
Disebuah rumah berlantai dua, di komplek perumahan elite, Azzalia tampak masih sibuk menekuri Leptop nya.
"Belum tidur dek?" tanya Diego saat masuk kamar Azzalia dan melihat adiknya masih fokus melihat layar Leptop.
"Belum mas. Ini gue masih harus ngedit kerjaan." kata Azzalia.
"Hem...keren ya lo. Baru juga lulus sekolah, udah jadi orang kepercayaan om Zio buat mengerjakan orderannya." puji Diego.
"Biasa aja." jawab Azzalia enteng.
"Kalau aja waktu itu gue ga ngeyel, mungkin gue masih aman kerja di perusahaan om Zio." kata Diego menyesal.
"Ya udah lah. Yang berlalu biarlah berlalu. Lagian ni ya, stile elo bukan di dunia mebel ataupun furniture. Elo itu lebih condong ke dunia entertainmen, udahlah dinikamtin aja." kata Azzalia sambil tangannya memainkan kursor.
"Elo ga capek dek?" tanya Diego yang tampak ga tega melihat adiknya sering ngelembur.
"Engga. Kalau capek, pasti gue udah tidur hehehe." kata Azzalia.
"Andaikan aja papa sama mama masih ya...pasti elo ga akan..." kata Diego melo.
"Elo ngapain juga mikirin itu sih mas? Udahlah, mama sama papa udah bahagia di surga. Lagian gue ngejalanin semua ini enjoy kok, kenapa elo yang pusing?" cecar Azzalia.
"Heheh, iya. Sorry." kata Diego.
"Done!" kata Azzalia sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Udah selesai?" tanya Diego.
"Udah." jawab Azzalia santai.
"Mau makan? Biar mas siapin." kata Diego.
"Engga usah mas. Azza mau ngemil aja. Tuh, tadi abis belanja jajanan banyak." kata Azzalia sambil menunjuk plastik kresek berlabel sebuah minimarket ternama di Indonesia.
"Oh, ya udah. Segeralah istirahat ya. Besok biar ga kesiangan lagi." kata Diego.
"Besok gue libur mas." jawab Azzalia.
"Oh ya?"
"He.em. Buat persiapan kemah besok lusa." jawab Azzalia.
"Oh...ya udah kalau gitu, mas ga akan bangunin elo untuk bangun pagi." kata Diego.
"Okey." jawab Azzalia.
Diegopun keluar dari kamar Azzalia. Sepeninggal Diego, Azzalia menatap foto kedua orangtuanya. Azzalia tersenyum padanya.
"Azza udah gede mah pah, Azza akan buktikan ke kalian, kalau Azza bisa mandiri dan lebih dewasa. Azza ga akan manja dan nakal lagi kaya dulu. Azza janji." kata Azzalia.
__ADS_1
Kemudian dia membuka ponselnya, sehingga WA nya mode online, dan tak berapa lama kemudian, sebuah panggilan masuk. Azzalia segera memasang kan headset ke telinganya yang dihubungkan ke ponselnya.
"Chika." gumam Azzalia.
"Hai Chik, kenapa lo, telpon gue malem-malem?" tanya Azzalia.
"Hei Za, boring gue." kata orang diseberang.
"Kenapa? Pasti karena sore tadi elo ngopi ya? Makannya jam segini masih melek." tebak Azzalia yang sudah hafal dengan kebiasaan sahabatnya.
"Hehehe, iya Za. Tadi gue liat kopi kesukaan elo, gue kangen sama elo, jadi ya gue bikin tu kopi. Dan gue coba hubungi elo, ga bisa terus dari tadi. Kemana aja sih lo?" protes Chika.
"Hahahaha, dasar lo ya, tau ga kuat minum kopi kenapa nekad? Besok gue ga mau tanggungjawab ya kalau elo susah dibangunin." kata Azzalia.
"Ya itu...gue takut besok kesiangan nih, tapi daritadi mau gue tidurin ga bisa tidur." keluh Chika.
"Biasanya kalau kaya gitu, elo tu ada masalah. Kenal sih?" tanya Azzalia.
"Hem.. tau aja sih lo Za. Iya nih. Tadi siang gue liat Dion, dia jadi panitia ospek di kampus." kata Chika.
"Dion? Dion kakak kelas kita dulu itu? Mantan elo?" tanya Azzalia.
"Ih elo kenapa harus pake embel-embel mantan sih?" omel Chika.
"Ya emang mantan elo kan?" tanya Azzalia.
"Serah lo dah."
"Dia tu nyebelin banget tau ga sih Za, masa' tadi kesalahan gue ga terlalu banyak, tapi dia hukum gue seenak dia. Gue disuruh bersihin toilet coba, nyebelin banget kan?" omel Chika.
"Hahaha, kasian banget lo." ejek Azzalia.
"Selain itu ya Za, kemarin pas hari pertama, dia tu sengaja bikin gue jatuh tau ga, sampe gue dipermalukan peserta ospek lainnya." keluh Chika.
