
Hai Reader Bayangan Cinta Pantulan Asa, terimakasih atas support kakak semua yang senantiasa mengikuti kisahnya Azzalia dan teman-teman Mawar Merah. Di bab ini, adalah bab Akhir untuk cerita Bayangan Cinta Pantulan Asa ya Dearsπ, salam cinta dari Author untuk para reader tercinta.
πππ
"Ehem, kayaknya ada yang udah siap nyusul kita nih." kata Azzalia saat melihat Renata bersama Mu'iz berdiri di dekat mereka.
"Iya dong, aku ga mau ketinggalan sama kamu tau." kata Mu'iz.
"Kamu ga nungguin mas mu dulu?" protes Azzalia.
"Buat apa nungguin? Orang dia juga bakal nyusul kamu kok." kata Mu'iz.
"Kamu serius?" tanya Azzalia berbinar.
"Kalau ga Percaya, tanya aja sendiri sama orangnya." kata Mu'iz.
"Dah, aku mau minta foto dulu, boleh ga nih?" tanya Mu'iz kepada Azzalia.
"Oh, ya tentu boleh dong." jawab Azzalia.
Merekapun berfoto bersama, dengan Azzalia menggandeng Seem, dan Renata berdiri di dekat Azzalia sedangkan Mu'iz berdiri di samping Seem. Setelah berfoto, merekapun turun dari pelaminan.
Tak berapa lama kemudian, tampak seorang pria memegang mikrofon untuk menyanyikan sebuah lagi. Pria itu tak lain dan tak bukan adalah AlGhozali, yang tadi sempat mengobrol dengan Azkya, dan kini dia tampil di tengah-tengah para tamu undangan.
"Okey, para hadirin yang terhormat, perkenankanlah saya, Al, slah satu mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Jakarta, saya teman dari kedua mempelai pengantin. disini saya akan membawakan sebuah lagu, yang saya persembahkan untuk kedua mempelai, dan juga untuk seseorang yang ada ditengah-tengah acara ini, dia adalah seorang wanita yang baik, dan memiliki cinta yang tulus kepada saya. Maka, dengan ini, perkenankanlah saya untuk menyanyikan sebuah lagu untuk mereka." kata Al panjang lebar.
Ku merayu pada Allah
yang tahu isi hatiku
di malam hening aku selalu mengadu
tunjukkan padaku
ku aktifkan radarku
mencari sosok yang dinanti
ku ikhlaskan pengharapanku di hati
siapa dirimu
dalam kesabaran
ku melangkah menjemputmu
cinta dalam hati akan aku jaga
hingga Allah persatukan kita
jodoh dunia akhirat namamu rahasia
tapi kau ada di masa depanku
ku sebut dalam doa, ku ikhlaskan rinduku
kita bersama melangkah ke surga abadi
ku aktifkan radarku mencari sosok yang dinanti
ku ikhlaskan pengharapanku di hati, siapa dirimu
ku merayu pada Allah yang tahu isi hatiku
__ADS_1
di malam hening aku selalu mengadu, tunjukkan padaku
jodoh dunia akhirat namamu rahasia
tapi kau ada di masa depanku
ku sebut dalam doa, ku ikhlaskan rinduku
kita bersama melangkah ke surga abadi
bukan cinta yang memilihmu
tapi Allah yang memilihmu untuk ku cintai
jodoh dunia akhirat namamu rahasia
tapi kau ada di masa depanku
ku sebut dalam doa, ku ikhlaskan rinduku
kita bersama melangkah ke surga abadi
(jodoh dunia akhirat namamu rahasia)
tapi kau ada di masa depanku
ku sebut dalam doa, ku ikhlaskan rinduku
kita bersama melangkah ke surga abadi
(jodohku abadi ke surga)
jodohku (jodohku) abadi (abadi) ke surga (ke surga)
Tepuk tangan riuh mengisi ruang gedung resepsi tempat Azzalia dan Seem melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka. Sepasang mata ternyata sedang sibuk mengeluarkan giliran bening, dan tangannya meng hapus air mata itu, wajah itu tertunduk, hingga wanita itu tak sadar, ternyata penyanyi yang telah menyentuh hatinya telah berdiri di hadapannya.
"Perlukan aku membantu menghapus air matamu?" tanya Al di hadapan Azkya. Seketika Azkya mendongak, menatap sosok pria tampan yang selama ini dia idamkan, ternyata perasaannya sudah tidak bertepuk sebelah tangan lagi.
"Kamu?" gumam Azkya sambil menutupi wajahnya yang sembab karena tangis haru.
