
Malam itu, Azzalia sekelompok nya sudah siap dengan jaket mereka dan juga senter. Karena malam ini mereka akan mengikuti kegiatan api unggun di lapangan bumi perkemahan. Sedangkan tenda-tenda didirikan di hutan, tepatnya di atas lapangan.
Semua peserta dan panitia pepemaru sudah berkumpul bersama di lapangan dengan persiapan mereka masing-masing dalam memberikan tampilan di depan api unggun.
"Okey gaes, malam ini adalah malam perkenalan kita ya, kami harap kita bisa lebih akrab lagi satu sama lain dalam satu fakultas." kata seorang panitia.
"Langsung aja ya, untuk yang pertama, sebagai opening, kita akan tampilkan dari panitia, yang akan menampilkan permainan bola api mereka, kepada para panitia dipersilakan." kata pembawa acara.
Setelah penampilan permainan bola api, dilanjut dari kelompok peserta yang dimulai dari kelompok Fajar.
"Hai gaes, kami dari kelompok Fajar, dimana kami adalah para pria pejuang Fajar, maksudnya, kita adalah para pejuang peraih dunia dan seisinya. Hehehe, do'akan kami juga, biar setelah pepemaru ini, do'a dari sholat fajar kami di terima Allah, yaitu mendapat jodoh dari kegiatan ini." kata salah seorang dari kelompok Fajar.
"Huuuu..." seruan para peserta.
"Tenang, tenang. Santai santaim Okey. Langsung aja gaes, gue mau kenalin diri gue ya, nama gue Al panjangnya AlGhozali, ya mirip lah sama artis yang anaknya artis itu, hehehe. Tapi masih gantengan gue dikit." canda Al.
"Huuuu...."
"Selanjutnya, gue serahin ke mereka untuk kenalan sendiri ya. Karena gue takut, kalian akan diabetes karena kelamaan liatin gue yang manis ini."
Lagi-lagi suara seruan ga terima dari para peserta api unggun.
Kelompok Fajarpun memperkenalkan diri mereka, lalu mereka menampilkan penampilan stand up komedi, yang asli membuat perut kram karena tertawa terus.
"Hahaha"
"Wkwkwkwk..." Azzalia tertawa terpingkal sampai memegang perutnya yang sampai terasa sakit.
"Gila tu orang, bisa ya bikin banyolan kaya begitu." kata Azzalia.
Setelah kelompok Fajar sudah selesai menampilkan tampilannya, berganti ke kelompok lain hingga akhirnya saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Kelompok Mawar Merah baru tampil.
"Hai gaes, kenalin ya, kita dari kelompok mawar merah. Gue pribadi bernama Azzalia, dan temen-temen gue minta dikenalin aja sama gue. So, gue kenalin ya kalau ada yang minat untuk jadiin mereka gebetan, bisa lewat gue, jangan langsung ya. Hehehehe." kata Azzalia memperkenalkan diri.
"Ini yang paling kalem, dia lulusan pesantren, namanya Nadia, dan ini Adzkya, sebelahnya lagi bernama Syaqila, dan deket gue ini namanya Renata. Kita adalah sekumpulan mawar merah, yang ga gampang untuk dipetik ya." lanjut Azzalia.
"Okey, langsung aja ya. Di sini kita akan menampilkan lagu, untuk diri kita sendiri. Yaitu, "Kun Anta." kata Azzalia.
C G
Liujar bihim, qoladtuzohiruma fihim
Am F
C G
Wa zonantu ana, anni bizalika khustu ghina(rina)
Am F
.
[CHORUS]
C G
La la.. la nakhtajul mala
Am
Kai nazdada jamala
Jauharna huna, fil qolbi talala
.
C G
La la… nurdhi nasa bimala
Am
Nardho hulana hala
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala
.
[POST-CHORUS]
C
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Am
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
.....Kun anta tazdad jamala
.
C G Am F
Lalalala..
.
__ADS_1
C G
Ataqobbalahum, annasu lastu qolliduhum
Am F
Illa bima yardhini, kai urdhini
C G
Saakunu ana, mithli tamama haza ana
Am F
.
[CHORUS]
C G
La la.. la nakhtajul mala
Am
Kai nazdada jamala
Jauharna huna, fil qolbi talala
.
C G
La la… nurdhi nasa bimala
Am
Nardho hulana hala
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala
.
[POST-CHORUS]
C
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Am
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
.....Kun anta tazdad jamala
.
[BRIDGE]
Dm
Saakunu ana
Man ardho ana
C G
Lan as a’la liridhohum
.
Dm
Waakunu ana
Ma ahwa ana
C G
Mali wama liridhohum
.
