
"Ehem. cowok...jangan cuek-cuek dong sama istri." goda Azzalia saat berdiri di dekat Seem sedang fokus dengan tatapan serius mencari buku yang dimaksud Azzalia.
Seem sama sekali tidak merespon candaan Azzalia, dia justru terus mencari buku, hingga berhasil membuat Azzalia cemberut di buatnya.
"Ih, nyebelin banget sih dia, cuek bener!" keluh Azzalia dalam hatinya.
"Ini bukan bukunya?" tanya Seem sambil menyodorkan buku yang telah ditemukannya.
"Ha, iya. Bener banget, Wah keren lo Seem, Cepet bener dapetinnya. Salut gue ama lo, Thank You ya." kata Azzalia dengan riangnya sambil menerima buku itu.
"Hem." jawab Seem yang kemudian kembali menekuri buku-buku di rak buku itu.
Azzalia yang sudah mendapatkan buku itupun langsung duduk di kursi pengunjung, dan memulai kegiatannya untuk meresume tugasnya. Ternyata Seem mengikutinya dari belakang dan duduk di samping Azzalia.
"Perlu bantuan?" tawar Seem.
"Seem? Ih kamu nih suka banget ngagetin deh. Engga ada kok, gue cuma ngeresume aja." jawab Azzalia dengan wajah merona karena kegeeran atas kedekatannya dengan Seem.
"Lo punya kartu perpus?" tanya Seem.
"Belum. Masuk perpus aja baru." jawab Azalia.
"Kalau gitu, gue pinjem dulu bukunya, biar gue pinjamkan dulu, dan bisa lo bawa pulang Atau keluar perpus." kata Seem.
"Oh, iya Seem." jawab Azzalia sambil bermain ponsel lagi. Setelah meminjamkan buku itu, Seem mengembalikan buku itu kepada Azzalia. Azzaliapun fokus mengerjakan tugasnya.
Saat Azzalia mulai fokus dengan kegiatannya, tiba-tiba datang seorang gadis cantik dengan pakai mini berjalan mendekati Seem dan spontan lengan gadis itu menyandar di bahu Seem.
"Hai Seem. ya ampun kamu tu kemana aja sih Seem? Aku dari tadi nyariin kamu lho. " kata gadis itu dengan nada manja.
"Ehm, sorry." kata Seem sambil mengangkat lengan gadis itu dari bahunya.
"Eh, sorry Seem, spontan." kata gadis itu.
"Ada apa?" tanya Seem sambil berpura-pura membuka-buka buku ditangannya.
"Seem, kamu tau ga, besok tu hari ultahku lhoh, dan aku sengaja ngundang kamu untuk datang ke acaraku. Ini, save the date ya Seem." kata Gadis itu sambil memberikan undangan ulang tahunnya kepada Seem.
"Oya, selain sebagai tamu undangan, aku juga mau kamu datang sambil membawa kamera ya Seem, karena aku minta kamu jadi fotografer buat acara aku. Bisa kan Seem?" tanya gadis itu.
"Oh, ya." jawab Seem dengan mode dingin.
"Okey thank you Seem." kata gadis itu dengan manjanya dan melonjak kegirangan.
"Ssstttt... ini di perpus." tegur Seem kepada gadis itu.
"Ups, sorry." kata gadis itu sambil menutup mulutnya.
Sedangkan sepanjang perbincangan Gadis itu dengan Seem, Azzalia yang duduk di samping Seem merasa risih dengan sikap gadis itu, dia menulis dengan tidak fokus.
"Dasar cewek genit! Ga tau apa itu cowok yang dia ajak bicara tuh udah punya istri tau. Dan aku istrinya!" batin Azzalia dongkol.
__ADS_1
"Ya udah Seem, aku keluar dulu ya, pokoknya, kamu harus dateng. Okey, aku tunggu!" kata gadis itu.
"Hem." jawab Seem.
Setelah kepergian gadis itu, Seem fokus kembali dengan buku bacaannya.
"Siapa?" tanya Azzalia dingin.
"Temen." jawab Seem singkat.
"Tau... emang musuh? Kliatan akrab gitu." kata Azzalia dengan cemberut.
Seem melihat wajah wanitanya, ada rasa geli di hatinya.
"Dia cemburu?" batin Seem.
"Namanya Santi. Temen sekelasku." jawab Seem.
