
Pagi itu Azzalia sudah beres dengan segala persiapannya. Rencananya, hari ini dia tidak akan datang terlambat lagi Dia memeprcepat keberangkatannya setengah jam lebuh awal dari kemarin. Lagipula, malamnya Azzalia sudah langsung tidur cantik, karena terlalu lelah seharian beraktivitas. Sehingga Azzalia bisa bangun lebih pagi, bahkan dia masih bisa membantu Dian untuk menyiapkan sarapan.
"Tumben lo bangun pagi sendiri, tanpa dibangunin." kata Diego keheranan.
"Berisik lo mas!" jawab Azzalia.
Tok tok tok
"Busyet, pagi-pagi udah ada tamu aja." kata Diego.
"Pesenan gue tu pasti." kata Azzalia sambil melangkah menuju pintu utama.
"Pesenan?" tanya Diego heran.
"Iya, pesenan untuk bekal nanti saat ospek." jawab Dian sambil membereskan dapur.
"Kenapa ga bikin sendiri?" tanya Diego.
"Ribet katanya. Ga mau ngerepotin aku." jawab Dian lagi, lalu tak berapa lama kemudian Azzalia muncul dengan membawa sekotak makanan di dalam plastik.
"Apaan tu Dek?" tanya Diego kepo.
"Kepo!" ketus Azzalia sambil terus berlalu ke kamarnya di lantai dua.
"Ish, tu anak nyebelin bener sih? Heran gue." keluh Diego.
"Emang mas pikir, mas ga nyebelin?" tanya Dian sambil tersenyum.
"Eh, kamu ni ya, ngatain suaminya nyebelin. Mas hukum kamu ya." kata Diego sambil menggelitiki istrinya. Merekapun tertawa lepas sambil terus bercanda.
"Astaghfirullah...ini orang tua apa-apaan? Ga denger anaknya nangis apa? Malah bercanda terus." omel Azzalia yang sudah turun dari tangga sambil menggendong keponakannya Zoya yang menangis saat bangun dari tidurnya.
"Eh, yaa Allah, anak mama...uluh uluh uluh...maafin mama ya nak." kata Dian sambil menerima Zoya dari tangan Azzalia.
"Ni pasti ulah mas Diego nih. Sampe kak Dian ga denger si embul nangis." kata Azzalia memprotes.
"Eh...sembarangan aja lo kalo ngomong. Gue ga bikin ulah kok, gue cuma godain istri gue sendiri kok, salah?" Diego membuat pembelaan.
"Ya salah lah, orang anaknya nangis juga ga segera di tolongin." omel Azzalia sambil menggigit paha ayam goreng seperti di film upin ipin.
"Heh, kalau makan tu, pake nasi. Ga cuma ayamnya doang. Gagal diet lo nanti!" omel Diego sambil mengambil paha ayam dari tangan Azzalia.
__ADS_1
"Dih, mas Diego! Balikin ayam gue napa? Gue buru-buru nih, mau segera berangkat." kata Azzalia.
"Tumben lo? Kemarin perasaan berangkat jam enam santai aja, kenapa ini baru jam lima seperempat udah panik?" tanya Diego.
"Berisik lo. Mana ayam gue!" kata Azzalia sambil merebut paha ayam goreng nya dari tangan Diego.
Dian yang melihat keributan kakak beradik itu hanya geleng-geleng kepala sambil mengASIhi baby Zoya.
"Kemarin, elo telat ya?" tanya Diego.
"Engga." jawab Azzalia.
"Alah, ngaku aja lo."
"Dikit." jawab Azzalia bete.
"Makannya, kalau dikasih tau mas nya tu nurut. Kena karma kan lo jadinya?" omel Diego lagi.
"Iya iya...Udah ah,. gue berangkat duluan, keburu telat. Assalamualaikum." salam Azzalia sambil mencium tangan kakaknya setelah menghabiskan satu paha ayam goreng buatan Dian.
"Wa'alaikumussalam." jawab Diego dan Dian.
Setelah berpamitan dengan Dian dan Zoya yang baru minum ASI, Azzalia segera meninggalkan rumah itu dengan mengendarai mobil biro hitam kesayangannya.
"Ish, kalau begini terus tiap hari, bisa abis waktu gue di jalan." keluh Azzalia.
"Kayaknya, gue harus naik motor atau sepeda aja deh, biar bisa lewat jalan-jalan kecil gitu." kata Azzalia bergumam sendiri.
"Okey, gue kabarin om Zio ah...minta transferan duit buat beli sepeda. Kayaknya, enakan naik sepeda deh, daripada naik motor. Ngirit dan yang jelas, bisa masuk mobil." kata Azzalia yang kemudian mengetik kan pesan pada om nya di Semarang.
