
Azzalia dan Seem sudah sampai di bengkel dan mengambil mobil Azzalia yang sudah siap untuk dibawa pulang. Azzalia sudah melunasi semua tagihan bengkel yang mengerjakan mobilnya.
"Kita pulang sekarang!" kata Seem dengan mode cool sambil menatap arloji di pergelangan tangan kirinya.
"Langsung nih?" tanya Azzalia.
"Kenapa?" tanya Seem.
"Gapapa." jawab Azzalia.
"Ya udah yuk." ajak Azzalia yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
Selama perjalanan, Seem mengikuti laju mobil Azzalia. Sesekali Azzalia melirik ke kaca spion, dilihatnya wajah opa korea ga punya kamus bahasa itu dengan tersenyum.
"Kenapa gue jadi merasa bahagia gini ya kalau deket Seem? Apa gue suka sama Seem?" batin Azzalia.
Saat akan tiba di persimpangan jalan menuju jalan raya Jakarta-Bogor, Seem melaju mensejajari mobil Azzalia dan memberi kode Azzalia untuk menghentikan laju mobilnya.
Azzaliapun menghentikan mobilnya, dan membuka kaca mobilnya.
"Ada apa?" tanya Azzalia saat Seem sudah turun dari motornya dan berjalan ke arah mobil Azzalia.
"Gue ada pemotretan, elo pulang sendiri gapapa kan?" tanya Seem.
"Pemotretan? Kenapa elo ga bilang dari tadi sih?" protes Azzalia.
"Sorry."
"Iya, ya udah. Gapapa. Gue bisa pulang sendiri kok. Lagian udah masuk kota Jakarta, aman lah meski sendiri." kata Azzalia.
"Sorry ya. Kalau ada apa-apa, langsung telpon gue ya. Kalau lancar, sampe rumah, langsung kasih kabar." pesan Seem.
"Elo khawatirin gue?" tanya Azzalia.
Seem gelagapan mendapat pertanyaan itu dari Azzalia. Sejujurnya iya, Seem sangat khawatir dengan Azzalia, tetapi di lain sisi, dia menjaga imej nya untuk tidak mengatakan isi hatinya.
"Ya...ga gitu juga. Karna...karna tadi kan gue yang bawa elo ke Bogor, jadi kalau ada apa-apa sama elo, ya gue yang akan tanggung jawab." kilah Seem.
"Oh, gitu? Iya deh, iya. Ya udah, sana lo berangkat gih, keburu telat lho. Ditunggu client elo." kata Azzalia.
"Iya, waktu gue ga lama. Gue duluan ya." pamit Seem berbalik badan.
"Seem." teriak Azzalia dari dalam mobil. Seem berbalik badan menoleh ke arah Azzalia.
"Makasih ya. Hati-hati." kata Azzalia dengan senyum lebarnya.
Seem yang pembawaannya jarang tersenyum, lebih sering diam dan dingin, Sore itu Seem membalas perhatian Azzalia dengan senyuman, dan mengangguk. Azzalia begitu terpesona melihat senyuman manis yang langka itu. Sampai akhirnya sosok Seem sudah tidak tampak lagi dihadapan Azzalia karena dia sudah melaju jauh meninggalkan Azzalia. Azzaliapun melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah, Azzalia mendapati kakaknya sudah berdiri di depan pintu dengan bersedekap.
"Udah jadi tu mobil?" tanya Diego.
__ADS_1
"Udah."
"Elo tadi ke Bogor?" tanya Diego.
"Iya." jawab Azzalia.
"Sendiri?" tanya Diego.
"Ya engga lah mas... Ke sana nya naik apa gue kalau sendiri? Naik kendaraan umum? Jam segini belum bisa sampe rumah gue kalau naik kendaraan umum. Bisa nyasar juga gue." kata Azzalia.
"Terus, sama siapa?" Diego masih menginterogasi adiknya.
"Temen."
"Iya gue tau, tapi siapa?" tanya Diego.
Azzalia jengah menghadapi mas nya yang suka kepo dan bawel.
"Namanya Seem, dia kakak tingkat gue, yang kemarin ngurusin mobil gue dan dia juga yang bawa mobil gue ke bengkel. Jelas?" jawab Azzalia.
"Seem?"
"Iya. Dia juga orang Semarang. Gue udah kenal sama dia sebelum kita ketemu di kampus." jawab Azzalia.