"Hem, gitu ya? Brati dia masih perhatian sama elo dong, jangan-jangan dia masih cinta lagi sama elo. Dia belum bisa move on dari elo." kata Azzalia.
"Ih.. ya ga mungkin lah Za. Udah jelas-jelas dia yang mutusin gue, mana mungkin dia masih cinta sama gue."
"Ya siapa tau." kata Azzalia yang kemudian dia teringat oleh sosok kakak senior nyebelin hang moto dia saat tidur. Dia teringat sosok cowok itu, ya, itu cowok adalah orang yang dulu pernah ditolongnya saat dia baru pulang dari rumah Chika malam-malam.
💕💕💕
"Chik, gue pulang dulu ya." kata Azzalia.
"Okey, thanks banget ya Za, lo udah mau ikut meriahin acara ultah gue." kata Chika.
"Iya santai aja." jawab Azzalia.
Kemudian Azzalia masuk kedalam mobil Livina putih yang dikendarai sopir pribadi omanya, oma Suyamti. Saat di jalan, di tengah malam jam duabelas, suasana sangat sepi, namun, saat mulai masuk jalanan menuju rumahnya, yaang cukup sepi dari hiruk pikuk jalan raya, Azzalia melihat sebuah motor V-Xion menyalip mobil yang dikendarainya, dengan jalan belak belok.
__ADS_1
"Ih, tu orang ngapa sih, naik motor sempoyongan gitu?" omel Azzalia dari kursi penumpang.
"Kayaknya dia mabok non." jawab pak Supri.
"Semoga aja bukan begal ya pak." kata Azzalia yang sudah bersiap dengan mental baja nya, dia yang juga bisa ilmu beladiri tak gentar meski mereka pulang ditengah malam, biapun akan ada begal.
Brush
"Eh, eh pak. Tu motor nabrak trotoar pak. Berhenti dulu pak, berhenti." kata Azzalia.
"Tapi non, ini udah larut malam. Bahaya non..." kata pak Supri.
"Ih, udah, ayo berhenti gue bilang. Kasian tu orang, dia kecelakaan pak." kata Azzalia yang kemudian keluar dari mobilnya, saat mobil yang dinaikinya sudah berhenti tepat di dekat motor yang menabrak trotoar.
"Astaghfirullah." kata Azzalia sambil mengangkat motor besar yang menindih kaki laki-laki itu, lalu memegang kepala pria berambut gondrong bergelombang dan tampak awut-awutan itu, tampak laki-laki itu masih mengenakan seragam sekolah SMA, dan kepalanya mengucur deras darah di bagian dahinya.
Kepala yang terluka itu dipangku Azzalia, lalu
Krek krek
Azzalia menyobek sedikit dress-nya yang tadi dia pakai saat acara pesta ulang tahun sahabatnya. Di ikatkan pada kepala laki-laki itu, agar darahnya tidak terlalu banyak keluar mengenai matanya.
"Clareta...Elo...breng***!" umpat laki-laki itu dengan mata merah, dia tak sadarkan diri. Tercium menyengat bau alkohol dari mulutnya.
"Astaga... mas...sadar mas..." kata Azzalia sambil menepuk-nepuk pipi laki-laki itu.
"Elo..."
Belum berlanjut kata-kata itu terucap, tiba-tiba
"Uwek... uwek..."
Laki-laki itu muntah, mengeluarkan cairan yang baunya sangat menyengat mengenai sebagian dress Azzalia dan sepatunya.
"Ish, elo tu kalo ga kuat minum alkohol, ga usah banyak minum. Ga kasian apa sama diri lo sendiri. Mabok juga, nekad naik motor lo. Bahaya tau." omel Azzalia sambil berusaha memapah tubuh laki-laki itu berdiri dan akan dibawanya ke mobilnya.
Pak Supri yang sedari tadi melihat majikannya, segera membantu Azzalia untuk memapah laki-laki yang lagi mabuk itu ke dalam mobil.
"Pak, kita bawa dia ke IGD ya pak, karena ini darahnya keluar terus, ini juga, takutnya tulang yang lain ada yang ketindih motor jadi cidera." Kata Azzalia.
"Baik non." jawab pak Supri.
"Gue bawa motor dia pak."
"Lhoh, non Azza ga naik mobil aja?" tanya pak Supri.
"Engga pak, kasian ni motor, takutnya di maling orang. Lagian ni motor baik-baik aja kok, ga rusak." kata Azzalia.
"Ya sudah, non Azza yang depan ya non, pak Supri ngikutin di belakang." kata pak Supri.
__ADS_1
"Okey pak." jawab Azzalia.
Azzaliapun mengendarai motor V-Xion berwarna hitam itu, sedangkan mobil yang naiki pak Supri mengikuti dari belakang, mengantarkan laki-laki yang jatuh dari motor itu ke IGD terdekat.