Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Gugup


__ADS_3

Seusai sholat subuh di masjid, Seem langsung pulang, dan saat masuk rumah dia melihat Zio dan Shanum sudah siap dengan koper dan barang bawaan lainnya.


"Lhoh, tante sama om mau ke mana?" tanya Seem.


"Oiya Seem, maaf. Ini tadi baru saja Om dapet telpon dari sekretaris om, hari ini akan ada kunjungan dari client om yang dari Rusia, dia akan datang ke kantor, dan ingin melihat keadaan pabrik, makannya ini om mendadak harus segera kembali ke Semarang." kata Zio.


"Mendadak sekali ya om? Azza udah tau om?" tanya Seem.


"Belum Seem, tante belum sempat ke atas untuk memanggilnya. Coba kamu yang panggilkan dia ya, Tante masih harus siap-siap." kata Shanum.


"Baik tante." jawab Seem langsung melangkah ke lantai dua untuk memanggil istrinya.


Cekelek


Seem membuka pintu kamarnya, dan terlihat, Azzalia masih berdoa, Seem pun menunggu Azzalia sampai selesai.


"Seem?" panggil Azzalia sambil melipat mukenanya.


"Ikut gue ke bawah sekarang!" ajak Seem.


"Ngapain?" tanya Azzalia sambil memakai jilbabnya.


"Udah, ayo, ikut aja." ajak Seem sambil meraih tangan Azzalia.


Azzaliapun akhirnya menurut saja, dan tak sadar Seem terus menggandeng tangan Azzalia sampai di lantai bawah.


"Ehem, bisa di lepasin ga?" tanya Azzalia saat tangan Seem masih menggenggam tangan Azzalia.


"Eh, ehm, sorry." jawab Seem sambil melepaskannya.


Lalu Azzalia melihat Zio sedang fokus dengan ponselnya dengan wajah serius. Lalu Azzalia terfokus pada koper dan beberapa tas yang sudah ada di rumah tengah.


"Lhoh, om? Om Zio mau kemana? Jam segini sudah rapi, dan ini, koper mau dibawa kemana?" tanya Azzalia bingung.


"Azza sayang, maaf ya. Tante harus ikut om kamu kembali ke Semarang. Baru saja om Kamu dapet kabar dari sekretarisnya, bahwa siang nanti client om kamu yang dari Rusia akan datang berkunjung ke kantor, jadi om kamu harus segera kembali untuk mempersiapkan semuanya." jawab Shanum yang baru muncul dari kamar dengan membawa tas kecilnya.


"Lhoh. kok mendadak banget sih tant?" protes Azzalia.


"Iya sayang, maaf ya. Sebenarnya kabarnya udah beberapa hari yang lalu, tapi masih belum fix, dan ini tadi malem sekretarisnya ngabarin, tapi om kamu sudah tidur, taunya baru tadi pas mau sholat subuh. Ya sudah jadi kami mendadak siap-siapnya." jawab Shanum lagi.


"Azzalia, itulah sebabnya om mau kamu segera menikah, karena ini om benar-benar tidak bisa menjagamu. Om harus kembali ke Semarang. Maaf ya." kata Zio sambil mengusap kepala Azzalia dengan lembut.


"Ehm, baiklah om. Tapi, emang waktunya cukup? Jam segini baru dari sini?" tanya Azzakia ragu.


"Kami nanti naik pesawat sayang, mobilnya nanti dibawa pak Surip." jawab Shanum.


"Oh, ya sudah. Azza kira mau mobilan." kata Azzalia.


"Ya sudah sayang, om langsung ya." kata Zio sambil melihat jam tangannya.


"Ga sarapan dulu om?" tanya Azzalia.


"Ga usah, nanti saja di bandara, atau di pesawat. Gapapa, pesawat akan berangkat satu jam lagi, nanti kami terlambat." jawab Zio.

__ADS_1


"Baik om, hati-hati ya om. Tante." kata Azzalia sambil mencium punggung tangan pengganti kedua orangtuanya, sedangkan Seem dan Pak Surip membawakan Koper dan beberapa tas milik Zio dan Shanum ke dalam mobil.


"Jaga diri kamu baik-baik ya." pesan Zio sambil mengusap pucuk kepala Azzalia.


"Iya om."


"Seem, titip Azzalia ya." kata Zio.


"Baik om." jawab Seem.


"Azza, tante pulang ya." kata Shanum.


"Ya tante."


"Kalau ada apa-apa, jangan Sungkan hubungi kami." pesan Shanum saat akan masuk mobil.


"Baik tante." jawab Azzala.


"Seem, titip Azza ya." kata Shanum.


"Ya tante." jawab Seem.


Mobil yang dikendarai Shanum dan Zio segera meninggalkan rumah tempat tinggal Azzalia. Azzalia dan Seem menatap kepergian mobil itu hingga hilang dari pandangan. Seem melihat Azzalia yang menitikkan air mata.


"Ada aku disini. Jangan takut." kata Seem yang secara spontan tangan kanannya diletakkan di pundak Azzalia.