"Ya, lagu ini untukmu. Maukah kamu menjadi teman hidupku? Menjadi jodoh Dunia akhiratku?" tanya Al.
"Kamu serius?" tanya Azkya.
"Apakah wajahku seperti komedian, yang tukang melawak?" tanya Al.
"Idih, kenapa gitu sih jawabnya?" sungut Azkya.
"Jadi gimana? Kamu mau kan?" tanya Al lagi.
Azkya tampak malu-malu, tetapi dia belum bisa menjawab.
"Kamu... bukannya ga ada rasa sama aku?" tanya Azkya.
"Ya, itu dulu. Dia adalah masa lalu ku, dan kamu, adalah masa depan ku. Sekarang, kamulah rasaku." jawab Al berusaha romantis, meski sebenarnya garing, tapi tidak bagi Azkya yang memang menyukai sosok Al yang gokil dan selalu bisa membuat hatinya bahagia.
Blus
Wajah Azkya berubah merah karena malu.
"Mau kan? Aku akan menggapap diammu itu sebagai jawaban 'ya', dan dalam waktu dekat, aku akan segera melamarmu." kata Al.
"Secepat itu?" tanya Azkya spontan, karena dia terkejut.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Al heran.
"Ehm, kita kan..." Azkya tak melanjutkan.
"Masih kuliah?" tebak Al.
Azkya mengangguk.
"Aku inget pesannya kak Opik, selama kita sudah cocok, manteb sama seseorang yang akan siap kita jadikan teman hidup kita, ya langsung aja di halalin. Ga perlu nunggu lulus kuliah, karena keburu di gaet orang." kata Al.
"Dan, pesan kak Opik waktu itu, kita di larang pacaran, karena banyak hal negatif dari hubungan berpacaran, jadi ya mending langsung di halalin aja." kata Al.
"Tapi, kalau orangtuaku memintaku harus lulus kuliah dulu? Gimana?" tanya Azkya.
"Ehm, aku akan minta nego sama beliau." jawab Al.
"Gitu ya?"
"Iya."
Di sisi lain, selain Azkya dengan Al yang masih berbincang, ada Juga Renata dengan Mu'iz yang masih mengobrol berdua. Sedangkan, saat di tengah acara, tiba-tiba muncul dua tamu yang baru datang dan langsung menuju pelaminan.
"Azzalia!" teriak wanita itu sambil menghambur memeluk Azzalia.
"Zizi?" gumam Azzalia yang masih tak percaya.
"Iya, ini aku."jawab Zizi.
"Ya ampun, kapan datang?" tanya Azzalia tak kalah heboh.
"Baru aja, ini tadi baru aja dari bandara, langsung ke sini." jawab Zizi.
"Dari bandara? Sama siapa? Soalnya dari tadi om Zio sama tante Shanum kan dampingin aku." kata Azzalia.
"Ehm, aku...dijemput dia." jawab Zizi sambil menunjuk seorang pria yang berdiri di belakang Zizi.
"Aziz?"
"Ya, Aziz yang jemput aku." jawab Zizi.
"Cie... kayaknya ada yang mau segera nyusul nih?" goda Azzalia.
"Ya, kita memang akan segera nyusul. Seminggu lagi." jawab Aziz dingin.
"What? Kalian serius?" tanya Azzalia tak percaya.
"Iya Za. Kami akan menikah seminggu lagi, supaya nanti pas aku kembali ke Jepang, aku sudah bersama mahromku." jawab Zizi.
"Yaa Allah, asli ini surprise banget Zi." komentar Azzalia.
"Selamat ya bro." kata Aziz menyalami Seem dan memeluknya.
"Selamat juga, semoga dimudahkan rencana pernikahan nya ya Zizi." kata Seem.
"Aamiin, kita saling mendo'akan ya." kata Aziz.
Dan Akhirnya, Setelah Azzalia melangsungkan resepsi pernikahan dengan Seem, seminggu setelahnya Aziz menikah dengan Zizi, lalu saat waktu liburan semester telah selesai, Aziz ikut terbang ke Jepang dengan Zizi, dan melanjutkan studynya di Jepang bersama Zizi.
Sedangkan, Azkya dan Al, akan melangsungkan pernikahan saat liburan semester berikutnya, dan Mu'iz dan Renata, juga ikut menyusul menikah setelah Tiga bulan setelah pernikahan Aziz dan Zizi.
Setelah menikah, para anggota Mawar Merah telah menjelma menjadi wanita muslimah dengan busana tertutup seperti harapan Opik. dan menjadi wanita-wanita yang berjuang untuk melawan kebodohan negerinya, seperti harapan almahrum Syaqila.
-Selesai-
__ADS_1