
"Za...Azza!" panggil Chika di seberang.
"Eh, iya Chik, sorry, sorry. Gimana?" tanya Azzalia yang tidak fokus dengan cerita Chika tentang mantan cowoknya.
"Ih, elo mah gitu Za, nyebelin. Pasti elo ketiduran ya!" tuduh Chika.
"Hehehe, engga lah. Abisnya elo cerita cowok ga ada habisnya, gue jadi keinget sama senior gue yang cakep, kaya oppa-oppa korea." kata Azzalia.
"Oh ya? Emang disana ada yang kaya Oppa-oppa?" tanya Chika antusias.
"Ada sih, tapi dia kayaknya ga punya kamus bahasa. Makannya dia tu nyebelin banget, cuma bisa bilang, hem, ya, ga." kini Azzalia yang ganti menceritakan keluhannya.
"Ati-ati lho Za, seperti kata elo, nyebelin bisa jadi ngangenin lho." kata Chika mengingatkan.
"Hahaha, gitu ya? Ya gapapa kalo gue sih, asalkan orangnya ganteng." jawab Azzalia.
"Oya, boleh liat orangnya ga Za? Mau dong gue liat." kata Chika.
"Noh, udah gue kirim." kata Azzalia sambil mengirim foto Seniornya yang nyebelin,
"Ih, ya ampun Za...ganteng banget..." Puji Chika.
"Ganteng sih ganteng, tapi kaya Vampir di GGS." omel Azzalia lagi.
"Hahaha, kok bisa? Maksudnya gimana?" tanya Chika masih tidak paham.
"Ganteng-ganteng Serigala...hahaha." kata Azzalia.
"Dasar lo Za, malem-malem ngomongin serigala, jadi merinding kan gue." kata Chika.
Saat Azzalia akan mengatakan sesuatu, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Dek, belum tidur?" tanya Diego yang tiba-tiba nongol.
"Hehe, belum mas. Masih telponan sama temen." jawab Azzalia.
"Udah malem, tidur gih!" titah Diego sambil menutup kembali pintu kamar Azzalia.
__ADS_1
"Ya mas." jawab Azzalia menurut.
"Kenapa Za?" tanya Chika di seberang.
"Udah malem, gue dapet teguran dari si empunya rumah." kata Azzalia.
"Hehe, iya. Udah jam dua belas juga sih, ya udah, kita. lanjut besok aja ya Za."
"Iya."
"Med rehat say..."
"Yup, elo juga. Med rehat." jawab Azzalia.
Panggilan diakhiri, Azzalia pun segera merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang sudah disediakan oleh Dian, khusus untuk Azzalia.
💕💕💕
Di kamar Seem, Seem masih penasaran dengan cerita Opik, tentang alasannya bersikap baik terhadap gadis nyebelin itu. Meski, Seem tau, bahwa Opik sebenarnya memang orang baik, dengan selalu berbuat baik, tanpa melihat alasan mengapa dia harus berbuat baik kepada orang yang di baiknya.
"Sekitar satu tahun lalu, sebelum elo hadir di rumah ini, Farah sempet hilang, bro." kata Opik memulai ceritanya.
"Waktu itu, Farah dimasukin sekolah TK. Di hari pertama sampai hari ketiga, Farah masih ditunggu. Hingga akhirnya di hari keempat sekolah, umi berusaha untuk mengikhlaskan agar dia sekolah sendiri tanpa ditunggu. Umi meninggalkan Farah dengan tidak berpamitan dengan Farah, namun Umi sudah menitipkan Farah pada gurunya. Tetapi, mungkin karena masih baru, gurunya belum hafal dengan murid-muridnya. Hingga saat waktu perpulangan tiba, kami mendapat laporan bahwa Farah tidak ada di sekolahan. Dan dirumah juga tidak ada, akhirnya kami mencari Farah ke penjuru tempat di dekat sekolahan itu." kata Opik.
"Lhoh. Meski anak baru, bukannya harusnya guru itu tau ketika anak itu kabur dari sekolah? Mungkin dengan suara tangisan nya Atau apa gitu?" tanya Seem.
"Entahlah, tapi kata gurunya, Farah sama sekali tidak menangis, tetapi dia memang hanya diam saja sepanjang pembelajaran." jawab Opik.
"Terus, apa hubungannya sama cewek itu?" tanya Seem yang sudah mulai sangat penasaran.