Azzalia yang menyadari hal itu, segera menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya.


"Terimakasih Seem." kata Azzalia lirih


"Oh iya. Gue lupa, gue bikin sarapan dulu ya." pamit Azzalia kepada Seem. Namun Seem langsung menahan langkahnya.


"Ga usah, kita makan diluar aja. Gue mau kuliah." kata Seem.


"Ha? Kuliah?"


"Iya. Kenapa?" tanya Seem.


"Gue pikir, lo masih ijin. Secara kan, kita abis nikah. Emang elo ga capek?" tanya Azzalia.


"Engga." jawab Seem.


"Oh, engga ya?" gumam Azzalia yang didengar jelas oleh Seem.


"Kenapa? Kamu masih pingin berduaan sama aku?" tanya Seem tiba-tiba yang sudah berada dekat Azzalia, yang seketika membuat Azzalia gugup atas pandangan itu, Azzalia juga terkejut karena Seem berbahasa formal dengan kata 'aku-kamu'.


"Ha? E...eng...engga... ga usah GeEr deh." kilah Azzalia.


Seem tersenyum menyeringai,diapun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Siapa ya GeEr? Dah, gue mau mandi." kata Seem melangkah pergi sambil menyambar handuk yang ada di ruang ganti.


"Iih. Kenapa gue terlalu berharap sih? Ah, yaudah, gue ganti baju aja deh, gue ikut dia ke kampus aja, ikut kuliah. Ga ada ruginya juga." kata Azzalia sambil mengambil baju ganti, karena doa sudah mandi sebelum sholat subuh tadi.

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan mengganti baju, Seem melihat Azzalia sudah rapi di ruang makan sambil mengambil air minum di botol nya.


"Lo mau kemana?" tanya Seem.


"Ya ikut elo lah, kuliah. Masa' iya gue di rumah sendirian?" sungut Azzalia.


"Oh, kirain ga ikut. Emang lo udah mandi?" tanya Seem, karena memang Seem tidak tau Azzalia mandi.


"Ya udah lah, emang ga keliatan apa? Udah cantik begini, masih dikira belum mandi lagi." protes Azzalia.


Seem tersenyum menerima jawaban itu.


"Ya udah, ayo." ajak Seem.


Sesampainya di garasi, Seem menuju motornya dan Azzalia menuju sepeda lipat nya.


"Lo mau ngapain?" tanya Seem heran.


"Ya mau berangkat lah." jawab Azzalia tanpa sadar.


"Lo mau nyepeda?" tanya Seem.


Azzaliapun tamak berfikir sejenak. Lalu dia baru tersadar bahwa dia sekarang adalah istri orang, dan orang itu ada dihadapannya.


"Eh, engga. Sorry, gue lupa." jawab Azzalia sambil berjalan ke arah Seem.


"Ini ." kata Seem sambil mengerjakan helm yang dulu pernah Seem belikan untuk dirinya.


"Masih disimpen aja nih helm." kata Azzalia.


"Iya lah. Itu sengaja buat kamu." jawab Seem sambil menstater motornya. Tak menunggu waktu lama, Azzalia dna Seem pergi dari rumah dan melaju menuju kampus.


Saat sampai di sebuah jalan yang cukup lengang, tangan kiri Seem meraba ke belakang, dan meraih tangan Azzalia untuk melingkarkan lengannya di pinggangnya.


"Gue mau ngebut, lo pengangan ya." kata Seem.


Azzalia yang mendapatkan perhatian itu dari Seem seketika bersemu merah. Azzalia senyum-senyum sendiri sambil menikmati aroma parfum Seem di jaketnya, Azzalia meletakkan kepalanya di punggung Seem dengan nyaman. Hingga akhirnya tiba di kampus, Seem menghentikan motornya, dan Azzalia segera turun dan hendak melepaskan helmnya.


"Duh, susah banget sih." keluh Azzalia sambil berusaha meeloaskan kunci helmnya.


"Aku bantu ya." kata Seem dengan manisnya, dan wajah dinginnya membuat hati Azzalia berbunga-bunga. Disaat itulah, tatapan mereka bertemu, Azzalia merasakan jantungnya berdetak tak berirama dan membuat Azzalia benar-banar gugup dibuatnya.


"Udah." kata Seem sambil menjauhkan dirinya dari wajah cantik istrinya.


"Huh, kenapa jantung gue begini sih?" keluh Seem sambil melangkah pergi meninggalkan Azzalia.


"Seem!" panggil Azzalia. Dan seketika Seem menoleh ke belakang, sedangkan Azzalia berjalan ke arahnya. Lalu Tangan Azzalia meraih tangan Seem, lalu diciumnya.


"Good luck ya." kata Azzalia sambil tersenyum.


Seketika Seem menjadi spechles mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya.


"Oh, ya. Kamu...yang semangat ya." kata Seem gugup.

__ADS_1


"Iya." jawab Azzia full smile, begitupun dengan Seem yang membalasnya dengan full smile juga.


__ADS_2