Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Kecewa


__ADS_3

Malam itu, Seem merebahkan tubuhnya di atas kasur lantainya setelah dia membersihkan diri dari debu dan kotoran yang menempel ditubuhnya. Seem berusaha memejamkan matanya, tetapi masih sulit untuk pergi ke alam mimpi. Seem masih terbayang dengan gadis yang tadi membersamainya. Seem teringat dua tahun lalu, saat dirinya benar-benar hancur karena orang-orang terdekatnya.


-Flash back on-


Siang itu sepulang sekolah, seperti biasa Seem nongkrong dengan teman-temannya di sebuah warung kopi. Saat Seem sedang menikmati es kopinya, Seem tak sengaja melihat mobil papanya lewat, dan disebelahnya ada seorang gadis cantik. Seem penasaran, lalu mengikuti laju mobil papanya dengan motor V-Xion nya.


Sesampainya si mall, papanya tampak digelayuti seorang wanita **** dengan pakaian serba minim, dan dengan mesrany a mereka berjalan. Papa Seem tampak tersenyum bahagia bersama wanita itu. Seem yang sudah ingin marah, langsung menuju rumahnya. Ingin rasanya dia melaporkan kebejatan papanya diluar rumah. Hingga saat tiba di rumah, Seem masuk rumah dan mencari sosok mamanya, sosok wanita yang sangat dia sayangi dan sering menjadi tempat curhatnya serta menjadi motivatornya. Namun, dia melihat mamanya juga sedang melakukan aksi romantis dengan pria yang tidak dia kenal.


"Apa-apaan ini?" geram Seem saat melihat mamanya bermesraan dengan laki-laki asing ditaman belakang.


"Seem? Kamu sudah pulang?" tanya mama Seem terkejut.


"Siapa dia?" hardis Seem.


"Dia... ehm... sorry dear, mama..." kata mama Seem tak bisa berkata-kata.


"Mama sama papa sama aja!" teriak Seem kemudian segera pergi meninggalkan rumah orang tuanya dengan mengendarai motornya


"Seem!" panggil mama Seem dengan wajah sedih dan penuh penyesalan.


Seem melajukan motornya ke warung kopi tempatnya nongkrong, kini teman-temannya sudah tidak ada, Seem disana hanya sendiri dengan ditemani beberapa bapak-bapak yang memesan kopi. Jam menunjukkan pukul enam sore, Seem enggan untuk pulang ke rumah, dia memutuskan menemui kekasihnya, siapa tau dengan mengajak kekasihnya shoping, pikirannya akan lebih baik.


Seem menuju kosan Calista dengan masih mengenakan baju seragam. Sesampainya di Kos-kosan Calista, ada sebuah mobil Pajero hitam terparkir di sana. Seem memarkirkan motornya tak jauh dari mobil itu.


"Mobil siapa ini? Apa mungkin mobil tamunya bu kos kali ya. " gumam Seem yang sudah tau bahwa di kosan Calista jarang ada mobil mewah terparkir di sana.


Seperti biasa, Seem menghubungi Calista terlebih dahulu, dia mencoba mengirim pesan, tetapi tidak dibalas, lalu Seem menelpon, tetapi tidak di angkat.


Seem curiga, lalu Seem mencoba masuk ke kamar Calista. Seem mengetuk pintu kamar Calista, tetapi tidak ada sahutan. Seem masih penasaran, karena tidak biasanya Calista keluar di jam-jam malam seperti ini.


Seem mencoba untuk kembali mengetuk pintu kosan Calista, namun tak lama kemudian, Calista muncul di ambang pintu dengan memakai baju yang berantakan dan rambut acak-acakan.

__ADS_1


"Eh, Seem. Ehm...kamu...kamu kok ke sini g angabarin dulu sayang?" tanya Calista yang berbicara terbatas-bata, dan dengan tampilan yang hot. Tampak lipatan dadanya dengan jelas di mata Seem dan rok plisket sepuluh sentimeter di atas lutut membuat junior Seem terangsang, jakun Seem naik turun dan Seem langsung memeluk kekasihnya dan mendorong Calista ke dalam kamar Calista tanpa persetujuan si pemilik kamar.


"Sayang..." kata Seem yang langsung memeluk Calista dan mencumbu kekasihnya, dia menggigit lembut leher jenjang Calista, namun Calista langsung mendorong Seem.


"Seem, kamu apa-apaan sih? Malu ah dilihat orang." kata Calista tidak suka.


"So...sorry, aku khilaf." kata Seem.


"Abisnya kamu menggoda sih." kata Seem.


"Ish, apaan sih kamu sayang. Ehm... kamu ngapain jam segini ke sini? Masih pake seragam lagi."


"Aku...kangen kamu lah sayang." kata Seem.


