Bayangan Cinta Pantulan Asa

Bayangan Cinta Pantulan Asa
Dia Kenapa?


__ADS_3

"Kok cuma oh sih?" protes Azzalia. Namun sepertinya Al tidak mau membahas tentang hal itu, dia berusaha mengalihkan pembicaraan mereka dengan memandang ke arah Seem yang datang ke Kopma dengan tatapan dingin di belakang Azzalia.


"Eh, Seem?" sapa Al yang sudah mengetahui kedatangan Seem di belakang Azzalia.


"Seem?" gumam Azzalia heran sambil melihat jam tangannya, keningnya mengernyit.


"Belum ada satu jam, kenapa Seem udah selesai kuliah?" batin Azzalia, yang kemudian menoleh ke belakang. Tampak olehnya tatapan dingin seorang pria yang sudah sah menjadi suaminya.


"Seem, sini. Sarapan bareng kita." ajak Al dengan ramah sambil menggeser duduknya, bermaksud memberikan tempat duduk untuk Seem.


Azzalia menatap Seem, begitupun dengan Seem yang menatap Azzalia sekilas, namun kemudian mengalihkan padangannya ke arah lain.


"No, thank's. Gue duduk di sana aja." kata Seem menolak ajakan Al sambil berjalan menuju tempat duduk yang agak jauh dari duduk Azzalia.


"Lhoh, kok dia malah ke sana sih? Bukannya nemenin gue di sini?" gerutu Azzalia dalam hati.


"Oh, okey." jawab Al santai. Lalu Al kembali mengajak Azzalia berbincang lagi.


"Oya, Za. Nih. gue kasih catetan mata kuliah beberapa hari lalu, selama elo ga masuk." kata Al memberikan satu bendel kertas.


"Elo nyatet? Tumben?" Azzalia menerima kertas itu.


"Eh, apaan ini? Fotocopian?" protes Azzalia.


"Hehe, iya." jawab Al nyengir kuda.


"Tulisan siapa nih?" tanya Azzalia.


"Tulisannya Nisa." jawab Al.


"Dasar lo ya, masih aja males nulis." omel Azzalia yang sesekali mendapat tatapan dingun dari Seem.


"Tapi, setidaknya gue masih punya usaha buat ada dokumentasi kuliah kan? Dan bisa ngebantu elo yang beberapa hari ga masuk kan?" kilah Al beralasan.


"Ya udah, serah lo deh." jawab Azzalia.


Seteleha beberapa saat mengobrol, Azzalia baru sadar jika jam sudah mau menunjukkan pukul sembilan, itu artinya dia ada jadwal kelas.


"Udah mau jam sembilan, kita ada kelas bu Mega kan?" kata Azzalia sambil berkemas.


"Oh, iya Za, Ayo keburu telat." kata Al sambil menunggu Azzalia.


Saat akan berbalik badan hendak keluar dari kursinya, Azzalia melihat Seem menatapnya dingin, membuat Azzalia bingung dengan sikap Seem yang dingin sambil menaghadap leptopnya.


"Dia kenapa sih? Kenapa dia ngeliatin aku kaya gitu? Mahal banget sih senyumnya ." gerutu Azzalia dalam hati.


"Ayo Za, keburu telat." ajak Al sambil spontan tangan nya meraih lengan Azzalia.


"Eh, elo tu ya, sembarangan aja megang tangan orang. Lepasin!" protes Azzalia sambil mengibaskan tangannya.


"Oh. ya sorry Za, spontan." jawab Al tanpa rasa bersalah, tiba-tiba Seem melihat Azzalia dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Lo duluan aja gih, gue entar nyusul." kata Azzalia kepada Al.


"Ya ga bisa gitu dong, Za. Kita dari kopma bareng, tujuan kita sama mau ke kelas, kenapa juga gue duluan dan elo belakangan, ya udah barengan aja kali." jawab Al.


"Ish. udah ga usah banyak komentar, elo duluan aja lah." kata Azzalia yang menoleh ke arah Seem. Sedangkan Seem berlagak tak peduli dengan mereka.


"Ish, kenapa dia cuek sih? Ah, nyebelin. Gue pikir dia bakal cemburu atau apa mau nyegah gue jalan bareng Al gitu? Kenapa diem aja sih?" gerutu Azzalia.


"Ah, ya udah ayo, keburu telat." ajak Azzalia yang sudah mulai sebal dengan sikap cuek Seem dan menyusul Al, mereka tampak berjalan bersama menuju gedung fakultas.


"Gitu ya? Kenapa kamu bersikap seperti itu di hadapanku, Za?" batin Seem yang melihat Azzalia pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada Seem.


💕💕💕


Jam perkuliahan telah selesai, Azzalia sudah merapikan kembali alat tulisan ya dan hendak beranjak dari duduknya sambil menyangkelng ranselnya.


"Za, mau sholat?" tanya Al.


