
Hari terakhir ospek, para peserta di minta untuk membuat kelompok untuk Perkemahan Pengakraban Mahasiswa Baru atau biasa disebut dengan PePeMaRu. Kegiatan ini menjadi rutinitas kegiatan kampus ini setiap tahunnya.
"Baik temen-temen, hari ini adalah hari terakhir kalian mengikuti kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus ya. Untuk besok, temen-temen bisa istirahat dulu di rumah sambil beres-beres, karena hari Jum'at kita akan mulai berkegiatan lagi untuk kegiatan PePeMaRu. Temen-temen sudah ada kelompok belum nih?" tanya Opik selaku ketua Ospek.
"Belum..." jawaban serempak para peserta.
"Okey, kalau belum, untuk acara PePeMaRu, itu nanti yang menjadi ketua panitia bukan saya lagi ya. Tetapi sudah ganti. Nanti saat perkemahan, kalian akan dikenalkan dengan senior lain, yang akan menjadi ketua panitia sekaligus koordinator acara perkemahan. Namanya Faizan Abdurrohman. Untuk teknis dan lain-lainnya, saya serahkan kepada beliau. Kepada saudara Faiz, dipersilakan." kata Opik.
Seorang laki-laki berbadan tinggi, dengan bodi ramping dan wajah yang bisa dibilang manis dengan lesung pipit di pipi kanannya. Rambutnya rada gondrong sebahu, tetapi di kucir di belakang.
"Selamat siang temen-temen." Sapa Faiz dengan ramah.
"Siang..." jawab para peserta.
"Okey, langsung aja. Perkenalkan, nama saya Faizan Abdurrahman, Saya di sini diminta untuk menjadi ketua panitia acara pepemaru. Saya dari Jurusan KPI, Komunikasi Penyiaran Islam, atau biasa disebut dengan jurusan broadcasting. Saya juga mengikuti UKM Pecinta Alam. So, disini saya akan mengajak temen-temen semua untuk belajar bareng di alam, berbaur dengan alam dan tentunya kita bisa belajar untuk mensyukuri segala ciptaan Allah." kata Faizan memperkenalkan diri.
"Untuk selanjutnya, kalian semua bisa membuat kelompok ya, satu kelompok terdiri dari 4-5 orang saja ya, saya beri waktu lima belas menit, untuk membuat kelompok, dan sekaligus diberi nama. Setelah mendapatkan nama, kalian bisa langsung tunjuk ketua kelompok dan juga membuat filosofi tentang nama kelompok yang kalian pilih. Bisa dimengerti?" tanya Faiz.
"Bisa kak..." jawab peserta.
Setelah mendapat pengarahan sari Fauzan, semua peserta menjadi ramai karena mereka harus membuat kelompok dengan mandiri.
Azzalia sudah siap dengan teman-temannya, seperti yang sudah mereka rencanakan, nama kelompok mereka bernama mawar merah. Dengan filosofi, mawar merah menggambarkan diri mereka. Mereka adalah sekuntum bunga mawar yang tak sembarang orang boleh memetiknya, karena mereka berduri, yang artinya mereka memiliki perlindungan agar tidak sembarang laki-laki bisa memetiknya. Dan mereka juga menjadikan warna merah sebagai lambang cinta dan kasih sayang, sebagaimana mereka menebarkan keharuman kasih sayang dan penuh cinta pada sesama.
Setelah selesai membuat kelompok, Azzalia terpilih menjadi ketua kelompoknya, karena teman-teman Azzalia tak sanggup menjadi ketua, terlebih karena Azzalia sudah terbiasa mengikuti kegiatan Pramuka saat masih di SMA. Sehingga Azzalia tidak keberatan untuk menjadi ketua.
"Okey temen-temen, semua sudah mendapat kelompok ya. Apakah masih ada yang belum mendapat kelompok?" tanya Faizan sambil memegang beberapa lembar kertas berisi nama kelompok, nama-nama peserta dan juga filosofinya.
"Tidak..." jawab para peserta.
"Okey, untuk selanjutnya, tugas kalian adalah membuat bendera kelompok, untuk di kibarkan besok saat berkemah. Dan nanti akan kami bagikan catatan barang yang wajib kalian bawa ketika berkemah, baik barang pribadi maupun barang kelompok." kata Faizan.
"Gaes, tolong bagikan catatannya. Satu kelompok satu ya." kata Faiz mengintruksikan teman-teman panitianya.
"Okey, kalian bisa baca dulu, saya beri waktu tigapuluh menit untuk membagi tugas dalam hal membawa barang, nanti setelah itu kalian boleh pulang." kata Faizan.
