
diana dan mala yang dapat melihat kesedihan di mata sahabatnya langsung saja memeluk feby diikuti dengan mala,meski feby tidak menangis tapi sebagai sahabat mereka bisa merasakan sakit yang di rasakan sahabatnya.
" gue fine ,kalian nggak usah lebay deh " kata feby terkekeh melihat kedua sahabatnya langsung memeluknya.
" lo janji sama kita apapun yang lo rasain cerita sama kita " diana menatap dalam manik mata feby yang memancarkan kesedihannya.
" iya feb ,gue ngrasa gak becus jadi sahabat selama 6 tahun ini gue sama diana biarin lo sedih sendirian dan buat sekarang lo harus cerita sama kita berdua "
" oke sekarang lepasin pelukannya malu tuh dilihatin banyak orang " memang benar banyak pasang mata yang melihat mereka aneh dan mungkin jijik.
" ah biarin ,lanjutin lah critanya " mala sangat antusias.
" ya gitu selama 6 tahun gue cuma sibuk kuliah sama memperdalam ilmu beladiri gue sesekali ya kekantor cabang papa sama kantor cabang gue dan gak banyak yang jadi temen gue disana karena gue sangat menutup diri " kata feby memasukkan sesendok sepageti yang tadi dipesannya.
" jadi semenjak kejadian itu lo belum bisa lupain dia feb ?" tanya diana serius.
" ya sama halnya hujan bagaimanapun kita berlindung pasti kita tetap akan merasakan kehadirannya bukan ya sama halnya cinta gue sejauh apapun gue pergi tapi cinta ini tak semudah itu untuk dihilangkan " kata feby enteng .
" lo tahu pagi itu setelah lo pergi gue sama diana hajar El cs sampai mereka babak belur kalo tahu lo sesakit ini gue bunuh aja tuh orang " cerita mala menggebu-gebu.
pletak
diana menjitak kepala feby.
" kalo lo bunuh dia yang ada kita masuk penjara " pelototan diana sungguh membuat mala takut.
" ck main jitak aja lo kira pala gue nggak ada isinya apa " gerutu mala .
" nggak "
" kalian berdua masih aja sering berantem ,terus kesibukan kalian apa nih cerita lah ?" tanya feby mencairkan lagi suasana yang tadinya penuh airmata.
" gue jadi guru beladiri dan punya beberapa perguruan beladiri lah sama ngurus perusahaan bokap " diana menyruput jus jeruk pesanannya setelah mengatakan itu.
" kalo lo mal ?"
" gue punya butik sih sekarang tapi masih ngurus perusahaan bokap juga "
__ADS_1
" kalian udah punya pacar ?" tanya feby penuh selidik.
" boro-boro cari pacar dideketin cowok aja ilfil gue apalagi diana langsung masang muka pembunuh " kata mala menatap diana yang langsung dihadiahi plototan oleh diana.
" hahah bisa aja lo mal ,tapi bener sih diana terlalu dingin kayak frezeer " feby bertos ria dengan mala seraya tertawa.
" enak aja lo berdua muka cantik gini dikira frezeer " manyun diana.
"eh btw kalian nggak pernah apa ketemu mereka ?" tanya feby,mereka yang dimaksud adalah El cs.
" waktu SMA sih masih sering papasan tapi nggak pernah saling sapa setiap mereka ngedeketin kita ya kita menghindar gitu terus sampai lulus dan waktu kuliah gue sama mala sengaja kuliah diluar kota " jelas diana.
" iya feb dan lo tahu si dina jal**g itu setelah kepergian lo terus pepet si El dan puncaknya waktu El tahu ternyata yang bilang sama lo si dina langsung tuh si El marah dan buat perusahaan bokapnya dina bangkrut "
" ya biarin aja lah " feby acuh. mereka bertiga terus bercerita tentang kehidupan mereka selama 6 tahun ini sesekali saling tertawa.
•••
tiga pria tampan berjalan memasuki cafe untuk makan siang dan berkumpul . saat memasuki cafe salah seorang pria tampan itu melihat seorang wanita tengah tertawa dengan kedua temannya.
pria itu berjalan menuju meja dimana wanita itu duduk diikuti kedua sahabatnya.
" permisi,boleh ikut duduk ?" tanya pria itu sopan.
" nggak " jawab salah satu wanita dengan dinginnya.
" em feb boleh ya gue duduk disini gabung sama kalian " tanyanya dan wanita yang dilihatnya tadi ternyata feby dan kedua sahabatnya.
" terserah " pria itu pun tersenyum bahagia langsung duduk diikuti kedua sahabatnya.
" lo kenal mereka ?" tanya diana memasang wajah datarnya.
feby hanya mengedikan bahunya acuh melanjutkan makannya .mala dan diana saling tatap dan setelahnya mereka melanjutkan makan.
" kenalin gue dewa dan kedua sahabat gue ini aksa dan bayu " katanya ramah.
" diana "
__ADS_1
" mala "
" gila sama-sama dingin "
" kok jadi mrinding gini ya "
batin bayu dan aksa karena melihat diana dan mala sama dinginnya dengan feby.
" to the point " feby berbicara tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
dewa yang paham langsung saja berbicara
" gue mau lo ajarin gue bela diri " jawabnya tersenyum.
" critain " tegas diana dengan sorot mata tajam mengarah ke mata feby.
" gue tolongin mereka waktu dikroyok preman " jawab feby datar.
aksa dan bayu hanya bergidik ngeri bisa-bisanya mereka berada di antara wanita dingin ini.
" jadi ?" tanya diana lagi.
" lo yang urus gue mau cabut " jawab feby langsung beranjak meninggalkan meja.
" kebiasaan " gerutu mala .
" nih kartu nama gue ,lo besok dateng jam 7 tepat kalo lo nggak dateng lihat yang bakal gue lakuin sama lo " tegas diana lalu pergi diikuti mala.
" gila sesek gue lama-lama sama mereka " aksa bernafas lega karena mereka telah pergi.
" iya dew ngapain sih pake acara mau belajar beladiri segala " bayu menggerutu seraya memanggil pelayan untuk memesan makanan.
" BLUE ROSE kayak nggak asing " kata dewa bergumam.
" udah lah nggak usah lo pikirin yang harus lo pikirin kalo kita kesana kita pulang utuh nggak ?" tanya aksa takut .
" udah kalian makan aja jangan bawel dan besok ikut gue "
__ADS_1