambu lalu lintas, Azzalia melihat plakat hijau yang tak jauh dari nya berada. Ada tulisan panah ke atas yang berarti lurus terus, menuju Puncak, Bogor.


"Kita mau ke Bogor? Emang mobil gue udah jadi ya Seem?" tanya Azzalia penasaran.


"Hem." jawab Seem.

__ADS_1


Azzalia menarik napas dalam dan menghembuskannya dengan kasar.


Tak banyak bicara, Seem menghentikan motornya di sebuah masjid besar yang ada di jalan raya itu, yang tak jauh dari masjid itu ada beberapa deretan ruko yang menjual berbagai makanan dan minuman.


"Dzuhur dulu." kata Seem.


"Okey." jawab Azzalia.


Setelah selesai sholat, Seem keluar masjid dan berjalan menuju sebuah ruko makanan yang tak jauh dari terminal itu. Sedangkan Azzalia masih sibuk melipat mukena. Saat keluar dari masjid, Azzalia mencari sosok Seem, tetapi tidak dia dapati sosok opa korea ga punya kamus bahasa itu


"Seem kemana sih?" batin Azzalia sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.


Tak berapa lama kemudian, Seem kembali dengan membawa beberapa kresek plastik yang dipakai untuk membungkus apa yang dibeli Seem.


"Kemana aja sih lo Seem? Gue cariin juga." omel Azzalia.


"Nih, dimakan!" perintah Seem kepada Azzala sambil menyerahkan sebungkus nasi padang kepada Azzalia.


"Eh, elo nyari makan?" tanya Azzalia sambil membuka bungkusan itu.


"Wah, enak banget ini Seem." kata Azzalia girang.


"Tau aja kalau gue laper." kata Azzalia sambil menggigit paha ayam yang sangat dia sukai.


"Sorry, tadi gue main bawa elo aja, tanpa peduli elo mau kemana." kata Seem.


"Iya gapapa. Kita mau ambil mobil kan?" tanya Azzalia.


"Hem."


"Lain kali, elo tu kabarin gue dong, kalau ada kejadian kaya kemarin, gue kan khawatir. Asal lo tau ya, gue semaleman ga tidur karena mikirin elo, abisnya elo ga ada kabar sih." omel Azzalia sambil terus melahap nasinya yang berlumur sambal hijau khas padang.


Seketika Seem menatap Azzalia. Dia tak menyangka, Azzalia sebegitu khawatirnya pada dirinya.


"Kenapa sih, elo tu baik banget sama gue? Gue kan jadi bingung mau ngebales gimana." lanjut Azzalia.


Seem masih diam, dia mencoba mencari jawaban yang tepat untuk gadis yang telah berhasil mengisi hatinya. Namun Seem tau, bahwa sahabatnya, Opik juga menyukai gadis ini.


"Gue belajar dari elo, elo selalu berbuat baik pada siapapun, dengan tanpa pamrih, tanpa perhitungan. Elo totalitas kalau nolongin orang, hal itu gue pelajari, saat elo nolongin gue dua tahun yang lalu." jawab Seem.


Azzalia menghentikan makannya, lalu menatap lekat Seem.


"Jangan pernah perhitungan sama gue, karena gue ga mau elo kenapa-napa." lanjut Seem.


"Ehm...gitu ya. Makasih ya Seem. Sorry, gue udah ngerepotin elo terus." kata Azzalia.


"Jangan pernah berkata kalau elo ngerepotin gue, karena gue ga pernah merasa elo repotin. Gue sangat seneng bisa bantu elo. Tapi please, elo coba belajar untuk lebih berhati-hati lagi, dan jangan ceroboh." jawab Seem.


Azzalia tersenyum.

__ADS_1


"Elo emang malaikat tak bersayap Seem." gumam Azzalia kagum sambil terus menatap pria tampan di sampingnya.


"Elo juga." jawab Seem sambil menatap Azzalia. Keduanya saling tatap dan mencoba mencari kejujuran pada manik mereka satu sama lain.


__ADS_2