Azzalia tak pernah sungkan untuk meminta uang pada om nya, ketika dia membutuhkan. Karena setiap kali Azzalia mengerjakan projek, Azzalia selalu menolak jika akan di transfer honor dari karya desainnya. Karena Azzalia ingin, honornya menjadi tabungan bagi dirinya dikemudian hari. Sedangkan dia masih mendapat jatah uang jajan dari om dan kakaknya.
Sesampainya di kampus, Azzalia langsung memarkirkan mobilnya di baseman gedung fakultas Dakom (Dakwah dan komunikasi). Saat keluar dari baseman, dia berpapasan dengan seseorang.
"Udah ga telat lagi?" tanya seorang laki-laki dari belakangnya. Azzaliapun menoleh ke belakang, dan tampak sosok laki-laki nyebelin yang kemarin memoto dirinya saat tidur berjalan di belakangnya.
"Eh, kakak...engga lah. Masak iya mau telat terus." jawab Azzalia.
"Oya kak, terimakasih ya kemarin udah markirin mobil saya." kata Azzalia dengan semangat.
"Hem." jawab Seem sambil terus berlalu menyalip Azzalia.
__ADS_1
"Ih, dasar opa korea ga punya kamus bahasa. Ga bisa ngomong apa ya? Heran gue." omel Azzalia sambil tetap berdiri menatap punggung Seem.
Azzaliapun melanjutkan langkahnya dengan bibir mengerucut. Hingga tiba di ruang yang kemarin menjadi tempat dia mendengarkan banyak penjelasan dari pihak kampus terkait urusan kampus, mulai dari KRSan, SKS, jam kuliah, tugas kuliah, ujian semester dan lainnya.
Selama seharian Azzalia tidak tidur, karena memang semalam tidurnya sudah puas, Selain itu, hari kedua isiannya tidak hanya sambutan dan penjelasan tentang kampus, tetapi penjelasan tentang menjadi mahasiswa yang seharusnya. Selain itu setelah jam makan siang, Materi ospek adalah pengenalan tiap-tiap UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan Ormawa (Organisasi Mahasiswa). Namun karena waktu nya tidak mencukupi, sehingga dilanjut di hari ketiga.
Di hari ketiga ospek, Azzalia sudah memiliki banyak gambaran terkait menjadi mahasiswa, dan dia sudah memiliki gambaran untuk memilih UKM dan ormawa yang ingin dia ikuti. Saat jam makan siang, seperti biasa Azzalia duduk bersama ketiga teman barunya, dan tambah satu teman yang dulu menemaninya di kursi belakang saat hari pertama ospek.
"Nad, rencana kamu nanti mau ikut kegiatan apa?" tanya Azkya.
"Ehm, kayaknya...LDK aja deh. Lembaga Dakwah Kampus." jawab Nadia.
"Kalo kamu Az?" tanya Nadia.
"Samaan aja deh." jawab Azkya.
"Kalau Kamu apa Sya?" tanya Azkya kepo.
"Aku... ehm, kayaknya BEM aja deh, pingin gabung sama kakak-kakak senior yang keren-keren." kata Syaqila.
"Ye...dasar cewek genit!" kata teman-temannya mendorong tubuh Syaqila yang hanya di balas dengan tawa.
"Kalo kamu Za?" tanya Azkya pada Azzalia.
"Radio. UKM Radio. Gue pingin belajar siaran. Suara gue bagus ga ya?" kata Azzalia mantab dengan pilihannya.
"Cakep...berarti nanti kamu barengan sama Kang Opik dong Za." kata Nadia.
"What? Kak Opik juga di UKM radio?" tanya Azzalia tak percaya.
"Iya. Bahkan dia ketuanya." jawab Nadia.
"Masa' sih?" tanya Azzalia masih tak percaya.
"Iya serius." jawab Nadia.
"Kalau kamu Re?" tanya Azkya pada Renata, teman baru mereka yang gabungnya memang terkahir.
"Gue...kayaknya ke Kopma aja deh. Bisa sambil belajar bisnis." jawab Renata.
"Wah, cakep tuh." jawab Azkya.
__ADS_1
Dan ternyata, dari kelima orang itu, mereka hanya terdiri dari tiga kelas. Syaqila, Azkya dan Nadia masuk pada jurusan Menejemen Dakwah, sedangkan Azzalia di broadcasting sedangkan Renata di jurusan Bimbingan Penyuluhan.
Namun, meski mereka berbeda jurusan, tetapi mereka janji untuk selalu solid dalam berkegiatan. Dan mereka memutuskan untuk menjadi satu kelompok untuk acara Camping besok. Mereka sudah menentukan nama kelompok mereka, yaitu bernama 'Mawar Merah'.