Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Guling Hangat


__ADS_3

Setelah makan malam, Seem langsung masuk ke kamar, karena Zio juga sudah fokus dengan pekerjaannya, sehingga Seem tidak enak hati jika mengganggu Zio. Sedangkan Dzen dan Aziz sudah berpamitan pulang sejak sebelum maghrib tadi, karena tempat tinggal Aziz memang tidak jauh dari rumah Azzalia.


Azzalia masih sibuk di dapur dengan tantenya, mencuci piring dan membersihkan meja makan. Setelah selesai, Azzaliapun naik kr lantai dua menuju kamarnya.


"Udah sana, segera susul suamimu, sepertinya dia sudah tidak sabar menunggumu, atau jangan-jangan kamu memang sengaja bantuin tante, karena kamu masih belum siap bermalam pertama sama suamimu ya?" goda Shanum.


"Ih, tante apaan sih? kok ngomongin itu? Azza tu beneran bantuin tante, biar ceper selesainya." kilah Azzalia yang memang berusaha untuk mengulur waktu bertemu suaminya.


"Ingat Za, meski Seem itu temanmu, dia kini adalah suamimu. Hargai dia, berbahasa lah yang santun kepadanya, karena dia sekarang adalah surgamu, segala kegiatanmu harus ada ridho dia." nasehat Shanum kepada Azzalia.


"Iya tante."


"Ga cuma iya-iya aja, diterapkan." kata Shanum lagi.


"Iya tante. Ya udah, Azza masuk dulu ya tante." pamit Azzalia.


"Iya. Kamu siap-siap aja, kalau dia minta belah duren segera, tetep harus dilayanin, ga boleh nolak!" kata Shanum lagi yang membuat wajah Azzalia menegang.


"Ga boleh nolak tant? Terus, kalau Azza belum siap? Masa' harus di paksa?" tawar Azzalia.


"Iya, harus. Karena kalau menolak, jatuhnya dosa." jawab Shanum.


"Haduh, mati aku." gumam Azzalia sambil menepuk jidat nya.


Shanum hanya tersenyum melihat tingkah keponakannya,


"Tante nyusul om duluan ya." kata Shanum beranjak pergi.


"I-iya tante." jawab Azzalia, yang kemudian masuk ke kamarnya.


Ceklek


Azzalia membuka pintu kamarnya, dan tampak olehnya, Seem yang sudah terlelap di lantai, dengan beralaskan karpet di kamarnya.


"Sepertinya dia paham maksudku, sehingga dia memilih tidur di situ." gumam Azzalia sambil berjalan menuju toilet.

__ADS_1


Setelah membersihkan dirinya, Azzalia keluar toilet dan hendak tidur. Namun, dia merasa tidak enak hati dengan Seem, Azzaliapun bangun lagi, dan mendekati Seem. Niat hati, ingin membangunkan Seem agar Seem tidur di kasur, tetapi dibatasi.


"Duh, kasian juga liat dia tidur di lantai begitu, lantainya kan dingin, entar kalau dia sakit atau kembung gimana? Apa gue suruh dia tidur di kasur aja ya, tapi di batasin gitu pake guling. " gumam Azzalia. Lalu Azzaliapun melakukan apa yang dia rencanakan. Namun, saat Azzalia hendak membangunkan Seem, Azzalia menatap lekat wajah Seem yang tampan.


"Gusti...kenapa ini orang ganteng banget sih? Mimpi apa gue kemarin, bisa-bisanya gue nikah sama cowok keren kaya opa korea gini? Beruntung banget sih gue?" gumam Azzalia sambil memegang dada kirinya yang berdegup cukup kencang karena grogi.


"Ehm, kayaknya sayang banget kalau di lewat kan nih kesempatan buat liatin dia kek gini. Kalau dia sadar, beuh, wajah dinginnya yang muncul, bikin males. Ehm, gue bangunin nanti aja deh, gue liatin dia dulu aja deh, lagian udah halal juga kan?" kata Azzalia bicara seorang diri dengan terus tersenyum menatap wajah tampan Seem yang kini menjadi suaminya.


"Udah puas belum?" suara seorang laki-laki yang masih terpejam. Kemudian laki-laki itu membuka satu matanya, didapatinya wajah Azzalia yang bersemu merah. Lalu, seketika Azzalia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Astaga!" pekik Azzalia.


"Duh, mati gue. Ternyata dia belum tidur, duh...malu banget gue, kepergok merhatiin dia." batin Azzalia.


