
di sekolah mala dan diana panik karena El menarik feby dengan sangat kasar.
" gila tuh cowok kurangajar banget sih " geram mala marah-marah.
" nggak tahu diri emang "
" yang nggak tahu diri tuh temen kalian " adit yang sedari tadi diam kini mulai bicara karena tidak tahan mendengar kedua sahabat feby yang terus menyumpah serapahi El.
" kalo jala*g ya gitu cowok ganteng dikit di deketin " kata vano tersenyum mengejek.
diana yang geram medekati vano lalu.
plakk
tamparan keras mendarat dipipi mulus vano ,diana yang notabene jago karate mampu membuat bibir vano mengeluarkan darah akibat tamparannya.
" jaga tuh mulut sampah lo "
plakk
diana sekali lagi menampar vano.
" dan itu buat temen gue yang lo hina "
kata diana dengan amarah yang memuncak.
plakkk
kini giliran mala menampar adit.
" kalian bertiga emang nggak ada otak "
" lo bilang sahabat gue jala*g tapi nyatanya temen lo yang bajing*n "
" lu tahu feby sayang banget sama El tapi apa kalian cuma jadiin dia bahan taruhan " teriak mala marah tak terasa air matanya mengalir.
" kalian udah nyakitin sahabat kita dan seenaknya mulut sampah kalian hina dia ,kalian sama aja brengsek " kata diana berlalu pergi dari sana menarik mala untuk masuk kedalam mobilnya meninggalkan sekolah .
moodnya hancur dia tidak lagi bersemangat untuk sekolah.akhirnya mala dan diana memutuskan untuk pergi menenagkan diri.
" jadi feby udah tahu ?" kata adit setelah sadar dari kekagetannya.
" kita bajing*n dit,kita nyakitin orang yang nggak salah " vano mengacak rambutnya frustasi.
banyak murid yang melihat mereka tadi berdebat dengan tatapan bertanya apa yang sebenarnya terjadi .
" kita susulin El van ,lo tahu dia akan berbuat nekat " kata adit mulai panik.
" masuk mobil " kata vano lalu melajukan mobilnya membelah jalanan padat untuk mencari sahabatnya.
"ada apa ya sama mereka?"
__ADS_1
" kok mereka cabut semua ya "
" dan cowok tadi apa selingkuhannya feby ?"
batin banyak murid yang sedang menyaksikan pertengkaran mereka.
••••
ditaxsi yang ditumpangi feby,feby masih terus menangis rasa sesak didadanya tak kunjung hilang.
" maaf mbak kita mau kemana ya ?" tanya sopir taxsi yang sedari tadi bingung harus membawa feby kemana.
" oh maaf pak ,ke perusahaan DAP company ya pak " kata feby sopan merasa bersalah pada sopir taxsi itu.
setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya feby sampai di kantor dika.
" ini pak uangnya,lebihnya buat bapak aja maaf sekali lagi ya pak " kata feby tersenyum.lembut. dia berusaha menetralkan hatinya agar tidak menangis dia tidak mau orang-orang melihatnya menangis.
" makasih mbak " kata sopir taksi itu bahagia karena feby memberikan cukup banyak uang.
setelah turun dari taxsi feby memasuki gedung besar itu,gedung yang berdiri kokoh dengan 10 lantai itu sangat mengagumkan memang ukurannya tidak terlalu besar dibanding perusahaan feby dan wahyu tapi feby cukup tahu ini adalah perusahaan cabang dan bisa di bayangkan seberapa besar perusahaan pusatnya.
setelah puas mengamati gedung tinggi itu feby masuk kedalam perusahaan itu menuju meja resepsionist.
" permisi mbak pak dikanya ada ?" tanya feby sopan.
resepsionist itu melihat feby dari ujung kepala sampai ujung kaki merasa heran kenapa gadis SMA ini mencari CEO di perusahaannya.
" belum mbak ,tapi ini sangat penting jadi saya harus ketemu pak dika "
" maaf pak dikanya tidak bisa di ganggu jadi silahkan keluar " kata wulan dengan sinisnya.
" ada hak apa anda menyuruh saya keluar " emosi feby yang belum terluapkan semuanya akibat ulah El kini mulai memuncak lagi.
" heh anak kecil saya itu kekasih pak dika,CEO diperusahaan ini " kata wulan penuh penekanan.
