Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Lagu Baru


__ADS_3

"Za." panggil Al saat dosen sudah keluar ruangan.


"Eh, Al. Ngagetin aja lo, ada apa?" tanya Azzalia sambil merapikan alat tulisnya.


"Entar malem ada acara ga?" tanya Al yang sudah berdiri di dekat kursi Azzalia.


"Ada." jawab Azzalia langsung.


"Yah... padahal gue berharap lo bisa dateng ke acara gue." keluh Al dengan sedih.


"Lo ga mau nanya, acara apa gitu?" tanya Azzalia.


"Ga." jawab Al kecewa.


"Acara gue tidur, hahaha." jawab Azzalia sambil berdiri dari duduknya.


"Ha? Serius lo?" tanya Al berbinar.


"Emang elo ada acara apa?" tanya balik Azzalia.


"Ha, ya. Ini." kata Al berbinar sambil menyerahkan brosur kepada Azzalia.


"Ada acara Grand opening Kafetarian? sekaligus rilis lagu baru dari Pandawa Band?" tanya Azzalia sambil membaca brosur ditangannya.


"Yap, dan gue berharap banget, elo bisa datang ke acara gue." kata Al.


"Lagu baru? Oh, ya pasti, entar gue usahain dateng deh." jawab Azzalia.


"Serius? Okey, thank's ya Za." kata Al bergembira ria.


"Iya, tapi elo yang traktir ya, hahaha." kata Azzalia.


"Santai aja, semua makanan minuman yang elo pesen, selain dapet diskon, gue bayarin semuanya." kata Al.


Kemudian Al dan Azzalia berjalan beriringan keluar dari kelas.


"Lo mau kemana sekarang?" tanya Al.


"Mau makan, laper." jawab Azzalia.


"Yah, padahal gue ini kan mai siaran, harapan gue sih, elo bisa nemenin gue di ruang siar. Soalnya, Bima ga bisa datang hari ini, so, gue sendirian deh." keluh Al.


"Oh, ya udah ayo, gue temenin, tapi gue beli makanan dulu." jawab Azzalia.


"Serius lo Za?" tanya Al.


"Iya. Dah ayo, keburu telat lo, bisa diomelin kak Opik entar." kata Azzalia sambil berjalan meninggalkan Al.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Malam harinya, setelah sholat isya' Azzalia sudah bersiap pergi ke kafe tempat Al akan permofrm. Azzalia mengenakan celana jins dipadukan dengan kaos hitam polos yang longgar dan jilbab bergo sprot berwarna senada. Azzalia menggendong tas punggungnya.


"Hoa hoa hoa. Huwek...huwek..." tangisan Zoya membuat Zoya terus muntah hingga lemas. Azzalia yang mendengar tangisan histeris Zoya langsung berlari ke sumber suara.


"Zoya kenapa kak?" tanya Azzalia panik.


"Ga tau dek, dari tadi sore, Zoya ga mau makan, dan ga mau minum, dan ini bangun tidur malah nangis terus. Sampe muntah kaya begini dek." jawab Dian panik.


"Udah telpon mas Diego?"


"Udah, tapi mas Diego kan dari luar luar Tasik dek, ini baru perjalanan, dan katanya macet." jawab Dian.


"Kita bawa ke klinik ya mbak." kata Azzalia.


"Klinik jam segini udah tutup dek, bawa ke IGD langsung aja dek." tawar Dian.

__ADS_1


"IGD ya? Okey."


"Ya Dek."


Azzaliapun segera membawakan tas Dian sedangkan Dian menggendong Zoya. Mereka segera melaju menuju IGD terdekat.


Sesampainya di IGD, Zoya segera ditangani dokter dan Dian diberi beberapa pertanyaan oleh dokter.


"Baik, karena keadaan adek lemas seperti ini, dan tidak ada asupan yang bisa masuk, maka terpaksa harus opname dulu ya bu." kata dokter.


"Baik dok." jawab Dian.


"Gimana kaak?" tanya Azzalia saat dokter sudah keluar dari ruang penanganan.


"Harus rawat inap dek."


"Gapapa kak, yang penting Zoya dapet perawatan intensif." jawab Azzalia.


"Kamu mau pergi dek?" tanya Dian melihat style Azzalia yang rapi.


"Hehe, tadinya sih, iya kak. Tapi, lihat keadaan Gembul kaya gini, Azza belum tega, apalagi mas Diego belum datang." jawab Azzalia.


