
Hari sidang Opik pun tiba, namun disaat Opik sidang, kebetulan Azzalia masih ada jam kuliah, sedangkan Seem sudah berada di depan ruang sidang, karena kelas Seem ada jam kosong.
Setelah beberapa saat, Opik keluar dari dalam ruang sidang, dan melihat Seem sedang menunggunya dengan memainkan kameranya.
"Seem." panggil Opik.
Seem menoleh ke arah Opik.
"Eh, Bro. Udah kelar sidangnya?" tanya Seem.
"Iya, udah." jawab Opik dengan senyum keramahannya.
"Gimana? Lancar? Lulus kan?" tanya Seem dengan wajah cemas.
Opik tersenyum ramah seperti biasanya,
"Alhamdulillah, Allah memudahkan semuanya. Aku lulus." jawab Opik.
"Alhamdulillah, selamat ya bro." kata Seem merangkul Opik.
"Makasih bro. Ehm, btw, kamu sendirian aja di sini?" tanya Opik celingak celinguk.
"Kenapa? Apa kamu mengharapkan ada some one di sini selain gue?" tanya Seem.
"Ehm, engga. Ya sudahlah, yuk ke kopma, aku udah laper banget, sedari pagi ga doyan makan." kata Opik mengajak Seem keluar gedung.
"Jangan bohong lo...elo pasti nyariin Azza kan?" tebak Seem.
"Ah, sudahlah. Baginya aku ga terlalu penting, aku hanya kakak tingkatnya saja, ga lebih." kata Opik.
"Jangan gitu lah, pesimis itu namanya. Semangat dong, demi cinta. Segeralah nyatakan perasaan elo ke dia, sebelum ditikung orang." kata Seem.
Seketika Opik menghentikan langkahnya, setelah mereka berjalan beberapa langkah menuju keluar gedung.
"Ditikung?" tanya Opik.
"Azza itu bukan gadis yang jelek bro, udah pasti banyak cowok naksir juga sama dia, ga cuma elo. Jadi, mending lo segera ngatain perasaan elo ke dia, sebelum dia nerima orang lain." kata Seem.
"Tapi masalahnya, Dia tu ga pernah ada rasa sama gue Seem." keluh Opik.
"Tau dari mana lo?"
"Nadia. Dia beberapa hari yang lalu ngobrol sama Azza, dan aku nguping. Nadia mengatakan kalau aku suka sama Azza, dan Azza merespon dengan cepat, kalau dia cuma menganggap ku kakaknya, ga lebih." kata Opik.
__ADS_1
"Oh...gitu ya?" tanya Seem.
"Kenapa begitu? Apa kurangnya Opik coba, kenapa Azzalia ga mau sama Opik yang udah jelas Opik itu sempurna. Bahkan, banyak cewek klepek-klepek sama dia, kenapa Azza engga?" batin Seem.
"Kenapa jadi ngomongin orang sih? Ayo cepet, laper banget ini, keburu pingsan." kata Opik menarik lengan Seem.
"Okey." jawab Seem.
Saat Seem dan Opik makan bersama di Kopma, tampak Azzalia dan kawan-kawannya sudah tiba di kopma juga.
"Eh, ada kang Opik. Kang!" panggil Nadia.
Kelima gadis itu berjalan menghampiri Seem dan Opik.
"Kang, gimana sidangnya?" tanya Nadia.
"Lhoh. kak Opik udah sidang?" tanya Syaqila.
"Iya Sya, gimana sih kamu, kok malah engga tau." protes Azkya.
"Ya sorry, abisnya aku kan ga dikasih tau juga sama Nadia." keluh Syaqila.
Azzalia yang kemarin diberi tau Nadia tentang perasaan Opik padanya, membuat Azzalia merasa agak canggung dengan kakak tingkatnya itu.
"Alhamdulillah." jawab Opik tersenyum ramah, membuat para gadis di sekitanya berbinar melihat senyuman manis dari cowok manis seperti Opik.
"Selamat ya kak." kata Syaqila langsung.
"Selamat ya kang. Nad yakin, kang Opik pasti lulus, ga mungkin ga lulus." kata Nadia.
"Selamat ya kak." kata Renata.
"Semoga ilmunya bermanfaat ya kak." kata Azkya.
Opik mengangguk menjawab ucapan dari sahabat dari adik sepupunya itu. Para gadis yang terkenal banyak bicara atau biasa disebut dengan kata Cerewet itu memang berhasil membuat Opik merasa nyaman berada ditengah-tengah mereka, karena sebenarnya kenyamanan nya tersebab seseorang, yang sampai saat ini belum mengucapkan apapun kepada Opik.
