
Keesokan harinya, semua peserta Pepemaru sudah berbaris rapi di lapangan, mereka akan melanjutkan kegiatan mereka, yaitu jelajah hujan. Tiap kelompok akan diminta menjelajahi hutan, dan mampir di pos-pos yang sudah disediakan panitia.
Satu persatu kelompok sudah berjalan, hingga tiba giliran kelompok mawar merah berjalan.
Azzalia dan teman-temannya berjalan dari pos satu ke pos dua, lalu berlanjut ke pos tiga, saat perjalanan menuju pos tiga, Azzalia dan teman-temannya mendengar sesuatu.
"Tolong..."
Seketika langkah Azzalia terhenti.
"Gaes, denger ada suara orang minta tolong ga?" tanya Azzalia.
"Iya denger Za."
"Kita cari ya." kata Azzalia.
"Okey." jawab mereka.
Azzalia dan teman-temannya mencari sumber suara, dan akhirnya mereka mendapati seorang laki-laki terduduk menahan sakit bersama seorang temannya.
"Tolong." teriak laki-laki itu lagi.
Azzalia langsung berlari ke arah orang itu, dan langsung duduk di dekat nya, sedangkan teman-teman Azzalia mengikuti dari belakang.
"Apa yang terjadi?" tanya Azzalia.
"Tangannya tadi kena kalajengking." kata teman laki-laki itu.
"Astaga." kata Azzalia sambil tangannya merobek jilbab segi empat nya.
Krek krek krek
"Za, apa yang kamu lakukan?" tanya Nadia.
Azzalia tak menjawab, dia langsung menali jari tangan laki-laki itu dengan potongan jilbabnya.
"Akan sedikit sakit ya, tahan." kata Azzalia sambil menali jari telunjuk pria itu.
"Biar racunnya tidak menjalar, jadi maaf, saya harus lakukan ini." kata Azzalia.
"Argh..." jerit pria itu menahan sakit.
"Oh ya, bentar." kata Azzalia yang membuka ranselnya. Dia mengambil kitak obat kecil, khusus untuk traveling, dia ambil sebuah tablet, berwarna putih dan menyodorkan kepada laki-laki itu.
"Minumlah, semoga ini bisa mengurangi rasa nyeri karena efek racun kalajengking." kata Azzalia sambil memberikan botol air mineral kepada pria itu.
Pria yang kesakitan itu menerima tanpa berkata-kata. Lalu meminum obat itu tanpa bertanya apa-apa.
"Terimakasih ya nona, atas bantuan anda." kata teman pria yang sakit.
"Iya, tidak masalah. Ya sudah. Sebaiknya anda antar teman anda ini kembali ke perkemahan, karena mumpung belum jauh. Takutnya nanti dia tidak kuat, dan akhirnya pingsan." kata Azzalia.
"Baik, terimakasih sekali lagi nona." jawab teman orang itu.
"Ya sudah, saya permisi duluan ya. Melanjutkan perjalanan." kata Azzalia.
"Iya, Silakan. Sekali lagi, terimakasih sudah membantu kami." kata teman pria itu.
Azzalia dan teman-temannya beranjak pergi meninggalkan laki-laki yang tersengat kalajengking itu.
Sepeninggal Azzalia, Kedua pria itu pergi ke perkemahan, dengan si sakit dituntun oleh temannya.
Di pos tiga, ternyata panitia sudah menunggu kelompoknya.
"Lama sekali selisihnya dari kelompok sebelumnya? Kalian istirahat terlalu lama ya?" tuduh seorang panitia perempuan berwajah angkuh dengan kedua tangan dilipat didepan dada.
__ADS_1
"Tadi kita mengalami...aw..." jerit Renata saat akan menjelaskan perihal perjalanan mereka yang tadi sempat terhambat.
"Iya kak. Capek. Abis naik bukit " jawab Azzalia.
"Kalian tau, kalau Kalian terlalu lama istirahat, itu akan menghambat waktu kegiatan, dan menjadi molor kegiatannya." omel panitia itu.
"Maaf kak." jawab Azzalia.
"Okey, langsung ke tugas aja ya." kata panitia putri itu ketus.
"Seem, tugas." pinta gadis itu dengan angkuh.
Azzalia menoleh ke orang yang dipanggil, ternyata laki-laki itu berada di bawah pohon yang tak jauh dari mereka berdiri.
Seem memberikan lembaran kertas kosong kepada Azzalia.
"Gambar lah, apa yang kalian lihat sepanjang perjalanan tadi!" perintah Seem.
"Baik kak." jawab Azzalia.
"Za, kamu aja ya yabg gambar. Aku ga bisa gambar." kata Nadia.
"Aku apalagi." kata Syaqila.
"Gue juga ga bisa Za." jawab Renata.
"Azkya?" pinta Azzalia.
"No no. Kamu aja lah Za." kata Adzkya.
"Terus, kita mau gambar apa?" tanya Azzalia.
"Gamabr cowok ganteng yang tadi digigit kalajengking aja Za." kata Azkya memberi ide.
"Hem boleh juga." kata Azzalia yang memang suka menggambar karikatur.
"Udah kak." kata Azzalia menyerahkan hasil gambarannya.
Seem melihat sekilas sketsa gambaran itu.
"Ini gambar apa?" tanya Seem saat melihat gambar sketsa seorang laki-laki duduk dengan wajah sedih, memegangi tangannya. dan ada seekor kalajengking yang tak jauh dari orang itu.
"Yang jelas, itu gambar orang tersengat kalajengking, kesakitan." kata Azzalia.
"Saya tadi minta kalian membuat gambar yang kalian lihat sepanjang perjalanan kalian ke sini tadi, bukannya gambar orang sakit." kata panitia perempuan yang angkuh itu.
