Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Bayangan Cinta


__ADS_3

"Kak Opik?" gumam Syaqila saat dia berada di sebuah taman yang luas, tampak di sana ada seorang laki-laki berparas tampan dengan balutan baju koko putih, celana putih dan berpeci putih. Pria itu tersenyum padanya dan mengulurkan tangannya kepada Syaqila.


"Kak?" lagi-lagi Syaqila tak mengerti dengan maksud Opik.


Tampak Opik mengeluarkan tangan kirinya dari belakang tubuhnya, sambil menggenggam sebuket bunga berwarna serba putih, yang tak lain bunga Melati.


"Ini, untukku?" tanya Syaqila tak percaya. Namun disaat Syaqila akan menerima bunga itu, terdengar suara Sarah memanggilnya dari kejauhan.


"Sya, Syaqila! Syaqila, ini kak Sarah Sya." panggil Sarah.


💕💕💕


"Sya, Syaqila, Syaqila, ini kak Sarah Sya, bangun Sya." pinta Sarah dengan isak tangisnya sambil memegang tangan Syaqila yang dingin di dalam ruang ICU. Tubuh Syaqila dipenuhi selang medis, yang membantu keadaannya.


"Aku mohon Sya, bangun Sya." pinta Sarah.


Perlahan, tampak Syaqila menggerakkan jemarinya dan berangsur-angsur matanya terbuka.


"Sya, Alhamdulillah, kamu udah sadar?" tanya Sarah tak percaya, dia sangat senang adiknya telah sadar dari tidur panjangnya.


Hari ini adalah hari ketiga Syaqila koma, tak sadarkan diri membuat keluarganya sangat sedih dan menyesal karena mendapatkan keterangan dari Lisa. Semua isi buku diary Syaqila telah dibaca habis oleh Sarah, membuat Hati Sarah teriris-iris membaca kisah tentang Syaqila yang ternyata juga mencintai sosok pria yang sama dengan yang dia cintai, tetapi keduanya sama-sama kehilangan sosok pria itu.


Setelah Syaqila mendapatkan pemeriksaan dari Lisa, tante sekaligus dokter Jantungnya Syaqila, Syaqila kini dikerumuni keluarganya yang sudah sembab matanya.


"Sya, maafkan abi dan umi ya nak." kata Fina memohon.


"Sungguh, Abi dan Umi tidak tau kalau bukan Lisa yang memberitahu kami. Kamu yabg kuat sayang, abi dan umi yakin, kamu pasti kuat, kamu bisa melawan rasa sakit ini." kata umi memotivasi.


"Sya, kenapa kamu ga pernah cerita sama kami tentang semua ini? Kenapa kamu ga cerita Sya? Kami ini keluargamu Sya." protes Sarah sambil menangis sesenggukan.


Ketika semuanya menangis, Justru Syaqila tersenyum lemah melihat keluarganya yang begitu tampak menyayanginya. Syaqila merasakan kehangatan cinta dari keluarganya, namun Syaqila sudah tak mampu banyak berbicara. Raga nya sangat lemah, dan di benaknya, Syaqila sudah pasrah dengan takdir.


💕💕💕


"Apa? Jadi selama ini Syaqila menyembunyikan penyakitnya dari kami? Kenapa kamu ga kasih tau kami Lisa?" protes Surya, kakak kandung Lisa.


"Aku ga diijini Syaqila mas. Maaf." kata Lisa.


"Harusnya, meski dia ga ngijinin kamu, kamu tetap harus cerita Sa. Kalau kaya gini, kami kan juga jadi syok Sa." kata Surya.

__ADS_1


"Itu semua, karena Syaqila merasa kalian tidak seperti yang diharapkan. Kalian terlalu fokus mencurahkan kasih sayang kalian kepada Sarah, sampai kalian lupa, bahwa ada satu anak lagi yang juga merindukan pelukan, belaian manja dan perhatian dari orangtuanya. Dia selalu mengalah demi kakaknya, bahkan, terkait penyakitnya, dia tidak ingin membuat abi dan umi nya berpaling dari Sarah." jawab Lisa.


Seketika Surya terbelalak tak percaya, dia menyadari bahwa memang selama ini Surya dan Fina terlalu fokus pada Sarah, yang memang pembawaan Sarah manja. Sedangkan Syaqila tumbuh menjadi anak yang mandiri, pemberani dan aktif, sehingga Syaqila berusaha selalu sendiri, tidak mau merepotkan orangtuanya.


"Mas, Syaqila sudah dewasa, dia bisa menilai kalian. Syaqila bisa merasakan cinta yang sesungguhnya, bahkan kemarin dia hampir berputus asa, karena dia merasa tak pernah mendapatkan cinta yang berbalas dari orang yang dicinta."


"Syaqila mencintai seseorang mas, dia sangat berharap padanya, tetapi sayangnya, laki-laki itu adalah laki-laki yang sama dengan yang kalian jodohkan dengan Sarah." lanjut Lisa, Surya terkesiap.


"Maksudmu? Opik?" tanya Surya tak percaya.


"Aku ga tau namanya mas, yang jelas Syaqil bilang, bahwa laki-laki yang dicintainya itu ternyata laki-laki yang akan dijodohkan dengan Sarah, tetapi ternyata Tuhan berkehendak lain, laki-laki itu tidak jadi menikah dengan Sarah, tidak pula dengan Syaqil ataupun wanita lain, karena laki-laki itu telah kembali pada Tuhan." kata Lisa.