"Za. Kamu ga mau ngucapin apapun gitu ke kang Opik?" tanya Nadia.
"O...oh. Iyam Selamat kak. Semoga ilmunya bermanfaat." kata Azzalia kikuk.
"Makasih Za." jawab Opik.
Tampak kecanggungan diantara mereka, Seem dan Nadia merasa ada yang aneh dengan Azzalia yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam.
__ADS_1
Hingga merekapun kembali melanjutkan aktivitas mereka masing-masing. Namun, saat keempat sahabat Azzalia sudah berjalan lebih dulu ke kelas mereka di gedung KPI, Azzalia memang sudah bilang pada sahabatnya kalau setelah dzuhur, Azzalia ada jadwal siaran.
"Kak Opik." panggil Azzalia yang awalnya sudah berjalan menuju ke arah gedung penyiaran.
"Ya?" Opik berbalik badan, diikuti oleh Seem tentunya.
"Ehm... maaf. Azza tadi ga bisa hadir di acara sidang kak Opik. Azza tadi ada jadwal." kata Azzalia.
"Iya Za, gapapa. Santai aja." jawab Opik dengan senyum khasnya.
"Ehm...oya kak. Maaf, ini ada sedikit hadiah buat kak Opik." kata Azzalia sambil menyerahkan sebuah kotak kecil terbungkus bungkus kado bermotif batik.
"Ya ampun Za, harusnya kamu ga perlu repot-repot begini." kata Opik sambil menerima hadiah itu.
"Semoga kak Opik suka ya. Maaf, tadi mau langsung ngasih, ga enak sama temen-temen. Jadi...Azza baru bisa kasihkna sekarang. Semoga kak Opik suka ya." kata Azzalia dengan tersenyum tulus, membuat hati Opik semakin tersentuh oleh perasaan yang mengganggunya beberapa waktu ini.
"Tentu. Terimakasih ya sekali lagi." kata Opik.
"Sama-sama kak. Ya udah, Azza permisi dulu. Assalamualaikum." kata Azzalia sambil melirik ke arah Seem yang tampak menatap kosong ke bawah.
"Wa'alaikumussalam." jawab Opik.
Sepeninggal Azzalia, Opik tersenyum lebar ke arah Seem. Dan Seem yang awalnya termenung dalam diam menahan rasa dalam hatinya, terpaksa menarik bibirnya untuk turut tersenyum dihadapan Opik.
"Dia...kasih aku hadiah Seem." kata Opik sambil menunjukkan kotak kecil terbungkus bungkus kado bermotif batik itu.
"Ya...itu mungkin jawaban dia bro. Gue bilang juga apa, jangan pesimis, tetap positif thingking, kalau dia juga ada rasa sama elo." kata Seem menyemangati.
"Kalau menurut para Ahli, orang kalau ngasih hadiah itu, tandanya sayang." kata Seem lagi.
Opik mengangguk, kemudian Opik dan Seem melangkah pulang mengendarai motor Seem.
Sesampianya di rumah, Opik tidak sabar membuka hadiah dari Azzalia. Saat Opik membukanya, ternyata sebuah jam tangan dari kulit. Opik tersenyum bahagia melihat hadiah itu, karena Opik memang sangat suka mengoleksi jam tangan. Di bawah jam tangan itu terselip selembar kertas berwarna biru. Opikpun mengambilnya, lalu dibukanya kertas itu.
Kepada Kak Opik
Selamat atas kelulusannya kak, Azza yakin, kak Opik pasti lulus. Karena Kak Opik adalah orang yang pintar dan cerdas, Azza senang bisa kenal kak Opik, banyak hal yang bisa Azza pelajari dari kak Opik, bahwa menjadi mahasiswa kita tidak boleh berpangku tangan. Harus semangat dan gigih untuk meraih kesuksesan.
Dengan hadiah ini, Azza harap, tidak menjadikan salah paham ya kak. Justru Azza mau meluruskan sesuatu yang mungkin menjadikan salah paham.
Azza dengar dari Nadia, bahwa kak Opik ada rasa sama Azza. Maaf jika Azza lancang. Azza tidak ingin berlarut-larut, memberikan harapan palsu pada kak Opik. Maka dengan ini, Azza sampaikan sejujurnya, bahwa Azzalia tidak bisa membalas perasaan Kak Opik. Terimakasih kak Opik sudah menjadi kakak yang baik untuk Azza. Semoga kak Opik mendapatkan pasangan yang lebih baik dari Azza.
Salam dari adik tingkatmu.
__ADS_1
Azzalia Putri Geolam