"Oh... cantik ya dia?" kata Azzalia masih dengan tangan kanannya menulis.
Seem melihat Azzalia, lalu tangan kanan Seem meraih tangan kiri Azzalia yang sedang memegang lembaran buku bacaan itu.
"Lebih cantik kamu." jawab Seem dengan tatapan lembut.
Seketika wajah Azzalia berubah merona merah. Dan Seem melihat itu, Seem jadi tersenyum simpul setelah melihat perubahan wajah istrinya.
"Aku tinggal ya, aku harus persentasi." kata Seem sambil melihat pergelangan tangannya melihat arlojinya.
"Dosennya ga bisa, jam nya minta mundur." jawab Seem.
"Oh, iya."
Seempun berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Azzalia dari ruang perpustakaan.
Setelah sampai di ruang penitipan barang, Seem melihat loker tempat Azzalia menyimpan tasnya, kuncinya tidak dibawa Azzalia. Seem membuka loker itu dan meletakkan sebuah roti dan susu di dalam loker.
π¨Istriku
Aku naruh roti di lokermu. Sebelum masuk kelas, sempatkan makan dulu.
Setelah mengirim pesan kepada istrinya, Seem segera melangak ke luar perpustakaan menuju kelasnya. Sedangkan Azzalia yang masih fokus dengan tugasnya, melihat ada notif pesan masuk.
"Seem?"
Saat membaca pesan itu, Azzalia berbunga-bunga, dia segera mengemasi barangnya, lalu menuju keluar perpustakaan untuk mengerjakan tugasnya di taman dekat fakultasnya.
"Ya Allah, so sweet banget sih suami gue? Perhatian bener dia, sampega lupa ngasih makan buat gue. biar ga kelaperan." puji Azzalia saat memegang roti itu dan dibawanya keluar ruang perpustakaan.
Sesampainya di sebuah tempat yang nyaman, Azzalia segera membuka roti itu dan memaknanya sambil meminum susu pemberian Seem. Kemudian dia melanjutkan kesibukannya meresume tugasnya.
"Za." panggil seseorang.
__ADS_1
"Eh. kak Opik?" saat Azzalia menoleh, sosok seorang cowok tampan menyapanya.
"Sendirian aja?" tanya Opik.
"Iya kak."
"Yang lain kemana?"
"Ke kopma kak, makan siang."
"Kamu engga makan?" tanya Opik.
"Ini. Azza lagi banyak tugas kak, setelah lama ga masuk kuliah, makannya ini Azza ngerjain disini sambil makan roti aja." jawab Azzalia.
"Oh..."
"Ehm, Za."
"Ya kak?"
"Seem masuk.?"
"Masuk kak. Lagi persentasi." jawab Azzalia sambil meneguk minuman.
"Oh..."
"Ada apa kak?"
"Gapapa. Ehm, mau kasih informasi ini aja. Nanti tolong sampaikan ke Seem ya. Kamu juga usahakan untuk hadir ya." kata Opik memberikan sebuah panflet kepada Azzalia.
"Oh, ya kak, nanti Azza sampaikan."
"Kalian baik-baik ya." kata Opik.
"InshaaAllah kak."
"Ehm, ya sudah, kalau begitu, saya permisi." kata Opik.
"Oh, ya kak."
Opik pun segera pergi dari tempat itu meninggalkan Azzalia, dia takut akan ada fitnah diantara mereka, karena Status Azzalia sudah bukan lagi seorang lajang, tetapi dia sudah menjadi wanita bersuami.
"Tumben Kak Opik bersikap dingin?" Gumam Azzalia heran.
"Ah, sudahlah, ngerjain dulu deh."
"What? Tinggal sepuluh menit lagi gue masuk." kata Azzalia terjingkat saat melihat jam digital di ponselnya.
Segera Azzalia menyelesaikan tugasnya, lalu pergi dari tempat itu setelah menghabiskan satu bungkus roti dan susu. Azzaliapun melangkah masuk ke kelasnya.
πππ
__ADS_1
Maaf reader, Author lama ga up, karena ada beberapa hal yang membuat Author berhalangan untuk up date. Menjelngan tahun ajaran baru, bunda siapa nih yang anaknya sudah siap masuk kuliah? atau kakak yang membaca, siapa nih yang mau masuk kuliah? Semangat ya, semoga sukses selalu. π