Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
part 7


__ADS_3

Bel pulang sekolah telah berbunyi srmua murid berhambur keluar kelas untuk pulang kerumah masing-masing termasuk feby cs. mereka tengah bersiap membereskan barangnya untuk pulang ke rumah masing-masing.


" kalian mau ikut gue atau di jemput? " tanya diana pada kedua temannya.


" gue nebeng lo aja ya " kata mala nyengir.


" lo gimana feb "tanya diana lagi.


" gue naik taksi aja lah ,kalian duluan aja " kata feby masih membereskan barang-barangnya.


" yaudah kita duluan ya feb, lo kalo pulang hati-hati " pamit diana lalu mengajak mala meninggalkan kelas itu.


feby pun berjalan sendiri menyusuri lorong sekolah yang sudah sepi karena penghuninya sudah pergi menuju rumah masing-masing.


" feb ?" panggil seseorang yang tiba-tiba sudah ada di samping feby.


" eh iya " jawab feby kaget karena dia sedang melamun.


" nglamun aja, pulang bareng gue aja yuk " ajak pria itu sambil tersenyum manis.


" nggak deh bim,gue pulang sendiri aja " kata feby seraya tersenyum canggung kearah bima.


" kenapa sih setiap kali gue ajak pulang bareng lo selalu nolak? " tanya bima heran.


" gue emang lagi pengen sendiri, " kata feby tanpa mengalihkan perhatiannya masih tetap menatap lorong sepi didepannya.


" yaudah gue duluan, lo hati-hati " kata bima akhirnya setelah itu dia berlalu menuju parkiran.


feby terus berjalan hingga dirinya saat ini sudah berada di halte dekat sekolah,entahlah dia masih ingin di sini sendiri, lebih menenangkan menurutnya.


langit yang mulanya terang akibat sinar matahari tiba-tiba menjadi gelap karena sang surya yang tertutup awan mendung hingga akhirnya hujan turun membasahi bumi. disertai tiupan angin yang cukup membawa hawa dingin di sore ini.


feby memejamkan matanya menghirup dalam-dalam aroma tanah yang terguyur hujan yang mengigatkannya dengan sosok seseorang yang sangat dia rindukan. hujan selalu membawa ingatan indah karena setiap kali hujan dia selalu menghabiskan waktu dengan seseorang yang sangat disayanginya. entah sudah berapa lama seseorang itu pergi meninggalkannya sungguh dia merindukan sosok itu.tak terasa air mata feby turun membasahi pipinya. selalu saja begini dia pasti akan menangis saat menikmati hujan sendirian seperti saat ini.


hingga suara deru motor tiba-tiba berhenti didepan halte membawa sang pemiliknya yang sedikit basah akibat terguyur hujan. pria yabg mengendarai motor itupun turun dari motor lalu mengibaskan jaketnya yang basah.pria itu berdecak kesal kenapa tiba-tiba hujan turun membuat tubuhnya basah. pria itupun mendudukan tubuhnya di kursi halte.


feby masih menikmati hujan dengan menutup matanya hingga tak menyadari kini ada orang di sampingnya. masih terlihat sisa air mata yang belum dia hapus karena masih menikmati rindu yang tiba-tiba datang menikam hatinya.

__ADS_1


pria disamping feby menoleh mengamati wanita disampingnya dia menelisik setiap inci wajah wanita disampingnya ini.


kenapa dia nangis sendirian gini batin pria itu setelah menyadari masih ada sisa air mata di pipi wanita itu.


feby membuka matanya lalu menoleh kearah samping hingga mata biru kelam itu bertemu dengan manik mata berwarna coklat milik pria di sampingnya. mereka bertatap cukup lama hingga akhirnya feby sadar dan mengalihkan pandangannya.


" mau apa lo " kata feby marah.


" eh, sorry gue cuma heran aja kenapa lo nangis?" tanya pria itu langsung menegakkan posisinya sembari mengacak rambutnya yang basah dia gugup karena ketahuan tengah mengamati feby.


" bukan urusan lo " kata feby ketus.


" ya nggak usah marah gitu " kata pria itu.


" kenapa lo belum pulang ,sekolah juga udah sepi dari tadi? " tanya pria itu setelah beberapa saat hening.


" lo juga kenapa baru pulang? " feby malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan pria tadi.


" ck di tanyain malah balik nanya " pria itu berdecak.


" gue cuma mau nikmatin suasana aja, terus malah hujan " kata feby dengan memandang air hujan yang turun semakin deras.


" gue tadi ketiduran di kelas, temen-temen gue pada ninggalin dan nggak bangunin gue "


kata pria itu sambil nyengir.


" ya salah lo ngapain juga di sekolah tidur "


" eh iya lo kan terkenal fuckboy jadi yang lo pentingin cuma godain cewek sana sini " kata feby sinis.


pria itu adalah elrangga cowok yang terkenal fuckboy.


" kenapa lo bisa ngejudge gue gitu aja, tanpa lo tahu yang sebenarnya" kata El lemah.


" ya emang kenyataannya gitu " kata feby kesal karena El tak mau mengakui.


" udah kenapa jadi bahas gue sih, udah lah nggak usah di bahas "

__ADS_1


" terus kenapa lo tadi nangis " tanya El lagi


" gak papa, gue cuma lagi kangen aja sama orang " kata feby dengan suara yang melemah tapi masih bisa didengar El.


" siapa? " tanya El penasaran.


" kenapa lo jadi kepo" kata feby melotot kearah El.


" ish kenapa setiap ketemu gue lo marah mulu sih ?" tanya El karena feby tidak pernah bersikap lembut terhadapnya.


" ya muka lo ngeselin " kata feby seraya berdiri bersiap untuk pulang karena hujan sudah mulai reda.


" mau kemana lo? " tanya El memegang tangan feby yang sudah berdiri.


" pulang lah, udah reda juga hujannya " kata feby seraya mengibaskan tangannya untuk melepaskan pengangan tangan El.


" gue anterin " kata El sebelum pengangan tangannya lepas dia langsung menarik tangan feby mendekati motornya.


" nggak mau, gue bisa pulang sendiri" kata feby berusaha lepas dafi cengkraman tangan El.


" ini tuh udah sore, susah cari taksi jam segini apalagi ini hujan, nggak usah ngeyel " kata El kekeh tanpa melepaskan tangannya.


feby pun akhirnya mengangguk pasrah setelah memikirkan perkataan El yang ada benarnya juga.


El tiba-tiba membuka jaketnya membuat feby gelagapan dia memikirkan hal negatif yang akan di lakukan El kepadanya.


" mau ngapain lo? " tanya feby seraya menyilangkan tangannya di depan dada.


El pun hanya diam tak berniat menjawab pertanyaan feby, tangannya tiba-tiba memutar memakaikan jaket itu di pundak feby.


" masih grimis ntar dingin, lo pakai aja jaket gue " kata El lalu menaiki motornya.


feby pun dibuat melongo dengan tingkah El merasa malu karena sudah berfikir negatif.


" buruan naik, jangan diem aja" kata El setelah memeperhatikan feby yang tak kunjung naik ke atas motornya.


" eh iya " kata feby setelah tersadar lalu menaiki motor El.

__ADS_1


El pun menjalankan motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang basah akibat guyuran air hujan.


__ADS_2