"Bisa di mengerti?" tanya Faizan.
__ADS_1
"Bisa kak..." jawab peserta dengan serempak.
Kelompok Azzalia tampak fokus memusyawarahkna barang-barang yang harus dibawa.
"Za, ini hampir semua barang kelompok, kamu yang bawa, emang ga papa Za?" tanya Nadia ragu.
"Iya, gapapa. Santai aja. Kakak gue kemarin udah bilang kok. Udah ngijinin." kata Azzalia yang memahami teman-temannya adalah anak kost yang pastinya mereka tidak punya apa-apa untuk dibawa.
"Lagian nanti gue naik mobil kok." lanjut Azzalia.
"Okey deh kalo gitu."
"Oh ya, jangan lupa, bawa makanan yang banyak, cemilan, buah. Dan untuk menghemat tenaga dan waktu, besok kalian bawa bekal nasi ya, buat makan sore harinya, sama lauknya jangan yang mudah basi. Perkiraan kita besok sampe sana kan siang, nah, kalo bisa kita ga usah repot-repot masak lah. Kita usahakan sudah makan dari rumah, jadi kita tinggal mikirin untuk makan malamnya aja, nah. Makan malamnya itu adalah bekal yang sudah kita bawa dari rumah." kata Azzalia.
"Ide bagus tu. Tau aja kalau kita orang-orang gampang laper, hehehe." kata Syaqilla.
"Ya itu... karena gue juga orangnya gampang laper." kata Azzalia.
Merekapun tertawa bersama.
"Siap Za." jawab Nadia.
Setelah selesai membahas barang bawaan, para peserta di bubarkan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
💕💕💕
Malam itu, setelah berkegiatan seharian di kampus dan berlanjut bekerja di rumah makan, Seem merebahkan tubuhnya di ranjang. Seem membuka-buka foto-foto hasil jerpetannya yang sudah dia pindah di leptopnya. Diapun tersenyum, saat melihat foto seorang gadis yang ketiduran dengan posisi duduk. Gadis cantik yang menyebalkan menurutnya, gadis yang telah mencuri hatinya.
"Masa' sih dia yang udah nolongin gue?" batin Seem sambil meng zoom gambar gadis itu dengan pose yang lain.
"Ah, ga mungkinlah. Dia kan di Semarang. Dan gadis ini berjilbab, paling cuma mirip." gumam Seem.
Tok tok tok
Suara pintu kamar Seem di ketuk, Seem beranjak dari duduknya dan menuju pintu untuk membukakan pintu kamarnya.
"Eh, elo Pik, belum tidur lo?" tanya Seem.
__ADS_1
"Belum Seem. Belum bisa tidur gue." kata Opik.
"Kenapa?" tanya Seem.
"Ga tau. Mungkin efek kopi tadi kali." jawab Opik ragu.
"Elo ngopi?" tanya Seem.
"Hehe, iya. Tadi kepingin aja, pas Key minum kopi, kaya sedep gitu." kata Opik.
"Hem... siap aja lo begadang semaleman." omel Seem.
"Widih, anak rajin. Udah mau bikin LPJ aja lo." kata Opik sambil melihat layar leptop Seem yang berisi gambar-gambar peserta Ospek.
"Iya lah. Lebih cepat, lebih baik." jawab Seem.
"Eh, ya Pik. Gue boleh tanya sesuatu ga sama elo?" tanya Seem.
"Boleh."
"Ehm, sebenernya, kenapa sih elo waktu itu ngebebasin tu anak baru? Malah nyuruh gue markirin mobilnya pula, Padahal jelas-jelas nyawa kita hampir melayang karena dia." kata Seem.
"Oh. Itu? Ehm, kenapa ya?" Opik justru balik tanya sambil telunjuknya diketuk-ketukkan pada dagunya.
"Hem...di tanya malah balik nanya." gumam Opik.
"Hahaha, ya...yang jelas, tadinya gue juga mau marah, mau kasih dia hukuman, tapi setelah gue tau, siapa orang di dalam mobil itu, gue jadi mengurungkan niat gue." kata Opik.
"Kenapa? Karena elo jatuh cinta sama dia?" tanya Seem.
"Hahahah, menurut elo?"
"Serah lo dah." kata Seem sambil kembali fokus menekuri layar leptop nya.
"Yang jelas, gue tau betul, dia gadis yang sudah berjasa dengan nyawa adik gue, Farah." kata Opik berubah melo.
"Kenapa dengan Farah?" tanya Seem penasaran.
__ADS_1