Berawal dari kesalahan

Berawal dari kesalahan
Part 16


__ADS_3

feby masih nyaman tidur di pangkuan mamanya, dia masih memikirkan perkataan mamanya yang mengharuskannya untuk mengurus perusahaan yang besar. membayangkannya saja membuatnya


pusing apalagi menjalaninya. seumur hidup dia belum pernah mempelajari tentang perusahaan.


" sayang, kenapa ngelamun " tanya feronika mengelus lembut rambut putrinya.


" apa feby bisa ma? feby masih kelas 2 sma " tanya feby.


" mama yakin kamu bisa, dulu mama juga gitu tapi setelah mama punya abang mama berhenti dan kata kakek perusahaan itu jadi milik kamu" kata feronika menenangkan putrinya.


suara mesin mobil baru saja memasuki pelataran rumah megah milik keluarga feby, feby sangat mengenali suara mobil papanya.


" itu papa ma, ayo turun nemuin papa " ajak feby menarik mamanya untuk turun menemui papanya.


" papa " teriak feby lari menuruni tangga lalu memeluk papanya.


" jangan lari sayang " teriak feronika mencemaskan putrinya.


" hei, putri papa kenapa? " tanya wahyu pada putrinya.


" aku kangen aja sama papa " kata feby mengertkan pelukannya.


" kamu udah sembuh sayang? " tanya wahyu menangkup wajah putrinya yang masih terlihat pucat.


" udah mendingan pa " kata feby menatap ayahnya.


" hei, papa kamu capek sayang jangan berdiri terus duduk sini " kata feronika menghampiri putri dan suaminya seraya membawa secangkir kopi.


feby dan wahyu pun berjalan menghampiri feronika yang lebih dulu duduk di ruang keluarga.


" putri papa kenapa kok manja gini? " tanya wahyu yang merasakan perubahan putrinya.


" papa tahu nggak, mama tadi cerita apa sama feby? " tanya feby bersandar di bahu papanya.


wahyu menatap bertanya ke arah feronika yang hanya tersenyum mengangguk ke arah wahyu.


" emang mama cerita apa sayang ?" tanya wahyu lembut.


" mama udah cerita semua tentang perginya abang " kata feby lirih di akhir kalimatnya.


wahyu menatap kaget ke arah feronika, dan feronika hanya mengangguk membenarkan perkataan feby.


" kamu marah sama papa setelah tahu kenyataannya sayang " tanya wahyu merasa bersalah.

__ADS_1


" nggak feby nggak marah, feby ngerti kok pa " kata feby menatap papanya.


" pa feby boleh minta sesuatu sama papa? " tanya feby dengan suara manjanya yang membuat wahyu dan feronika bahagia melihat putri manjanya tidak lagi murung.


" apapun untuk putri papa, asal kamu nggak murung lagi kayak kemarin " kata wahyu menatap lekat ke arah putrinya.


" feby mau belajar tentang perusahaan, boleh pa? " tanya feby masih dengan tingkah manjanya.


wahyu dan feronika sama-sama kaget dengan pertanyaan feby, feronika mengira feby sudah tidak mau mengelola perusahaan tapi ternyata dugaanya salah. wahyu juga yang tidak menyangka putrinya akan secepat ini mau memepelajari tentang perusahaan.


" kenapa putri papa ini tiba-tiba mau belajar tentang perusahaan? " tanya wahyu pada putrinya.


" feby pengen mandiri aja pa, terus setelah abang pulang feby punya sesuatu yang buat abang bangga " kata feby antusias.


" ini emang udah waktunya sayang jadi papa bakal ajarin kamu, besok pulang sekolah kamu ke kantor papa oke " kata wahyu mencium kening putrinya.


" thank you pa " kata feby memeluk dan mencium pipi papanya.


" mama nggak di cium nih " kata feronika pura-pura ngambek.


" aaa mama " kata feby menghampiri feronika lalu memeluk dan menciumnya.