"Ya itulah, kami sudah mencari Farah kemana-mana, tetapi ga ketemu, sampai akhirnya kami lapor polisi. Malamnya, Farah masih tak pulang juga. Hingga keesokan harinya, warung ditutup karena umi sangat syok, karena kehilangan Farah. Gue juga ijin ga kuliah, karena Umi drop, sedangkan abah berusaha mencari keberadaan Farah. Hingga akhirnya, sekitar jam sembilan pagi, Farah tiba-tiba muncul, dengan diantar dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan, dan si perempuan itulah, gadis yang kemarin hampir menabrak kita " kata Opik.
"Oh... gitu? Jadi, dia yang udah nolongin Farah?" tanya Seem.
"Iya." jawab Opik, dan jawaban Opik membuat Seem kembali teringat kejadian dua tahun lalu, saat dia di tolongin seorang gadis, dan wajah gadis itu mirip dengan Azzalia, gadis yang dimaksud Opik.
"Kata Laki-laki yang bernama Diego itu, menceritakan kalau Farah ditemukan adiknya, yang tak lain adalah Azzalia. Azzalia menemukan Farah sekitar ba'da maghrib, saat itu Azzalia melihat seorang gadis kecil meringkuk di dekat tempat sampah. Azzalia menolong Farah, karena waktu itu hujan, dan Farah tampak kedinginan. Farah dibawa pulang, dan di beri makan serta di mandikan lalu digantikan baju. Setelah tenang, Farah tidur di sana, dan pagi harinya, Farah baru bisa bercerita pada keluarga Azzalia bahwa dia tinggal di sebuah rumah, yang dipakai untuk buka warung nasi ayam kampung kremes, namanya Latansa. Akhirnya Azzalia Googling, dia mencari alamat yang dimaksud, lalu dia mengantarkan Farah ke rumah." kata Opik.
__ADS_1
"Gadis itu... menolong dengan totalitas. Memang dia sosok malaikat tak bersayap." batin Seem.
"Oh, gitu ya? Pantesan aja lo berbaik hati sama dia." kata Seem.
"Tapi, kalau diperhatikan, dia cantik juga deh." gumam Opik sambil membayangkan sosok Azzalia.
"Elo naksir sama tu cewek?" tanya Seem.
"Ehm, entahlah." jawab Opik.
"Ye...kalau emang naksir, langsung aja di ngatain perasaan elo, di lamar langsung, biar ga ke duluan orang." kata Seem.
"Gitu ya?"
"Iya lah."
"Tapi... gue masih ragu Seem, soalnya gue belum pernah ngerasain jatuh cinta." kata Opik.
"Jatuh cinta itu, rasanya tu ya...kalau dia dideketin lawan jenis, elo berasa marah. Kalau dia butuh bantuan, elo berusaha ingin menjadi orang pertama yang menolongnya, dan ketika dia sedih, hati elo juga sakit, kalau liat dia senyum senang, elo bahagia juga, ketika jauh elo kangen, ketika dekat, elo pingin ga mau jauh-jauh lagi darinya." jelas Seem yang memang sudah berpengalaman. Karena semasa SMA nya, dia pernah menjadi seorang play boy.
"Ehm, giti ya?" gumam Opik.
"Iya, gitu." jawab Seem.
"Ehm, ah, kenapa gue jadi mikirin cewek sih?"
"Lhah, baru nyadar lo?" tanya Seem.
"Hahaha, iya. Astaghfirullah. Ya udah lah Seem, gu mau tidur. Udah malem juga." kata Opik.
"Oya Pik, besok gue mau ke Mall, beli perlengkapan buat pepemaru. Sama sekalian mau nyetak foto kegiatan. Ikut ga?" tanya Seem.
"Wah, ide bagus tu. Ikut Seem."
"Okey, besok jam sembilan ya." kata Seem.
"Okey, InshaaAllah." jawab Opik.
__ADS_1
Opikpun keluar dari kamar Seem, dan pergi menuju kamarnya sendiri. Opik memberi waktu untuk Seem beristirahat, karena seharian Seem sudah sangat lelah dengan pekerjaannya. Begitupun dengan dirinya, yang juga banyak kegiatan, sehingga kerut lelah di dahinya tampak jelas malam itu. Opikpun merebahkan tubuhnya di kasur nya yang empuk.