Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Pembekalan


__ADS_3

Waktu yang ditunggu telah tiba, yaitu acara pembekalan untuk anggota baru Lembaga Pers Mahasiswa, yang akan diadakan di salah satu Vila di Puncak, Bogor. Azzalia dan empat sahabatnya sudah sampai di lokasi dengan mengendarai mobil Azzalia. Sesampainya di lokasi, masih banyak peserta yang belum datang, sehingga grup Mawar Merah memilih untuk berfoto-foto dulu di daerah itu yang view nya sangat cantik untuk dijadikan background.


"Gaes, sini bagus banget!" teriak Azzalia saat mendapati sebuah tempat yang indah di area vila itu.


"Mana?" tanya yang lain penasaran sambil berlari ke arah Azzalia. Dan benar saja, grup Azzalia berfoto di lantai dua vila itu dengan background gunung di belakangnya.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengikuti gerak gerik kelompok Mawar Merah. Sepasang mata itu sangat takjub dengan seorang wanita cantik yang telah mencuri hatinya.


"Eh, kalian udah nyampe?" sapa Opik pada kelompok Mawar Merah.


"Iya kang, belum terlalu lama sih." jawab Nadia.


"Barang-barang kalian dimana?" tanya Opik.


"Masih di mobil kak." jawab Syaqila.


"Kenapa ga dibawa masuk sekalian?" tanya Opik.


"Entar aja kang, kita masih pingin foto-foto dulu, mumpung bedak kita belum luntur." jawab Nadia sekenanya.


"Hadeh...okeylah. Setengah jam lagi acara udah di mulai, Sebelum dimulai, pastikan semua barang kalian udah masuk vila ya. Kamar sudah di bagi sama petugas, kalian temui Manda, yang bertugas membagi kamar." kata Opik.


"Siap kak." jawab Mawar Merah serempak.


"Ya udah, saya tinggal dulu ya." pamit Opik.


"Okey kakak Ganteng. Makacih ya udah diperhatiin." kata Syaqila dengan gaya genitnya.


"Idih...bisa ilfil tau ga sih kangmasku liat kelakuanmu Sya." omel Nadia.


"Hehe, abisnya gantengnya ga nguatin sih. Kebangetan." jawab Syaqila.


"Serah lo dah." ucap Azzalia pasrah.


Setelah melihat beberapa peserta sudah tiba, Grup Mawar Merah segera melakukan apa yang diperintahkan Opik tadi, mereka segera mengambil barang-barang mereka dan mengambil kunci kamar. Setelah itu mereka meletakkan barang-barang mereka lalu segera menuju pendopo, tempat mereka mengikuti pelatihan dasar sebagai anggota baru Lembaga Pers Mahasiswa.


Setelah panjang kali lebar penjelasan dari sang ketua Lembaga Pers Mahasiswa, para peserta di beri blangko untuk menuliskan bidang yang mereka minati.

__ADS_1


"Okey, jadi temen-temen, untuk jenis bidang di LPM itu ada tiga ya, dan masing-masing akan di koordinir oleh ketua bidangnya. Yang pertama, nanti ada bidang Jurnalistik atau disebut sebagai PIJAR NEWS, yang nanti akan diajak oleh Kak Sofyan, untuk berdiskusi dan mengenal lebih dalam tentang dunia jurnalis dan tulis menulis di gazebo sebelah utara ya. Kemudian, bidang kedua adalah bidang Media yang biasa disebut PIJAR Production, yang nanti akan dikoordinir oleh Seem, nanti akan membicarakan tentang dunia fotografi, edit foto dan gambar ya, nanti bertempat di gazebo sebelah selatan. Selanjutnya bidang ketiga adalah bidang Penyiaran yang nanti akan terbagi lagi menjadi dua, yaitu PIJAR FM di dunia Radio, dan PIJAR TV di dunia perfilman, nanti yang akan mengkoordinir adalah saya sendiri. Nanti kita tetap menempati pendopo ini sebagai tempat belajar kita, bisa dimengerti?" kata Opik membagi tugas.


"Mengerti kak..."


Setelah semua sudah berpencar sesuai minat mereka masing-masing, Azzalia tidak berpindah, dia tetap duduk di pendopo. Begitupun dengan Syaqila dan Azkya. Karena Nadia yang memilih belajar fotografi dan Renata yang memilih untuk bisa mengembangkan kemampuannya di bidang menulis.


"Lho, Za, elo di sini?" sapa seseorang yang mengagetkannya. Azzalia menoleh ke sumber suara, saat duduk mereka diminta untuk di dekatkan lagi.


"Al? Elo ngapain di sini?" tanya Azzalia heran.


"Duduk." jawab Al tanpa dosa.