"Banyak hal yang aku tidak tau dari putriku sendiri. Ayah macam apa aku ini?" rutuk Surya pada dirinya sendiri.


Saat Lisa sedang berbicara dengan Surya di ruangannya, tiba-tiba Lisa mendapat panggilan dari asistennya.


"Dokter maaf, pasien atas nama Syaqila kritis dok." kata asistennya.


"Baik suster." jawab Lisa yang langsung berlari ke ruangan Syaqila.


💕💕💕


"Mas."


"Hem?"


"Kamu tau ga, kalau dulu aku tu selalu membayangkan bisa berkencan sama pasangan ku di Tawangmangu, dan ternyata bayanganku kini menjadi kenyataan. Makasih ya mas." kata Azzalia sambil bergelayut manja di lengan kiri Seem, bukannya menjawab, Seem hanya tersenyum dan membelai lembut pucuk kepala Azzalia.


"Mas, kita nyobain flying Fox yuk!" ajak Azzalia sambil menarik lengan Seem berlari menuju tempat flying fox.


"Emang sayangku berani?" tanya Seem.


"Berani dong, kan ada kamu." kata Azzalia tersenyum manja sambil mengeringkan matanya.


Azzalia dan Seem sama-sama mengenakan sabuk pengaman untuk melakukan adegan mendebarkan yang menguji adrenalin. Saat Azzalia mulai dilepaskan pengaitnya, Azzalia berteriak sekencang mungkin hingga tiba di bawah. Begitupun dengan Seem yang menyusul di belakangnya, tetapi tidak seheboh Azzalia, yang berteria, Seem tidak berteriak sama sekali.


Setelah selesai merasakan flying fox, Azzalia berjalan menyusuri kebun teh lagi dengan Seem sambil memetik dauh teh dan sambil menggendong tas keranjang serta caping, lalu Azzalia berswa foto dengan di foto suaminya. Dengan senang Hati, Seem memfoto istrinya dengan kamera analog nya.


Hingga saat jam istirahat ashar tiba, Mutiara memanggil sepasang kekasih halal itu untuk makan siang terlebih dahulu, sebelum akhirnya mereka kembali pulang.

__ADS_1


"Za, ayo makan dulu." ajak Mutiara.


Azzalia dan Seem segera menyusul Mutiara yang sudah berjalan ke ruang makan, tempat dimana Dzen sudah menunggu mereka.


"Aziz mana om?" tanya Azzalia.


"Biasa, dia emang suka pergi-pergi sendiri. Paling bentar lagi juga nongol, tadi udah om telfon kok." kata Dzen.


Tak berapa lama kemudian, Aziz sudah tiba di antara mereka dan makan bersama. Namun, saat makanan belum habis, ponsel Azzalia berdering.


📞Azkya


'Halo, Za. Kamu ke mana aja sih? Aku telponin dari tadi juga.' omel Azkya dari sebrang.


"Eh, iya Az, sorry, tadi gue lagi jalan-jalan, handphone gue di tas, gue ga denger ada telpon, karena gue mode getar. Kenapa emang? Elo udah kangen sama gue?" kata Azzalia bercanda.


'Ga, ini info penting Za. Barusan aku telpon Syaqila, dan kamu tau, ada kabar apa tentang dia?'


"Engga."


'Syaqila koma, Za. Dia kini kritis di rumah sakit '


"What? Jangan bercanda lo Az. Dapet info dari mana lo?" tanya Azzalia syok tak percaya dengan apa yang dia dengar.


'Dari kak Sarah, kakak kandungnya Syaqila, tadi dia jawab panggilanku di ponselnya Syaqila, dan kata kakaknya, Syaqila lagi koma di rumah sakit. Pas aku tanya, katanya di rumah sakit Solo Za, makannya aku telpon kamu, karena posisiku di Solo kan?' tanya Azkya.


"Di Solo? Tepatnya dimana?" tanya Azzalia.


'Kamu telpon ke nomer Syaqila aja ya Za, entar pasti diangkat sama keluarganya. Kamu tanya aja sama mereka, karena aku juga ga dikasih tau.'


"Okey, thank's ya Az. Gue telpon keluarganya sekarang." kata Azzalia lalu mengakhiri panggilannya.


"Ada apa sayang?" tanya Seem saat melihat raut wajah Azzalia berubah.


"Syaqila mas, dia koma di rumah sakit." kata Azzalia bergetar tangannya.


"Innalillahi. Rumah sakit mana Za?" tanya Mutiara yang mendengar percakapan Azzalia dan Seem.


"Di Solo tante, tapi Azza juga belum tau, rumah sakit apa. Ini baru mau tanya." kata Azzalia sambil mencari kontak Syaqila.

__ADS_1


Setelah berkabar dengan keluarga Syaqial yang sudah memberikan informasi alamat rumah sakitnya, Azzalia dan rombongan segera mengakhiri acara liburan nya, dan kembali ke Solo, tetapi tidak ke rumah Mutiara, melainkan mengantarkan Azzalia ke rumah sakit tempat Syaqila di rawat.


__ADS_2