"Ya itu yang kami lihat tadi. Dan membuat kami terlambat tiba di sini. Harus nya kalian tau, tadi ada satu kelompok yang jumlah pesertanya hanya ada tiga atau bahkan hanya dua orang." jawab Azzalia enteng.
Gadis itu dan Seem saling pandang.
"Maksud kalian, ada peserta yang tersengat kalajengking?" tanya Seem.
"Iya." jawaban serempak kelompok mawar merah.
Seem langsung menelpon pihak panitia P3K di perkemahan, mengabarkan bahwa ada peserta yang sakit, dan saat itu perjalanan kembali ke perkemahan.
"Mereka kembali ke perkemahan jalan kaki?" tanya Seem dengan masih memegang ponsel nya.
"Engga, naik helikopter. Ya jalan kaki lah, orang yang tersengat itu tangannya, jadi di a masih bisa jalan." jawab Azzalia asal.
"Saya serius." kata Seem dengan tatapan membunuh.
"Saya juga serius." jawab Azzalia lagi, dan mendapat injakan kaki dari temannya, pertanda dia jangan main-main dengan senior satu ini. Namun Azzalia sengaja membuat kesal senior satu ini, karena menurutnya Seem tampak lebih tampan jika dia memasang wajah kesal. Azzalia tersenyum dalam hati.
"Kalian boleh lanjut." kata Seem dingin.
__ADS_1
"Terimakasih, kakak." kata Azzalia menekan pada kata terakhirnya.
"Hem." jawab Seem dingin.
Azzalia dan teman-temannya pun melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.
💕💕💕
Kegiatan jelajah hutan akhirnya telah selesai dengan lancar bagi kelompok mawar merah. Azzalia dan teman-temannya segera membersihkan diri di kamar mandi umum.
Malam harinya, semua peserta kembali dikumpulkan di lapangan untuk mengikuti kegiatan sarasehan sekaligus pengumuman untuk peserta pilihan.
"Okey Gaes...malam ini kita akan sharing tentang dunia kuliah dan dunia politik ya. Kalian di persilakan memberikan beberapa masukan dan pendapat, untuk beberapa kasus yang akan kami sampaikan kepada kalian." kata sang pembawa acara.
Waktu sarasehan dan sharing berjalan dengan seru, karena banyaknya pendapat dari masing-masing individu maupun kelompok. Hingga tiba saatnya bagi-bagi hadiah.
"Okey gaes, kita langsung bacakan aja nominasi kelompok terheboh, jatuh ke kelompok...Mega jingga." kata Faizan.
"Selanjutnya untuk kelompok terbaik adalah...kelompok...Mawar Merah!"
"Wa...kita gaes." pekik Azza sambil melompat kegirangan memeluk teman-temannya.
Azzalia ke depan dan menerima sedikit hadiah sederhana dari panitia. Dan acara demi acara berjalan dengan lancar hingga saat akan kembali ke tenda, Azzalia mampir ke toilet terlebih dahulu menemani Syaqila. Namun, saat akan kembali ke tenda, Syaqila lupa bahwa senter yang dia bawa tadi dipinjam Nadia, sehingga Syaqila tidak membawa senter, dan Azzalia juga baru ingat, bahwa senternya yang kemarin rusak masih dibawa Seem.
"Gimana dong Za?" tanya Syaqila.
"Ya udah, kita jalan pelan-pelan aja lah." kata Azzalia santai. Karena kemarin dia sudah uji nyali jalan sendiri di hutan tanpa penerangan.
Saat Azzalia dan Syaqila jalan berdua, tiba-tiba ada bayangan mengikuti mereka dari arah belakang.
"Za, itu siapa?" tanya Syaqila yang menyadari bahwa mereka adalah peserta terakhir yang kembali ke perkemahan.
"Elo tanya gue, terus gue tanya siapa?" tanya Azzalia.
"Ih, Za. gue serius. Gue takut ini." bisik Syaqila.
"Ya sama. Udah jangan banyak ngomong Cepetin langkahnya." ajak Azzalia menambah frekuensi langkah mereka menjadi lebih cepat. Saat sudah tiba di dekat tenda mereka, mereka memberanikan diri menengok ke belakang.
Dan tampak senyum manis seorang pria manis, bernama Ahmad Taufiqurrahman.
"Sudah sampai ya, berarti tugas saya untuk menerangi jalan kalian sudah selesai." kata Opik.
"Ya ampun kak Opik, bikin deg-degan aja tau." kata Azzalia.
"Hahaha, kalian takut? Tapi kenapa nekad kembali ke tenda dengan tanpa penerangan? Bahaya lho, kalau ada binatang liar gimana coba?" tanya Opik.
"Ya...kita pasrah aja. Orang kita ga punya senter kak." kata Azzalia.
"Emang senter kalian kemana?" tanya Opik.
"Kemarin senter saya rusak kak, kalau punya Syaqila dipinjam Nadia tadi." kata Azzalia.
"Ya sudah, sudah malam. Segeralah istirahat, supaya besok bisa kembali beraktivitas dan bersiap pulang dengan keadaan sehat." kata Opik.
"Siap kak." jawab Azzalia.
"Saya tinggal ya." kata Opik.
"Ya kak."
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Azzaliapun melangkah masuk ke tenda, tetapi tidak dengan Syaqila yang masih mematung di depan tenda sambil menatap punggung Opik dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Sya, mau tidur dimana lo?" tanya Azzalia.
"Eh, Za. Idih...kok lo ninggalin gue sih?" protes Syaqila sambil berlari masuk kedalam tenda.