
El sibuk memandang wajah feby yang masih serius melihat kedua sahabatnya bertengkar dan juga kedua sahabat El. yang sibuk melerai pertengkaran mereka. hingga akhirnya kedua sahabat El bisa melerai pertengkaran mereka.
" lo lihat kan sahabat gue udah buat mereka berdua berhenti bertengkar? " tanya El menatap ke arah feby.
" iya, makasih sekali lagi " kata feby melihat kearah El memeberikan seulas senyum.
" yaudah sekarang lo istirahat " kata El.
feby pun mengangguk ,membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga beberapa saat akhirnya dia tertidur.
adit memasuki uks dengan wajah bingungnya.
" kenapa lo? " tanya El yang melihat kedatangan adit.
" gue bingung aja tuh cewek tiba-tiba marah terus ninggalin gue gitu aja " kata adit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" udah biarin aja yang penting tugas lo selesai " kata El.
" van " panggil El pada vano.
vano yang masih memojokan diana di tembok lngsung menengok ke arah El tanpa melepaskan diana yang gemetar hebat melihat raut waja menakutkan vano.
" lepasin tuh cewek, kita balik kelas " kata El.
vano pun melepaskan diana lalu berjalan mendekat ke arah El dan adit tanpa mengatakan apapun.
diana yang merasa terbebas langsung merasa lega.
El mendekat kearah diana dengan sorot mata tajam. " gue biarin lo kali ini, tapi lain kali lo usik gue lagi gue nggak akan tinggal diam " kata El penuh ancaman.
" gue nggak takut asal gue bener " balas diana tak takut.
" lo jagain sahabat lo, pulang sekolah gue kesini lagi " kata El lalu pergi bersama dua sahabatnya.
" cih, ngeselin " kata diana berdecih lalu mendekat ke ranjang feby, melihat feby yang tertidur pulas dia juga merasa ngantuk lalu duduk dan menangkupkan wajahnya di samping feby lalu ikut tidur.
•••
El baru saja keluar dari uks bersama kedua sahabatnya, namun tiba-tiba ada orang yang membogem wajahnya ,El mengusap darah segar yang mengalir dari sudut bibirnya lalu bersemirik menatap orang yang batu saja menghadiahkan bogem di wajahnya.
" br***sek lo apain feby ha? " teriak pria itu menarik kerah baju El seraya menatap tajam ke arah El.
__ADS_1
" jawab bgst " kata pria itu lagi akan menonjok El tapi langsung ditahan oleh El.
El menghempaskan tangan pria itu yang mencengkram kerah bajunya.
" apa-apaan lo? " teriak vano akan maju menghajar pria didepannya tapi di cegah oleh El.
" kalo nggak tahu apa-apa jangan sok tahu lu " tambah adit yang juga ikut geram.
" lo berdua diem gue nggak ada urusan sama kalian " kata bima, pria itu adalah bima saat keluar dari kantin dia mendengar banyak oramg membicarakan feby yang pingsan dia bertanya siapa yang membuat feby pingsan dan mereka bilang feby di bawa El ,mereka tidak tahu alasan feby pingsan. tapi bima langsung menyimpulkan bahwa itu perbuatan bima.
" gue nggak mau ribut, lo masuk dan tanya sama feby "kata El menepuk pundak bima lalu pergi meninggalkan bima disana.
sesampainya El di kelas dia langsung duduk di tempat duduknya seraya memegangi bibirnya yang lebam akibat bogeman bima.
" kenapa lo diem aja sih? kenapa nggak di bales? "tanya adit yang sedari tadi sudah geram melihat tingkah bima yang sok.
" biarin aja kalo udah waktunya kita bales " kata El.
" ya tapi kapan?" tanya adit sudah tidak sabar.
El hanya diam sja dia melipat kedua tangannya di atas meja lalu membenamkan. wajahnya dilipatan tangannya. perasaanya sungguh aneh dia sedang tidak ingin meladeni bima makanya dia diam saja.
" ish kok nggak di jawab sih " geram adit.
" udah deh lo diem aja " kata vano lalu ikut tidur.
adit hanya berdecak kesal dan ikut tidur bersama. kedua sahabatnya karena mengikuti pelajaran pun percuma.
•••
mala berjalan menuju uks setelah dia menenangkan dirinya dia berniat berbaikan dengan diana. sesampainya di depan uks dia melihat bima yang hanya berdiri di luar uks seraya mengintip ke dalam.
" ngapain lo disini? "tanya mala mengagetkan bima.
" lo ngagetin aja sih " jawab bima mengelus dadanya.
"gue tanya ngapain lo disini? "tanya mala tegas.
" em anu itu, em gue cuma mau lihat keadaan feby " jawab bima gelagapan.
" feby udah gak papa, lo boleh pergi " kata mala sengit dia tahu selama ini bima menyukai feby tapi feby selalu menolaknya.
__ADS_1
" gue boleh lihat dia? " tanya bima ragu-ragu.
" nggak, lebih baik lo pergi atau mau gue tonjok " kata mala mengangkat kepalan tangannya.
" iya gue pergi" kata bima lalu berlari pergi dari sana.
mala pun menghela nafasnya lalu masuk ke uks melihat feby yang masih tertidur dan diana yang berada di sampingnya tengah menatap ke arah nya.
" di, mal " panggil mereka bersamaan.
" lo duluan aja " kata diana.
" lo aja duluan, mau ngomong apa? " tanya mala.
" em gue, gue mau minta maaf atas kesalah. pahaman tadi "kata diana menunduk. merasa bersalah karena emosi yang menguasainya membuatnya jadi kehilangan kendali.
tanpa menjawab permintaan maaf diana mala langsung berhambur untuk memeluk diana " gue juga minta maaf gue salah udah nyalahin lo " kata malaemepreerat pelukannya.
" gue maafin kok kita baikan ya " kata diana dan mala mengangguk setuju.
feby yang baru saja bangun melihat pemandangan yang mengharukan dia langsung bernjak duduk dan ikut memeluk sahabatnya.
" feby " kaget mala mendapat pelukan dari sahabatnya.
" biarin kita kaya gini bentar ya " kata feby masih dengan suara lemahnya dan mempererat pelukanya.
" gue sayang kalian " kata diana sudah tak bisa membendung air matanya dia langsung menangis.
setelah beberapa saat mereka berpelukan akhirnya mereka mengakhiri pelukan itu.
" kok nangis sih? " tanya feby seraya menghapus air matanya.
" lo juga nangis gitu " kata diana ikut menghapus air matanya.
" ih ingusnya " ledek mala setelah menghapus air matanya juga.
" nggak ada ya " kata diana menghapus ingus di hindungnya yang di balas tawa meledek dari kedua sahabatnya.
" ih ngeselih kalian " kata diana mrengut.
" jangan ngambek dong " bujuk mala memegang bahu diana. dan di balas tawa oleh diana ruang uks itu di isi suara tawa dari ketiga sahabat itu.
__ADS_1