Namun, saat Seem akan memeluk Calista lagi, tiba-tiba muncul seorang laki-laki di dalam kamar Calista. Dia bertelanjang dada dan hanya memakai kolor saja.


"Sayang, siapa dia?" tanya laki-laki itu.


"E...anu...dia...temenku sayang." jawab Calista dengan kaku.


"Calista...aku ga nyangka...kamu..." kata Seem dengan menunjuk wajah gadis itu. Matanya memanas menahan amarah yang sejak tadi tertahan.


Seem langsung pergi dari kosan Calista, lalu melajukan motornya pergi menjauh dari tempat yang menyakiti hatinya.


Seem menuju baar, dia benar-benar frustasi dengan semua kejadian yang kebetulan hari ini. Seem melampiaskan dengan meminum dua botol minuman keras di tempat itu. Banyak wanita malam yang menjajakan dirinya untuk Seem yang masih berseragam putih abu itu, karena Seem memiliki paras yang sangat tampan. Banyak wanita malam yang ingin menghiburnya, menikmati ketampanan Seem di tempat remang-remang itu. Seem melayani beberapa wanita itu di tempat dugem. Hingga jam dua belas malam, Seem akhirnya puas dengan segala permainannya di baar, diapun pergi meninggalkan baar dengan mengendarai motornya.


Seem tak bisa menguasai motornya, hingga akhirnya dia terjatuh, dan ada seorang gadis menolongnya. Seem melihat gadis itu, dia sangat cantik, namun saat Seem dibantu bangun, Seem justru muntah dan mengenai pakaian gadis itu.


"Ya ampun, elo ni ya, udah di tolongin bukannya terimakasih malah ngotorin baju gue! Untung aja lo ganteng, sangat mubadzir cowok ganteng kaya kamu harus mati muda bodoh!" ujar gadis yang menolong Seem.


Seem sudah tidak sadar, sejak muntah itu, dia kemudian pingsan dan saat sudah sadar, Seem sudah berada di sebuah klinik.

__ADS_1


Waktu subuh tiba, Seem melihat gadis itu menunaikan sholat subuh, Namun Seem yang sebenarnya sudah sadar, dia pura-pura tidur. Dia enggan jika harus berbincang dengan gadis yang menolongnya, rasanya dia malu.


"Ya elah...betah banget sih lo tidurnya? Padahal gue berharap elo tu segera sadar, bangun gitu, biar gue bisa kenalan ama elo. Kan lumayan, gue punya kenalan cowok ganteng kaya artis gitu hehehe." kata Gadis itu.


"Woi, bangun dong... ah elo... ga asik ah." omel Gadis yang tadi sempat melantunkan ayat-ayat suci al-Qur'an setelah sholat subuh, hati Seem tersentuh, tetapi Seem enggan bangun dna membuka matanya.


Tiba-tiba ponsel gadis itu berdering.


"Ya halo oma."


"Iya iya oma. Ini Aku segera pulang kok."


"Iya. Okey. Otw." jawab Gadis itu.


"Hem, kalau ga inget kesehatan oma, males banget gue sekolah. Masih pingin bolos aja gue." gerutu gadis itu.


"Heh, cowok ganteng. Gue tinggal dulu ya. Biaya obat dan rawat inap elo udah gue beresin, entar kalau elo udah sembuh, elo langsung pulang aja, entar ortu lo nyariin. Salah siapa ga bawa identitas diri, jadinya kan gue ga tau harus bawa elo kemana." kata gadis itu.


"Kunci motor elo, gue titipin perawat ya. Cepet sembuh lo. Kalau ga kuat mabok, ga usah deh mabok-mabok lagi Ga pantes lo mabok. Cowok ganteng kaya elo itu, pantesnya pake kopiah, baju koko, celana panjang, terus ke masjid. gitu. Tapi sayangnya, elo non islam ya. Keliatan tuh, di gelang elo, ada salibnya. Ya apapun masalah elo, gue yakin pasti ada jalan keluarnya. Yang semangat lo, jangan letoy kaya cewek gitu, payah lo." omel Gadis itu yang membuat Seem ingin sekali membantah semua kata-kata gadis yang menolongnya. Setelah itu, gadis itu mendapat telepon lagi.


"Ya halo. Iya, aku keluar sekarang pak. otw." kata Gadis itu.


"Ya udah, gue pergi dulu ya cogan, cowok ganteng. Cepet sembuh lo." kata gadis itu berlalu sambil membawa tas kecilnya.


Sepeninggal gadis itu, Seem langsung membuka matanya.


"Gila, baru kali ini gue dikatain cowok letoy. Payah." gerutu Seem.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Alhamdulillah, Bayangan Cinta Pantulan Asa sudah sampai di bab ini, semoga para reader suka dengan cerita DedeπŸ™

__ADS_1


__ADS_2