Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Benteng Pertahanan


__ADS_3

"Azzalia... maafin aku. Ga seharusnya aku bersikap dingin padamu. Tetapi...kalau ketemu kamu...rasanya hati ini tuh... kaya masih ga bisa menerima takdir Za." kata Nadia seorang diri sambil menatap foto kebersamaan mereka berlima saat berkemah.


"Sesungguhnya, sakit hati ini Za, kalau raga ini jauhin kamu, batinku menolak untuk menjauhi mu Za, tapi egoku terlalu kuat, masih merasa tak terima, kenapa harus kamu yang menikah dengan pria yang kucintai." lanjutnya.


"Memang Aku yang salah, ga seharusnya aku berharap lebih padamu Seem. Aku salah, telah mencintai seseorang yang belum halal, secara berlebihan." sesal Nadia.


"Yaa Allah, ampunilah aku, yang masih belum bisa menjaga mata ini, menjaga hati ini. Maafkan aku Seem." kata Nadia lagi menyalahkan dirinya sendiri.


"Kang...aku kangen sama kamu kang... kenapa disaat aku butuh sandaran, justru kamu pergi kang? Kenapa?" tangis Nadia dengan pilu memeluk foto Opik.


"Kamu adalah kakak terbaik ku, kamu selalu ada buat aku, bahkan aku berani keluar dari zona nyamanku di pesantren, karena kamu kang. Tapi kini? Aku sendiri kang...huhuhu." tangis Nadia masih dengan memeluk bantal dan foto Opik.


Setelah merasa tenang dengan keluh kesahnya malam ini, Nadia mengambil air wudlu dan menjalankan sholat malam. Nadia berdoa banyak bahkan mencurahkan semua isi hatinya pada sang pencipta, hingga akhirnya tertidur diatas sajadah.


💕💕💕


"Alhamdulillah, akhirnya sampe rumah juga." kata Azzalia sambil meregangkan ototnya yang terasa pegal di bagian pinggang.


"Mas, aku masuk duluan ya, gerah banget ini, mau mandi dulu." kata Azzalia.


"Silakan." jawab Seem.


Meski sudah mandi di rumah pak Daud, tetapi acara di rumah pak Daud yang padat tadi membuat tubuh Azzalia terasa lengket lagi, dia benar-benar gadis yang tidak kuat dengan keadaan berkeringat, sehingga semalam apapun dia pulang, tetap harus mandi terlebih dahulu, sebelum akhirnya dia tidur.


"Mas!" teriak Azzalia dari dalam kamar mandi.


"Ya?" jawab Seem sambil memainkan ponselnya di atas kasur.


"Tolong ambilin handukku dong, aku lupa." kata Azzalia.


"What? Bisa-bisanya dia melupakan hal itu, dasar ceroboh!" umpat Seem.


"Dimana?" tanya Seem.


"Apanya?"


"Ya handuknya lah." jawab Seem.


"Oh...itu...di deket lemari, tergantung di hanger. Yang warna hijau ya, bukan yang biru. Kan yang biru punyamu." jawab Azzalia dari dalam kamar mandi.


Seem tak menjawab, langsung saja dia menuju tempat yang dimaksud dan mengambil kan nya. Seketika akal nakalnya muncul, dia pun tersenyum licik, membayangkan tubuh istrinya yang membuatnya bergairah. Seem melangkah menuju kamar mandi sambil membawakan handuk permintaan Azzalia.


Tok tok tok


Ketukan Seem yang membuat Azzalia membuka sedikit pintu kamar mandi, agar tubuhnya yang polos di dalam kamar mandi tidak terekspos oleh Seem. Namun siapa sangka, kekuatan tangan dan tubuh Seem berhasil mendorong pintu kamar mandi terbuka lebar, hingga Seem masuk kamar mandi tanpa di undang, sedangkan Azzalia di balik pintu merasa bergidik dengan ulah suaminya.


"Ih, mas, apaan sih, main masuk aja tanpa permisi!" omel Azzalia dari balik pintu. Seem yang tersenyum di balik pintu tak menjawab, dia hanya ingin mengerjai istrinya.

__ADS_1


"Siniin lah handuknya." pinta Azzalia dari balik pintu dengan jantung yang sudah tak karuan rytmenya.


"Aki ikut mandi ya." kata Seem menggoda.


"Ih, ya sabar lah, aku keluar dulu, baru kamu masuk untuk mandi." protes Azzalia.


"Tapi...aku maunya mandi sama kamu " jawab Seem yang ternyata sudah mengintip Azzalia dari balik pintu.


"Aaaa...Mas. Ih, sana keluar ah, mesum banget sih pikirannya." omel Azzalia sambil mendorong pintu kamar mandi untuk mengeluarkan Seem.


"Hahahaha, ya ya ya. Aku keluar. Tapi, nanti kamu harus mau menghangatkan tubuhku yang kedinginan ya." ucap Seem sambil terkekeh keluar kamar mandi.


"Apa maksudnya coba?" gumam Azzalia dari dalam kamar mandi.


"Ya udah, cepertan keluar, aku udah gerha juga ini." kata Seem.


Sesaat kemudian, Azzalia sudah keluar kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk yang menutupi dada hingga setengah pahanya, sedangkan paha bawahnya masih terekspos menambah kesan seksi bagi Seem yang melihatnya.


"Eh, awas ya, jangan mesum!" ancam Azzalia dengan tatapan membunuh. Sedangkan Seem melihat Azzalia dari ujung rambut sampai ujung kaki, dengan menelasn salivanya secara kasar.