" kekasih oh bisakan anda ngaca ,penampilan anda yang seperi ini tidak pantas menjadi kekasih CEO yang terhormat itu. anda berpakaian minim dengan dada yang anda umbar serta make up tebal anda justru terlihat seperti ******* bukan seperti seorang resepsionist "
plakk
tamparan keras mendarat dipipi feby karena ulah wulan dia tidak terima feby memakinya
" dan anda siapa berani bilang saya ******* sedangkan anda hanya anak SMA yang menjual dirinya untuk pria kaya seperti pak.dika " kata wanita itu penuh sindiran.
satya yang baru saja menyelesaikan meeting penting dan kebetulan melewati lobby yang ramai langsung melihat ada kejadian apa.
" apa-apaan ini ? " teriak satya marah ,dia akan terkena masalah besar jika bosnya tahu ada keributan di kantornya.
" pak satya anak ini dia menampar saya ,dia ingin bertemu dengan pak dika saya melarangnya karena pak dika sedang sibuk tapi dia malah menampar saya" kata wulan memulai dramanya dengan wajah sok sedihnya.
" cih menjijikan " feby berdecih.
__ADS_1
satya yang memang belum mengetahui jika feby adalah adik kesayangan dika diapun marah pada feby karena berani membuat keributan di kantornya.
" atas dasar apa anda menampar karyawan saya " bentak satya yang marah.
wulan pun tersenyum penuh kemenangan .
" lo lagi siapa lo kenapa lo berani bentak gue ,punya hak apa lo bentak gue abang gue aja nggak pernah bentak gue " teriak feby tak kalah keras dari suara satya.
" saya nggak perduli dan lebih baik anda keluar dari kantor saya dan jangan buat keributan "
" dikaaaaaaaaa keluar lo " teriak feby yang emosinya sudah sampai ubun-ubun.
feby sekarang tengah dipeganggi oleh dua satpam yang akan menyeretnya keluar.
diruangan yang bertuliskan CEO dika tengah sibuk tapi tiba-tiba ada salah satu karyawannya yang masuk.
" permisi pak "
" bisakah kamu ketok dulu pintunya " kata dika dingin .
" maaf pak tapi di bawah ada anak SMA yang membuat keributan dan sedang di usir oleh pak satya " kata karyawan dika dengan takut-takut.
dika yamg memdengar kata anak SMA pun langsung bergegas turun dia sudah bisa menebak bahwa anak itu adalah adiknya.
tamat sudah riwayat dika jika adiknya marah.
" bisakan anda lebih sopan pada atasan kami " teriak satya yang tidak terima.
" dika brengsek keluar lo,lo yang nyuruh gue kesini dika jangan ngumpet lo " teriak feby terus memaki dika yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.
" nona apakan anda punya sopan santun,apakah orang tua anda tidak mengajarkan anda sopan santun " satya sudah mulai terpancing emosi.
" diem lo bang**t gue nggak ngmong sama lo"
akhirnya lift terbuka dika buru-buru menuju lobby .
" lepaskan dia " teriak dika dengan aura dingin yang mencekam.
" bangs*t lo kemana aja " maki feby mendekta ke arah dika.
" maaf sayang ,maafin ya kan gue nggak tahu lo kesini sekarang kan tadi gue bilang gue jemput kenapa kesini sendiri ?" kata dika dengan suara lembut yang membuat semua orang termasuk satya tercengang baru pertama kali mereka melihat atasannya selembut ini.
" bacot lo ah,ruangan lo ?" tanya feby yang sudah lelah menghadapi El di tambah menghadapi karyawan dika yang menguras tenaga.
" lantai 10 sayang lo kesana duluan ya " kata dika masih dengan lembutnya.
" lo pecat tuh resepsionist,dan lo gue tunggu diruangan dika " kata feby menunjuk ke arah satya dengan tatapan mengintimidasi yang membuat satya kringat dingin setelahnya feby berlalu pergi menuju ruangan abangnya.
" satya kamu pecat resepsionit itu ,dan kalian semua kembali bekerja dan jangan ada yang berani mengganggu wanita saya kalian paham " kata dika penuh penekanan dengan aura dinginya yang membuat lobby itu mencekam tak ada yang berani bersuara mereka langsung membubarkan diri dan kembali bekerja.
" dan kamu jala*ng saya pastikan tidak ada perusahaan yang akan menerima kamu lagi karena berani menampar kesayangan saya " dika berkata pada resepsionist tadi dia memang sempat bertanya pada karyawan yang memanggilnya tadi apa saja yang dilakukan resepsionist ini pada feby dan saat tahu dia menampar feby dika sangat marah.
__ADS_1
" kamu urus dia dan saya tunggu diruangan saya,saya kasih kamu waktu 5 menit " kata dika kembali formal lalu menyusul feby keruangannya.