"Iya, gue tau elo duduk. Tapi, kok elo ada disini juga?" tanya Azzalia masih tidak habis pikir dengan hadirnya Al di tempat itu.


"Ya...berarti kita ini di takdir nya berjodoh Za." kata Al dengan penuh percaya diri.


"Eh, apaan? Engga, enak aja. Gue ga mau berjodoh sama elo." ketus Azzalia. Namun justru Azkya tampak cemberut melihat kedekatan obrolan antara Azzalia dengan Al.


"Yakin? Ga nyesel lo? Kalau dipikir ni ya Za, kita tu selalu ketemu dengan tidak sengaja lho Za. Masa' sih elo masih ragu berjodoh sama gue?" kata Al masih dengan penuh percaya diri.


"Ish...Berisik lo Al. Tuh, kak Opik udah datang. Ga usah banyak ngomong lo!" ancam Azzalia.


Opik datang lalu menjelaskan dasar-dasar penyiaran, dan beberapa aturan dan sikap yang harus dilakukan untuk menjadi seorang penyiar Televisi mupun radio. Setelah pembekalan dasar itu, Mereka di beri fun game untuk bisa saling mengenal satu sama lain dalam satu bidang.


Setelah seharian dijejali dengan materi dan teori, sore harinya semua peserta di persilakan untuk membersihkan diri dan beristirahat barang sebentar.


"Kak Seem." sapa Nadia.


"Hem?" jawab Seem menoleh ke arah Nadia dengan tanpa menatap gadis itu dan tetap bersikap dingin.


"Kalau untuk membidik fokus dengan lensa yang ini, nanti gimana ya kak?" tanya Nadia sambil menunjuk sebuah lensa pada kamera analognya.


"Oh...gini..." kata Seem dengan memperagakan memegang kamera, dengan posisi tubuhnya dibelakang Nadia. Tangan kedua nya tak sengaja bersentuhan, hingga menimbulkan senyar-dengar aneh dalam diri Nadia dan Seem.


"Sorry." kata Seem.


Nadia hanya mengangguk dengan malu tetapi mau. Namun, Azzalia yang sedang mengantri mandi di balkon lantai dua, melihat kedekatan Nadi dan Seem di sebelah Gazebo.

__ADS_1


"Mereka begitu serasi. Nadia cantik dan baik, Seem... dia juga tampan." batin Azzalia. Tak disangkanya, sebuah dengar aneh menyayat hatinya, ada sedikit luka di sana, tetapi Azzalia tidak tau rasa apa itu.


"Dulu, memang aku menyukaimu pada pandangan pertamaku. Tetapi...sepertinya kamu lebih nyaman dengan kesendirianmu." gumam Azzalia tulus sambil melihat kedekatan dua insan di bawah sana.


"Za, gue udah." kata Syaqila yang sudah keluar kamar mandi dengan rambut basahnya.


"Okey." jawab Azzalia yang kemudian masuk kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Azzalia diajak teman-temannya jalan-jalan keluar. Azzaliapun menurut.


"Eh, Nad, kamu baru selesai?" tanya Syaqila saat mereka sudah keluar kamar.


"Eh, ehm...iya. Kalian mau kemana?" tanya Nadia.


"Mau jalan-jalan dulu bentar." jawab Azkya.


"Oh, ya udah. Kalian duluan aja, aku mau mandi dulu." kata Nadia.


Kelompok Mawar Merah berjalan-jalan di sekitar Vila sambil menikmati udara sore hari yang begitu sejuk. Kemudian mereka berhenti di sebuah taman, dan duduk di sana dengan saling bergantian berselfi ria. Tanpa mereka sadari, dari lantai dua, Azzalia yang sedang berpose di foto teman-temannya, ada sepasang mata yang juga ikut membidik mencuri gambarnya.


"Kamu memang cantik. Tak ada alasan bagiku untuk tidak menyukaimu. Hem... tapi...kapan hatimu akan terbuka untukku Za?" gumam Al.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ada panggilan masuk.


"Ya, halo?"


"Ha? Lo serius? Ehm, tapi ini gue masih di Bogor tuh, masih ada acara kampus. Gimana kalau senin?" kata Al.


"Siap. Kayaknya gue bakal nyiptain lagu baru gaes."


"Ya, serius. Kalian tunggu aja nanti."


"Okey, siap, siap." jawab Al.


Al langsung terlonjak bahagia dan dilihat teman sekamar nya.


"Kenapa lo Al?" tanya Doni.

__ADS_1


"Hehe, ini... Pandawa Band di kontrak untuk mengisi acara di Kafedangan, kafe dekat kampus." jawab Al bangga.


"Widih...keren. Selamat ya bro." kata Doni.


__ADS_2