Dm
Saakunu ana
Man ardho ana
C G
Lan as a’la liridhohum
.
Dm
Waakunu ana
__ADS_1
Ma ahwa ana
C G
Mali wama liridhohum
.
[CHORUS]
C G
La la.. la nakhtajul mala
Am
Kai nazdada jamala
Jauharna huna, fil qolbi talala
.
C G
La la… nurdhi nasa bimala
Am
Nardho hulana hala
Zaka jamaluna, yasmu yata’ala
.
[POST-CHORUS]
C
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
G
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
Am
Oh Wo Oh, Oh Wo Oooh
.....Kun anta tazdad jamala
Tepuk tangan riuh dari para peserta, semua peserta terpukau dengan tampilan Azzalia sekelompoknya.
Setelah acara selesai, Azzalia kembali ke tenda bersama teman sekelompok nya. Kemudian mereka langsung tertidur pulas, karena mereka merasa sangat lelah. Namun tidak dengan Azzalia, yang membuka leptopnya terlebih dahulu untuk menyicil pekerjaannya yang harus segera dia kerjakan, mumpung dia mendapatkan ide. Setelah dirasa cukup, Azzalia akan tidur, tetapi dia merasa ingin buang air. Namun suasana di luar sudah sangat mencekam, karena jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Azzaliapun mencoba untuk membangunkan salah satu temannya, dan dia mencoba membangunkan Renata.
"Re, bangun Re. Temenin gue ke toilet yuk. Gue kebelet nih." kata Azzalia.
"Hah, gue masih ngantuk banget ni. Elo sendirian aja gih." kata Renata.
Kemudian Azzalia mencoba membangunkan yang lain, tetapi nihil, mereka semua tidak ada yang mau bangun. Hal yang wajar memang, karena mereka baru saja tidur, dan pasti mereka baru berada di titik pulas-pulasnya. Azzalia sudah tidak bisa menahan perutnya yang mulas karena menahan rasa sakit di perutnya, diapun segera mengambil senter dan pergi seorang diri menuju toilet yang cukup jauh dari tendanya.
Sesampainya di toilet, Azzalia mencoba menggantungkan senternya, tetapi karena saking paniknya, perut yang sudah tidak bisa menahan rasa mulas, akhirnya senter itu jatuh ke lantai.
"Yah..." Azzalia tak menggubris senternya lagi, yang penting dia bisa menunaikan hajat nya di atas kloset. Hingga saat setelah lega, Azzalia mulai berfikir.
"Yah, mati." gumam Azzalia sambil mencoba menyalakan senternya.
"Haduh, gimana gue balik ke tendang coba, mana gelap begini, sendirian. Ditambah ini senter malah mati lagi." keluh Azzalia.
Tetapi, mau tidak mau, Azzalia harus tetap kembali ke tendanya, karena tidak mungkin dia tidur di toilet. Azzaliapun memberanikan diri berjalan tanpa penerangan menuju tendanya.
Saat Azzalia berjalan, tak terasa ada sebuah sinar yang meneranginya dari belakang.
"Siapa tuh?" gumam Azzalia merasa takut.
Azzalia mempercepat langkahnya, bulu romanya makin berdiri, dia bergidik jika harus berbalik badan dan mendapati sosok menakutkan di belakangnya.
Azzalia terus melangkah, hingga tiba di area tendanya.
"Lain kali, kalau mau keluar malam, bawa temen." kata seseorang dari arah belakang.
Azzaliapun menoleh ke sumber suara.
"Kak Seem?" tanya Azzalia heran.
"Hem. mana senter lo, biar gue coba perbaiki." kata Seem yang mengetahui senter Azzalia rusak.
"Ha? ehm...ini." kata Azzalia menyerukan senter nya.
"Terlalu beresiko seorang gadis keluar sendiri di tengah malam begini, apalagi di hutan begini." kata Seem lagi.
"Iya, maaf." kata Azzalia.
"Ya udah, cepet tidur. Udah pagi." kata Seem.
"Ya, terimakasih kak." kata Azzalia.
"Hem." jawab Seem sambil lalu, yang membuat Azzalia malas mendengarnya.
"Iya, sama-sama Azzalia cantik." kata Azzalia yang membuat Seem menengok ke belakang.
"Hehe, Just Keed." kata Azzalia sambil mengangkat kedua jari nya membentuk huruf V, dan menampakkan giginya yang tertata rapi, tampak jelas di tengah kegelapan malam, lalu Azzalia melangkah masuk ke dalam tendanya.
__ADS_1
"Dasar!" umpat Seem sambil berbalik badan dan berjalan menuju tendanya.