
Dava Tirgantara anak tunggal dari pasangan Damai Tirgantara dan Fatmawati yang memiliki perusahaan kontruksi terkenal di Indonesia.
Dava hari ini baru saja sampai di bandara indonesia, Dava merasa sangat bahagia pasalnya sudah hampir setahun Dava diminta Papahnya mengurusi perusahaan yang ada di Korea.
"Mas, Mas Dava... sebelah sini" kata seorang laki-laki paruh baya yang sangat kegirangan melihat kedatangan Dava.
"Loh... kok pak Dewo yang jemput Deva, Papa sama Mama mana pak?" sambil melirak-lirik melihat sekitarnya.
"Owalah, Mama mas Dava lagi masakin masakan kesukaannya Mas Dava, Papa mas Dava lagi di kantor katanya ada rapat." jawaban supir pribadi keluarga Tirgantara dan dengan segera Pak Dewo meraih koper Dava untuk segera dimasukkan ke dalam mobil.
#didalam mobil ...
"Pak Dewo, di tas yang hitam dekat pintu itu oleh-oleh buat pak Dewo sama Bik Ijah" Ucapan Dava sambil menunjukkan tas yang dimaksudnya.
"Baik mas, Terimakasih". Jawaban pak Dewo dengan senyum senang di wajahnya.
Sudah biasa keluarga Dava bila berpergian pasti tidak pernah lupa membelikan oleh-oleh kepada seluruh orang yang ada di rumah, termasuk Pak Dewo dan Bik Ijah yang tak lain adalah supir dan pembantu yang mengurusi rumahnya.
Sampainya Dava dirumah, Fatma langsung berlari memeluk Dava karena merasa sangat kangen pada anak satu-satunya ini.
"Mamah kangen banget sama kamu nak, kamu baik-baik aja kan disana?" pelukan Fatma yang semakin erat.
"Sama mah, Dava juga kangen banget sama Mamah, disana Dava baik-baik aja"Jawaban Dava sambil mengusap punggung mamanya.
Pak Damai yang sedang duduk di ruang tamu memperhatikan mereka. "Peluk teruss... Papah yang ada disini dari tadi gak di ajakin berpeluk nih ceritanya?, Papahkan juga mau". Mendengar resahan Papanya. Dava dan Fatma berjalan menuju Pak Damai dan saling berpelukan.
"Kata pak Dewo Papah lagi rapat di kantor kok udah di rumah?" Tanya Dava sambil melepas pelukannya.
"Gimana Papah gak buru-buru pulang, Papahkan kangen banget sama anak Papah satu satunya" Jawab pak Damai sambil memeluk Dava lagi.
"Udah-udah buruan ke kamar buat mandi terus turun ke bawah buat sarapan dan habis itu boleh tidur" Ucapan Fatma sambil membantu anaknya mendorong koper menuju kamarnya.
__ADS_1
"Bilang aja kalau iri liatin Papah dan Dava berpelukan, gak ajak-ajak Mamah, iya kan kan kan???" ejekan pak Damai pada istrinya.
"Iiiihhh.. Papah nyebelin, sini kamu Pah aku kelitikin. Iihhhh... Papah nyebelin" Ucapan Fatma yang menghampiri pak Damai.
Dava melihat tingkah lucu orang tuanya membuat Dava merasa sangat bahagia mempunyai orang tua yang saling menyayangi bahkan sampai saat ini, Dava sangat berharap kelak dia akan memiliki seorang istri yang bisa menerima apa adanya dan bisa saling menyayangi sampai akhir usianya. Melihat orang tuanya masih bercanda, Dava merasa sangat terabaikan hingga akhirnya dia memutuskan untuk segera menuju ke kamarnya.
#dimeja makan...
"Bik, tolong panggilkan Dava untuk makan malam". Ucapan pak Damai pada pembantu rumah tangganya.
"Baik tuan" Balasan Bik Ijah sambil berjalan melangkah menuju kamar Dava.
Terlihat Dava yang masih mengantuk turun dari tangga menghampiri Damai dan Fatma. Melihat raut muka anaknya yang masih Muka bantal, Fatma menyuruh Dava untuk pergi cuci muka sebelum makan bersama.