"Udah sana, masuk. Aku mau pake baju dulu, keburu dingin." kata Azzalia berlalu begitu saja meninggalkan Seem. Namun, ternyata tangan Seem berhasil menarik lengan Azzalia hingga Azzalia menubruk tubuhnya yang kekar. Seketika, manik mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Deru nafas Seem terdengar jelas di telinga Azzalia, dan Azzalia merasa sangat gugup saat ini.


"Ih, mas, apaan sih, lepasin dulu ah." pinta Azzalia sambil terus memegangi handuknya agar tidak terlepas.


"Ga. Aku ga akan lepasin, setelah beberapa hari keinginanku tertunda, malam ini... aku benar-benar lapar." kata Seem.


"Ga, aku ga mau makan makanan. Yang aku mau... makan kamu." kata Seem yang berhasil membuat rona pipi Azzalia memerah menahan malu.


"Iiiih, apaan sih kamu mas? Aku kan udah bilang, aku capek mas, jangan mesum!" kata Azzalia.


"Pokoknya aku mau kamu." kata Seem sambil tangan kirinya menarik lebih dekat tubuh Azzalia ke dalam pelukannya. Sedangkan tangan kanannya mulai bergerilnya di bagian bok*ng Azzalia, hingga berhasil membuat Azzalia menggeliat geli.


"Iih, mas...apaan sih?" kata Azzalia manja.


"Kamu cantik sekali malam ini." kata Seem mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Azzalia.


"Eits? Mau apa?" tanya Azzalia sambil telunjuk kanannya ditempelkan dibibir merah Seem.


"Mandi dulu sana gih, bau keringat tau, kecut." protes Azzalia sambil memencet hidungnya dengan tangan kirinya.


"Hem, aku ga mau mandi, dingin. Aku butuh kehangatan." kata Seem.


"Ih, mas, kamu nih ya? Keliatannya aja serem dengan tampang dinginnya, kenapa sekarang jadi kaya anak mami gitu sih?" protes Azzalia.


"Karena ada kamu." jawab Seem dengan tatapan menuntut.


"Gak pokoknya kamu harus mandi dulu, baru makan aku." kata Azzalia.

__ADS_1


"Jadi, siap nih, malam ini kamu aku santap?" tanya Seem dengan mengerlingkan matanya.


"Hem... gimana ya?" kata Azzalia sambil berfikir, namun sedetik kemudian, tubuh Azzalia di angkat Seem, lalu dijatuhkannya ke ranjang dengan tubuh yang dikungkungnya.


"Mas, ih... mandi dulu sana, bau tau... aku ga nyaman." protes Azzalia mendorong tubuh Seem menjauh dari nya.


"Okey, aku mandi ya, tapi inget, aku mau kamu." kata Seem sambil berdiri dari kungkungannya.


"Nah, gitu dong." kata Azzalia lega.


Seempun menyambar handuknya, lalu masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan bau badannya. Tak lama ritual itu dia lakukan, karena dia sudah tak sabar ingin membobol benteng pertahanan istrinya yang kemarin sempat gagal dan tertunda.


Dan saat Seem keluar, dia dikejutkan dengan sebuah penampakan yang luar biasa.


"Sayang?" gumam Seem tak berkedip, bahkan jakunnya mulai naik turun menatap keindahan ciptaan Allah yang ada di hadapannya.


"Nah, gitu dong mas, gitu kan kelihatan seger, bersih, wangi..." kata Azzalia yang ternyata sudah mengenakan pakaian tipis dan sangat **** berjalan mendekati Seem, saat tiba di hadapan Seem, tangan kanan Azzalia mulai dikalungkan ke leher Seem dengan sedikit berjinjit.


"Aku mencintai mu sayang. Aku serahkan semua jiwa dan ragaku untukmu." bisik Azzalia di telinga Seem, membuat Seem semakin bergairah.


Sejurus kemudian, Seem tak menyia-nyiakan momen ini, dia langsung menggendong tubuh langsing Azzalia dan di letakkan nya di ranjang secara perlahan dengan penuh penghayatan.


"Ternyata, kamu mulai nackal ya?" kata Seem yang sudah menindih tubuh Azzalia.


"Hihihi, i am sorry honey, aku cuma pingin kita menikmatinya dengan posisi yang nyaman dan keadaan yang nyaman." jawab Azzalia.


"Kenapa kamu pake pakaian ini?" tanya Seem sambil fokus melihat belahan dada yang terekspos karena lingerie yang kurang bahan.


"Karena aku ingin memenuhi keinginanmu. Apa kamu tak suka?" tanya Azzalia.


"Suka, sangat suka. Dan aku, sudah sangat lapar." kata Seem yang kemudian langsung memagut bibir ranum Azzalia. Lalu berlanjut pada adegan panas hingga hasrat keduanya telah berhasil tersalurkan.


"Maafkan aku sayang. Sakit ya?" tanya Seem setelah mengecup kening Azzalia lalu mengelus kepalanya.


Azzalia hanya mengangguk, karena memang benteng pertahanan nya telah roboh oleh kekuatan Seem.


"Kenapa kemarin gagal?" tanya Azzalia heran.


"Kemarin masih canggung." jawab Seem.


"Makasih ya mas. Jangan Pernah tinggalin aku." kata Azzalia memeluk Seem dengan posesif.


"Ga akan. Aku akan selalu bersamamu." jawab Seem.


"Tidurlah sayang, terimakasih untuk malam ini." kata Seem.


"Sama-sama, kamu juga ya. Mimpi indah." kata Azzalia tersenyum indah pada Seem.

__ADS_1


__ADS_2