"Dia orang baik?" tanya Diego.
"Ya pastinya lah dia baik. Jelas-jelas dia yang selalu nolongin gue." jawab Azzalia.
"Ya udah ya mas, gue mau masuk dulu, mau mandi." kata Azzalia.
"Ya." jawab Diego.
💕💕💕
Hari-hari terus berlalu, setelah acara pembekalan LPM beberapa waktu lalu, Hubungan Azzalia dengan Opik semakin dekat, ditambah lagi, Opik menjadi salah satu pendamping Azzalia di saat siaran. Hal itu memang diatur oleh ketua bidang penyiaran, yang tak lain Opik sendiri.
Sudah satu minggu Azzalia belajar teori tentang penyiaran, kemudian dilanjut dengan praktek. Sudah saru bulan Azzalia mengikuti praktek penyiaran dengan didampingi Bela, seniornya yang putri, tetapi dibawah koordinasi Opik sebagai ketua bidang penyiaran.
Hari itu, Azzalia telah menyelesaikan siarannya di jam siang, sebelum makan siang. Azzalia keluar dari ruang siaran dan disambut hangat oleh Opik.
"MaasyaaAllah, keren. Sepertinya Azza udah siap siaran sendiri nih." puji Opik.
"Ah, kak Opik terlalu berlebihan. Gue masih grogi kali kak." kata Azzalia tersipu.
"Tapi jujur ya Za, penampilan elo hari ini keren banget. Udah ga keliatan kalau elo grogi tau." puji Bela.
"Nah, sebagai rewardnya, Hari ini Azza dan Bella, saya traktir ya." kata Opik.
"Ha? Serius kak?" tanya Bella tak percaya.
"Iya, serius. Due rius malah." jawab Opik.
__ADS_1
"Kalau masalah amunisi, Azza ga bisa nolak kak, hehehe." jawab Azzalia.
"Okey. Ya udah yuk kita langsung ke Kopma aja ya." ajak Azzalia.
"Kamu lebih sering ke kopma?" tanya Opik.
"Iya kak, nyaman disana. Emang kalau kak Opik, ga pernah ke Kopma?" tanya Azzalia.
"Jarang sih, tapi...boleh lah, kita coba ke Kopma." jawab Opik.
Mereka bertigapun berjalan menuju Kopma, tetapi saat dijalan, Mereka berpapasan dengan Seem yang akan menuju gedung siaran.
"Seem." panggil Opik.
"Eh, Pik. Mau ke mana?" tanya Seem.
"Mau makan. Ikut yuk." ajak Opik.
Seem yang niatnya memang mau menyusul Opik, akhirnya mengikuti ajakan Opik menuju Kopma, tempat untuk makan mereka.
Sesampainya di kopma, Azzalia memesan beberapa makanan yang diinginkan Seem, Opik dan Bella. Dia Sudah terbiasa dan akrab dengan pelayan di kopma.
"Tumben lo Pik, ke sini." komentar Teman sekelas Opik yang sedang bertugas di Kopma.
"Iya nih. Ini kebetulan temen siaran gue lulus siaran, jadi gue sang aja traktir dia, dan dia mintanya di sini." jawab Opik.
"Oh, Azza ya?" tebak Aldi.
"Yup." jawab Opik.
"Ini, silakan dinikmati." kata Aldi sambil menyajikan minuman pesanan mereka.
"Thank's bang." kata Azzalia sambil mengambil gelas es nya.
"Pantesan tadi temen-temen elo tadi kesini tanpa elo Za, ternyata elo lagi siaran ya?" tanya Aldi.
"Iya bang."
"Elo yang barusan siaran? Putri?" tanya Aldi.
"Yup." jawab Azzalia.
"Wah, asli keren banget suara lo Za. Gue termasuk penggemar siaran elo tau Za." kata Aldi.
"Masak? Lebay lo bang." tukas Azzalia.
"Seirus." jawab Aldi.
"Udah ah, jangan banyak ngobrol deh, mana pesenan gue? Udah laper nih." omel Azzalia.
"Iya, iya. Sabar." jawab Aldi sambil menyajikan makanan pesanan Azzalia.
__ADS_1
Azzalia dan teman-temannya makan bersama, dengan sesekali Opik melirik ke arah Azzalia. Setelah Opik membayar, mereka kembali ke kekas masing-masing.