
bel pulang sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah usai semua murid berhamburan keluar kelas. El langsung berlari menuju parkiran sekolah untuk menemui mala dan diana dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan info tentang feby.
vano dan adit ikut berlari dibelakang El,sesampainya di parkiran mereka bertiga melihat mobil diana masih terparkir disana dan mereka memilih untuk menunggunya.
15 menit mereka menunggu tapi diana dan mala tak kunjung terlihat El sedari tadi sudag gusar karena menunggu kedatangan mereka berdua.
" ck kemana aja sih mereka kenapa lama banget " El berdecak kesal.
" sabar lah El " vano mencoba menenangkan sahabatnya.
akhirnya yang ditunggu pun keluar ,mereka berdua terlihat berjalan menuju parkiran seraya mengobrol ringan dan sesekali tertawa ,sampai di parkiran pun mereka masih asik mengobrol tanpa melihat jika ada El dan kedua sahabatnya disana.
El yang merasa di acuhkan menghampiri diana dan mala ,El mencekal tangan diana erat.
" apaansih lo " diana melepaskan tangan El yang mencekalnya.
" dimana feby " kata El masih memegang tangan diana.
" gue nggak tahu,gue udah bilang sama lo " kata diana melotot kearah El.
" gue nggak percaya sama lo "
" ck gue udah bilang baik-baik sama lo dan jangan salahin gue kalo gue bertindak lebih "
" gue nggak perduli yang gue perduliin dimana feby ?" El sudah emosi menghadapi diana yang keras kepala.
diana langsung membalikan tubuhnya menghadap kearah El lalu memlintir tangan El menendang tubuh El hingga tubuhnya membentur mobil.
__ADS_1
vano yang tak trima akan menampar diana tapi sebelum vano mendaratkan tamparannya diana mencekal tangan vano dan
PLAK
BUGH
diana menampar vano dan menendang perutnya ,kerasnya tamparan diana mengakibatkan bibir vano robek.
mala menghadapi adit yang mulai melancarkan seranganya tangan adit diplintir kebelakang dan kaki adit di tendang sehingga adit berlutut dan ditahan oleh mala.
El marah akan perbuatan diana lalu berdiri akan menendang diana tapi diana lebih dulu menendang perut El dan menonjok wajah El.
" bangsat kalian ,gue udah bilang jangan ganggu gue ,gue udah bilang baik-baik tapi apa lo malah berbuat kasar dan ini akibatnya " teriak diana marah.
" dan lo gue emang nggak punya masalah sama lo tapi kalian bertiga buat masalah sama sahabat gue dan satu hal rasa sakit ini nggak sebanding dengan rasa sakit yang di terima feby " mala memlintir tangan adit lebih kuat sehingga adit berteriak kesakitan.
" gue nggak pernah ngusik hidup lo sebelum ini tapi lo yang ngusik hidup gue dan sahabat gue lebih dulu ,dan setelah apa yang lo lakuin sama sahabat gue yang buat dia pergi entah kemana bahkan ngejauhin kita berdua gue nggak akan biarin lo buat deketin dia lagi biarin feby mencari kebahagiaanya sendiri dan jangan sekalipun lo bertiga cari keberadaan feby atau gue dan mala bakal buat kalian ngrasain sakit lebih dari ini dan jangan pernah kalian menampakan wajah menjijikan kalian ini dihadapan gue ataupun mala ,CAMKAN ITU "
mereka berdua langsung pergi dari parkiran sekolah dengan emosi yang masih belum reda akhirnya mereka menuju ketempat latihan untuk menuntaskan emosinya.
diparkiran sekolah El,adit dan vano masih mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut diana dan mala.
" emang kita sebrengsek itu ya?" tanya adit yang merasa semua perkataan diana dan mala langsung menusuk hatinya.
" gue rasa juga begitu,mereka sayang sama feby dan pastinya mereka nggaka kan terima kalo feby tersakiti " vano mengusap bibirnya yang perih akibat tamparan diana.
" gue emang brengsek,gue nggak pantes dicintai dan bener kata diana feby pantas bahagia " El frustasi merasa setiap perkataan diana tepat sasaran.
__ADS_1
" apa nggak ada maaf lagi buat gue ,gue sayang banget sama feby tapi gue cuma bisa sakitin feby akhh " tetiak El air matanya tak lagi dapat terbendung hatinya sungguh serasa ditikam beribu pisau setiap mengingat perkataan mala dan diana.
rasa sakit ditubuhnya tak lagi terasa karena sakit hatinya lebih besar.dia kecewa,marah,sedih tak bisa lagi memaafkan kesalahannya sendiri yang menyia-nyiakan seseorang seperti feby.
" tapi kalo kita cari feby bisa mati kita ditangan mala sama diana "adit mengingat betapa ganasnya mala dan diana tadi sungguh membuatnya bergidik ngeri.
" gimana kalo kita ikut bela diri biar bisa nglawan mala sama diana kalo sewaktu-waktu mereka nyerang kita lagi " saran vano yang terdengar masuk akal.
" ck tau lah gue mau pulang,gue butuh sendiri dan kalian nggak usah ikutin gue " El langsung berlalu pergi dari sana melajukan mobilnya menuju rumahnya.
El melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ponselnya sedari tadi berbunyi tapi dibiarkan begitu saja dia tahu itu pasti bundanya karena sedari semalam El tidak pulang dan juga tidak pamit pergi kemana.
sesampainya didepan pagar putih yang menjulang tinggi mobil El langsung memasuki pekarangan rumah yang bercat putih dipadukan gold memberikan kesan mewah.jarak dari pagar menuju rumah megah itu sekitar 100m yang dihiasin dengan taman yang luas dan terawat .
El memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah dan dia langsung masuk kedalam.rumah tanpa mengucapkan salam.
disana terlihat widya yang sedang duduk di ruang keluarga.
" sayang kamu semalem kemana kok nggak pulang ?" tanya widya lembut saat putranya melewatinya.
" El nginep di apart vano bun " kata El lalu menghampiri bundanya.
" ini kenapa kok lebam gini?kamu berantem? nggak biasanya anak bunda berantem " widya panik lalu menyuruh pembatunya untuk mengambilkan kompres.
" ck nggak papa bun luka kecil ini "
" bun El boleh cerita nggak sama bunda?El bingung bun harus cerita sama siapa " kata El tertunduk lesu,widya dapat melihat raut kesedihan di wajah putranya.
__ADS_1
" sini sayang ,kamu boleh crita sama bunda apapun jangan pernah kamu simpen sendiri " kata widya lembut seraya menepuk pahanya,El yang paham langsung berbaring berbantalkan paha widya.
" jadi gini bun 3 bulan lalu El sama vano daj adit taruhan supaya El pacarin cewek yang susah banget dideketin.nah setelah lama El coba deketin dia resmi jadi pacar El,El nyaman bun setiap ada disamping dia tapi El selalu nampik rasa itu El bertekad menangin taruhan itu tapi syaratnya El harus putusin cewek itu dan sampai 3 bulan kita masih pacaran El nggak bisa putusin dia bun,El baru sadar kalo El sayang sama dia tapi dia terlanjur kecewa sama El bun dia tahu dia cuma di jadiin bahan taruhan dia marah dan mutusin El,saking marahnya dia ,dia pergi entah kemana bun El bingung harus gimana ?"