
El kini sedang duduk di kursi sebuah bar terkenal seraya memegang segelas wine. pikirannya menerawang jauh sebelum pertengkarannya dengan feby terjadi setiap malam begini mereka pasti akan bertukar kabar lewat sambungan telephone.
saling bertukar guyonan dan tertawa bersama, 3 bulan bukan waktu yang singkat awalnya memang El menampik semua rasa itu tapi seiring berjalannya waktu dia sadar bahwa feby mengubah dunianya.
dia tak lagi tertarik untuk menggoda wanita selain feby hari-harinya dipenuhi dengan nama feby.
diteguknya segelas wine yang dia pegang untuk menghilangkan kekalutan dan pikirannya.
samuel sang pemilik bar yang merupakan teman El tahu betul jika El sedang ada masalah makanya dia kesini karena El tidak pernah menginjakkan kakinya di bar ini semenjak 3 bulan yang lalu.
" lo kenapa bro ? ada masalah ?" tanya samuel yang melihat El sedari tadi hanya melamun.
" ck nggak gue cuma lagi pengen minum aja,tambahin " kata El berkilah .
" oh oke ,btw vano sama adit nggak ikut ?" samuel mengalihkan pembicaraan dia tahu temannya tidak akan menceritakan masalahnya.
" yuhu kita di sini bro " kata adit setengah berteriam karena disana memang cukup berisik.
" wo apa kabar bro " sapa vano lalu bersalaman dengan samuel.
" gue baik lah kalian apa kabar,lama nggak mampir "
" biasa bro sibuk sekolah sama ngurusin bisnis kita " kata vano lalu mengambil sati gelas wine yang baru saja di siapkan samuel.
" yoi kita udah lama nggak kesini kan gue pengen joget,kalian minum aja gue kesana dulu " pamit adit menuju grombolan cewek yang sedang berjoget.
" nggak berubah tuh orang " kata samuel tertawa.
" ya gitu lah " balas vano ikut tertawa.
El hanya diam saja dia sudah menghabiskan satu botol wine ,itu memang belum membuat El mabuk karena El bisa menghabiskan sampai 3 botol bahkan lebih setiap dia banyak masalah.
wine adalah teman terbaik untuk menyelesaikan masalah menurut El.
__ADS_1
" temen lo kenapa dari tadi gue lihat ngelamun aja,dia udah habis satu botol lagi ?"
" biarin aja sam dia lagi banyak masalah,urusan cewek " kata vano acuh.
" tumben seorang Elrangga mikirin masalah cewek " samuel tertawa dia sangat tahu temannya ini seorang fuckboy yang hobinya mempermainkan wanita tanpa berniat memacarinya.
" ya gitu lah udah tobat kali dia " vano ikut tertawa.
El tidak memperdulikan celotehan mereka dia terus meneguk wine itu terus menerus hingga tanpa sadar dia sudah habis 4 botol vano dan samuel yang asik berbincang tidak menyadarinya.
El mulai kehilangan kesadarannya dia mulai merancau tidak jelas.
" gue bajing*n kan feb,hahah gue bajinga*n feb " ucapnya merancau sesekali tertawa tapi tiba-tiba di berubah sendu.
" lo tahu feb gue sayang banget sama lo kenapa lo mutusin gue feb " teriak El mengagetkan vano seketika matanya membualat saat melihat 4 botol wine yang sudah kosong di samping El.
" El lo mabuk,lo gila ya " teriak vano dengan wajah merah padam akibat amarahnya kenapa sahabatnya sebodoh ini hingga mimum begitu banyak wine.
" lo gila jangan minum lagi lo udah mabuk El "
" ck gue nggak mabuk van ,siniin botolnya " kata El dengan suara lemah.
" aditt" teriak vano menggema adit langsung menoleh saat namanya dipanggil dia langsung meninggalkan area jogetnya mengahmpiri vano yang terlihat marah.
" ck kenapa sih ganggu aja " gerutu adit belum menyadari bahwa EL mabuk berat .
" lihat sahabat lo udah gila dia habis 4 botol wine "
adit langsung melotot setelah mendengar perkataan vano dan benar saja El masih saja merancau tidak jelas adit yang melihat 4 botol kosong disamping El hanya bisa menggelangkan kepala baru kali ini El mabuk berat.
" gue siapin mobil,sam bantuin vano bawa tuh cecunguk gila " kata adit langsung lati menuju parkiran mobil.
vano dengan dibantu samuel memapah El yang masih merancau tidak jelas.
__ADS_1
mobilpun melaju membelah jalanan kota yang sepi karena waktu sudah menunjukan pukul 2 pagi.
" kita bawa kemana ni anak,om bima pasti marah besar kalo lihat dia mabuk " tanya adit pada vano yang ada di sebelahnya.
" ck bawa ke apart gue aja ,kalo ke apart dia kita nggak bisa masuk " mereka memang masing-masing memiliki apartemen yang orang tuanya pun tidak ketahui karena apartemen mereka di beli dengan hasil jerih payah mereka sendiri.
sesampainya di apart vano mereka berdua memapah El karena apart vano berada di lantai 13 .
•••
keesokan harinya matahari mulai menampakkan sinarnya menembus gorden kamar yang di tempati 3 pria tampan yang hanya mengenakan celana pendek dan membiarkan dadanya telanjang.
salah satu dari mereka mulai sadar dari tidurnya.dia melengguh mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden.
" eugh,ck kenapa pusing banget kepala gue " katanya dengan memijit keningnya dia belum sadar sepenuhnya.
" dimana nih,bukan kamar gue kayaknya tapi kok nggak asing " dia mengedarkan matanya menyusuri setiap kamar dan melihat ada kedua sahabatnya yang satu tidur disampingnya dan yang satu tidur di sofa.
dia langsung beranjak setelah sadar dia berada di apartemen sahabatnya. dia menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang lengket.
dia menyalakan shower untuk mengguyur tubuhnya sejenak merasakan kesegaran dari air shower yang mengguyur tubuhnya dia memejamkan matanya ingatanya menampilkan kejadian kemarin yang memebuat hatinya sakit dia merutuki kebodohannya karena telah menyakiti feby.
setelah selesai dengan ritual mandinya dia keluar dan melihat kearah sahabatnya yang masih tidur.
dia langsung melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul 06.45 dan 15 menit lagi bel sekolah akan berbunyi dia buru-buru membangunkan sahabatnya .
30 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai kesekolah dan gerbang pastinya sudah tertutup rapat.
" ck sialan " El berdecak disana dia mekihat ketua osis baru yang sedang menghukum murid yang telat.
El keluar mobil lalu menghampiri ketua osis yang tengah menatap takut kearahnya .
" bukain " kata El singkat dan dituruti oleh ketua osis itu lalu dia memasuki sekolah tanpa mendengarkan teguran sang ketua osis baru .
__ADS_1