" yaudah papa mandi ya kalian tunggu di meja makan kita makan bareng " kata wahyu lalu beranjak berdiri berjalan menuju kamar.


keesokan harinya feby berangkat menggunakan mobil sendiri, hatinya sedang berbunga-bunga hari ini. dia mengendarai mobil seraya terus tersenyum.


setibanya di sekolah dia menghampiri kedua sahabatnya yang setia menunggunya di parkiran sekolah.


" hay guys " sapa feby setelah keluar dari mobil.


" bahagia banget lo, nggak kaya kemarin " kata diana tanpa membalas sapaan feby.


" jangan-jangan lo bahagia karena di anter El pulang ya " kata mala menerka-nerka.


" ngaco lo pada, udahlah kelas yuk " kata feby merangkul dua temannya dan berjalan ke kelas bersama.


mobil El baru saja memasuki parkiran sekolah bersamaan dengan mobil kedua sahabatnya.mobil BMW i8 berwarna putih keluaran terbaru itu mamapu menyita seluruh perhatian murid sekolah itu. termasuk feby cs mereka menghentikan langkahnya di koridor setelah melihat mobil itu memasuki parkiran sekolah.


semua murid saling berbisik penasaran siapa pemilik mobil itu karena mereka baru melihatnya hari ini.


" mobil siapa tuh ?" tanya mala pada kedua sahabatnya yang hanya di jawab gelengan kepala.


sang pemilik mobil pun keluar dengan menggunakan kaca mata hitam yang bertengger indah di hidung mancungnya . membuat siapa saja yang melihatnya terpesona akan ketampanannya.

__ADS_1


" itu kan El feb " kata mala menunjuk sang pemilik mobil yang tidak lain adalan Elrangga.


" udah ganti lagi aja tuh mobil " kata diana sinis.


" udah lah biarin aja, kelas aja yuk " ajak feby dan diangguki oleh keduannya.


semua muris berbisik takjub melihat kedatangan El., memang hal yang biasa bagi El karena sudah sering dia mendengar dan melihat tatapan takjub dari semua murid disana.


" gila mobil lo baru lagi? " tanya adit mendekati El yang masih setia berdiri di samping mobilnya.


El hanya tersenyum remeh lalu mencopot kaca matanya.


" mobil yang kemarin lo kemanain? " tanya vano pada El.


" ada di rumah, gue kemarin iseng aja ke showroom mobil terus beli ini " kata El enteng.


" udah ah kelas aja yuk " ajak adit pada kedua sahabatnya.


" gue juga udah risih di sini " kata vano. melihat sekelilingnya banyak wanita yang menatap memuja ke arahnya.


merekapun berjalan menuju kelas, dan mereka masih saja ditatap oleh banyak wanita yang memuja ketampanan ketiganya tapi juga tatapan benci dan juga iri dari para pria.


" gila rasanya kayak mau di terkam " kata adit berbisik karena banyaknya wanita yang menatap ke arah mereka.


" biarin aja " kata vano dingin dan tetap melanjutkan perjalannannya.


sesampainya di kelas mereka langsung duduk di kursi masing-masing tak berselang lama bel masuk pun berbunyi.


mereka mengikuti pelajaran dalam diam, adit yang sibuk tidur, vano yang hanya mendengarkan musik dan El yang sibuk dengan pikirannya sendiri.


karena asik sendiri dan tidak memperhatikan pelajaran jam pun berjalan dengan cepat kini waktu istirahat pun tiba semua murid berhamburan keluar kelaa menuju kantin.


El cs pun berjalan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


sesampainya di pintu kantin El tersenyum ,melihat targetnya di depan mata dia pun menghampirinya.


" boleh ikut duduk " kata El setelah berada di samping kursi feby cs.


" duduk aja, tempat umum ini " kata feby acuh melanjutkan makannya.


El dan vano duduk sedangkan adit memesan makanan. baru beberapa saat mereka duduk tiba-tiba ada yang bergelayut manja di tangan El.


" El sayang, kok lo nggak pernah nyamperin gue sih " kata waniya itu masih bergelayut manja di lengan El.

__ADS_1


" apaan sih lo "kata El risih seraya menyingkirkan tangan wanita itu.


__ADS_2