"Kenapa emangnya?" tanya Azzalia ketus.


"Bareng yuk." ajak Seem.


"Hem, okey lah." jawab Azzalia dengan malas.


Akhirnya Azzalia dan Al berjalan bersama menuju mushola fakultas, disana sudah tampak Nadia dan kawan-kawannya yang hendak pergi ke tempat wudlu.


"Nad, tunggu!" teriak Azzalia sambil berlari meninggalkan Al.


"Eh, Za, main tinggal aja lo." protes Al, tetapi Al tidak menyusulnya karena tempat wudlu putra terpisah.


"Ya elah, baru berapa hari ga masuk, udha kaya bertahun-tahun aja kita berpisah." komentar Azzalia sambil melepaskan pelukannya kepada Syaqila.


"Iya Za, ga ada elo tu ga seru." kara Renata yang juga memeluk Azzalia.


Tampak Azkya yang tadi melihat Azzalja berjalan bersama Al tampak biasa saja, tanpa ada rasa bahagia atas kedatangan Azzalia, begitupun dengan Nadia yang hanya diam mematung dengan senyum canggung nya.


"Nadia, Azkya,. Kalian apa kabar?" tanya Azzalia menyapa kedua temannya yang hanya diam saja tidak seantusias kedua sahabatnya.


"Baik." jawab Azkya singkat.


"Alhamdulillah." jawab Nadia singkat pula.


"Ya udah, ayo wudlu, keburu terlambat sholat berjamaah nya." ajak Nadia.


"Okey Nad." jawab Renata dan Syaqila.


Merekapun menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang muslim di mushola fakultas, setelah sholat, Azzalia dan kawan-kawannya keluar mushola untuk memakai Sepatu. Saat sedang memakai sepatu, tampak Seem juga berada di sana.


"Seem?" gumam Azzalia saat menoleh ke arah bagian putra.


Ting

__ADS_1


Sebuah pesan masuk di ponsel Azzalia, Setelah selesai memakai sepatunya, Azzalia mengambil ponselnya dan membuka pesan yang masuk.


📩Samuel


Pulang jam berapa?


Azzaliapun segera membalas pesan itu.


📨Samuel


Abis ini masih ada kuliah, jam tiga baru selesai. Kenapa?"


📩Samuel


Gapapa


"Ish, selalu gitu kalau ditanya. Jadi orang diem banget sih? Hemat bicara banget, heran gue." gerutu Azzalia.


"Gaes, ayo kita makan dulu yuk, udah laper banget nih gue." kata Renata.


"Ayuk." jawab Syaqila dan Azkya.


"Sorry gaes, abis ini gue ada kelas, sedangkan gue harus nyiapin materi dulu ke perpus. Gue ga ikut dulu ya." kata Azzalia sungkan.


"Oh, gitu? Yah, ga seru dong ga ada elo Za." keluh Renata.


"Iya Za, harusnya kamu ikutan." kata Syaqila.


"Ehm, sorry Sya. Daripada entar gue dapet teguran dari bu Nita, mending gue ga ikutan ke kopma dulu deh." kata Azzalia.


"Iya juga sih, ya udah, good luck ya Za." kata Renata.


"Ya udah, gue duluan ya gaes." kata Azzalia berpisah dari rombongan.


"Nadia, Azkya, kalian kenapa sih dari tadi diem aja?" tanya Renata yang mengetahui sikap kedua sahabatnya tampak berubah.


"Gapapa." jawab Azkya datar.


"Ya udah, kita segera ke kopma aja, keburu jam istirahat kita habis." kata Nadia.


"Okey, ayo." Kata Renata.


Sedangkan Azzalia yang berjalan menuju perpustakaan, merasa malas juga akhirnya, karena membayangkan banyaknya buku yang berjajar di rak saja sudah membuatnya pusing. Karena Azzalia tidak terbiasa berkunjung ke tempat itu, sedangkan hari ini dia harus mencari buku materi untuk pelajarannya nanti. Karena beberapa hari dia tidak masuk, maka Azzalia harus meresume materi dari buku materi yang harus dia dapatkan dari perpustakaan.


"Huh, kalau bukan karena nilai gue terancam, males banget gue ke perpus begini." keluh Azzalia sambil mencari buku yang dibutuhkannya.


"Kalau mau mencari sesuatu itu jangan sambil cemberut dan menggerutu, yang ikhlas. Biar ga capek." kata seseorang yang sudah berdiri di samping Azzalia sambil memegang beberapa buku yang dia baca judulnya.


"Seem? Lo disini?" tanya Azzalia heran.


"Hem." jawab Seem.

__ADS_1


"Hehe, kalau gitu, tolong cariin buku buat gue ya, judulnya Public Relation." kata Azzalia sambil nyengir kuda dengan kedua tangan mengakup di dada.


"Hem." jawab Seem dingin.


__ADS_2