Saat makan "Dav. Mama sama Papa mau minta tolong besok kamu gantiin Papamu untuk kunjungan ke ke Kampus X, kamu bisakan?" Ucapan Fatma.
Pak Damai murapakan donatur untuk membantu anak berprestasi di kampus tersebut.
"Di sana ada anak temen arisan Mama looohhh... dia namanya Ernes anaknya Tante Yusnita, yang suaminya rekan Papah kerja itu lo pah. Papa masih inget kan pa?" Sambil melirik suaminya yang ada di sebelahnya
"Ohh.. anaknya Ervan Aidelwess, iya Papah ingat. dia itu anak yang cantik, baik dan sopan". Jawaban Damai sambil melirik ke anaknya
(Apaan sih Mamah sama Papah nih, masak jaman sekarang masih ada acara perjodohan kayak gini, pakai kode-kodean segala) gumam Dava dalam hati.
"Baik Pah Mah besok Dava akan ke sana." Kata Dava sambil badmood.
Mendengar ucapan Dava, membuat Fatma dan Damai saling tersenyum karena selama ini, Dava tidak pernah membantah perkataan kedua orang tuanya itu.
Keesokan hari Dava bergegas menuju ke Kampus X dengan berpakaian rapi, berjas hitam, bahkan siapapun yang melihatnya pasti akan terpanah.
"Etss... anak Mamah yang ganteng kok buru-buru, sini makan dulu." Ajakan Fatma sambil menarik kursi kosong yang akan diduduki Dava.
__ADS_1
#Rumah Ernes...
Indria turun dari mobil dan langsung lari menuju ke rumah sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Ernes
tok...tok...tok..tok..
Pintu terbuka. "Eh Indria tumben pagi-pagi sudah sampai rumah Tante". Tanya Yusnita kepada sahabat anaknya tersebut.
"Ini tan. Ernes ada?"jawab Indria sambil panik takut jika Ernes ternyata sudah berangkat kuliah
"Ohhh.. itu Ernes habis sarapan pagi, sekarang ada di dalam kamarnya mau berangkat kuliah".
"Kalau begitu Indria mau kekamar Ernes dulu ya tan". Indria langsung bergegas ke kamar Ernes.
#didalam kamar...
"Nes, Nes tolongin gue, name tag gue ilang, gue hari ini ada ujiannya bu susi, lo bisa kan pinjemin gue name tag lo sebentar". Ucapan Indria membuat Ernes kaget karena tanpa permisi atau salam tiba-tiba Indria sudah ada di sampingnya.
"Looo apa-apa sih In buat gua kaget aja" Ernes tarik nafas "Emzzz kok bisa ilang name tag lo. lo taruh mana sih. Ada-ada aja kamu tuh". Ernes sambil berjalan membuka laci kamarnya. "Nih.. name tag gue"Sambil memberikan ke Indria.
"Makasih Nes, kamu itu sahabatku yang paling baik. Aku sayang kamu Ernes" Sambil memeluk Ernes. Setelah berpelukan, Indria memasang name tag Indria ke dada Indria. Mereka menuju ke ruang tamu untuk berpamitan pada orang tua Ernes.
"Ayah, Bunda, Ernes berangkat dulu ya sama Indria" sambil mengecuk kedua tanya orang taunya di ikuti oleh Indria di belakangnya.
"Hati-hati di jalan ya nak." Ucapan Ervan sambil membaca koran.
Indria dan Ernes segera masuk ke dalam mobil Indria. Mereka segera bergegas menuju ke kampus.
Hay teman-teman perkenalkan namaku Agnis. Ini merupakan karya novel pertamaku, padahal aku punya cita-citanya udah dari dulu tapi terwujudnya baru sekarang... 😂
Oh iya..... yang udah baca dan tertarik sama novelku aku ucapkkan terimakasih banyak dan karena ini novel pertamaku segala kritikkan maupun saran sangat berarti buat aku untuk menjadikan aku lebih baik lagi...
__ADS_1
selamat membaca teman teman... 😘😘😘