Seem tersenyum tipis melihat tingkah Azzalia, kemudian kedua tangannya memegang tangan Azzalia yang menutup wajahnya.


"Kenapa ditutup? Gue halal kok buat elo liatin terus sampe pagi. Bahkan ga cuma wajah, tapi semuanya." kata Seem menatap lekat wajah Azzalia yang justru membuat Azzalia tak berani menatapnya.


"Eh. Ehm... lo... lo belum tidur?" tanya Azzalia dengan wajah kesal.


"Belum. Gue cuma capek aja, pingin rebahan. Kenapa?" tanya Seem.


"Lo pingin gue tidur di atas?" tanya Seem.


"Ehm..." Azzalia ragu untuk menjawab.


"Emang elo ga taku, kalau gue khilaf?" tanya Seem.


"Ha? A-apa maksud lo?" tanya Azzalia.


"Santai aja, ga usah tegang gitu kali. Iya, gue tidur di atas, nih, buat pembatas." kata Seem sambil mengambil guling yang dia pakai untuk alas kepalanya tadi dan diletakkan di kasur bagian tengah.


"Hehe, thank's." kata Azzalia kikuk.


"Ya udah, gue mau coba tidur lagi ya." kata Seem yang tanpa di suruh langsung berbaring di kasur dengan memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


"Ehm, Seem."


"Apa lagi?" tanya Seem membuka matanya.


"Night." kata Azzalia sambil berbalik badan dan mengambil posisi di sebelah kanan Seem, tetapi mepet di pinggir dan membelakangi Seem.


Seem tak menyahut, dia hanya tersenyum mendapat ucapan selamat malam dari istrinya. Tak banyak bicara, keduanya akhirnya saling diam hingga merekapun terlelap dalam mimpi masing-masing.


Pagi menjelang, Samar-samar terdengar suara mengaji dari jauh, Seem membuka matanya, namun dia terkejut, ada sebuah tangan yang menindih dadanya. Seempun menoleh, ditatapnya wajah cantik istrinya dari dekat, bahkan suara hembusan nafas Azzalia terasa di kepala Seem.


"Gue bener-bener masih ga nyangka bisa berjodoh sama elo. Baik bener Tuhan, mengabulkan do'a gue waktu itu. Ehm, kalau dilihat dari jarak yang dekat, ternyata selain cantik, elo juga manis. Jadi pingin ngincip." batin Seem dengan jakun yang mulai naik turun.


Setelah beberapa saat, suara alarm berbunyi, bertepatan dengan suara adzan subuh berkumandang.


"Aaaaaaa!" teriak Azzalia yang memekakan telinga.


"Eh, lo ngapain peluk-peluk gue? Lo jangan manfaatin kesempatan ya." kata Azzalia sambil menjauh dari Seem.


"Loh, gue ga meluk, elo tu yang meluk! Lihat, dari tadi malem,, bahkan gue ga berani gerak, karena takut ngelanggar. Eh, malah elo yang ngelanggar. Liat, elo tadi disini kan? Dan gue tetap disini, engga geser." bela Seem.


Azzalia tampak kikuk, karena dia merasa bersalah telah menuduh Seem, karena sudah jelas, bahwa Azzalia lah yang melanggar pembatas.


"So-sorry. Gue ga sengaja, gue ga sadar." bela Azzalia. Kemudian Seem bukannya menjawab, dia justru berdiri dari kasur, dan berjalan ke arah Azzalia.


"Iya, gapapa. Jadikan aja gue ini guling yang menghangatkan elo." kata Seem sambil mengacak rambut Azzalia, dan terus berjalan menuju toilet.


"Ih...apaan sih?" Azzalia merasa malu diperlakukan seperti itu oleh Seem.


Sudah dua kali dia kepergok suaminya karena kebodohannya, dan dia masih mematung tak percaya dengan apa yang sudah terjadi.


Setelah beberapa saat, Azzalia sudah mulai tersadar, dia menoleh ke pintu toilet yang sudah terbuka.


"Bergegaslah wudlu, karena adzan subuh sudah dari tadi." kata Seem sambil berjalan untuk mengambil sarung dan baju koko nya untuk menunaikan sholat subuh di masjid.


"Ha, iya." jawab Azzalia sambil berlari ke toilet.

__ADS_1


"Gue ke masjid dulu." pamit Seem.


"Iya." jawab Azzalia dari dalam toilet.


__ADS_2