"Kalau memang mau pergi, ada janji, berangkatlah Za, gapapa. Mas Diego udah deket, bentar lagi nyampe. Lagian Zoya udah ditangani dokter, udah aman." jawab Dian.


"Ga kak, santai aja." jawab Azzalia.


Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya Zoya dibawa ke ruang rawat inap khusus balita, sedangkan Azzalia masih terus mengikuti Dian. Ada banyak chat dan panggilan masuk yang diabaikan Azzalia, karena dia tak ingin Dian sungkan karenanya.


"Alhamdulillah, akhirnya sudah dapet ruangan." jawab Azzalia lega.


"Assalamualaikum." salam Diego.


"Wa'alaikumussalam." jawab Azzalia dan Dian bersama.


"Gimana Zoya?" tanya Diego cemas.


"Makasih ya Za, udha bantu Dian bawa Zoya ke sini." kata Diego.


"Iya mas, santai aja." jawab Azzalia.


"Ehm, ya udah mas, karna mas Diego udah datang, Azza pamit dulu ya mas. Sama sekalian minta ijin, Azza ada janji sama temen." kata Azzalia.


"Malem-malem gini?" tanya Diego.


"I-iya. Tapi santai aja, Azza barengan temen-temen Azza mas. Temen mawar merah." jawab Azzalia.


"Ya udah, hati-hati. Jangan terlalu malam pulangnya." pesan Diego.


"Iya mas. Azza pamit ya."


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Sedangkan di kafe yang baru, Al tampak risau, karena orang yang diharapkan kedatangannya belum juga datang. Saat perform yang pertama tadi, dia melihat sekumpulan gadis yang dia kenal, Mawar Merah sudah berkumpul, tetapi belum ada Azzalia. Al terus mencoba menghubungi Azzalia tetapi tidak diangkat, tidak juga dibalas.


"Bro, entar jadi nyanyiin lagu baru ga? Azzalia?" tanya Beni, teman band Al.


"Entahlah." jawab Al frustasi.


"Kok ga jelas sih?" tanya Lukman.


"Apa gadis pujaan hati lo itu belum datang?" tebak Beni.


Al mengangguk pasrah.


"Ya udah, ini kita harus tampil lagi bro, apa ini yang mau kita tampilkan?" tanya Beni.

__ADS_1


"Serah lo."


Saat sedang putus asa, tiba-tiba ponsel Al berbunyi, ada notif pesan masuk di ponselnya.


πŸ“©Azzalia


Gue udah didepan. Lagu barunya belum di nyanyiin kan?


"Azza. Dia udah dateng. Lagu Azzalia kita nyanyikan sekarang." kata Al penuh semangat.


"Wah, kayaknya tu cewek udah dateng gaes. Jadi kepo gue sama tu cewek." kata Bima.


"Ya udah, ayok, udah di panggil tuh sama pembawa acaranya." ajak Lukman.


Pandawa Band sudah siap tampil untuk yang ketiga kalinya malam itu. Al langsung berdiri dengan gitarnya, dan menatap ke meja dimana Mawar Merah berada, ada senyuman manis dari seorang gadis cantik yang selalu mengisi hatinya. Gadis itu memang tampak sederhana dibanding yang lain, tetapi wajahnya penuh ceria dan penuh ketulusan.


Intro mulai di mainkan.


Azalia


Ku lihat bintang-bintang


Tersenyum saksikan kau merekah


Sang kumbang datang hap hap hinggap perlahan


Bunganya merekah berkembang-kembang


Warnamu merah merah


Semerah danau di katumiri


Aku melangkah tu wa ga mendekati


Betapa indahnya ku suka


Detik-detik waktuku kian berlalu


Tak jemu aku memandangnya


Detak-detak jantungku berdenyut selalu


Ku jatuh hati memetiknya


Azalia kau bunga yang ku cinta


Warnamu merah merah


Semerah danau di katumiri


Aku melangkah tu wa ga mendekati


Betapa indahnya ku suka


Detik-detik waktuku kian berlalu


Tak jemu aku memandangnya


Detak-detak jantungku berdenyut selalu


Ku jatuh hati memetiknya


Tak jemu ku memandangnya haaa huuu yeee


Azaliaku, Azaliaku yeee

__ADS_1


Azalia Kau Bunga Yang Ku Cinta


(Lagu Azalia by Ali Sastra)


__ADS_2