
feby sekarang tengah berada di cafe xx untuk menunggu kedatangan dina sebenarnya dia ragu untuk datang kesini tapi kata-kata dina terus terngiang di telinganya " apa coba maksud dina " batin feby.
sudah hampir setengah jam feby menunggu kedatangan dina yang tak kunjung terlihat batang hidungnya.
hingga akhirnya pintu cafe terbuka telihat disana dina berjalan memasuki cafe dan setelah melihat keberadaan feby dina langsung menghampirinya.
" udah lama lo ?" sapa dina basa-basi.
" menurut lo " jawab feby ketus.
" gue kira lo bakal bawa antek-antek lo " dina tersenyum mengejek.
" nggak usah basa-basi to the point aja " kata feby mulai jengah.
" ck ternyata lo udah nggak sabar ya " dina tersenyum sinis lalu membuka ponselnya mengirim sesuatu ke hp feby.
" gue udah kirim vidionya " kata dina santai lalu memanggil salah satu pelayan disana untuk memesan minum.
feby pun membuka ponselnya dan melihat isinya ditelitinyasatu persatu seraya mendengarkan percakapan antara tiga pria yang ada disana.
" apa maksudnya " tanya feby yang sudah tersulut emosi matanya mulai memanas tapi dia tahan sebisanya agar cairan bening itu tak jatuh.
" seperti yang lo lihat,wanita baik-baik nggak akan jadi bahan taruhan "
" dan dengan pedenya lo pernah bilang kalo El tulus sama lo ,bulshit sekali fuckboy tetep fuckboy dia bakalan terus permaininhati wanita dan sekarang elo korbannya hahaha " kata dina lalu menyruput kopi pesanannya.
" lo nggak akan bisa lawan gue ,gue adalah putri keluarga permana jadi jangan main-main " kata dina penuh ancaman.
" gue nggak perduli elo anak siapa " teriak feby lalu meninggalkan cafe itu berjalan gotai menyusuri jalanan yang mulai sepi karena hari mulai gelap.
dina tertawa puas didalam cafe " haha lo cuma mainan El feb "
•••
__ADS_1
dijalanan sepi feby mengingat lagi vidio yang baru saja dilihat.
flashback on
di belakang sekolah terlihat tiga orang pria sedang berbincang-bincang masing dengan seragam sekolahnya.
tiga pria itu adalah El dkk entah apa yang mereka bicarakan ,tanpa disengaja dina yang baru saja dari toilet mendengar ada orang berbicara karena penasaran dia akhirnya mengintip dan tenyata El dkk yang disana awalnya dia hanya ingin melihat apa yang mereka lakukan tapi dia malah mendengar sebuah hal yang mengejutkan.
" El jadi kapan lo bakal putusin feby ?" tanya adit serius.
" ini udah lebih dari 3 bulan ,lo masih nunggu waktu yang tepat " kata vano sinis.
" gue tahu tapi gimana caranya " Tanya El frustasi.
" itu urusan lo ,atau jangan-jangan lo udah cinta sama feby ?" tanya adit mengamati wajah El.
" kalo lo suka berarti lo kalah taruhan sama kita "
" terus kenapa lo belum putusin dia " vano berbicara dengan nada serius.
" oke gue bakal putusin dia besok jadi siap-siap aja kalian jadi babu gue karena kalian kalah taruhan sama gue " El tersenyum mengejek.
" kita tunggu aja ya van,gue kasih waktu 3 haru lo harus putusin feby atau mobil kesayangan lo buat kita "
" nggak ada gue yang bakal menang kalian tunggu aja "
dina cukup kaget mendengar pembicaraan mereka dengan segaja dia merekam semua pembicaraan El dkk .memang selama 3 bulan ini dia diam tapi untuk mencari cara agar El bisa jauh dari feby dan sekarang dia punya senjata untuk membuat feby jauh dari El tanpa susah payah.
flashback off
feby terus berjalan tanpa arah karena tadi feby memang berangkat menggunakan taksi dia malas menyetir sendiri.
air matanya sudah tidak bisa dia bendung lagi dia sungguh sakit hati menerima kenyataan pahit ini. selama ini dia pikir El benar-benar tulus mencintainya tapi kenyataanya justru dia hanya dijadikan bahan taruhan.
__ADS_1
" hiks jahat lo El jahat hiks gue cinta sama lo tapi apa balesan lo ba*****n !" teriak feby melampiaskan amarahnya.
langit yang tadinya cerah kini mulai mendung dan akhirnya hujan feby tak perduli adanya hujan dia terus saja berjalan tanpa arah ditengah hujan yang lebat feby terus menangisi kebodohannya ,kenapa semudah itu dia percaya dengan El si fuckboy sialan itu.
feby mendudukan tubuhnya dikursi halte setelah lelah berjalan masih dengan tubuh yang basah kuyup dia tak perduli yang dia rasakan hanya rasa sakit hati yang mendalam.
" nih buat hapus air mata lo " seseorag mengulurkan sapu tangan kearah feby.
febypun menerimanya ,orang itu tersenyum walausebenarnya dia juga sedikit sakit hati melihat wanita disampingnya ini sedang menangis.
" puas-puasin aja nangisnya tapi habis itu pulang ya ,ntar sakit lagi badan lo udah basah kuyup gitu " kata pria itu dengan lembut .
" gue sakitpun nggak akan buat sakit hati gue ilang " kata feby setengah berteriak.
" lo bisa kok crita sama gue atau jadiin bahu gue sandaran buat lo supaya lebih tenang " kata pria itu lagi.
febypun menatapnya sebentar lalu menyandarkan kepalanya yang basah dibahu pria tadi.
" apa gue nggak pantes bahagia ? kenapa gue selalu tersakiti ? abang gue pergi ninggalin gue tanpa pamit sama gue terus sekarang pria yang gue kira tulus sama gue dan bakal bahagiaan gue ternyata cuma jadiin gue bahan taruhan apa sih salah gue " kata feby dengan tangisannya.
" hiks gue udah nggak bisa hiks gue capek kaya gini gue kangen abang gue hiks " pria itu hanya terus mendengarkan segala keluh kesah feby dan sekarang dia tahu apa penyebabnya.
setelah dirasa cukup tenang feby mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya. " maaf baju lo jadi basah "
" nggak papa santai aja ,em kita belum kenalan gue dewa " kata pria itu menjulurkan tangannya.
" gue feby " feby menerima uluran tangan itu dan berjabat tangan dengan pria tadi.
" gue anterin pulang ya kan udah malem juga " ajak dewa lembut feby hanya mengangguk menyetujuinya.
45 menit perjalanan mereka hanya diselimuti keheningan seperi biasa feby hanya meminta di antar sampai depan komplek dan dewa menyetujuinya,setelah mengucapkan terimakasih feby berjalan meninggalkan dewa yang masih menatap punggung feby.
" gue janji bakal lindungi dan jaga lo feb,untuk pria yang sakitin lo gue pastiin dia bakal nyesel " dewa bermonolog sendiri lalu pergi dari sana setelah feby tak terlihat lagi.
__ADS_1